Masih Dibutuhkan untuk Hajar ISIS, A-10 Batal Pensiun

A-10 Thunderbolt II alias Warthog
A-10 Thunderbolt II alias Warthog

Mungkin ini berita gembira bagi para penggemar pesawat CAS (Close Air Support) alias serang darat A-10 Thunderbolt II alias Warthog. Setelah sebelumnya terjadi pedebatan panjang melawan niatan AU AS untuk memensiunkan A-10 yang bahkan sampai melibatkan Kongres AS, akhirnya terjadi perubahan paradigma.
AU AS pada awalnya ingin memensiunkan A-10 secara bertahap mulai 2018 dengan mengirimkannya ke pusat penyimpanan pesawat AS yang dikenal sebagai Boneyard. Penggantinya apalagi kalau bukan F-35 Lightning II yang biayanya mahal namun dianggap tidak mampu menggantikan peran yang disandang A-10 yang memang dibangun sebagai pesawat serang darat dan penghancur tank terdedikasi.
Kepastian AU AS untuk mempertahankan A-10 datang dari Menteri Angkatan Udara Deborah Lee James yang mengatakan bahwa program pemensiunan A-10 harus ditunda karena pesawat ini diandalkan untuk misi CAS di Irak dan juga Suriah. Dengan kanon multilaras 30mm GAU-8 Avenger dan beragam persenjataan seperti roket dan bom pintar, A-10 jawara soal misi CAS. Komandan lapangan di darat puas dan mendamba kedatangan A-10 pada saat terjepit. Dengan kecepatannya yang rendah, A-10 jelas bisa melihat sasarannya dengan lebih jelas dan menghajarnya dengan akurat.
Pernyataan Menteri AU AS ini kemudian didukung dengan tindakan nyata Komando Materiil AU AS (AFMC – Air Force Material Command) untuk mengaktifkan pusat perawatan dan perbaikan A-10 di level depo (depot) dengan kapasitas penuh. Ini bertolak belakang dengan langkah AU AS yang memotong anggaran untuk depo A-10 sebesar 40% pada tahun anggaran 2014-2015. AU bahkan memindahkan 30 teknisi spesialis A-10 dan menyebarkannya ke berbagai skadron F-16, plus memindahkan dua pilot uji A-10 dari skadron evaluasinya.
Apa arti dari perubahan sikap AU AS ini? A-10 tidak dibiarkan beroperasi dengan dukungan logistik minim, tetapi justru menjalani perawatan dan upgrade untuk memperpanjang daur hidupnya agar prima bertugas di garis depan. Seperti kata Panglima AFMC Jenderal Ellen Pawlikowski, “Komando kami memandang A-10 sebagai pesawat yang harus dirawat dan dijaga sampai waktu yang tidak ditentukan.”
Salah satu program yang sudah direncanakan adalah pemasangan sayap baru dengan struktur lebih ringan tapi lebih kuat, mengingat sebagian besar rudal dan bom pintar yang dibawa A-10 memang dipasang di sayapnya. A-10 yang memasuki depo pemeliharaan juga akan dibongkar untuk memeriksa korosi pada struktur paralel dengan penggantian sayap yang baru.
Tugas perawatan level depo ini jatuh ke Hill Air Force Base di Utah yang selama ini memang sudah menangani A-10. Mereka bertanggungjawab untuk melakukan perbaikan pada 283 A-10 Warthog yang sebagian besar keluar dari pabrik Fairchild pada dekade 1970an. Dari jumlah eksisting itu, diperkirakan ada 150-160 unit yang dalam kondisi siap terbang dan menjalankan misi tempur kemanapun keberadaannya dibutuhkan, naik dari jumlah 89 unit yang tadinya akan dipertahankan sampai A-10 dipensiunkan. (Aryo Nugroho)
Sumber : http://angkasa.co.id/

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Radar Acak