Korp Marinir AS Adopsi Magasen PMAG

 Magasen PMAG
 Magasen PMAG 

Selama bertahun-tahun, Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (AS) mengandalkan magasen alumunium standar STANAG 4569. Magasen ini didesain bersama senapan serbu M16A1.
STANAG 4569, yang dikenal sebagai USGI magazine, sebenarnya memiliki beberapa kekurangan. Kelemahan paling utama adalah desain pelat follower dan juga bibir magasen (feed lip) yang kurang baik. Hal ini mengakibatkan kemacetan pada senjata, seperti kasus double feed ke kamar peluru.
Walaupun begitu, seluruh Angkatan Bersenjata AS tetap membeli magasen yang diproduksi oleh usaha kecil dan menengah di AS ini.
Para prajurit AS yang bertugas di garis depan terutama dari AD dan Marinir AS untungnya memiliki kebebasan dalam membeli ragam aksesoris untuk senjata mereka. Bagi mereka yang tidak puas dengan magasen USGI, banyak yang membeli magasen polimer seperti PMAG (Polymer Mag) buatan perusahaan MagPul.
Namun begitu, pada 2012 AD AS dan Korp Marinir kompak melarang penggunaan PMAG. Alasannya, belum ada pengujian mendalam atas kecocokan senapan yang digunakan seperti M4, M16A4, M27, dan Minimi dengan PMAG.
Korps Marinir memang sedikit khawatir, terutama dengan M27 IAR (Infantry Automatic Rifle) yang berbasis HK416. Alasannya, M27 IAR terkenal sensitif dengan magasen yang digunakan.
Kalau penembak M27 IAR kehabisan peluru dan dipasok oleh rekannya yang pakai PMAG, bisa-bisa senapannya macet dan daya tembak regu berkurang drastis.
Larangan tersebut ternyata tak berlaku selamanya. Lima tahun setelah larangan dikeluarkan, Korps Marinir justru mengumumkan bahwa mereka akan mulai menstandarisasi PMAG Gen3 untuk penggunaan di senapan serbu M4, M16, dan M27.
Rupanya diam-diam Korps Marnir justru melakukan pengujian mendalam selama 4 tahun atas PMAG Gen3 untuk memperoleh keyakinan akan keandalan magasen plastik tersebut.
Nyatanya, PMAG Gen3 yang diuji oleh Korp Marinir malah berhasil mencatatkan 20.000 kali tembakan tanpa sedikit pun kemacetan yang disebabkan oleh magasen.
MagPul sendiri menciptakan PMAG Gen3 khusus untuk Korps Marinir AS dalam warna MCT (Marine Coyote Tan). Warna itu adalah warna standar Korps Marinir yang juga diaplikasikan pada rompi antipeluru dan gear lain milik Korps Marinir.
Selebihnya, PMAG Gen3 pesanan Korps Marinir AS memiliki fitur dan desain yang sama dengan versi komersial. Magasen ini menampilkan ‘jendela’ di kedua sisi samping magasen agar penembak bisa melihat sisa peluru yang dimilikinya.
Karena bahannya dari polimer, maka magasen ini juga kebal benturan, debu, karat, dan juga air, baik itu air laut maupun air tawar.
PMAG Gen3 juga mudah dibongkar kalau mau, untuk membersihkan debu di dalamnya, serta dilengkapi dengan pelindung benturan terintegrasi.
Soal ketahanan benturan, PMAG sudah diuji dijatuhkan dari ketinggian 10 meter dan juga dilindas oleh SUV, tanpa kerusakan yang mempengaruhi fungsi.
Dalam kondisi terpasang, PMAG Gen3 juga akan jatuh bebas begitu tombol rilis magasen ditekan. Penembak bisa dengan cepat bisa memasang magasen baru tanpa perlu melepas yang lama.
Saat ini PMAG Gen3 MCT sudah memasuki dinas aktif, dengan prajurit Marinir AS tampak menggunakannya dalam penugasan.
Namun begitu, karena pembelian baru dilakukan pada awal 2017, maka magasen-magasen USGI nampaknya masih akan butuh waktu untuk diganti seluruhnya dari garis depan, seiring dengan bertambahnya populasi magasen MagPul tersebut. Aryo Nugroho
Sumber : http://angkasa.co.id/

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Radar Acak