Kemenhan : Ancaman Trump Putus Dana Bantuan Tak Pengaruhi Indonesia

F-16 TNI AU
F-16 TNI AU 

Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menghentikan dana bantuan tak akan berpengaruh terhadap Indonesia.
Ancaman Trump ditujukan kepada negara-negara yang pada pemungutan suara di PBB menentang keputusan Amerika soal Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
"Sejauh ini kita jalan seperti biasa. Kita adalah negara besar yang tidak bisa dikendalikan atau disetir semudah itu. Itu bukan hibah yang sudah ada tapi the coming procurement," ujar Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Ekonomi, Bondan Tiara dalam konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/12/2017).
Ancaman Trump tersebut, menurut Tiara, sudah dibahas dalam rapat koordinasi terbatas yang dipimpin Menteri Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto. Pembahasan juga telah dilakukan secara rinci.
Hasil pemungutan suara ditampilkan di hadapan anggota Majelis Umum PBB yang membatalkan pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel usai voting yang dilakukan di markas besar PBB, Kamis (21/12/2017).
Tiara menegaskan, Indonesia merupakan negara yang memiliki kedaulatan sehingga tak bisa semena-mena diinjak oleh negara lain.
"Kementerian Pertahanan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, kita memastikan dampaknya akan sangat minimal terhadap Indonesia terhadap sanksi tersebut," tuturnya.
Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa sebelumnya telah meloloskan rancangan resolusi mengenai status Yerusalem setelah pemungutan suara yang digelar di New York pada Kamis (21/12/2017).
Sebanyak 128 negara anggota memilih setuju dengan rancangan resolusi yang menolak keputusan Amerika Serikat untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Selain AS dan Israel, tujuh negara lain yang tak setuju dengan rancangan resolusi Majelis Umum PBB itu adalah Guatemala, Honduras, Togo, Mikronesia, Nauru, Palau, dan Kepulauan Marshall.
Terkait hasil tersebut, Donald Trump mengancam pemutusan bantuan keuangan kepada negara-negara yang mendukung resolusi PBB untuk menentang Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
"Mereka mengambil jutaan dollar dan bahkan miliaran dollar. Mereka memberi suara yang menentang kami," kata Trump kepada para wartawan di Gedung Putih.
"Biarkan mereka bersuara menentang kami. Kami akan menghemat banyak. Kami tidak peduli," ucapnya.
Komentarnya itu disampaikan menjelang pemungutan suara di Majelis Umum PBB, Kamis (21/12/2017), untuk menghasilkan resolusi yang menentang pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

TNI AU Programkan Pembangunan Skadron F-16 di Ambon

Skadron F-16
Skadron F-16 

Mabes TNI-AU memprogramkan membangun skadron Udara F-16 di Ambon, Provinsi Maluku, pada tahun anggaran 2018.
Danlanud Pattimura Kolonel Pnb Antariksa Anondo saat dikonfirmasi, Jumat, mengatakan keberadaan skadron strategis dalam rangka mendukung terselenggaranya tugas operasi udara yang dilaksanakan TNI AU.
Apalagi, kata Antariksa, Maluku terdiri dari 11 kabupaten/kota dengan 1.340 buah pulau.
Begitu pula dengan 92,4 persen dari wilayah Maluku seluas 712.479,69 Km2 adalah laut.
Strategisnya karena pembangunan skadron Udara F-16 di Lanud Pattimura sebagai salah satu upaya untuk pengamanan mengingat batas wilayah berdekatan dengan wilayah selatan dekat yang secara geografis dekat Austalia.
"Kami saat ini melakukan tahapan survei maupun kesiapan lainnya untuk membangun skadron sebagai unsur operasional yang diprogramkan berkapasitas 12 pesawat tempur F-16," ujar Antariksa.
Disinggung pemeliharaan pesawat tempur F-16, dia menjelaskan di Makassar, Sulawesi Selatan yang memiliki fasilitas tersebut.
"Pemeliharaan tingkat ringan bisa ditangani di Ambon bila telah dioperasikan," tandas Antariksa.
TNI- AU saat ini memiliki dua skadron udara yang mengawaki pesawat F-16, yakni skadron udara di Lanud Iswahjudi, Madiun, dan Skadron Udara Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

Kolat Koarmabar Uji Fungsi Integrated Combat Management System (ICMS)

Kolat Koarmabar
Kolat Koarmabar  

Komando Latihan (Kolat) Koarmabar melaksanakan uji fungsi Integrated Combat Management System (ICMS) yang disaksikan oleh Irum Itjen TNI Marsekal Pertama TNI Sri Pulung di Puslat Kaprang Gedung Bambang Soesilo Kolat Koarmabar, Jakarta Pusat, Kamis (28/12).
Dalam kegiatan tersebut Irum Itjen TNI Marsekal Pertama TNI Sri Pulung didampingi Irarmabar Kolonel Laut (P) Hargianto, S.E., M.M., Irut Intel Itjen TNI Kolonel INF Fauzi, dan para Komandan Satuan jajaran Koarmabar.
Irum Itjen TNI dalam kesempatan tersebut menyaksikan pengoperasian dua simulator yakni Vehicular And Gunnery Trainer berupa simulator rantis yang dilengkapi senjata M240 Kaliber 7,62 mm dan Boat Crew And Gunnery Trainer berupa simulator combat boat yang dilengkapi 4 senjata perorangan masing-masing senjata M2 Kaliber 12,7 mm dan M240 Kaliber 7,62 mm.
Vehicular And Gunnery Trainer merupakan sistem pelatihan yang cukup intensif karena menempatkan para peserta seperti pada kondisi yang sebenarnya sehingga dapat berlatih secara efektif dalam berbagai penugasan diantaranya penjinakan bom, penembakan di atas kendaraan yang bergerak dan penembakan tanpa kendaraan. Simulator ini bermanfaat untuk menyiapkan para prajurit baik perorangan maupun tim dalam menghadapi medan tugas tempur yang sesungguhnya, meningkatkan keterampilan dan kemampuan prajurit dalam menembak.
Boat Crew And Naval Gunnery Trainer merupakan sistem pelatihan yang menempatkan para prajurit yang bertugas di kapal seperti berada pada kondisi yang sebenarnya sehingga dapat berlatih secara efektif dalam menghadapi penugasan dan ancaman yang mungkin dihadapi di laut. Simulator ini berfungsi untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan prajurit penembak dalam kondisi gerak seolah-olah sedang berada di atas boat. Simulator ini juga dilengkapi radar dan alat komunikasi serta dapat disimulasikan kondisi siang dan malam. (Angga Saja - TSM)

