Radar TNI AD

Radar TNI AL

Radar TNI AU

Radar Terbaru

KSAD : Ekspedisi TNI Temukan Suku yang Belum Terdata di Papua

Kepala Suku Digi
Kepala Suku Digi 

Tim Ekspedisi NKRI Koridor Papua Bagian Selatan 2017 menemukan Suku Digi di kawasan Pegunungan Bintang, Papua, yang sebelumnya belum terdata menurut Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD Jenderal TNI Mulyono).
"Mereka belum mengenal Bahasa Indonesia, mata uang rupiah dan pemerintahan Republik Indonesia," kata KSAD dalam sambutannya pada upacara penutupan Ekspedisi NKRI Koridor Papua Bagian Selatan 2017 di Lapangan Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Jumat pagi.
Kampung tempat tinggal Suku Digi, yang hanya meliputi 15 kepala keluarga, berdekatan langsung dengan Papua New Guinea.
"Transportasi ke sana sangat sulit. Belum ada kendaraan bisa masuk, yang hanya bisa menempuh ke sana melalui udara," kata Jenderal TNI Mulyono.
Ia meminta Komandan Korem setempat atau pos perbatasan yang berdekatan dengan Kampung Suku Digi melakukan pendekatan ke warga suku itu untuk memberikan pembinaan.
Temuan itu diharapkan bisa menjadi masukan bagi pemerintah pusat dan daerah dalam menyusun rencana pembangunan daerah terpencil dan perbatasan.
"Karena mereka juga saudara kita se-Tanah Air," kata Jenderal TNI Mulyono.
Ekspedisi NKRI Koridor Papua Bagian Selatan 2017 menjelajahi wilayah hutan, gunung, rawa, laut, sungai, dan pantai di wilayah perbatasan Republik Indonesia dan Papua Nugini sepanjang 2.940 kilometer.
Selama penjelajahan, tim mengumpulkan data 896 spesies flora, 1.090 spesies fauna, 316 daerah yang hutannya rusak, 160 data geologi, 206 data potensi bencana dan 754 data sosial budaya serta potensi tambang.
"Hasil temuan ini akan diserahkan kepada kementerian dan lembaga terkait untuk menindaklanjuti," kata KSAD.
Ekspedisi 2017 merupakan ekspedisi ke tujuh. Ekspedisi serupa sebelumnya dilakukan di Bukit Barisan (2011), Khatulistiwa (2012), Sulawesi (2013), Maluku dan Maluku Utara (2014), Nusa Tenggara dan Bali (2015) dan Papua Barat (2016).
Ekspedisi NKRI Koridor Papua Bagian Selatan yang berlangsung tiga bulan dari 3 Agustus sampai 22 November melibatkan 1.197 orang yang meliputi anggota TNI, Polri, peneliti, akademisi, mahasiswa, pemerintah daerah dan warga.
Inisiator ekspedisi NKRI, Letjen (Purn) Suryo Prabowo berharap ekspedisi NKRI bisa terus berjalan dan bisa dilakukan ke wilayah Sumatera.
"Kita inginnya kembali ke awal (ekspedisi Bukit Barisan). Ini akan menjadi bahan evaluasi, apakah temuan tujuh tahun yang lalu betul-betul ditindaklanjuti institusi terkait atau tidak. Setiap tujuh tahun kita kontrol, sehingga pemerintah bisa menjadikan ekspedisi ini alat kontrol di samping bisa melihat program mana saja yang sudah berjalan," kata Suryo.

