Dart Jet, Revolusi Jet Latih Masa Depan

Dart Jet
Dart Jet

Pendulum pabrikan produsen pesawat latih lanjut atau yang populer dikenal sebagai LIFT (Lead In Fighter Trainer) tengah bergeser. Jika dulu pasar ini didominasi oleh pabrikan-pabrikan besar, maka semakin ke sini semakin banyak muka-muka baru yang bermunculan. Trennya pun juga berubah, dimana pabrikan cukup mengambil komponen-komponen yang tersedia di pasaran atau Commercial Off The Shelf.
Selain Scorpion buatan Textron, ada satu pabrikan lain yang berani tampil ke permukaan, namanya Dart Training Systems dari Inggris. Mereka menawarkan satu desain pesawat latih modular, yang dapat dikonfigurasi sebagai pesawat latih mula, lanjut, dan bahkan untuk tempur dan serang ringan.
Keunggulan yang ditawarkan adalah harga yang murah karena mereka akan merakit Dart Jet dari komponen yang sudah siap sedia di pasaran, dan software yang mereka pasang di Dart Jet dapat mensimulasikan sistem kontrol pesawat tempur generasi ke-4 yang digunakan berbagai Angkatan Udara di dunia.
Apabila ada Angkatan Udara yang mengambil seluruh varian Dart untuk latih mula dan lanjut, maka keuntungan yang diterima adalah berkurangnya jam terbang yang dibutuhkan untuk menyiapkan seorang siswa menjadi pilot tempur yang siap pakai. Hal ini tentunya juga akan memangkas biaya dan lead time yang dibutuhkan, sehingga meningkatkan kesiapan Angkatan Udara pengguna.
Tidak hanya itu, Dart juga memperkenalkan MMS (Mission Management System) dimana siswa dan instruktur latih dapat merencanakan sorti, memberi dan menerima instruksi, memberi taklimat, NOTAM, dan memutar ulang data hasil penerbangan melalui sistem tablet yang dienkripsi.
Siswa tinggal memasang tabletnya di dok yang tersedia di Dart Jet dan pesawat akan mengenali karakteristik sang pilot. Konfigurasi kokpit pun bisa diatur, seperti penempatan stick untuk kontrol pesawat, plus desain indikator yang bisa diganti-ganti karena Dart Jet rencananya akan menggunakan satu layar LCD tunggal yang bisa mengakomodasi beberapa screen digital sesuai desain panel indikator pesawat tempur yang digunakan.
Fuselage Dart Jet juga dibuat modular, dengan satu desain untuk bagian hidung, kokpit, bagian tengah, dan bagian ekor. DART mendesain pesawat latihnya untuk dapat mengakomodasi mesin yang berbeda-beda dengan desain pod yang mampu mengakomodasi mesin tunggal ataupun mesin ganda yang dibutuhkan untuk varian LIFT maupun serang atau tempur ringan.
Kalau butuh mesin yang lebih besar lagi, podnya masih bisa diredesain karena sisi bawah dari Dart Jet benar-benar bersih, dengan roda pendarat yang sudah disingkirkan ke sponson pada sayap.
Dart Training Systems optimis dengan Dart Jet, seperti render digital Dart Jet dalam livery tim aerobatik Red Arrows. Namun begitu, perjuangan mereka sudah pasti harus ekstra keras karena pasar untuk pesawat latih juga sudah penuh sesak. Lihat saja kompetisi T-X untuk AU AS, dimana desain yang ditawarkan rata-rata juga adalah desain baru. Walaupun pasarnya memang masih cukup besar, kita tunggu saja apakah Dart Jet dapat terwujud nyata sebagai produk jawara di pasaran. (Aryo Nugroho)
Spesifikasi umum :
Basic Trainer
  • MTOW 3.500kh
  • Mesin berdaya 3.500pon
  • Jarak jangkau 900nm
  • Kecepatan 350 knot

LIFT
  • MTOW 5.000kg
  • Mesin ganda berdaya 6.000pon
  • Jarak jangkau 1.300nm
  • Kecepatan Mach 0,9

Light Attack/ Air Defence Fighter
  • MTOW 7.000kg
  • Mesin tunggal berdaya 20.000pon
  • Jarak jangkau 1.300nm
  • Kecepatan Mach 1,2
  • Hardpoint 4

Sumber : http://angkasa.co.id/

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Radar Acak