Militer Jepang Ubah Kapal Perang Izumo Class Jadi Kapal Induk

Kapal Perang Izumo Class
Kapal Perang Izumo Class 

Pemerintah Jepang memerintahkan kapal pengangkut helikopter kelas Izumo dikonversi menjadi kapal yang mampu meluncurkan jet tempur. Kebijakan ini diambil di tengah ketegangan dengan China dan Korea Utara (Korut).
Kapal sepanjang 248 meter itu akan menjadi kapal Jepang pertama yang mampu meluncurkan pesawat tempur sejak Perang Dunia Kedua, yang menandai kelanjutan militerisasi di Jepang baru-baru ini.
Setelah kekalahannya di akhir Perang Dunia Kedua, Jepang menandatangani sebuah kesepakatan yang menjanjikan untuk tidak membangun senjata ofensif dan untuk mengubah militernya menjadi kekuatan defensif.
Sekarang angkatan laut Jepang, yang dikenal sebagai Maritime Self Defense Force, telah membuat China memberikan peringatan setelah terlihat untuk menjauh dari kesepakatan damai tersebut.
Juru bicara kementerian luar negeri China Hua Chunying mengatakan: "Kami mendesak Jepang untuk melakukan lebih banyak hal yang dapat membantu meningkatkan rasa saling percaya dan mempromosikan perdamaian dan stabilitas regional," seperti dikutip dari Daily Express, Kamis (28/12/2017).
China telah memperingatkan langkah tersebut dapat melanggar klausul "no-war" konstitusional Jepang.
Perdana Menteri Shinzo Abe telah menuai kritik setelah menandatangani kesepakatan senjata termasuk satu dengan AS untuk membeli 42 F-35A.
F-35A membutuhkan landasan pacu dan tidak sesuai untuk kapal pengangkut kelas Izumo yang dikonversi, bagaimanapun, telah disarankan agar pesanan tersebut dapat diubah untuk menyertakan F-35B yang mampu melakukan landas vertikal.
Media lokal telah menempatkan biaya konversi sebesar USD500 juta, sebuah angka yang akan mrroket jadi USD4 miliar jika sebuah kapal serupa, Kaga, ditambahkan.
Diperkirakan kapal induk tersebut akan melakukan patroli daerah-daerah yang disengketakan di Laut Cina Timur dimana China dan Jepang keduanya mengklaim kedaulatan atas Kepulauan Senkaku.
Ekspansi tersebut terjadi setelah terungkap bahwa Jepang sedang membangun baterai rudal di sebuah pulau di dekat China.
Menteri Pertahanan Itsunori Onodera mengkonfirmasi bahwa rudal tersebut dibutuhkan untuk melindungi pulau tersebut dari invasi.
Langkah tersebut merupakan bagian dari ekspansi militer yang akan melihat baterai rudal jelajah anti-kapal dan anti-pesawat terbang yang bergabung dengan garnisun pasukan dan instalasi radar yang dipasang di pulau-pulau Jepang.
Menteri Pertahanan Itsunori Onodera mengkonfirmasi bahwa rudal tersebut dibutuhkan untuk melindungi pulau tersebut dari invasi.
Pembentukkan tersebut terjadi saat Beijing secara agresif berusaha memperluas kekuasaannya di Laut Cina Selatan untuk menguasai jalur pelayaran dan kepulauan dari negara lain.
Walikota Ishigaki Yoshitaka Nakayama mengatakan: "Sampai China menjadi negara dengan sistem politik normal, kita perlu melindungi diri kita sendiri."
Namun persiapan dipenuhi oleh protes dari beberapa penghuni pulau yang khawatir langkah tersebut akan menjadikan mereka sasaran militer besar China.
Aktivis anti-basis Shizuo Ota mengatakan: "Kami akan dimusnahkan dalam sekejap." (Berlianto)

Panglima TNI : Misi UNIFIL di Lebanon Bawa Nama Baik TNI Banggakan Bangsa dan Negara

UNIFIL
UNIFIL 

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, mengatakan, selama para prajurit TNI menjalankan misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) telah banyak pengalaman yang diperoleh, dimana pengalaman tersebut menjadi begitu berharga dan sekaligus membawa nama baik TNI, serta membanggakan bagi bangsa dan negara.
"Berbagai prestasi dan apresiasi dalam bentuk penghargaan yang telah kalian terima dari pejabat UN, Pemerintah RI (Duta Besar) maupun LAF (Lebanese Armed Force) hendaknya menjadi dorongan dan motivasi untuk senantiasa memberikan pengabdian yang terbaik bagi TNI, bangsa dan negara," kata Panglima TNI dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Kasum TNI Laksdya TNI Didit Herdiawan pada upacara militer Penerimaan Purna Tugas Satgas Kontingen Garuda UNIFIL tahun 2016-2017 di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis.
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa kebanggaan dengan berbagai prestasi yang diterima akan semakin sempurna, ketika para prajurit kembali ke satuan masing-masing dapat mengaplikasikan pengalaman tersebut bagi kemajuan satuan dalam pelaksanaan tugas ke depan.
"Pelihara terus semangat dan kekompakan yang mencerminkan soliditas TNI sebagai kekuatan bangsa yang dapat diandalkan, serta jaga prestasi tersebut bagi pelaksanaan tugas berikutnya di kesatuan masing-masing dengan lebih berdisiplin, kreatif dan dedikatif," tegasnya.
"Saya selaku Pimpinan TNI dan atas nama seluruh prajurit TNI, menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas dedikasi, semangat dan loyalitas para prajurit sekalian, yang telah melaksanakan tugas pada misi PBB UNIFIL dengan baik dan sukses," kata Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.
Dalam kesempatan itu, Panglima TNI mengingatkan kembali bahwa beberapa waktu ke depan bangsa Indonesia akan menghadapi tahun politik yaitu dengan dilaksanakannya Pilkada serentak.
"Walaupun TNI tidak memilih, namun kita masih harus menyiapkan diri untuk membantu keamanan, agar Pilkada serentak bisa berjalan lancar, aman, damai, dan stabilitas nasional tetap terjaga," ujarnya.
Panglima TNI mengatakan bahwa sikap netral TNI harus benar-benar dipelihara, karena di situ TNI bisa menempatkan diri pada posisi yang tepat.
"Netralitas TNI menjadi taruhan kita, jangan sampai ada satu prajurit pun yang tidak netral. Kita harus membuktikan diri sebagai prajurit yang professional dan setia kepada Undang-Undang, Bangsa dan Negara," tegasnya.
Dalam rangkaian upacara tersebut, disematkan penghargaan Tanda Kehormatan Satya Lencana Santi Dharma kepada 1.169 prajurit TNI dari pemerintah berdasarkan Keputusan Presiden Joko Widodo Nomor 106/TK/Tahun 2017, tanggal 30 Oktober 2017.
Satgas Kontingen Garuda (Konga) UNIFIL tahun 2016-2017 berjumlah 1.169 Prajurit TNI, terbagi dalam beberapa Satgas yaitu 50 personel Satgas Force Head Quarter Support Unit (FHQSU) Konga XXVI-I-1 dipimpin Kolonel Inf Surya Wibawa Suparman, 850 personel Batalyon Mekanis (Yonmek) Konga XXIII-K dipimpin Letkol Inf Yudi Gumelar.
Selain itu, 150 personel Force Protection Company (FPC) Konga XXVI-I-2 dipimpin Mayor Inf I Made Putra Suartawan, 75 personel Military Police Unit (MPU) Konga XXV-I dipimpin Letkol Cpm Joni Kuswaryanto, S.H., 18 personel Military Community Outreach Unit (MCOU) Konga XXX-G dipimpin Mayor Inf Roy Chandra Sihombing, 6 (Enam) personel Civil Military Coordination (CIMIC) Konga XXXI-G dipimpin Mayor Arh Choirul Huda, 9 (Sembilan) personel Level II Hospital Konga XXXIX-H dipimpin Mayor Laut (K) Wagiyo, S.Kep, dan 11 personel Milstaf Seceast Unifil dipimpin Kolonel Inf Pribadi Jatmiko.