Amerika Serikat Ingin Tingkatkan Kerjasama Antar Angkatan Laut di Asia Tenggara

Kerjasama Antar Angkatan Laut
Kerjasama Antar Angkatan Laut  

Dalam hal pengaruh regional kawasan, Amerika Serikat jauh tertinggal dalam cara mereka meningkatkan hubungan dengan negara-negara di Asia Tenggara. Ambil contoh Filipina, pada saat mereka direpotkan dengan konflik di Marawi, hanya Rusia dan China yang benar-benar menyumbangkan senjata dalam jumlah yang bermakna. Amerika Serikat membantu pengintaian dan sedikit senjata, tetapi itupun ditentang Kongres.
Tidak mengherankan, dalam isu kawasan, Amerika Serikat tertinggal. Oleh karena itu, dalam suatu langkah putar balik, AL AS mengumumkan bahwa mereka akan meningkatkan kerjasama maritim antar Angkatan Laut kedua negara. Pernyataan ini dikeluarkan Laksamana Pertama Don Gabrielson, Komandan Grup Logistik Pasifik Barat dan Gugus Tugas 73.
AL AS berkaca dari pengalaman kunjungan kapal perang LCS-4 USS Coronado yang juga pernah beranjangsana ke Indonesia, dan kapal angkut cepat USNS Milinocket (EPF-3), USNS Fall River (EPF-4), dan USNS Brunswick (EPF-6). Yang diinginkan AL AS adalah agar kapal-kapal perangnya tidak sekedar mampir, tetapi juga bisa berlatih bersama dengan Angkatan Laut negara yang dikunjunginya walaupun singkat. Latihan bersama tersebut juga harus bisa dilakukan tanpa persiapan panjang dan njelimet.
Latihan singkat tersebut akan melengkapi program latihan tahunan seperti CARAT (Cooperation Afloat Readiness & Training) serta SEACAT (South East Asia Cooperation & Training). AL AS berharap dengan kunjungan dan latihan yang lebih sering akan memungkinkan peningkatan hubungan yang lebih erat, dan berdampak pada peningkatan hubungan diplomatik.
Komando AL AS saat ini sedang menyiapkan protokol dimana negara mitra dapat meminta atau mengundang AL AS dalam waktu singkat untuk berlatih berdasarkan sejumlah standar kegiatan baku yang disetujui oleh Amerika Serikat. Jadi bisa saja di masa mendatang, kapal-kapal perang AL AS yang sedang melewati Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) langsung diajak berlatih oleh TNI AL, walaupun mungkin terbatas pada manuver ringan.
Negara-negara yang akan didekati untuk latihan singkat bersama ini akan diumumkan kemudian, dan AL AS akan menggunakan dua jenis kapal itu yaitu LCS (Littoral Combat Ship) atau kapal perang pesisir, dan kapal ekspedisioner cepat untuk fungsi logistik. Kedua kapal ini dianggap lebih cocok untuk negara-negara Asia Tenggara yang infrastruktur Angkatan Lautnya relatif kalah kelas dan terbelakang karena hanya dilengkapi korvet atau fregat.
Selama ini, AL AS yang menyandarkan diri pada kapal perusak dan penjelajah, yang ukurannya tentu lebih besar. Biaya latihannya juga lebih murah, dan juga LCS maupun EPF bisa sandar di lebih banyak dermaga dan pelabuhan sehingga bisa berkunjung ke lebih banyak titik. AL AS saat ini sedang dalam proses meningkatkan kesiapan armada LCSnya yang semakin efisien dalam penggelaran. (Aryo Nugroho)

KRI Teluk Lampung (540) Turunkan Pasukan Tempur Amfibi Di Pelabuhan Dwikora Pontianak

