Korut dan Malaysia Memanas, Inilah Perbandingan Kekuatan Militer Kedua Negara

Korea Utara - Malaysia
Korea Utara - Malaysia 
Hubungan diplomatik antara Malaysia dan Korea Utara dikabarkan memanas seiring insiden tewasnya Kim Jong-Nam di Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur, pada 13 Februari 2017 lalu.
Tanda-tanda memanasnya hubungan tersebut tercermin dari diusirnya Dubes Korut di Kuala Lumpur.
Malaysia menyatakan duta besar Korut di Kuala Lumpur, Kang Chol, sebagai "persona non grata" pada 4 Maret 2017.
Itu artinya, Kang Chol harus minggat dalam tempo 48 jam semenjak tetapan tersebut.
Korut pun membalas.
Kementerian Luar Negeri Korut pada Senin (6/3/2017) mengumumkan bahwa Duta Besar Malaysia sebagai 'persona non grata', yang berarti ditolak.
Nah, memanasnya hubungan kedua negara, mulai membuat sejumlah pihak memunculkan rumor perang antar kedua negara.
Tentu saja masih jauh menyimpulkan hal tersebut.
Tapi bagaimana bila seandainya kedua negara ini beradu kekuatan militer?
Berikut perbandingkan kekuatan militer kedua negara, dikutip dari situs Global Fire Power.
1. Tentara aktif
  • Korut : 700.000
  • Malaysia : 110.000
2. Personel cadangan
  • Korut : 4,5 juta orang.
  • Malaysia : 296.500 orang.
3. Tank
  • Korut : 4.200
  • Malaysia : 74
4. Kendaraan Pelontar Roket
  • Korut : 2.400
  • Malaysia : 54
5. Helikopter
  • Korut : 202
  • Malaysia : 79
6. Helikopter Tempur
  • Korut : 20
  • Malaysia : 0
7. Pesawat Pengangkut
  • Korut : 100
  • Malaysia : 96
8. Jet Tempur
  • Korut : 458
  • Malaysia : 42
9. Total Unit Armada Laut
  • Korut : 967
  • Malaysia : 61
10. Ranking Dunia (dari 126 negara)
  • Korut : 25
  • Malaysia : 34
11. Pasukan Khusus
  • Korut : NKSOF atau The North Korean Special Operation Force. Perkiraan jumlah 180.000 orang
  • Malaysia : Rejimen Gerak Khas. Perkiraan jumlah ?
12. Indeks Kekuatan Militer
  • Korut : 0,4442
  • Malaysia : 0,6679
keterangan : semakin rendah semakin baik Langkah Diplomatik
Panasnya hubungan Malaysia dan Korut ini sudah membuat PBB turun tangan.
Dikutip dari Kompas.com, ketika berbicara pada acara jumpa pers harian, wakil juru bicara PBB, Farhan Haq, mengatakan, ia berharap "kedua pihak dapat menyelesaikan perbedaan apa pun melalui langkah diplomatik."
"Menyangkut kegiatan-kegiatan DPRK (Republik Demokratik Rakyat Korea, nama resmi Korut, Red), Anda akan melihat sikap-sikap (PBB) dalam pernyataan kami," kata Haq ketika menjawab pertanyaan.
"Pada dasarnya adalah bahwa kita menginginkan DPRK kembali mematuhi semua resolusi PBB yang sedang berlaku," ujarnya.
Kementerian Luar Negeri Korut pada Senin (6/3/2017) mengumumkan bahwa Duta Besar Malaysia dianggap sebagai 'persona non grata', yang berarti ditolak.
Dengan demikian, Korut meminta sang duta besar keluar dari wilayahnya dalam waktu 48 jam.
Keputusan itu diambil setelah Malaysia juga menyatakan duta besar Korut di Kuala Lumpur, Kang Chol, "persona non grata" pada Sabtu (4/3/2017) malam di tengah perseteruan kedua negara soal penyelidikan terhadap kematian Kim Jong Nam, saudara tiri pemimpin Korut, Kim Jong Un.
Kang Chol juga telah meninggalkan Malaysia dalam waktu 48 jam setelah diusir oleh pemerintah Malaysia.
Pyongyang menuding Malaysia bersekongkol dengan pihak-pihak yang memusuhi Korut dalam penyelidikan kematian Kim Jong Nam pada Senin, 13 Februari di Bandara Internasional Kuala Lumpur. Korut menolak penyelidikan kasus itu.
Warga Korut, yang memegang paspor dengan nama "Kim Chol," diserang pada 13 Februari di Terminal 2 Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur.
Setelah meminta pertolong kepada staf bandara, ia meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Pihak Malaysia mengatakan warga Korut itu tewas beberapa menit setelah ia diolesi dosis tinggi racun saraf VX yang mematikan. PBB mengkategorikan racin VX sebagai senjata pemusnah massal.
Pyongyang menyatakan pernyataan itu merupakan tindakan anti-Korut dan menuding Kuala Lumpur melakukan persekongkolan dengan Seoul dan Washinton dengan niat memanfaatkan kematian Kim Jong Nam untuk menodai citra negaranya dan bahkan untuk menggulingkan sistem pemerintahan Kim Jong Un.
Sumber : http://jatim.tribunnews.com/2017/03/08/korut-dan-malaysia-memanas-inilah-perbandingan-kekuatan-militer-kedua-negara?page=all

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Radar Acak