Rusia Sediakan Kredit Lunak untuk Beli Rudal S-400

Rudal S-400
Rudal S-400 

Saat ini, sistem rudal anti pesawat apa yang sedang naik daun? S-400 dari Rusia pasti jawabannya. Semua negara yang familiar dengan sistem senjata Blok Timur so pasti mengidamkan sistem arhanud strategis yang digadang mampu menjatuhkan pesawat tempur siluman dan juga rudal balistik ini.
Rusia pun juga bukan negara yang berbelit-belit soal syarat membeli alutsistanya. Tidak ada urusan dengan Hak Asasi Manusia (HAM) atau syarat penggunaan senjata di dalam negeri. Nah, bagian paling menyenangkannya seperti dikutip dari TASS dan Defenseworld (28/12), Rusia ternyata juga menyanggupi untuk menyediakan kredit lunak dalam pembelian sistem senjata rudal S-400.
Ambil contoh Turki, yang pernah bersitegang dengan Rusia namun kini malah masuk ke dalam orbit Rusia. Turki yang sudah menyetujui untuk mengakuisisi dua baterai sistem S-400 akan diberi akses untuk kredit lunak alutsista. Turki cukup membayar uang panjar sebesar 45 persen dari kontrak, dan sisanya akan dibayari dulu oleh Rusia.
Turki sendiri sudah membayar uang muka untuk S-400. Jika bos Konglomerasi Rostec yang mengurus penjualan S-400 mengatakan bahwa kredit yang disediakan Rusia adalah senilai US$ 2,5 Milyar, maka total harga untuk S-400 Triumf adalah sekitar US$ 4,6 Milyar dan uang panjar yang dibayar Turki adalah sekitar US$ 1,125 Milyar.
Harga S-400 jauh lebih murah jika dibandingkan dengan sistem rudal THAAD buatan Amerika Serikat yang banderolnya bisa mencapai US$ 15 Milyar untuk seluruh sistemnya. Secara total, Turki membeli empat sistem S-400 dan akan mulai menerimanya pada bulan Maret 2020. Hal mengenai transfer teknologi akan dibatasi mengingat Rusia tidak mau rahasia sistem rudalnya yang sensitif akan diserahkan kepada negara lain. (Aryo Nugoroho)

Korea Selatan Pertimbangkan Pengoperasian Pesawat Stealth F-35B di Atas Kapal Serbu Amfibi yang Baru

Pesawat Stealth F-35B
Pesawat Stealth F-35B  

Militer Korea Selatan mulai mempertimbangkan untuk mengoperasikan pesawat stealth F-35B dari kapal pendarat amfibi terbarunya yang dijadwalkan akan diluncurkan pada tahun 2020, sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat kekuatan angkatan lautnya, kata beberapa sumber, Senin (25/12).
Pihak berwenang baru-baru ini membahas apakah kapal kedua kelas Dokdo berbobot 14.000 ton dapat membawa pesawat tempur F-35B, varian short takeoff and vertical landing dari keluarga pesawat tempur generasi kelima buatan AS tersebut.
"Yang saya ketahui bahwa para petinggi militer baru-baru ini telah membahas apakah mereka dapat mengakuisisi sejumlah kecil pesawat tempur F-35B dan mengoperasikannya di atas kapal baru yang telah dioperasikan dan satu yang sedang dibangun," kata seorang narasumber militer kepada Kantor Berita Yonhap , yang menolak disebutkan namanya.
"Sejauh yang saya tahu, gagasan itu dipertimbangkan dengan mempertimbangkan memaksimalkan nilai strategis kemampuan kapal tersebut," tambahnya.
Kapal Dokdo yang telah beroperasi hanya mampu mengoperasikan helikopter pengangkut karena deknya tidak terbuat dari bahan yang bisa menahan suhu tinggi atau gesekan yang disebabkan oleh operasi jet tempur.
"Pertimbangan akan berlanjut tentang apakah kita dapat menjalankan F-35B dengan mendesain ulang geladak Dokdo dan kapal baru yang sedang dibangun," kata sumber lain.
Pada tahun 2014, Seoul memutuskan untuk membeli 40 pesawat tempur F-35A yang akan mulai beroperasi pada tahun 2018 sampai 2021 dengan biaya 7,3 triliun won (6,75 miliar dolar AS). F-35A adalah varian tempur angkatan udara, sedangkan F-35B dan F-35C masing-masing untuk operasi marinir dan operasi berbasis kapal induk.
Ada spekulasi bahwa Seoul mungkin mempertimbangkan untuk membeli beberapa F-35B karena mungkin harus membeli pesawat tempur tambahan karena adanya kekurangan pesawat tempur yang mungkin terjadi di tahun-tahun mendatang dengan pemensiunan F-4 dan F-5.
Mengenai gagasan untuk membeli F-35B, beberapa berpendapat mengatakan bahwa akan menimbulkan biaya yang cukup besar bagi militer Korea Selatan untuk melatih pilot dan mempertahankannya, mengingat bahwa pesawat itu berbeda dari armada pesawat tempur yang ada dan pesawat tempur baru yang akan mulai digunakan di tahun-tahun mendatang.
Sementara itu, media Jepang melaporkan bahwa Angkatan Maritim Pasukan Beladiri Jepang sedang mempertimbangkan untuk membeli pesawat tempur F-35B untuk kapal induk helikopternya. Mereka mengatakan bahwa militer Jepang
menimbang opsi untuk mengubah rencananya untuk membeli 42 F-35A menjadi membeli beberapa F-35B, atau membeli tambahan F-35B diluar pembelian F-35A.
Pertimbangan tersebut telah memicu kekhawatiran bahwa penumpukan militer Tokyo akan merusak prinsip yang berorientasi pertahanan yang telah menopang kebijakan keamanan Jepang pasca perang dunia kedua. (Angga Saja - TSM)

Dua Pesawat Yak-130 AU Bangladesh Jatuh

Yak-130 AU Bangladesh
Yak-130 AU Bangladesh 

Dua pesawat jet latih tempur Yakovlev Yak-130 Angkatan Udara Bangladesh jatuh setelah bertabrakan pada hari Rabu malam (27/12) di distrik Cox's Bazar, 292 km tenggara ibukota Dhaka, namun keempat pilot pada kedua jet tersebut berhasil eject dengan aman, kata Inter Service Public Relations (ISPR ) Angkatan Bersenjata Bangladesh.
Letnan Kolonel Md Rashidul Hasan, direktur ISPR, mengatakan bahwa pesawat-pesawat tersebut terbakar setelah mengalami tabrakan diudara.
Dia mengatakan bahwa pesawat latih buatan Rusia Yak-130 AU Bangladesh tersebut, jatuh sekitar pukul 18:30 malam waktu setempat sekitar 15 menit setelah mereka kehilangan kontak dengan radar.
Pesawat latih dua kursi itu diterbangkan oleh siswa penerbangan.
Penyebab kecelakaan itu belum diketahui dan belum ada detil lebih lanjut yang tersedia saat ini. (Angga Saja - TSM)

Sistem Rudal Anti-Serangan Udara S-300 Rusia Kerap "Kunci" Pesawat Tempur AS di Suriah

Sistem Rudal Anti-Serangan Udara S-300
Sistem Rudal Anti-Serangan Udara S-300  

Komandan Pasukan Pertahanan Angkatan Udara Rusia, Letnan Jenderal Alexander Leonov mengatakan, jet tempur Amerika Serikat (AS) yang beroperasi di Suriah timur berkali-kali berada di dalam radar sistem pertahanan udara S-300.
Leonov mengatakan, sistem S-300 yang ditempatkan di Suriah beberapa kali mengunci jet tempur AS yang sedang beroperasi di Suriah. Namun, sampai saat ini belum ada satupun jet tempur AS yang ditembak jatuh.
"Sebagai bagian dari operasi militernya, pesawat pengintai dan pengebom strategis Angkatan Udara AS berkali-kali terdeteksi dan diikuti secara otomatis (oleh S-300)," kata Leonov, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (28/12).
"Sistem rudal permukaan-ke-udara tersebut dikirim ke Suriah pada bulan Oktober 2016 untuk memperluas kontrol atas wilayah udara bagian timur Suriah, mencegah serangan udara musuh di lapangan terbang Hmeymim dan basis logistik Tartus," sambungnya.
Dia lalu mengatakan, jet-jet AS bereaksi "gugup" saat terlacak oleh unit pertahanan udara Rusia dari jarak 200, sampai dengan 300 kilometer.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan bahwa pesawat tempur F-22 AS mencegah pesawat Su-25 Rusia dari melakukan misi tempur untuk menghancurkan basis ISIS di Sungai Efrat. Namun, perwakilan kementerian mencatat bahwa setelah munculnya pesawat tempur Su-35S Rusia, F-22 menghentikan manuver yang berbahaya dan bertolak ke wilayah udara Irak. (Victor Maulana)

