Kasat Mata dengan Kamuflase Barracuda

Kamuflase Barracuda
Kamuflase Barracuda 

Kemampuan kamera termal yang semakin meningkat dari generasi ke generasi memang memudahkan identifikasi spektrum panas tubuh manusia dan kendaraan dari lingkungan sekitarnya, namun di sisi lain juga menyulitkan pendadakan.
Untuk prajurit solusinya adalah menggunakan seragam dari material khusus yang mampu menyerap transmisi IR sehingga tidak kentara dan sukar dideteksi, dan praktek ini sudah umum dilakukan banyak angkatan bersenjata di dunia. Bagaimana kalau yang harus disembunyikan adalah objek besar nan berat macam tank?
Menyembunyikan monster lapis baja seberat puluhan ton yang punya dimensi besar bukanlah perkara yang mudah. Mesin diesel pada tank yang punya daya ratusan hp menghasilkan emisi panas yang sangat besar pula, sehingga sulit untuk membuatnya menyatu dengan lingkungan sekitar.
Salah satu solusi terbaik yang tersedia di pasaran dan teruji di lapangan adalah sistem jaring kamuflase Barracuda MCS (Mobile Camouflage System) buatan Saab Barracuda LLC. Produk ini jadi pilihan untuk banyak Angkatan Darat di seluruh dunia, dan konon, digunakan oleh 50 pengguna yang berbeda.
AD AS membeli variannya yang bernama ULCANS (Ultra Lightweight Camouflage Net System). Denmark memilih Barracuda untuk melapisi Leopard 2A5 nya yang dikirimkan ke Afghanistan, begitu pula Jerman yang menggunakannya sebagai pelapis Marder 1A5 yang dikirim ke negeri di kaki gunung Hindu Kush tersebut. Kanada juga membeli MCS untuk Leopard 2A6CAN yang mereka gunakan.
Dengan kesuksesan penjualan tersebut, Barracuda boleh dikatakan sebagai pemimpin di kelasnya, raja pasar sistem kamuflase berbasis jaring di dunia. Apa yang memampukannya untuk menerima kepercayaan dari banyak pengguna tersebut?
SAAB sebagai perusahaan pionir teknologi tinggi membawa sistem kamuflase jaring satu tingkat lebih maju. Jika kita terbiasa dengan kamuflase jaring dengan potongan perca plastik berwarna hijau atau loreng untuk menipu pandangan mata dari kejauhan, SAAB mengembangkan teknologi MCS dengan menggunakan material penyerap emisi infra merah.
Barracuda MCS didesain tanpa mengorbankan kemampuan operasional kendaraan dan dapat disesuaikan dengan bentuk dan dimensi kendaraan, artinya dari jip sampai tank bisa dibuatkan sesuai ukurannya.
MCS sendiri didesain sebagai sistem kamuflase yang mampu merintangi identifikasi visual, infra merah, thermal, dan radar sekaligus sebagai empat macam ancaman yang paling sering ditemui di medan pertempuran. Jika identifikasi visual dan IR biasa digunakan oleh prajurit, maka sistem thermal dan radar tentunya banyak dipergunakan oleh kendaraan.
Pendekatan yang dilakukan adalah dengan menyembunyikan permukaan yang rata atau memantulkan cahaya menjadi struktur permukaan 3 dimensi yang memancarkan spektrum warna dan IR yang kurang-lebih sama dengan lingkungan tempatnya beroperasi.
Untuk kemampuan menipu radar, MCS perlu dirancang khusus spesifik sesuai dengan kondisi lingkungan operasional dan kebutuhan dari pengguna. Artinya, untuk properti anti radar antara iklim tropis dengan iklim dingin bisa jadi berbeda spesifikasinya. Dengan pengaturan khusus, MCS dapat menyediakan perlindungan atas deteksi radar dan rudal berpemandu laser yang bekerja pada frekuensi 1-100GHz.
MCS juga memiliki reflektivitas laser yang tinggi, sehingga kendaraan lawan yang menggunakan laser rangefinder akan kesulitan mendeteksi jarak akurat dari sasaran. Tanpa pengukuran jarak yang akurat, solusi penembakan yang dihasilkan dari sistem kendali penembakan juga kemungkinan besar tidak akan akurat.
Rudal pencari panas macam Javelin atau rudal udara-darat berpemandu laser seperti Hellfire dan Maverick dengan seeker laser akan dibuat kesulitan untuk menjejak secara kontinyu ke kendaraan pengguna MCS. Kendaraan pengusung wahana radar darat atau radar SAR (Synthetic Aperture Radar) juga akan dibuat kesulitan untuk mendeteksi kendaraan pemakai MCS sebagai anomali yang ada di permukaan darat.
MCS didesain dengan kemampuan penambahan fitur-fitur pendukung untuk membuat kinerjanya optimal. Ada fitur HTR (HeaT Reduction) Coolcam yang mampu mengurangi emisi panas yang masuk ke dalam kendaraan, secara aktif mengurangi suhu yang dirasakan di dalam kendaraan.
Hal ini dapat meningkatkan kenyamanan awak dan mengurangi kemungkinan mesin mengalami overheat terutama saat dioperasikan di lingkungan yang panas seperti gurun atau wilayah beriklim tropis. Kemampuan mengurangi panas yang diserap dapat mencapai angka efisiensi 50%.
Secara tidak langsung, penggunaan MCS juga dapat menghemat bahan bakar yang digunakan untuk proses pendinginan oleh sistem kontrol iklim alias AC. Bahkan dalam studi yang dilakukan oleh Thermo Analysis, penggunaan SAAB Barracuda dapat menghemat sampai 30.000 euro setahunnya untuk kendaraan yang dipergunakan di teater operasi.
Fitur modular lainnya adalah VLCS atau Vehicle Load Carriage System, yang merupakan sistem webbing untuk menyimpan peralatan prajurit dan kendaraan. VLCS berbentuk kantong jaring yang dijahit ke MCS, sehingga pasukan dapat menyimpan kotak amunisi, air, ransel, atau perlengkapan perkakas lainnya sehingga mudah diakses dari luar kendaraan. Ukuran VLCS dapat disesuaikan dengan spesifikasi yang dimiliki oleh pengguna.
Opsi terakhir yang kelihatannya sederhana namun penting adalah sistem MSU (Multispectral Shading Umbrella) alias payung berbahan MCU. Payung yang dipasang di atas atap kendaraan (dan telah dipakai Leopard 2A5DK) menyediakan perlindungan dari incaran musuh seperti penembak jitu.
MSU memang mampu ‘menggelapkan’ area di bawah cakupannya, sekaligus meningkatkan kenyamanan awaknya karena tentu saja mampu menangkis panas matahari. Payung MSU dapat dilepas pasang sesuai dengan kebutuhan.
Nah, bagaimana dengan TNI khususnya TNI AD? Kita tahu, aset-aset alutsista yang dimiliki TNI diperoleh dengan perjuangan yang sulit, waktu pengadaan yang lama, dan harga yang tidak murah. Kita memiliki beragam alutsista yang berukuran besar, baik itu tank maupun alutsista yang sifatnya statik yang masih dilindungi sistem kamuflase yang amat terbatas.
Jaring dengan perca kamuflase memang dapat menipu mata telanjang, namun tidak dari endusan sensor yang beragam dalam pertempuran masa kini. Sudah sepatutnya TNI mulai memikirkan cara melindungi aset-aset tempurnya selangkah lebih maju. (Aryo Nugroho)
Sumber : TSM

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Radar Acak