TNI Bantah Ingin Ambil Alih Kekuasaan. Tulisan Kudeta Militer Jadi Pemberitaan Dunia

Panglima TNI
Panglima TNI 

Sebuah media online di Indonesia, Tirto.id, beberapa hari lalu memuat berita tentang liputan investigasi mengenai rencana kudeta militer yang akan dilakukan oleh TNI.
Diberitakan oleh Tirto.id, yang mengutip tulisan wartawan investigasi kelas dunia Allan Nairn yang dimuat di Intercept, kasus penistaan agama yang disangkakan pada Ahok (Basuki Tjahaja Purnama), hanya sebuah jembatan untuk melakukan makar pada Presiden Joko Widodo. Makar itu akan dilakukan oleh sejumlah jenderal aktif dan jenderal yang sudah pensiun.
Pada Jumat 21 April 2017, pihak TNI menanggapi berita yang dimuat Tirto.id, dengan menyebutnya sebagai fitnah. TNI juga mengatakan, akan melakukan tindakan hukum pada Tirto.id. Penolakan TNI ini menjadi berita dunia, setelah Allan Nairn melalui akun Twitter-nya @AllanNairn14 meminta pihak TNI juga harus menyampaikan ancaman pada dia, bukan hanya pada Tirto.id
Diberitakan oleh ABC, Sabtu 22 April 2017, Intercept yang didirikan oleh Glenn Greenwald, seorang jurnalis yang dikenal karena ceritanya tentang pengawasan massal Badan Keamanan Nasional AS, juga menerbitkan artikel kudeta oleh jurnalis lepas Allan Nairn awal pekan ini.
Mengutip dokumen intelijen, jenderal yang tidak disebutkan namanya dan tokoh lainnya, Allan Nairn mengungkapkan bahwa demonstrasi besar di Jakarta melawan gubernur beragama minoritas di Ibu kota negara, merupakan front bagi gerakan untuk menggulingkan Jokowi.
"Secara terpisah, di tengah demonstrasi, pada bulan Desember dan Maret, polisi Indonesia menahan total 16 orang, karena dugaan pengkhianatan. Di antara mereka yang ditangkap, termasuk mantan jenderal dan representasi Islam radikal," papar ABC dalam laporannya, Sabtu.
Tulisan tentang keterlibatan TNI ini, seperti dipaparkan Allan Nairn dalam laporannya, ditanggapi oleh TNI sebagai sebuah penipuan dan fitnah. Itu sebabnya, TNI melaporkan Tirto.id, agar ada penyelidikan dan diproses sesuai UU yang ada.
Di situsnya, Tirto mengatakan bahwa mereka telah mendapat izin dari Nairn dan Intercept untuk menerjemahkan artikel tersebut dan telah mewawancarai Nairn secara rinci tentang laporannya.
"Dekade kekuasaan militer di Indonesia berakhir pada tahun 1998, dengan digulingkannya diktator Suharto pada masa demonstrasi massal yang dipicu oleh krisis ekonomi. Namun, militer tetap menjadi salah satu institusi yang paling kuat dan dihormati di negara tersebut," tulis ABC.
ABC bukan satu-satunya yang memuat berita tersebut, namun sejumlah media seperti New York Times, Washington Post, Huffington Post, dan media besar lain juga memuatnya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Radar Acak