Markas Utama Diserang Militan, Pantsir Rusia Beraksi

Pantsir
Pantsir 

Dalam kunjungannya ke Suriah, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia akan mulai mengurangi pasukan ekspedisionernya, tetapi juga akan mempertahankan pangkalan Angkatan Udara Khmeimim dan juga pangkalan Angkatan Laut Tartus dimana Rusia masih bisa berpijak untuk melancarkan operasi militer menumbangkan ISIS atau faksi yang menentang Presiden Bashar Al Assad.
Pangkalan udara Khmeimim dijaga dengan sangat ketat, dilindungi oleh payung rudal anti pesawat jarak dekat dan menengah. Maka mengherankan ketika media RBTH dan Almasdar (28/12) memberitakan bahwa ada kelompok militan yang beroperasi di wilayah Propinsi Idlib berani mengganggu pasukan Rusia di Pangkalan Udara Khmeimim.
Kelompok militan itu nampaknya coba-coba dengan menembakkan roket ke arah Khmeimim di Propinsi Latakia. Untungnya, para operator sistem arhanud Rusia tanggap dan radar dari sistem arhanud Pantsir S1 berhasil mendeteksi roket tersebut dalam fase penerbangannya, suatu hal yang cukup mengagumkan mengingat sistem tersebut biasanya dipakai untuk mendeteksi rudal dan jet tempur.
Radar dari Pantsir S1 memberikan peringatan yang cukup bagi awaknya untuk kemudian menghadang roket tersebut, dengan menembakkan rudal dan kemudian menembakkan salvo kanon otomatis. Paduan dua sistem senjata tersebut berhasil menjatuhkan dua roket yang mendekati arah pangkalan, sementara satu roket lagi yang ditembakkan tidak dicegat karena meleset dari trayektorinya dan justru jatuh menimpa pinggiran kota Jableh.
Angkatan Udara Rusia kemudian mengirimkan helikopter serbu Mi-8AMTSh yang mengangkut pasukan khusus Rusia untuk mencoba menemukan titik awal peluncuran roket, yang kemudian dikatakan berasal dari kota Bidama. Tidak diketahui apakah orang-orang yang meluncurkan roket tersebut berhasil tertangkap atau tidak. (Aryo Nugroho)

Visi 2023 PT Pindad Menjadi Industri Pertahanan Unggul dan Terbesar di Asia

SPR 4 Pindad
SPR 4 Pindad 

Prestasi kontingen petembak TNI AD yang berhasil mempertahankan gelar juara umum di dua ajang lomba tembak internasional tahun ini secara tidak langsung menjadi promosi luar biasa bagi berbagai produk alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia di kancah global.
Menurut Direktur Utama PT Pindad (Persero) Abraham Mose, prestasi ini adalah momentum yang semakin melapangkan jalan bagi Pindad untuk ekspansi dan melebarkan sayap bisnisnya di pasar teknologi industri pertahanan dunia. BUMN yang memproduksi alutsista dan produk komersial ini telah menetapkan Visi 2023 yang salah satu targetnya adalah menjadi industri pertahanan unggul dan terbesar di Asia.
Kemenangan Indonesia di Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) dan ASEAN Armies Riffle Meet (AARM), kata Abraham, tercapai berkat kombinasi sistem pembinaan TNI AD yang unggul, faktor prajurit yang sangat terlatih serta faktor produk senjata dan munisi yang andal.
AASAM digelar pada 5-26 Mei 2017 di Australia sementara AARM dilaksanakan pada 14-23 November 2017 di Singapura. Senjata produk Pindad yang digunakan berlaga di AASAM adalah SS2 V1 HB dan pistol G2 Elite sedangkan yang digunakan di AARM adalah SS2 V4 HB, SS2 V2 dan munisinya.
“Ini sungguh luar biasa. Para petembak Indonesia beberapa tahun terakhir menggunakan senjata organik dan munisi produk Pindad di lomba-lomba tembak internasional,” ujar Abraham pada acara gelar apresiasi kepada kontingen AASAM dan AARM di Soehanna Hall, Jakarta, Rabu (27/12/2017).
Acara juga dihadiri Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Mulyono yang juga komisaris utama Pindad dan Wakapolri Komjen Pol Syafruddin sebagai wakil komisaris utama Pindad.
Dalam kesempatan itu, Pindad kembali memberikan dana pembinaan Rp1 miliar kepada kontingen yang berlaga di AASAM dan Rp1 miliar kepada kontingen AARM. Abraham mengatakan, pemberian dana pembinaan ini merupakan bentuk penghargaan atas prestasi para prajurit TNI AD yang sangat membanggakan.
Indonesia berhasil mempertahankan gelar juara umum AASAM sepuluh kali berturut-turut sejak 2008. Di AARM, Negara kita menjuarai 12 dari 27 kali penyelenggaraan.
KSAD Jenderal TNI Mulyono menyatakan, prestasi ini membuktikan bahwa kualitas senjata buatan dalam negeri mampu bersaing dengan produk negara lain. Dia berharap hal ini juga memotivasi Pindad untuk terus berinovasi memproduksi alutsista yang lebih baik lagi dan diakui bahkan disegani secara global.
“Kalau kita menggunakan produk dalam negeri bisa juara, kenapa harus beli dari negara lain? Banyak negara yang menjadi kompetitor di perlombaan menembak sudah menanyakan produk-produk Pindad. Artinya mereka kan berminat,” kata Mulyono. (Armydian Kurniawan)

Pesawat Tempur F-15C AS Pernah Patah Jadi Dua Saat Manuver Terbang

Pesawat Tempur F-15C AS Pernah Patah Jadi Dua
Pesawat Tempur F-15C AS Pernah Patah Jadi Dua  