KRI Teluk Lampung (540)
KRI Teluk Lampung (540) 
Wakil Komandan Lantamal XII Pontianak Kolonel Laut (P) Joko Sumitro, S.E., beserta jajarannya menerima kedatangan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Teluk Lampung 540 di Komandani oleh Letkol Laut ( P) Anis Latif lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) 45 yang membawa para Pasukan Tempur Amphibi dengan jumlah 131 Personel di Pimpin oleh Mayor (Mar) Pahala M. Suhari di Dermaga Dwikora Pontianak Kalimantan Barat.
KRI Teluk Lampung (540) merupakan kapal kesepuluh dari kapal perang jenis kapal pendarat kelas Teluk Gilimanuk milik TNI AL. Dinamai menurut nama sebuah teluk di Lampung. Kapal berjenis Frosch-I/Type 108 ini kemudian dibeli pemerintah untuk TNI Angkatan Laut dan masuk armada pada tahun 1994. KRI Teluk Lampung bukanlah termasuk armada tempur maupun pemukul melainkan sebagai armada pendarat dan pengangkut logistik, KRI Teluk Lampung hanya dibekali senjata pertahanan diri berupa: kanon laras ganda kaliber 37mm Model 1939,
Meriam Bofors 40/70 berkaliber 40mm dengan kecepatan tembakan 120-160 rpm, jangkauan 10 Km untuk target permukaan terbatas dan target udara, kanon laras ganda kaliber 25mm, Sensor dan elektronis, KRI Teluk Lampung pun diperlengkapi radar MR-302/Strut Curve Air/Surface Search.
Rencananya para pasukan tempur tersebut akan melaksanakan latihan Pendaratan yang dinamai latihan “RAKSA YUDHA - 17” di Pantai Kura-kura Kabupaten Singkawang Kalimantan Barat. Sebelumnya pelaksanaan telah dilaksanakan Debarkasi Materil kendaraan Taktis, kendaraan Tempur dan Personel sebagai Tim Aju gelombang 1 yg dipimpin Mayor (Mar) Bambang Pramusinto, lalu dilaksanakan latihan Terjun tempur (Jumpur) berjumlah 1 peleton yang dilaksanakan oleh Prajurit INTAI AMPHIBI Marinir 2 di Dusun Tanjung Gundul Desa Karimunting Kec. Sungai Raya Kab. Bengkayang dengan menggunakan Pesawat Casa Basic U 621 sebagai Pilot Mayor Laut (P) Bambang dan Copilot Kapten Laut (P) Indra, setelah itu dilanjutkan latihan lintas medan sebanyak 300 prajurit yang
dipimpin langsung oleh Mayor (Mar) Avindudun sebagai Wadan Pasrat, dengan membawa perlengkapan perorangan yaitu senjata, helm dan ransel yang beratnya 25 kg, Prajurit marinir mulai start pukul 08.00 WIB dari Markas Batalyon Infanteri (YONIF) 643/ WNS menuju Rumah adat Radang dengan jarak tempuh + 15 Km Kota Pontianak.
Setelah semua kegiatan latihan hingga acara Kirab Kota berakhir, akan dilaksanakan Peresmian Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) XII/PTK Pasmar 2, bertempat di Alun- Alun Kapuas kota Pontianak dengan Inspektur Upacara Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono, S.H., M.H., M.Tr
(Han), dan sebagai Komandan Upacara Mayor (Mar) Ahmad Hadi, pada acara tersebut akan diramaikan oleh Demonstrasi para Pasukan terjun payung Freee fall Taifib( Intai Amfibi) Marinir di alun-alun Kota Pontianak dengan dihadiri unsur TNI/Polri, Forkopimda serta masyarakat kota Pontianak.
Turut hadir pada acara merflu tersebut, Wakil Komandan Lantamal XII Pontianak Kolonel Laut (P) Joko Sumitro, S.E., Asrena Pasmar Kolonel (Mar) R.E. Girsang, Letkol mar irwanto, Kadiskum Lantamal XII, Kadiskes Lantamal XII, Danyonmarhanlan XII, Dansatkamla Lantamal XII, Kadispen Lantamal XII dan Prajurit Lantamal XII Pontianak.(Dispenarmabar) (Angga Saja - TSM)

