Pasca Kecelakaan di Guam, B-52H Butuh Perbaikan Roda dan Sistem Pengereman

B-52H Stratofortress
B-52H Stratofortress  

Pesawat pengebom B-52H Stratofortress milik AU AS yang sudah dioperasikan sejak Perang Vietnam masih menjadi andalan militer AS. Dalam Perang Teluk (1991) B-52 dikerahkan untuk menghantam sejumlah target di Irak dengan melaksanakan penerbangan jarak jauh dari Pangkalan Udara Lousiana, AS.
Penerbangan untuk melaksanakan misi tempur dari Lousiana ke Irak itu menempuh jarak 23.000 km dan merupakan jarak penerbangan paling jauh yang pernah dilakukan B-52.
Demi memilihara keterampilan para awak dan kesiapan tempur B-52, latihan-latihan terbang tempur juga terus dilakukan secara rutin.
Tapi dalam latihan terbang yang dilaksanakan B-52 di pangkalan udara Anderson AFB, Guam, masalah timbul ketika para awak sedang melakukan latihan terbang. Satu B-52 mengalami kecelakaan saat mendarat. Beruntung, semua kru B-52 selamat.
Setelah dilakukan penyelidikan kecelakaan itu, pihak AU AS akhirnya menemukan penyebabnya. Investigator menemukan masalah pada sistem pengereman dan kualitas roda B-52H yang sedang membawa beban berat tidak bisa bekerja baik.
Untuk mengatasi kendala itu AU AS kini sedang melakukan program upgrade pada bagian sistem pengereman dan kualitas roda terhadap 76 B-52H yang masih dimiliki AU AS.
Satu unit B-52 berharga senilai 112 juta dollar AS. Melalui pogram upgrade itu, USAF berharap kecelakaan akibat faktor pengereman dan kualitas roda tidak terjadi lagi. A. Winardi

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Radar Acak