Pada 2 November 2007 lalu empat pesawat F-15C sedang melaksanakan latihan rutin terbang tempur dogfight dengan formasi “Mick”.
Latihan dogfight yang berlangsung di atas pangkalan militer Linberg and Salem Military Operating Areas, St. Louis, Missouri itu ternyata merupakan latihan terakhir bagi unit 110th Fighter Squadron.
Latihan terbang empat unit F-15C yang juga skadron dari Missouri Air National Guard (ANG) yang berpangkalan di Lambert Field St Louis itu dipimpin langsung komandan 110th Fighter Squadron, Letkol Michael Flanagan.
Ketika empat unit F-15C itu sedang melaksanakan simulasi teknik dogfight satu lawan satu tiba-tiba pesawat yang mendapat call sign “Mick 2” bernomor seri 80-0034 yang dipiloti Mayor Stephen Stillwel mendapat musibah.
Setelah melakukan manuver sebesar 7.8 g, Mayor Stilwell mulai merasakan adanya sesuatu yang tidak beres di pesawatnya.
Ia mendengar suara aneh seperti desingan sangat keras yang mengakibatkan jet tempur F-15C yang dipilotinya terguncang.
Dengan susah payah Stilwell berusaha menstabilkan pesawatnya pada posisi wing level attitude.
Yakin ada yang tidak beres pada pesawatnya, Mayor Stilwell segera mengontak komandan skadron, Letkol Flanagan yang pada saat yang sama juga sedang mengamati goncangan-goncangan aneh pada F-15C Mick 2.
Tapi laporan yang disampaikan oleh Stillwell bahwa pesawatnya sedang mengalami guncangan hebat dan sulit dikendalikan ternyata tidak bisa didengar oleh Letkol Flanagan.
Tepat pada saat Stillwell melakukan komunikasi radio tiba-tiba fuselage bagian depan tepatnya berada di belakang kokpit patah dan kemudian terlepas.
Demikian dahsyatnya efek patahan itu, kokpit yang masih berisi Stillwell dan dalam kondisi masih sadar terlempar. Ketika kokpit terlepas dan kemudian terlempar kecepatan dorongnya sekitar 805 km/jam.
Sebelum F-15C Mick 2 patah, Letkol Flanagan sebenarnya telah memerintahkan kepada Stillwell untuk eject.
Tapi perintah Flanagan tak bisa diterima oleh Stillwell karena pada saat itu, sistem komunikasi radio pada kokpit F-15C telah mengalami kerusakan.
Jadi baik laporan yang disampaikan oleh Stillwell maupun instruksi Flanagan sama-sama tidak sampai.
Yang jelas Flanagan menyaksikan semua yang dialami oleh F-15C Mick 2 termasuk saat kokpit terlepas dan Stillwell ternyata masih berada di dalamnya.
Tapi kondisi stabil F-15C Mick 2 hanya sebentar. Tak berapa lama kemudian menyusul goncangan hebat ke arah kiri dan kanan secara tak terkendali.
Flanagan kemudian berharap akan muncul pancaran api dari dalam kokpit dan itu berarti Stillwell sukses mengoperasikan kursi lontarnya. Tapi pancaran api yang diharapkan oleh Flanagan ternyata tidak muncul.
Untuk sekian waktu Flanagan masih terpaku pada kokpit F-15C Mick 2 yang terus meluncur turun dan tiba-tiba ia terkejut ketika bagian lainnya fuselage F-15C Mick 2 yang rontok nyaris menghantam kokpit pesawatnya.
Stillwell sendiri yang saat itu masih terperangkap di dalam kokpitnya yang terus berputar-putar bak rollercoaster berusaha mengaktifkan kursi lontarnya.
Upaya keras Stillwell akhirnya berhasil, kursi lontar bisa dioperasikan bersamaan dengan pecahnya kokpit pesawat ke dalam kepingan-kepingan yang kemudian jatuh menghujam ke tanah.
Akibat berfungsinya kursi lontar secara tidak wajar itu, Stillwell mengalami cedera tulang pada bahu kirinya dan tulang atas lengan kirinya.
Namun, Stillwell yang masih sadar berusaha keras mengendalikan parasut sehingga bisa mendarat di tempat yang aman.
Saat Stillwell mendapatkan pertolongan medis dan diterbangkan ke St Louis dengan helikopter kondisinya tidak sadarkan diri.
Peristiwa rontoknya F-15C Mick 2 segera menyebabkan efek domino, markas besar USAF memerintahkan semua unit yang masih mengoperasikan F-15 untuk segera menggroundednya.
Kendati saat itu USAF masih belum menurunkan tim investigasi mereka sudah memiliki kesimpulan jika penyebab rontoknya F-15C Mick 2 karena faktor usia tua.
Usia rata-rata semua unit F-15 yang dioperasikan pertama kali sejak tahun 1972 adalah 23,5 tahun.
Para petinggi USAF dan pilo F-15 bahkan sudah maklum atas kejadian patahnya F-15C Mick 2 di atas Missouri. Saat itu, jumlah total F-15 yang digrounded dan menunggu investigasi sebanyak 700 unit.
Hasil investigasi yang dilaksanakan oleh Accident Investigation Board segera menemukan hasilnya.
Penyebab rontoknya F-15C Mick 2 adalah patahnya plat penghubung sekaligus penyangga, longeron, antara bagian kokpit dengan bodi pesawat lainnya.
Semua pesawat F-15 memiliki 4 longeron dan karena usia tua serta faktor kelelahan ( fatique) dalam pemakaian, longeron itu ternyata bisa patah mendadak.
Maka perintah menggrounded-kan semua unit F-15 oleh USAF sangatlah tepat.
USAF pun tak begitu pusing dengan ratusan F-15 yang digrounded karena penggantinya sudah siap menunggu, yakni jet tempur siluman F-22 Raptor. (Agustinus Winardi)

Rusia akan Perluas Markas Militer Permanen di Suriah

AL Rusia
AL Rusia 

Rusia dilaporkan telah mencapai kesepakatan dengan Suriah untuk memperluas markas militer secara permanen di negara itu.
Kementerian Pertahanan Rusia dilaporkan kantor berita RIA, mengatakan pada Selasa (26/12/2017), parlemen telah mengesahkan kesepakatan dengan Damaskus itu.
Nantinya, Rusia akan membangun markas untuk angkatan laut dan udaranya sebagai langkah memperkuat kehadiran negara itu di Suriah.
Dikutip dari Reuters.com, kesepakatan tersebut yang akan ditandatangani pada Januari 2018 mendatang bakal memperluas kawasan fasilitas angkatan laut, Tartus, satu-satunya pangkalan angkatan laut milik Rusia di kawasan Mediterania.
Selain itu, kesepakatan tersebut juga mengizinkan kapal perang Rusia untuk memiliki akses ke pelabuhan dan wilayah perairan Suriah.
"Panglima tertinggi (Presiden Vladimir Putin) pada pekan lalu telah menyetujui struktur dan markas di Tartus dan Hmeimim (pangkalan udara). Kami telah memulai membangun kehadiran secara permanen di sana," kata Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, dilansir RIA.
Pangkalan laut Tartus, yang digunakan sejak masa Uni Soviet, saat ini dianggap sudah terlalu sempit untuk menampung kapal-kapal perang Rusia yang semakin besar.
Menurut laporan RIA, di masa mendatang, pangkalan tersebut akan mampu untuk menyimpan hingga 11 kapal perang, termasuk kapal nuklir.
Sedangkan pangkalan udara Hmeimim yang sempat digunakan untuk melancarkan serangan bantuan kepada pemerintah Presiden Bashar al-Assad mengatasi pemberontak, ke depan dapat digunakan tanpa batas waktu.
Kesepakatan kedua negara akan berlaku selama 49 tahun dan mungkin diperpanjang. (Agni Vidya Perdana)

Rusia Lakukan Latihan Militer Zapad 2017, Sekedar Memanaskan Mesin Perang atau Persiapan Invasi?

Latihan Militer Zapad 2017
Latihan Militer Zapad 2017 

Rusia mengakhiri tahun 2017 dengan menyelenggarakan latihan militer skala besar Zapad 2017 pada bulan September 2017. Latihan tersebut disambut dengan rasa was-was oleh negara-negara NATO, seperti dikutip dari beberapa media internasional (23/12). Laporan dalam media barat seperti Bild Jerman (24/12) mengatakan bahwa latihan yang sudah selesai itu merupakan skenario Rusia untuk menyerang Eropa Barat.
Bukan apa-apa, dalam sejarahnya latihan militer Rusia bersandi Zapad (Barat), Vostok (Timur), Tsentr (Tengah) yang diselenggarakan sejak 2008 digunakan sebagai persiapan atau gladi resik dalam rangka invasi, seperti yang pernah dilakukan Rusia terhadap Georgia dan kemudian Ukraina.
Kalau pembaca TSM masih ingat, Rusia menyelenggarakan latihan Kavkaz 2008 di Kaukasus Utara yang berbatasan dengan Georgia. Rusia waktu itu secara resmi mengumumkan hanya mengerahkan 8 ribu pasukan, tapi kenyataannya ada 40 ribu pasukan yang kemudian menggebrak dan menyerbu Georgia setelah latihan resmi berakhir. Hanya karena tekanan internasional saja Rusia tidak memasuki Tbilisi, ibukota Georgia.
Nah, dalam latihan militer Zapad 2017 yang diselenggarakan di Distrik Militer Barat, Kementerian Pertahanan Rusia secara resmi menyebut ada 12.700 prajurit yang digelar, walau pengamat independen mengatakan Rusia sebenarnya menggelar antara 60.000 sampai 70.000 prajurit dengan ratusan kendaraan tempur, tank, dan helikopter bersenjata.
Sejumlah analis mengatakan bahwa latihan Zapad 2017 ini menjadi gladi bersih bagi persiapan operasi militernya di Laut Baltik dan Perairan Kutub sebagai persiapan skenario pendudukan atas Latvia, Lithuania, dan Estonia yang merupakan negara anggota NATO. Rusia akan memilih strategi memotong akses Polandia ke Lithuania sehingga tiga negara tersebut akan terkunci dan NATO akan kesulitan menggelar kekuatan untuk membela tiga negara eks Pakta Warsawa tersebut.
Ketiga negara tersebut kemudian akan menjadi pangkalan aju untuk menyerang Eropa Barat dengan serangan simultan ke Jerman, Finlandia, Swedia, Norwegia, kemudian menyusul Belanda dan Perancis, dan akhirnya Rusia akan menstabilisasi kekuatannya di sekitar Baltik.
Dengan tingkat kekuatan militer Eropa Barat yang kepayahan karena anggaran terus dipotong, NATO diperkirakan akan kesulitan menyiapkan pertahanan. Presiden AS Donald Trump sendiri sudah mengkritik dan mendorong agar negara Eropa Barat menyiapkan anggaran sebesar 2 persen dari APBN tahunannya, sesuai komitmen dengan NATO.
Namun skenario sensasional tersebut sebenarnya terbantahkan ketika Zapad 2017 dilaksanakan. Pasukan yang digelar jumlahnya biasa saja, dan tidak beda dengan latihan militer yang diselenggarakan oleh negara lain, dengan jumlah pasukan sekitar 40.000 prajurit yang terbagi di beberapa tempat, memang masih di atas jumlah resmi yang diumumkan.
Rusia menskenariokan bahwa Zapad 2017 sebagai latihan militer Rusia untuk menghadapi kemungkinan terburuk bila harus berhadapan dengan NATO di Belarusia yang merupakan sekutu Rusia. Latihan tersebut bertujuan agar Rusia mampu menahan serangan di awal, lalu kemudian memukul balik NATO. Jadi, mana yang benar? (Aryo Nugroho)