Pencarian Kapal Selam Argentina Berakhir Tragedi, Meledak di Dalam Laut

Kapal Selam Argentina
Kapal Selam Argentina 

Kapal selam TR-1700 ARA San Juan milik Angkatan Laut Argentina yang sudah menghilang selama lebih dari satu minggu telah mengundang pencarian yang sangat masif. Amerika Serikat dan Inggris mengirimkan bala bantuan pesawat patroli maritime untuk membantu mencari kapal selam buatan Jerman yang sedang dalam misi patroli tersebut.
Perkembangan terbaru menyebutkan bahwa AL Argentina mengungkapkan adanya suara abnormal yang terdeteksi di Samudera Atlantik Selatan dekat area dimana kapal selam tersebut melaporkan posisi terakhirnya. Suara tersebut disebutkan konsisten, mirip, dan serupa dengan pola ledakan besar di bawah laut.
Data yang dimiliki oleh AL Argentina tersebut dikonfirmasi oleh organisasi CTBTO (Comprehensive Nuclear Test-Ban Treaty Organization) yang berpusat di Vienna, Austria. Pada hari Kamis CTBTO menyampaikan ke Pemerintah Argentina bahwa sistem monitor bawah lautnya juga mencatat suara-suara yang tidak biasa, di lokasi dimana ARA San Juan terakhir diketahui berada. Ledakan tersebut terdeteksi pada pukul 13.51 GMT (Greenwich Mean Time) pada hari dimana kapal selam dilaporkan hilang.
“Suara anomali, bersumber tunggal, pendek, sangat besar, dan bukan ledakan nuklir, konsisten dengan ledakan, tercatat oleh sistem kami,” ujar juru bicara AL Argentina Enrique Balbi dalam konferensi pers di ibukota Argentina, Buenos Aires. AL Argentina sebelumnya tidak membagi informasi ini kepada sejumlah tim penyelamat yang telah mengirimkan patroli udara dan laut untuk menemukan kapal selam tersebut dan 44 awaknya.
Pengumuman AL Argentina tersebut disambut dengan tangis dan ratapan di pangkalan AL Argentina Mar del Plata, dimana para keluarga dari awak yang hilang telah berkumpul dan menanti kabar dari suami, kakak, adik, dan ipar yang mereka cintai. Banyak pula yang langsung marah dan menyerbu perwira AL Argentina yang membacakan pengumuman tersebut. Dan nampaknya, semua harapan untuk menemukan awak kapal selam dan ARA San Juan dalam keadaan selamat telah berakhir.
Penyebab meledaknya kapal selam di bawah air dapat disebabkan oleh malfungsi sistem baterai dan mesin, atau yang lebih sering terjadi, ledakan dari sistem torpedo yang dapat menyebabkan kehancuran katastrofik. Presiden Argentina Mauricio Macri telah mengkritik AL Argentina dan cara mereka menangani krisis kapal selam yang hilang itu. (Aryo Nugroho)

