MiG-41, Proyek Rahasia Rusia yang Antara Ada dan Tiada

 PT-76
Ilustrasi 
Sampai hari ini, MiG-31 masih dipercaya sebagai pesawat tempur pencegat Pasukan Pertahanan Udara (VVKO) Angkatan Bersenjata Rusia. Varian penyempurnanya, MiG-31BM, masih akan bertugas sampai dengan 2030 kelak. Namun begitu, semakin meningkatnya kemampuan rudal jelajah milik negara-negara Barat membuat Rusia harus memikirkan pengganti MiG-31 dengan segera.
Kalau proyek itu tidak dimulai sekarang, sudah pasti begitu MiG-31BM berakhir pengabdiannya, AU Rusia tidak akan memiliki pesawat pencegat yang mampu menangani ancaman di masa mendatang. Tugas semacam ini tidak bisa dilakukan oleh Sukhoi Su-57 atau T-50 PAK-FA, karena fungsinya yang lebih sebagai pesawat tempur superioritas udara. Diam-diam, biro rancang Mikoyan Guryevich sudah mulai mengerjakan pengganti MiG-31, yang secara tentatif oleh para pengamat militer disebut dengan MiG-41.
Pengakuan akan adanya proyek ini disampaikan sendiri oleh Direktur Biro MiG, Sergey Korotkov pada akhir 2015. Dikatakannya kala itu, bahwa MiG sedang mendesain pesawat tempur baru yang akan menggantikan MiG-31, berdasarkan teknologi yang ada saat ini dan termasuk di dalamnya penggunaan material baru.
Target penyelesaian MiG-41 adalah tahun 2020, dan Majelis Rendah Parlemen Rusia sudah menyetujui dilaksanakannya studi atas proyek ini. Salah satu pilot uji legendaris Rusia, Anatoly Kvochur bahkan mengatakan bahwa pesawat tempur ini akan memiliki kecepatan melebihi 4 kali kecepatan suara dan bahkan lebih, yang akan menjadikannya pesawat tempur operasional tercepat di dunia dengan kecepatan hipersonik.
Pernyataan pilot uji Sukhoi tersebut menarik karena artinya MiG-41 akan memiliki kemampuan untuk benar-benar mengejar pesawat intai SR-71 Blackbird, padahal pesawat intai ini secara resmi sudah pensiun. Lawannya saat MiG-41 jadi adalah rudal balistik atau rudal jelajah berkecepatan tinggi, jadi sistem senjatanya pun harus benar-benar baru.
MiG-41 diperkirakan akan mampu menunaikan tugas sebagai pencegat di Stratosfir, menangani sasaran seperti pesawat intai, rudal jelajah, rudal balistik, dan juga satelit mata-mata. Rusia kelihatannya akan menghidupkan kembali kemampuan ASAT (Anti Satellite) berbasis pesawat pencegat karena pengintaian saat ini banyak dilakukan dengan satelit mata-mata.
Nah, seminggu yang lalu ada perkembangan yang menarik. Kantor berita ITAR TASS yang mewawancarai wakil deputi perusahaan KRET Vladimir Mikheyev diberikan bocoran mengenai proyek yang sedang dikerjakan oleh perusahaan dengan spesialisasi sistem elektronik pelindung dan pengacau radar tersebut.
KRET sedang mengerjakan sistem laser berbahan solid yang dapat digunakan untuk menghancurkan sistem pemandu rudal yang diarahkan menuju Rusia. Laser tersebut dapat ditembakkan untuk melelehkan atau menghancurkan sistem elektronik yang ada di dalam rudal. Syaratnya, pesawat tempur pembawanya harus bisa mencegat rudal tersebut di trayektorinya, secara berhadap-hadapan.
Tugas semacam ini hanya bisa diemban pesawat yang bisa terbang tinggi, dan MiG-41 tentu saja masuk dalam kandidat ideal untuk menjalankan misi itu. Jika anda melihat gambar-gambar MiG-41 yang beredar, yakinlah kalau gambar tersebut baru merupakan ‘artist render’ atau boleh dikata sekedar khayalan dari fans militer Rusia. Tidak mengherankan bila bentuk-bentuk yang ditawarkan bisa jadi berbeda-beda. Tetapi yakinlah, kalau proyek ini benar-benar ada.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Radar Acak