Inggris Kawal Kapal Perang Rusia Saat Dekati Perairan Teritorialnya

Inggris Kawal Kapal Perang Rusia
Inggris Kawal Kapal Perang Rusia  

Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan pihaknya mengawal kapal perang Rusia saat melewati perairan teritorial selama Natal lalu. Pihak Inggris menambahkan bahwa aktivitas angkatan laut Rusia di dekat negara itu telah meningkat pada masa liburan.
Kapal frigate HMS St. Albans berangkat pada 23 Desember untuk melacak kapal perang Rusia Admiral Gorshkov saat kapal tersebut melintasi Laut Utara. Kapal Royal Navy memantau kapal Rusia selama Natal dan akan kembali ke dermaga di Portsmouth pada hari Selasa (26/12/2017).
Kementerian pertahanan Inggris mengatakan sebuah kapal lain, HMS Tyne, dipanggil untuk mengawal sebuah kapal intelijen Rusia melalui Laut Utara dan Selat Inggris pada malam Natal. Sebuah helikopter kemudian dikirim untuk memantau dua kapal Rusia lainnya.
"Saya tidak akan ragu dalam mempertahankan perairan kami atau mentoleransi segala bentuk agresi," kata Menteri Pertahanan Inggris Gavin Williamson seperti dilansir dari Reuter.
Hubungan antara Inggris dan Rusia tengah memanas. Sebelumnya Menteri Luar Negeri Boris Johnson mengatakan ada bukti berlimpah tentang Moskow mencampuri pemilu negara lain dalam sebuah perjalanan ke Rusia pekan lalu. Rekannya Sergei Lavrov mengatakan bahwa tidak ada bukti untuk klaim Johnson.
Sementara Johnson mengatakan bahwa dia ingin menormalisasi hubungan dengan Rusia, Moskow menyalahkan London atas keadaan hubungan negara yang buruk di antara kedua negara tersebut. (Berlianto)

Kapal Selam Kilo AL Vietnam Luncurkan Rudal Klub-S

Kapal Selam Kilo AL Vietnam Luncurkan Rudal Klub-S
Kapal Selam Kilo AL Vietnam Luncurkan Rudal Klub-S 

Tidak seperti Indonesia yang sedang pusing karena jumlah pembelian kapal selamnya dikurangi dan masih bingung dalam menjatuhkan pilihan untuk 3 unit kapal selam yang akan dibeli berikutnya, Angkatan Laut Vietnam malah telah melenggang dengan kapal selam Project 636.1 Improved Kilo alias kelas Varshavianka yang dibelinya.
Kapal selam yang dibeli Vietnam tersebut mampu menyelam sampai kedalaman 300 meter dan melesat dengan kecepatan 20 knot di bawah permukaan air. Dibangun dengan material khusus penyerap gema, tiap kapal selam Improved Kilo memiliki kemampuan senyap dan sulit dideteksi oleh sistem sonar kapal permukaan maupun kapal selam.
Vietnam memiliki 6 kapal selam kelas Varshavianka yang dikontrak dari perusahaan ekspor militer Rusia, Rosoboronexport, pada 2009 dan selesai diserahkan pada awal 2017, seperti dikutip dari Sputnik (12/1). Untuk menggentarkan tetangga-tetangganya sekaligus tentu membuktikan kedahsyatan kemampuan kapal selam yang juga dilirik oleh TNI AL ini, AL Vietnam melaksanakan latihan peluncuran rudal jelajah 3M-54E Klub-S.
Rudal jelajah yang satu ini masuk dalam paket pembelian kapal selam dan sudah terbukti keakuratan dan cap tempur saat digunakan di Suriah. Vietnam tercatat memiliki 40 unit rudal ini menurut catatan SIPRI, menjadikannya satu-satunya negara Asia Tenggara yang memiliki kapabilitas serang strategis di atas 200 kilometer.
Setiap rudal Klub-S memiliki jarak jangkau sampai 300 kilometer, dan mampu melesat dengan kecepatan 2,9 kali kecepatan suara. Dengan hululedak tipe penembus baja atau Armor Piercing, rudal Klub-S sangat dapat diandalkan untuk menaklukkan instalasi strategis milik lawan di daratan. Rudal ini diluncurkan dari peluncur torpedo standar 533mm yang terpasang pada Varshavianka.
AL Vietnam meluncurkan rudal Klub-S bersamaan dengan perayaan 73 tahun tentara rakyat Vietnam, yang diliput oleh televisi pemerintah VTV1 (25/12). Liputan yang juga menampilkan proses pengisian rudal ke dalam kapal selam itu menjadi satu liputan langka alutsista Timur yang biasanya sangat dirahasiakan keberadaannya. (Aryo Nugroho)

AU Rusia Pecahkan Rekor Dunia Latihan Pengisian BBM di Udara

Latihan Pengisian BBM di Udara
Latihan Pengisian BBM di Udara 

Untuk menunjukkan kesiapan Angkatan Udaranya dalam menyambut reorganisasi dan pembaruan teknologi, Angkatan Udara Rusia dikutip dari Sputnik dan TASS (25/12) menyelenggarakan latihan pengisian bahan bakar di udara dengan skala yang sangat masif sehingga memecahkan rekor dunia dalam latihan pengisian bahan bakar di udara (aerial refuelling).
Tercatat lebih dari 50 pesawat tempur dari Angkatan Udara Taktis di Distrik Militer Pusat mengikuti latihan pengisian bahan bakar langsung di udara dari pesawat tanker Il-78M Midas di atas wilayah Pegunungan Ural dan Siberia Barat yang iklimnya sangat menantang karena dingin dan sangat berangin.
Pengisian bahan bakar di atas wilayah Kutub selalu dibayangi oleh angin kencang yang mengganggu stabilitas pesawat yang harus dapat menemukan drogue pengisi bahan bakar hanya dengan mengandalkan instrumen, dengan pucuk-pucuk gunung yang membayangi.
Tiga resimen udara pesawat tempur pencegat MiG-31BM dan pesawat serang taktis Su-24 dari wilayah Chelyabinsk, Perm, dan Krasnoyarsk semuanya dilibatkan untuk melaksanakan latihan ini. MiG-31BM adalah pesawat tempur pencegat garis depan Rusia, sementara Su-24M adalah pesawat serang taktis yang baru-baru ini digelar di Suriah.
Latihan pengisian bahan bakar tersebut menjadi puncak kulminasi dari latihan bersama tersebut, dimana pesawat tempur MiG-31BM dan Su-24M yang terbang dalam pasangan bergantian melakukan pengisian bahan bakar dengan terbang mendekat ke arah tanker di ketinggian 5.500 meter dan kecepatan 550 km/jam. (Aryo Nugroho)