Indonesia dan Spanyol Perkuat Kerja Sama Pengadaan Alutsista

C 295 TNI AU
C 295 TNI AU 

Pemerintah Indonesia dan Spanyol berencana melanjutkan kerja sama di bidang pengadaan alat utama sistem senjata.
Menko Polhukam Wiranto mengatakan, kerja sama alutsista dengan Spanyol tersebut sudah terjalin sejak lama. Kini kedua negara berencana kembali memperkuat kerja sama tersebut, terutama di bidang pembuatan pesawat.
“Sejak pesawat pertama yang diterbangkan, yakni Pesawat Gatot Kaca NC-212 hingga CN-235, dan kemarin menerbangkan pesawat C295. Jadi, saya kira ini kerja sama yang berkelanjutan,” ujar Wiranto seusai menerima kunjungan kehormatan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Spanyol Idelfonso Castro di Jakarta.
Sementara, Idelfonso Castro menegaskan, pihaknya ingin memperkuat hubungan kerja sama kedua negara, baik dalam pengadaan alutsista maupun kerjasama lainnya.
“Kami mengharapkan hubungan kedua negara diperkuat. Spanyol ingin kerja sama pengadaan alutsista berjalan dengan baik lagi. Bahkan, tidak hanya pesawat, juga kapal, itu bisa terlaksana baik.
Apalagi Spanyol dan Indonesia telah melakukan kerja sama ini sejak lama,” ungkap Castro. Wiranto menegaskan, kedua negara juga akan memperkuat kerja sama di bidang penanganan terorisme. “Saya kira Indonesia juga sudah punya pengalaman bekerja sama dengan banyak negara.
Termasuk dalam penanganan terorisme,” kata Wiranto. Pertemuan Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Spanyol tersebut sebenarnya sudah beberapa kali terjadi. Sebelumnya Duta Besar Spanyol untuk Indonesia Jose Maria Matres Manso juga pernah melakukan pertemuan dengan Wiranto pada 21 Juni 2017.
Saat itu dia menawarkan kerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam menumpas aksi terorisme. Wiranto mengatakan, Indonesia tak membatasi diri dalam bekerja sama dengan negara manapun yang mempunyai pengalaman aksi terorisme.
Itu dilakukan agar kinerja BNPT bisa terbantu. Menurutnya, pengalaman Spanyol melakukan pendekatan keras maupun halus dalam menangani aksi terorisme dianggap bisa ditiru BNPT. “Jadi, bagaimana BNPT bisa melakukan pendekatan keras dan halus dalam menghadapi terorisme, Spanyol berpengalaman dengan itu,” kata Wiranto.
Menko Polhukam mengatakan, Spanyol juga menawarkan kerja sama di bidang keamanan siber.
“Kita kan baru mendirikan Badan Siber Nasional sebagai payung dari semua badan siber di Indonesia. Kita juga butuh di masing-masing negara, termasuk Spanyol menawarkan itu (kerja sama),” kata Wiranto.
Namun, Wiranto mengatakan, pembahasan kerja sama Pemerintah Spanyol dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) masih tahap awal. Karena itu, perlu ada diskusi lebih lanjut untuk sampai pada tahap kerja sama.
“Itu belum sampai konsep, nanti setelah kami setuju secara teknis, staf akan tindak lanjuti dengan satu perbincangan atau poin kerja sama yang lebih teknis,” katanya. (Binti Mufarida)

Teriakan "Komando" Sambut Kedatangan Sang Juara Kompetisi Tembak ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) 2017

Juara Kompetisi Tembak ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) 2017
Juara Kompetisi Tembak ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) 2017 

