IDEF 2017: Debut FNSS PARS 4x4 Anti-Tank Vehicle

 FNSS PARS 4x4 Anti-Tank Vehicle
 FNSS PARS 4x4 Anti-Tank Vehicle

PARS 4x4 Anti-Tank Vehicle, yang membedakan dirinya dari kendaraan 4x4 lainnya dengan mesinnya yang terletak di bagian belakang, menarik perhatian pada IDEF 2017. Dipilih oleh Kantor Wakil Menteri Pertahanan Turki untuk Industri Pertahanan untuk proyek Kendaraan Anti-Tank (Anti-Tank Vehicle - ATV) untuk memenuhi kebutuhanAngkatan Darat Turki, PARS 4x4 telah dikembangkan untuk memenuhi persyaratan spesifik dan menantang dari calon penggunanya.
Untuk proyek ATV, kendaraan Pars 4x4 akan diserahkan dalam konfigurasi pemburu tank (tank hunter), berkat infrastruktur
modularnya, siap untuk misi baru.
Selain memiliki rasio power-to-weight 25 HP/ton, kendaraan tersebut juga memiliki siluet yang rendah dan kemampuan amfibi.
Kendaraan dapat beroperasi di perairan yang dalam dan mengalir tanpa memerlukan persiapan sebelumnya. PARS 4X4 juga dapat
beroperasi pada medan yang sulit, berkat center of gravity yang rendah, sistem suspensi yang full independen, rem cakram hidrolik
ABS, ground presuure yang rendah, dan angle of approach dan departure yang meningkat. PARS 4x4 dapat mendaki lereng dengan gradien 70 persen, berjalan pada kemiringan dengan gradien 40 persen, dan melewati rintangan vertikal setinggi 40 cm dengan mudah.
Jendela kendaraan memberikan perlindungan balistik sesuai dengan kebutuhan pengguna dan dirancang untuk memberikan bidang penglihatan yang sangat luas kepada pengemudi dan awak kendaraan. Untuk mengurangi biaya operasi, umur dari banyak subsistem dijaga tetap sama dengan umur kendaraan selama proses perancangan kendaraan. Mesinnya bisa dibongkar dan dipasang dengan cepat di lapangan, kendaraan tersebut juga menawarkan kemudahan perawatan dan dukungan logistik.
Untuk daya tembak, PARS 4x4 Anti-Tank Vehicle mengandalkan Remote Controlled Anti-Tank Turret (RCAT) FNSS. Karena ukurannya yang ringkas dan bobotnya yang ringan, turret ini dapat diintegrasikan ke hampir semua kendaraan lapis baja beroda rantai dan beroda ban.
Turret tersebut ditawarkan dalam dua konfigurasi, tergantung apakah akan menggunakan rudal anti-tank KORNET atau MIZRAK. RCAT memungkinkan penembak untuk melakukan pengintaian, deteksi sasaran, identifikasi, pengenalan, penguncian dan pemanduan peluru kendali melalui konsol kontrol, sambil tetap berada di bawah perlindungan balistik di dalam kendaraan.
Sistem senjata RCAT memungkinkan penggunaan peluru rudal KORNET dan MIZRAK secara efektif pada platform lapis baja anti-tank pada jangkauan efektif maksimum mereka, dan berkat arsitektur modularnya, senjata anti-tank lainnya dapat dengan mudah diintegrasikan ke turret tersebut.
Turret itu menggabungkan teknologi terbaru dalam drive turret, fire control system, survivabilitas dan daya tembak. Berkat sensor
elektro optik-nya terintegrasi, turret dapat beroperasi siang dan malam, dalam segala kondisi cuaca. Sebagai persenjataan utama,
turret dapat dilengkapi dengan dua rudal KORNET-E atau dua rudal MIZRAK-O. Senapan mesin koaksial 7,62 mm, yang digunakan sebagai persenjataan sekunder, meningkatkan daya tembak turret sekaligus memperluas jangkauan misi kendaraan.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Radar Acak