Punya Ruang Udara Terbatas, Tapi Singapura Justru Punya Banyak Pesawat Tanker

 Pesawat Tanker AU Singapura
 Pesawat Tanker AU Singapura 

Sesaat setelah lepas landas dari Lanud Paya Lebar, bagi jet tempur tercanggih di Asia Tenggara F-15SG, dengan kecepatan penuh hanya butuh waktu kurang dari satu menit untuk keluar dari teritori udara Singapura. Hal ini menyiratkan betapa terbatasnya ruang udara Singapura. Toh dengan kondisi keterbatasan ruang udara, komposisi interceptor Negara Kota ini sulit ditandingi negara-negara tetangganya, selain F-15SG, masih ada F-16C/D Block 52+. Bila digabung, kedua jet tempur tersebut berjumlah tak kurang dari 90 unit.
Dan jika masih kurang, ada jet tempur lapis kedua F-5S, yang disebut-sebut sebagai varian retrofit tercanggih F-5E Tiger II dan sudah dilengkapi kemampuan air refueling. Ya, istilah air refueling menjadi topik menarik tentang Singapura, pasalnya sejak era A-4 Skyhawk, AU Singapura (RSAF) sudah sangat familier mengoperasikan pesawat tanker.
Dalam konsep pertahanan total yang dikedepankan Singapura, menangkal atau menetralisir ancaman aspek udara dilakukan jauh sebelum sasaran masuk ke ruang udara nasional, sedikit banyak mirip dengan strategi Israel yang ofensif konvensional. Dengan varian jet tempur modern, ditambah gelar sistem hanud (pertahanan udara) kombinasi Iron Dome dan Spyder, secara teori sangat berat untuk menembus pertahanan udara Singapura.
Namun, tak lazimnya negara dengan teritori udara yang amat terbatas, Singapura justru punya armada pesawat tanker terbanyak di Asia Tenggara, bahkan boleh disebut juga yang termodern. Yang paling ‘kuno,’ RSAF hingga kini masih mengoperasikan lima unit tanker dari basis Hercules, yakni 4 unit KC-130B dan 1 unit KC-130H. Malahan KC-130H RSAF sudah dilengkapi glass cockpit dan flight management system laksana KC-130J, sebagai wujud alih teknologi, proses upgrade KC-130H dilaksanakan ST Aerospace.
Satu generasi dengan pesawat tanker TNI AU, KC-130B RSAF juga sudah di upgrade dengan instalasi auxiliary power unit and environmental control systems. Sementara disisi lain, TNI AU kini tinggal memiliki satu unit KC-130B, setelah satu unit lainnya telah mengalami total lost pada musibah di Medan, Sumatera Utara tahun 2015.
Era KC-130B/H yang menawarkan sistem hose pada air refueling digunakan untuk memasok kebutuhan A-4 Skyhawk dan F-5S Tiger. Sedangkan sejak Singapura mulai menerima F-16 Fighting Falcon, RSAF mendatangkan empat unit KC-135R Stratotanker bekas pakai Amerika Serikat. Empat KC-135 yang berpangkalan di Lanud Changi digelar untuk mengawal kebutuhan air refueling F-15SG dan beragam varian F-16 Singapura. Biasanya dalam latihan udara jarak jauh, KC-135 tak pernah absen diterjunkan.
Airbus A330-200 MRTT
Dikutip dari buku “Menjaga Ibu Pertiwi & Bapak Angkasa” karya Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim, disebutkan dana yang dialokasikan untuk mengggelar kekuatan perang Singapura sangat besar. Pada 1998, hanya Israel dan Qatar yang mampu menyamai anggaran pertahanan Singapura.
Sebagai buah dari anggran pertahahan yang melimpah, penggunaan KC-135R Stratotanker, yang di AS sendiri masih digunakan, mulai dipikirkan untuk dilengserkan. Alasannya KC-135R yang produksi dekade 60-an dipandang sudah berusia tua, dan kurang efisien dalam biaya operasional, mengingat dengan basis Boieng 707 menggunakan empat mesin jet.
Dan akhirnya pada akhir 2014 Singapore Armed Force memutuskan untuk membeli enam unit Airbus A330-200 MRTT (Multi Role Tanker Transport) atau yang dikenal juga sebagai KC-10A Voyager. Meski pada prinsipinya punya kemampuan serupa, yakni bisa melayani air refueling dengan mode hose dan boom, namun penggunaan platform Airbus A330-200 yang lebih modern, bisa terbang lebih jauh dan lebih irit bahan bakar dengan mesin mutakhir Rolls-Royce Trent 772B, menjadi pertimbahan utama pemilihan pesawat wide body ini. Selain kemudahan suku cadang dan perawatan, mengingat Singapore Airlines juga mengoperasikan seri Airbus A330 dalam jumlah besar.
Dari enam pesanan Airbus A330 MRTT, satu unit kini telah merampungkan sesi flight test di Toulouse, Perancis, dan dijadwalkan akan dikirim pada awal 2018. Konfigurasi yang dipilih mengacu pada varian yang digunakan AU Australia (RAAF).
Pesawat Tanker Tak Sebatas Urusan Air Refueling
Bila Airbus Defence and Space (ADS) hanya menawarkan konsep pesawat tanker semata, mungkin 10 negara tidak akan berminat membeli Airbus A330 MRTT. Dan bila merujuk ke pakem yang ada, memang pesawat tanker yang eksis di dunia juga mengemban fungsi lain, seperti angkut penumpang dan kargo. Sebut saja KC-130B Hercules TNI AU, justru perannya lebih dominan sebagai pesawat angkut kargo.
Pun dengan Singapura, Negera Kota ini menempatkan empat unit KC-135R tak melulu sebagai pesawat tanker, melainkan juga difungsikan sebagai pesawat angkut VIP dan angkut medis. Khusus untuk Airbus A330 MRTT, AU Singapura melalukan konfigurasi agar dimuati 266 kursi penumpang, dari konfigurasi tersebut menyiratkan Airbus A330 MRTT tak digadang melulu untuk meladeni air refueling, melainkan juga untuk angkut pasukan.
Adopsi pesawat multi fungsi seperti KC-135R dan Airbus A330 MRTT mengendepankan tingkat efisensi tinggi, mengingat satu pesawat dapat memerankan role yang berbeda, ambil contoh AU Singapura tak memiliki pesawat yang ditempatkan khusus pada Skadron Udara VIP.
Bagaimana dengan Indonesia? Meski belum berujung kontrak pembelian, pengadaan MRTT sudah digadang sejak tahun 2015 silam, bahkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto belum lama ini sudah menyebutkan lebih spesifik jumlah empat unit pesawat tanker yang akan diakuisisi Indonesia. Realisasinya? Kita tunggu saja. (Haryo Adjie)