"Komando...!" Teriakan salam khas satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD sontak terdengar saat Wakil Danjen Kopassus Brigjen TNI Richard Tampubolon mengalungkan karangan bunga kepada Mayor Infantri Nur Wahyudi di Base Ops, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (24/11/2017).
Mayor Nur Wahyudi lantas memberi hormat dan mengucapkan terima kasih. Sementara Brigjen Richard membalasnya dengan menepuk pundaknya.
Mayor Nur Wahyudi merupakan komandan kontingen Lomba Tembak antar Angkatan Darat Negara-negara ASEAN atau The ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) 2017 di Singapura pada 14 November hingga 23 November 2017 lalu.
Upacara sederhana pun digelar untuk menyambut kedatangan 62 personel kontingen di Base Ops Halim Perdanakusuma.
Seluruh kontingen yang terdiri atas 37 petembak, 21 ofisial, dua observer dan dua asisten teknis dari PT Pindad tiba menggunakan pesawat C-130 Hercules milik TNI AU.
Sedangkan atlet tembak yang berlaga di AARM terdiri dari 23 prajurit Kopassus, enam prajurit Kostrad, dua prajurit dari Kodam II/Sriwijaya, dua prajurit Kodam VI/Brawijaya, satu prajurit Kodam VII/Mulawarman, satu prajurit Kodam XIV/Hasanuddin, satu prajurit Kodam XVI/Pattimura, dan satu prajurit dari Pusdikku Kodiklat TNI AD.
Kontingen TNI AD meraih prestasi terbaiknya dalam sejarah penyelenggaraan AARM. Mereka berhasil memecahkan rekor baru ASEAN dengan perolehan sembilan tropi, 31 emas, 10 perak dan 10 perunggu.
Tak heran jika mereka unggul di antara sembilan negara lainnya dan menjadi juara umum.
Sementara itu, enam prajurit berhasil meraih Champion Individual, yaitu Lettu inf Safrin Sihombing (Kopassus) untuk kategori Pistol Putra, Praka Zulkarnaen Amirullah (Kodam II/Sriwijaya) untuk kategori Karaben, Sertu Woli Hamzan (Kodam XVI/Pattimura) untuk kategori Senapan, Sertu Carlelis Manusama (Kodam XVI/Pattimura) untuk kategori Pistol Putri dan Serka Priyanta serta Sertu Hari Mulyono (Kopassus) untuk kategori Senapan Otomatis/Machine Gun.
AARM 2017 diikuti oleh 10 negara ASEAN yaitu lndonesia, Thailand, Filipina, Singapura, Malaysia, Vietnam, Myanmar, Laos, Brunei dan Timor Leste.
Kompetisi yang digelar tiap tahun sejak 1991 mempertandingkan 5 kategori yaitu Senapan, Karaben, Pistol Putra dan Putri, serta Senapan Otomatis (Machine Gun).
Dalam sambutan yang dibacakan oleh Wakil Danjen Kopassus Brigjen Richard Tampubolon, Danjen Kopassus Mayjen Madsuni mengatakan, kemenangan kontingen Indonesia semakin menunjukkan kredibilitas dan kapabilitas prajurit TNI AD di kancah internasional.
Ia berharap pencapaian tersebut mampu dipertahankan pada kompetisi di tahun-tahun berikutnya.
"Dengan prestasi ini hendaknya tidak menjadikan diri kita lengah dan sombong. Karena yang terpenting setelah ini adalah bagaimana mempertahankan prestasi itu dengan sebaik-baiknya di tahun mendatang," kata Richard.
"Tingkatkan terus kemampuan para petembak. Mempertahankan sebagai juara akan lebih sulit daripada memperolehnya," ujar dia.
Selain menjadi ajang interaksi antarsesama prajurit Angkatan Darat negara-negara ASEAN, lomba tembak ini juga untuk menunjukkan profesionalitas prajurit Indonesia di mata dunia.(Kristian Erdianto)

India Sukses Uji Tembak Rudal BrahMos dari Pesawat Tempur Su-30MKI

 Uji Tembak Rudal BrahMos dari Pesawat Tempur Su-30MKI
 Uji Tembak Rudal BrahMos dari Pesawat Tempur Su-30MKI 

Rudal jelajah supersonik tercepat di dunia, BrahMos, pada hari Rabu (22/11) berhasil melakukan uji coba penerbangan untuk pertama kalinya dari pesawat tempur garis depan Angkatan Udara India, Sukhoi-30MKI. Rudal tersebut diuji terhadap sebuah sasaran di laut di Teluk Benggala.
Uji coba senjata multi platform terbaru tersebut melengkapi triad rudal jelajah taktis India, karena sekarang BrahMos dapat diluncurkan dari darat, laut dan udara.
Rudal jelajah supersonik tersebut dapat dimanfaatkan dalam peran 'multi misi', termasuk serangan presisi pada sasaran darat, melawan sasaran laut yang bernilai tinggi, termasuk kapal induk dan bunker nuklir.
Rudal itu djatuhkan dari pesawat secara gravitasi dan mesin rudal dua tahap menyala dan mendorongnya ke arah sasaran.
Tahap pertama sistem membawa rudal tersebut ke kecepatan supersonik dan tahap kedua mempercepatnya mendekati Mach 3, atau tiga kali kecepatan suara. saat ini sedang dikerjakan pengembangan versi rudal hipersonik (5 Mach).
"Uji coba penembakan udara perdana Rudal Jelajah Luncur Udara (Air Launched Cruise Missile - ALCM) BrahMos dari Su-30MKI secara signifikan akan meningkatkan kemampuan operasi tempur udara Angkatan Udara India dari jarak jarak jauh (stand-off)," kata kementerian pertahanan India. Pihak AU India mengatakan bahwa pengujian tersebut merupakan pencapaian besar. (Angga Saja - TSM)

Siapa Bermain dalam Setiap Gejolak di Papua, Asing?

