DAPC 4×4, Rantis Lapis Baja Andalan Korps Brimob Buatan Korea Selatan

Barracuda dan DAPC
Barracuda dan DAPC 

Korps Brimob Polri nampaknya menyukai rantis (kendaraan taktis) lapis baja lansiran Negeri Ginseng. Setelah menggunakan rantis Barracuda 4×4 yang namanya cukup lekat di telinga warga, Korps Brimob nyatanya juga menggunakan rantis lapis baja APC jenis lain, yang diketahui juga berasal dari Korea Selatan, yang dimaksud adalah DAPC (Daeji P&I Armored Personnel Carrier) 4×4 produksi Daejicar.
Berbeda dengan Barracuda 4×4 produksi Doosan Infracore yang tongkrongan-nya terbilang tinggi dan sangar, maka DAPC 4×4 tampil lebih manis, sekilas menyiratkan desain minibus buatan Jepang. DAPC cenderung mirip dengan rantis lapis baja milik Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), Commando Ranger buatan Cadilage Cage, Amerika Serikat.
Sebagai rantis Brimob yang ditempatkan di beberapa Polda, DAPC dirancang untuk menghadapi aksi rusuh massa. Diantara kelengkapan khas kepolisian hadir di rantis ini, sebut saja siren & P/A system, warning strobe, search light, dan CCTV camera. Kaca depan pengemudi dan pintu samping juga dilengkapi jaring anti lemparan batu. Guna menghalau massa yang rusuh, DAPC juga dibekali pelontar granat asap. Menyandang gelar 4×4, DAPC juga siap dioperasikan di medan offroad, kelengkapan yang mendukung untuk melaju di medan ini ada electric winch berkapasitas 6,8 ton dan blackout drive lamp.
Walau tak secara khusus dirancang untuk kepentingan militer, namun DAPC bisa berlaku laksana APC pada pasukan infanteri mekanis. Sebagai buktinya rantis ini dilengkapi cupola turret, yang tentu saja kubah ini dapat dipasagi senapan mesin sekelas FN MAG GPMG kaliber 7,62 mm. Mendukung bantuan tembakkan, personel di dalam kabin juga dapat berkontribusi dengan melepaskan tembakkan lewat gunport, ada enam gunport dan viewport pada sisi kanan dan kiri kendaraan. Kadar lapis baja di DAPC mengusung standar NIJ Level III (STANAG 4569), bila masih kurang body kendaraan dapat ditambahkan plat baja tambahan. Secara umum rantis ini dapat menahan terjangan dari proyektil kaliber 7,62 x 51 mm. Khusus material kaca mengadopsi Glass Guard Grill.
Menyadari pentingnya melindungi ruang mesin, pada bagian ini dilengkapi material baja dengan standar Ramor500. Seperti halnya panser, DAPC Polri juga sudah menggunakan ban dengan tipe runflat, ban dengan ukuran 285/70R dapat terus berjalan hingga jarak 50 km meski sudah diterjang proyektil.
Untuk dapur pacu, DAPC menggunakan mesin V8 DOHC twin turbo common rail diesel 4.461 cc. Dengan transmisi otomatis enam percepatan, rantis dengan bobot 4.800 kg ini dapat melaju dengan kecepatan maksimum 150 km. Dalam sekali jalan, kapasitas bahan bakar penuh mencapai 93 liter, sementara jarak jelajah rantis bisa mencapai 700 km. Diawali oleh dua personel, rantis lapis baja yang kerap diandalkan untuk evakuasi VIP ini dapat membawa 6-8 pasukan.
Bersanding bersama rantis Komodo 4×4 Yonif Mekanis Kodam Jaya.
Pada ajang IDEX 2017 yang berlangsung Februari 2017 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, DAPC juga diperkenalkan dalam varian militer, yang diberi label “Tambora.” Di Tambora pihak manufaktur menawarkan empat side door untuk kemudahan akses personel. (Gilang Perdana)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Radar Acak