Daftar Senjata Rusia di Suriah untuk Lindungi Rezim Presiden Bashar al-Assad

Pantsir-S1
Pantsir-S1 

Rusia telah memperingatkan akan menembak jatuh setiap peludu kendali (rudal) Amerika Serikat (AS) yang ditembakkan ke Suriah. Tak hanya, respons balasan Moskow juga menargetkan kapal dan pesawat tempur asal rudal yang dilesatkan.
Namun, Presiden AS Donald Trump justru menantang Moskow untuk bersiap menyambut tembakan rudal-rudal Washington di Suriah yang dia sebut bagus, baru dan "pintar".
Peringatan Moskow yang dibuat oleh Duta Besar Rusia untuk Lebanon, Alexander Zasypkin, ini memicu penasaran perihal persenjataan militer Presiden Vladimir Putin yang telah dikerahkan di Suriah untuk melindungi sekutunya, Presiden Bashar al-Assad.
Jumlah dan jenis persenjataan Putin untuk lindungi rezim Assad dan pasukan Moskow di Suriah tidak pernah diungkap militer Moskow. Namun, dalam beberapa kesempatan berbagai senjata militer Putin terpantau media.
Berikut daftar senjata Rusia di Suriah yang bisa diandalkan untuk membalas AS dan sekutunya jika menyerang lebih dulu;
1. Sistem Rudal S-400 Triumph
Sistem rudal pertahanan udara anti-pesawat ini telah dikerahkan untuk melindungi pangkalan udara Khmeimim di Provinsi Latakia, Suriah, dan fasilitas di pangkalan Tartus.
Sifatnya yang mobile, membuat S-400 dapat dengan mudah dan cepat dikerahkan di berbagai tempat lain.
Sistem rudal anti-pesawat ini dirancang untuk menembak jatuh pesawat tempur, rudal jelajah, rudal balistik dan pesawat tak berawak. Radarnya dapat mendeteksi target hingga 600 km (375 mil).
Setiap truk unit S-400 membawa empat rudal untuk berbagai jangkauan dan dapat melacak banyak target secara bersamaan. Senjata pertahanan ini dianggap senjata yang serius oleh NATO, meski belum diuji dalam pertempuran.
Sistem ini diklaim mampu mencegat rudal jelajah Tomahawk AS. Namun, seberapa banyak bisa menembak jatuh rudal musuh jika terjadi pertempuran nyata, itu masih menjadi tanda tanya.
2. K-300P Bastion-P
Sebelumnya, Rusia telah lebih dulu mengerahkan sistem rudal pertahanan dari versi yang lebih tua, yakni S-300 di Suriah.
Selain itu, militer Suriah juga diduga sudah membeli sistem Bastion dari Rusia meski tak pernah dipamerkan.
3. Pantsir-S1
Sistem rudal jarak pendek dan senjata anti-pesawat Pantsir-S1 dioperasikan oleh militer Suriah dan Rusia. Senjata ini juga diaktifkan di dekat pangkalan udara Khmeimim dan pangkalan Tartus.
Berbeda dengan S-400, sistem ini telah digunakan beberapa kali untuk menembak jatuh drone dan rudal musuh. Pantsir-S1 juga dapat menembak jatuh rudal jelajah.
4. Kapal Perang
Rusia diketahui memiliki antara 10 hingga kapal perang dan kapal militer pendukung yang telah dikerahkan di Mediterania.
Kapal-kapal itu termasuk kapal perang Admiral Grigorovich dan kapal frigat Admiral Essen, yang keduanya dipersenjatai dengan rudal jelajah. Moskow juga memiliki kapal selam yang beroperasi di perairan Suriah.
5. Pesawat Jet Tempur
Militer Putin diperkirakan memiliki lusinan pesawat jet tempur dan helikopter militer di pangkalan udara Khemimim di Provinsi Latakia, Suriah. Beberapa pesawat itu termasuk jet tempur, pembom, dan pesawat multi-peran.
Moskow memang pernah mengumumkan menarik sebagian besar pesawat tempurnya dari negeri Assad setelah ISIS dikalahkan. Namun, seberapa banyak pesawat tempur yang ditarik dan apa saja jenisnya tidak pernah diungkapkan.
Beberapa jet tempur yang pernah dikerahkan Moskow antara lain Su-25, Su-34, Su-35. Surat kabar Kommersant yang dikutip Jumat (13/4/2018) menyebut, pesawat Il-38N yang merupakan pesawat pemburu kapal selam juga diaktifkan di Suriah.
Belum lama ini, militer Putin diam-diam menguji coba jet tempur generasi kelima terbaru, Su-57, di Suriah yang terpantau satelit Israel. (Muhaimin)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Radar Acak