China Sukses Terbangkan Pesawat Amfibi AG600 Terbesar di Dunia

Pesawat Amfibi AG600
Pesawat  Amfibi AG600 

China telah berhasil menerbangkan pesawat amfibi AG600, yang diklaim sebagai yang terbesar di dunia pada Minggu (24/12/2017).
Pesawat amfibi yang dijuluki Kunlong tersebut lepas landas dari bandara Zhuhai di provinsi selatan Guangding, yang terletak di pantai Laut China Selatan dan disiarkan secara langsung melalui stasiun televisi nasional.
Pesawat diterbangkan selama satu jam sebelum kemudian mendarat kembali dengan disambut iringan musik perjuangan dan orang-orang yang membawa bendera China.
Perusahaan Industri Penerbangan Negara China membutuhkan waktu hampir delapan tahun untuk mengembangkan pesawat amfibi tersebut.
China mengembangkan dan membangun pesawat tersebut sebagai upaya program modernisasi militer. Selain itu juga demi menghadapi sengketa di wilayah perairan seperti di Laut China Selatan.
Pesawat AG600 dapat didesain untuk dapat digunakan dalam upaya penyelamatan di laut, sekaligus untuk menghadapi kebakaran hutan.
Selain itu, pernyataan resmi media nasional juga menuliskan potensi penggunaannya di wilayah perairan Laut Chin Selatan yang kerap menjadi sengketa dengan Vietnam, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Brunei.
Perancang utama AG600, Huang Lingcai, mengatakan, pesawat amfibi terbesar di dunia itu dapat melakukan perjalanan pulang pergi tanpa mengisi bahan bakar dari pulau paling selatan di provinsi Hainan ke James Shoal, yang diklaim oleh China, namun terletak di dekat Sarawak, Malaysia.
Pesawat AG600 tersebut memiliki lebar sayap 38,8 meter, dengan didukung empat mesin pendorong. Pesawat mampu mengangkut hingga 50 orang dan dapat berada di udara selama 12 jam.
"Penerbangan perdana sukses dan menempatkan China ke dalam jajaran negara di dunia yang mampu memproduksi pesawat amfibi berukuran besar," kata Huang Lingcai kepada Xinhua.
Dilaporkan sudah ada 17 pesanan untuk pesawat tersebut yang datang dari pemerintah maupun perusahaan swasta di China. (Agni Vidya Perdana)

Skadron Udara 32 TNI AU Terima C-130H Hercules A-1337 dari Australia

C-130H Hercules A-1337 d
C-130H Hercules A-1337 

Masih dalam rangkaian paket pengadaan sembilan unit C-130H Hercules ex-RAAF Australia. Hari Kamis (21/12/2017), kembali tiba C-130H Hercules ‘baru’ dari dari Australia dengan nomer A-1337. Pesawat yang sudah di cat loreng hijau itu tiba di Parking area Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh Malang, setelah diterbangkan oleh Mayor Pnb Ari Susiono dan Kapten Pnb Gintoro serta Lettu Pnb Bagus dari Australia.
Sebelum diterbangkan ke Indonesia, pesawat produksi Lockheed (sekarang - Lockheed Martin) melalui proses pengecatan oleh Douglas Aerospace di Lanud Wagga Wagga, New South Wales. Yang menarik, dari penelusuran kami di adf-serials.com.au, disebutkan pesawat dengan mesin turboprop 4x Allison T56-A-16 ini dibuat pada tahun 1978.
C-130H Hercules A-1337 saat digunakan RAAF memakai nomer identifikasi A97-002. Sejak dikirim dari AS pada Juli 1978, C-130H A97-002 sudah dua kali dioperasikan oleh dua skadron. Pertama dioperasikan Skadron 36 sampai November 2006, kemudian beralih dioperasikan Skadron 37 sampai pensiun pada November 2012. Saat dioperasikan RAAF, A97-002 menggunakan cat loreng dengan nose art “Desert Runner.” Namun setelah dipensiunkan, A-97-002 di cat dengan warna abu-abu. Pada bulan April 2014, diketahui Hercules A97-002 disimpan di Lanud Richmond, New South Wales.
Sementara Kementerian Pertahanan resmi melakukan kontrak pengadaan C-130H Hercules ex- Australia pada tahun 2013 di era Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro. Dari sembilan unit yang didatangkan dari Australia, empat diantaranya berstatus hibah, sedangkan lima unit lainnya dibeli.
Kesembilan unit C-130H Hercules ex-RAAF ditempatkan di Skadron Udara 32, terdiri dari nomer A-1333, A-1337, A-1332, A-1335, A-1334, A-1330, A-1336, A-1331, dan satu unit lagi sedang dalam proses upgrade oleh Airbus. Sebagai informasi, C-130H Hercules dengan nomer A-1334 telah mengalami total lost dalam musibah kecelakaan menjelang pendaratan di Bandara Wamena, Papua. Tercatat 12 awak dan satu penumpang dinyatakan tmeninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi pada 18 Desember 2016. (Bayu Pamungkas)

Marsdya TNI Yuyu Sutisna : Tahun 2019, Indonesia Dipastikan akan Ambil Alih FIR dari Singapura

Flight Information Region (FIR)
Flight Information Region (FIR)  

Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) memastikan Flight Information Region (FIR) sektor A yang mencakup Batam, Natuna akan diambil alih Indonesia dari Singapura pada 2019 mendatang.
"Menurut UU No 1 Tahun 2009 tentang penerbangan itu 15 tahun harus sudah diambil alih atau sekitar 2024, tapi Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta FIR wilayah A sudah diambil 2019 mendatang," kata Pangkohanudnas Marsekal Madya Yuyu Sutisna di Makohanudnas, Jakarta Timur, Sabtu 23 Desember 2017.
Saat ini, pemerintah melalui Menko Kemaritiman telah membentuk tiga tim, terdiri dari Tim Teknis yang mencakup airnav, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kohanudnas yang menyiapkan sarana dan prasarana untuk pengambilalihan ini. Kemudian, Tim Regulasi yang menyiapkan peraturan dan Tim Diplomasi untuk berunding dengan Singapura dan Malaysia.
"Kalau tidak ada masalah yang sangat krusial, FIR untuk sektor B dan C dengan ketinggian 20.000 feet (dikontrol Malaysia) sudah diambil alih pada Maret 2018," ujarnya.
Mantan Pangkoopsau I ini menjelaskan, FIR merupakan pelayanan untuk keselamatan penerbangan sehingga tidak ada kaitannya secara langsung dengan wilayah kedaulatan.
"Jadi melayani pesawat yang terbang demi keselamatan. Artinya, wilayah udara bisa saja dikontrol orang lain, kita juga bisa mengontrol wilayah udara punya negara lain," ujarnya.
Meski begitu, kaitannya dengan operasi yang paling menderita adalah Kohanudnas, sebab untuk melakukan tugas dan latihan harus izin dengan Singapura selaku pengontrol ruang udara Indonesia.
"Contoh kita mau latihan di Natuna, karena Natuna FIR di bawah Singapura. Itu izinnya ke Singapura. Saya mau latihan di sini dengan ketinggian sekian, kalau enggak dikasih ya enggak bisa," katanya.
Pada pelaksanaan Angkasa Yuda 2016 lalu, kata Yuyu, TNI AU sempat melakukan gladi dengan meluncurkan rudal kiwi disaksikan Presiden Jokowi.
"Saat itu cuaca terang, ketika melepas rudal kiwi ada pesawat melintas. Memang tidak akan sampai (beda ketinggian) tapi namanya senjata kan bisa saja error. Sebelumnya saya minta ditutup tapi enggak dikasih (Singapura). Dua hari kita minta enggak dikasih," katanya.
Menanggapi penolakan itu, dirinya kemudian menelpon langsung pihak Singapura menegaskan bahwa pihaknya tetap akan melakukan latihan dan meluncurkan rudal. "Setelah itu baru dikasih. Itu pengalaman 2016 lalu," ucapnya.
Pria yang kini menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) ini menambahkan, karena ruang udara dikontrol oleh negara tersebut maka tidak jarang terjadi pelanggaran.
"Jadi kalau ada pesawat dari Singapura mau ke Filiphina, karena izin melintasnya untuk keselamatan penerbangan ke Singapura. Mereka minta izinnya ke negara tersebut, sementara izin melintas teritorial kita enggak ada dan tidak dilaksanakan. Akibatnya, pelanggaran tinggi," ucapnya. (Sucipto)

Radar Acak