NATO dan Rusia Kerahkan Kekuatan

NATO dan Rusia
NATO dan Rusia 

Para pejabat dari Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mengatakan tidak akan terpancing penyebaran militer besar-besaran yang dilakukan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin. Aliansi tidak akan berupaya untuk melihat lebih dalam tindakan Moskow yang diyakini bertujuan menampilkan kekuatan negara tersebut dalam setiap konfrontasi dengan negara-negara Barat.

Tantangan yang dihadapi saat ini tidak bersifat individual. Ini menjadi gambaran keseluruhan, di mana kemampuan Rusia terlihat meningkat secara substansial dalam melakukan serangan di laut, udara, dan darat, ujar Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, Jumat (28/10).
Namun, pengerahan kekuatan terbesar juga dilakukan NATO di perbatasan Rusia. Langkah ini bahkan disebut sebagai pengerahan kekuatan terbesar yang dilakukan NATO sejak Perang Dingin.
Inggris siap mengirim jet tempur ke Rumania 2017. AS mengerahkan pasukan, tank, dan artileri ke Polandia. Jerman, Kanada, dan anggota NTAO lain juga menyatakan dalam pertemuan menteri pertahanan NATO pada Rabu (26/10) berjanji akan mengerahkan pasukan mereka.
Sementara, jenderal AS yang menjadi komandan tertinggi di NATO, Curtis Scaparrotti, mengatakan, lebih dari 120 ribu tentara Rusia yang mengambil bagian dalam latihan militer September lalu. Dalam latihan itu juga dilakukan penembakan rudal yang mampu membawa hulu ledak nuklir.
Kapal perang induk milik Rusia yang pekan ini melewati wilayah pantai Eropa juga dilaporkan dilengkapi dengan rudal berkemampuan nuklir. Hal ini menyebabkan sejumlah pejabat dan sekutu NATO khawatir dengan adanya penyebaran rudal balistik jenis iskander yang diketahui berada di sekitar Kaliningrad, wilayah administratif negara itu.
Ia juga mengatakan, Rusia telah menerapkan pola latihan militer dengan cara lebih agresif. Stoltenberg menolak untuk mengatakan apa yang ia pikirkan mengenai Rusia. Tetapi, Scaparrotti menilai bahwa Rusia tengah mencari posisi dominan atau yang disebut dalam istilah militer sebagai dominasi eskalasi.
Strategi tersebut menurut Scaparrotti memegang kekuatan militer terbaik, di mana rentan mengandung konflik. Rusia disebut bisa memegang kendali dalam setiap langkah eskalasi secara besar terhadap lawan-lawan negaranya hingga memberi ancaman terbesar, yaitu menggunakan senjata nuklir.
Beberapa analis militer meyakini doktrin strategi itu dimiliki oleh Putin. Rusia diyakini hendak menggunakan persenjataan canggih dengan tetap menggunakan fasilitas yang dimiliki Uni Soviet pada masa lalu, seperti kapal perang.
Putin menunjukkan keinginan kuat untuk dominasi. Dari Kutub Utara, Baltik, hingga Laut Hitam. Rusia menggunakan secara bersamaan kemampuan senjata canggih dengan peralatan perang Uni Soviet dahulu, jelas seorang diplomat senior NATO.
Sementara itu, Duta Besar Rusia untuk NATO Alexander Grushko mengatakan, Rusia tak pernah bermaksud mengancam keamanan Eropa. Sebaliknya, ia menyalahkan negara-negara Barat yang membuat situasi menjadi seolah mencekam.
Aliansi ini lebih terfokus untuk pengembangan dan pendalaman kebijakan militer yang komprehensif dan sebagai pertahanan politik Rusia, kata Grushko.
Namun, Kepala Armada Angkatan Laut AS di Eropa, James Foggo, mengatakan, dirinya mengharapkan reaksi negatif dari Rusia saat Washington menempatkan sistem pertahanan rudal di Polandia pada akhir November nanti.
AS mengatakan, fasilitas itu dilakukan untuk melindungi ancaman serangan rudal balistik dari Iran, bukan Rusia. Foogo mengatakan, pasukan negaranya terus melakukan pengawasan terhadap Moskow yang terlihat semakin aktif di Laut Baltik. Di antaranya dengan mengirimkan enam armada kaul selam ke Laut Hitam hingga kapal induk di Mediterania.
"Mereka (Rusia) menggunakan semua alat, fasilitas, dan persenjataan yang dimiliki untuk memperlihatkan bahwa medan perang telah dibangun, kata Foggo.
NATO membuat keputusan dalam beberapa wakt terakhir, yakni mengirim 4.000 tentara, pesawat, tank, dan artileri ke sejumlah wilayah bekas Uni Soviet di Baltik dan Polandia. Hal ini dilakukan sebagai respons yang lebih teriukur atas adanya 330 ribu pasukan Rusia yang tersebar di sana hingga dengan ibu kota Moskow.
Kami tak akan mencerminkan apa yang dilakukan Rusia. Ini bukanlah situasi saat Perang Dingin terjadi, ujar Scaparrotti. Ia menekankan, NATO berupaya mematuhi Perjanjian 1997 dengan Moskow dengan tidak menempatkan sejumlah pasukan tempur skala besar di perbatasan wilayah NATO dan Rusia. Di Norwegia, sebanyak 330 tentara AS ditempatkan, tepatnya di daerah perbatasan dengan Rusia.
Ini adalah pertama kalinya tentara asing berada di Norwegia sejak akhir Perang Dunia II. Stoltenberg berharap diadakannya kembali pertemuan Dewan NATO dan Rusia serta perwakilan diplomat Rusia.
Kami juga menegaskan tidak ada upaya untuk mengisolasi Moskow," jelas Stoltenberg. Namun, pengerahan kekuatan terbesar juga dilakukan NATO di perbatasan Rusia. Langkah ini bahkan disebut sebagai pengerahan kekuatan terbesar yang dilakukan NATO sejak Perang Dingin.
Inggris siap mengirim jet tempur ke Rumania 2017. AS mengerahkan pasukan, tank, dan artileri ke Polandia. Jerman, Kanada, dan anggota NTAO lain juga menyatakan dalam pertemuan menteri pertahanan NATO pada Rabu (26/10) berjanji akan mengerahkan pasukan mereka. rep: Puti Almas, ed: Yeyen Rostiyani
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/koran/internasional-koran/16/10/29/ofsx085-nato-dan-rusia-kerahkan-kekuatan

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Radar Acak