Papua Indonesia
Papua Indonesia 

Pengamat teroris dan intelijen dari Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya berpendapat, pelaku penembakan dan penyanderaan warga di Papua tidak bisa dilabeli sekadar Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
"Alasannya, karena ada dimensi politis dari gerakan mereka," ujar Harits,Kamis (23/11/2017).
Dimensi politis yang dimaksud terlihat dari tiga tuntutan mereka seperti yang diungkapkan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.
Pertama, bubarkan Freeport. Kedua, militer Indonesia harus ditarik keluar dari Papua dan diganti dengan pasukan Keamanan PBB. Ketiga, Pemerintah Indonesia harus menyetujui pemilihan bebas atau referendum. Artinya rakyat Papua bisa menentukan nasib sendiri.
Kelompok kriminal bersenjata, lanjut Harits, melakukan kegiatannya untuk ekonomi semata, tidak dibumbui dengan unsur politik.
"Kalau kriminal tentulah enggak berbeda jauh dengan kriminal lainnya di berbagai tempat. Sementara, mereka terorganisir, punya jaringan dalam dan luar negeri, punya agenda politik dari aksi-aksi kriminal mereka," ujar Harits.
Dari tuntutan, lanjut Harits, mereka diindikasikan merupakan kelompok yang disokong beragam komponen.
"Ada orang lokal Papua yang oportunis dengan kepentingan politiknya. Orang-orang semacam ini banyak juga yang tinggal di luar negeri dan yang kedua adalah pihak asing juga perlu diwaspadai," ujar Harits.
Keberadaan asing ikut bermain, lanjut Harits, terbaca dari setiap gejolak di Papua diikuti dengan suara dari beberapa negara. Mereka mendorong bahkan memberi tekanan yang target utamanya adalah lepasnya Papua dari Indonesia.
"Jadi KKB adalah sejatinya OPM yang punya visi politik dan melakukan beragam perlawanan dan asing ikut bermain didalamnya," lanjut dia. (Fabian Januarius Kuwado)

Panglima TNI : Mantan KSAU akan Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Pengadaan Helikopter AgustaWestland AW 101

Marsekal Purnawirawan Agus Supriatna
Marsekal Purnawirawan Agus Supriatna 

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo membenarkan kabar pemanggilan mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Purnawirawan Agus Supriatna.
Pusat Polisi Militer (POM) TNI memanggil Agus untuk diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Letkol. Adm TNI WW selaku pemegang kas dalam kasus dugaan korupsi pengadaan helikopter AugustaWestland 101 (AW 101).
"POM TNI mengadakan penyelidikan dan penyidikan, dan memanggil mantan KSAU untuk dimintai keterangan sebagai saksi," ujar Gatot saat dikonfirmasi wartawan usai menghadiri acara Malam Akrab Musyawarah Nasional Persatuan Purnawirawan ABRI (Pepabri) di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Rabu (22/11/2017) malam.
Diketahui POM TNI telah melakukan pemanggilan pemeriksaan terhadap Agus sebanyak dua kali melalui surat nomor PGL-151/VIII/2017 tanggal 10 Agustus 2017 tentang pemanggilan ulang untuk pemeriksaan sebagai saksi.
Menurut Gatot, karena suatu alasan Agus tidak dapat datang saat pemanggilan pertama. Namun ia memastikan Agus akan memenuhi panggilan yang kedua.
"Kita tunggu saja setelah selesai sibuknya, akan memberikan keterangan sebagai saksi. Saya pikir tidak pakai paksa-paksa, beliau pasti sudah akan datang," kata Gatot.
Dalam kasus heli AW 101, POM TNI menetapkan empat perwira sebagai tersangka.
Mereka adalah, Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) TNI AU, Kolonel Kal FTS SE; Marsma TNI FA selaku pejabat pembuat komitmen (PPK); Letkol. Adm TNI WW selaku pemegang kas, serta Pembantu Letnan Dua (Pelda) SS yang menyalurkan dana pada pihak tertentu.
Dari hasil penyelidikan POM TNI, diduga terjadi penyimpangan yang dilakukan para pejabat yang ditunjuk dalam proses pengadaan.
Hasil perhitungan sementara ditemukan kerugian negara sekitar Rp 224 miliar dari nilai proyek Rp 738 miliar.
Kemudian POM TNI menetapkan seorang tersangka baru dalam kasus pembelian helkopter AgustaWestland (AW) 101, yakni Marsekal Muda TNI SB yang pernah menjabat sebagai Asisten Perencana Kepala Staf Angkatan Udara dan disebut ikut bertanggung jawab dalam proses pembelian helikopter AW101. (Kristian Erdianto)

