Singapura Akan Bangun Pusat Latihan Militer Modern

Singapore Armed Forces Training Institute (SAFTI)
Singapore Armed Forces Training Institute (SAFTI) 

Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) akan segera membangun pusat latihan militer modern di dalam negeri guna menunjang kemampuan pertahanan negara Singa itu.
Seperti dilansir Channel NewsAsia, Jumat, 3 Maret 2017, hal ini diungkapkan Menteri Pertahanan Ng Eng Hen di Gedung Parlemen karena selama ini negara itu kerap menyewa lahan di luar negeri untuk mengadakan latihan bagi akademi militernya, Singapore Armed Forces Training Institute (SAFTI).
"Singapura harus memiliki fasilitas pelatihan kelas dunia di dalam negeri. Kita harus waspada terhadap ketergantungan berlebihan pada tempat pelatihan di luar negeri," kata Ng Eng Hen.
Tempat latihan militer yang akan diberi nama SAFTI City tersebut, akan dibangun di atas lahan seluas 88 hektare di wilayah Bishan.
Pembangunan fasilitas yang akan memakan waktu selama sekitar 10 tahun diperkirakan akan menghabiskan anggaran Sin$ 900 juta atau setara Rp 8,5 triliun.
Fasilitas itu akan dilengkapi dengan berbagai bangunan perkotaan untuk kepentingan latihan perang kota, replika hutan, serta sungai untuk keperluan latihan di alam terbuka.
Sektor pertama, terletak di tepi utara Poyan Reservoir, akan mempersiapkan tentara untuk kompetensi pertahanan pulau di tempat-tempat, seperti Jurong Island, dengan latar belakang kompleks petrokimia, gudang, taman kontainer, dan bangunan industri.
Sektor kedua, yang ditujukan untuk mengasah kompetensi keamanan dalam negeri dan operasi perkotaan, akan memiliki fitur perkotaan untuk mensimulasikan lingkungan padat perumahan dan kawasan komersial Singapura.
Ini termasuk bangunan pencakar langit yang saling berhubungan, bangunan rumah, stasiun MRT, dan terminal bus.
Selain itu, lokasi ini akan memungkinkan Angkatan Darat untuk melatih prajurit melakukan operasi bantuan bencana, seperti banjir dan operasi tanggap darurat sipil untuk mendukung Kementerian Dalam Negeri.
SAFTI City juga akan dilengkapi dengan instrumen medan perang dan kamera video untuk memungkinkan melacak gerakan prajurit dan unit perang.
Data akan dikumpulkan dan diproses menggunakan perangkat lunak analisis cerdas dan dikemas ke dalam materi pembelajaran.
Singapura, negara yang memiliki luas total 697 kilometer persegi, kerap menggunakan lahan di luar negeri untuk kepentingan latihan militer, termasuk Indonesia dan Australia.
Sumber : https://dunia.tempo.co/

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Radar Acak