Howo Sinotruk, Kendaraan Penarik Sistem Baterai Kanon Type 90/35mm Korps Marinir

Howo Sinotruk
Howo Sinotruk 

Truk produksi China National Heavy Duty Truck Group Co Ltd. (SINOTRUK) ini sudah mengular di jalanan dalam berbagai varian, baik untuk kebutuhan sipil dan militer. Salah satu penggunanya di Indonesia adalah Batalyon Artileri Pertahanan Udara 2/Marinir.
Truk dua gardan ini di lingkup Korps Marinir ya memang hanya ada satu unit, dan menjadi etalase Resimen Artileri 2/Marinir di Cilandak, Jakarta Selatan. Keberadaan truk ini tentu bukan tanpa arti, truk dengan warna coklat ini punya peran penting dalam sistem baterai kanon Type 90/35mm. Seperti diketahui Korps Marinir mendapatkan satu baterai kanon buatan Norinco tersebut pada Agustus 2016.
Peran Howo Sinotruk yang persisnya adalah seri ZZ2167M4327R adalah sebagai penarik dari AF902 Fire Control System. Tentu saja perannya tak sebatas penarik pusat kendali penembakkan kanon, truk dua gardan ini punya peran sebagai penyedia genset pada sistem baterai. Dan ada lagi, Howo Sinotruk ZZ2167M4327R dilengkapi berbagai peralatan canggih jenis electro optical system pada ruang kargo di belakang.
Beberapa jeroan sakti yang dibawa adalah TV Tracking Range yang bisa mengendus sasaran hngga jarak 12 km. Sementara untuk jet tempur dapat dipindai dari jarak 20 km. Akurasi sasaran bisa diketahui dari jarak 9,6 km. Lalu ada lagi Infrared Tracking Range, kemampuan deteksinya serupa dengan TV Tracking Range, hanya saja akurasi sasaran bisa diketahui dari jarak 12 km. Selanjutnya ada Laser Range Finding Range, kemampuan deteksi tak beda dengan sebelumnya, hanya saja akurasi sasaran bisa diketahui dari jarak 8 km. Terakhir ada CWIR (Continuous-Wave Acquisition Radar) rangefinder.
Satu baterai terdiri dari empat pucuk kanon dua laras Type 90/35mm, jenis kanon PSU (Penangkis Serangan Udara) yang dapat dioperasikan secara remote dan manual. Dalam gelar operasinya, kanon Type 90/35mm ditarik oleh truk REO M35. (Bayu Pamungkas)
Penasaran dengan spesifikasi Howo Sinotruk ZZ2167M4327R, berikut adalah spesifikasinya :
  • Jenis mesin: WD615.62
  • Intercooled diesel engine: 6 silinder in line
  • Power: 266HP (196KW)
  • Kapasitas tangki bahan bakar: 375 liter
  • Kecepatan rata-rata: 50 km per jam
  • Jarak tempuh: 600 km
  • Temperatur operasi: -40 sampai 55 derajat Celcius

Radar Acak