Pesawat Angkut Berat Y-20 Telah Dioperasikan di Jajaran AU China

Pesawat Angkut Berat Y-20
Pesawat Angkut Berat Y-20  

Pesawat angkut kelas berat buatan China Xi’an Y-20 disebut-sebut telah resmi masuk jajaran armada Angkatan Udara China. Kabar ini berhembus dari beberapa surat kabar China yang menyebutkan bahwa beberapa unit Y-20 telah melakukan latihan pengiriman udara dan penerjunan pertama pada Kamis (10/5/2018).
Pesawat yang disebut sebagai “wanita gemuk” itu melakukan penerbangan perdananya selama satu jam di awal tahun 2013.
Juru bicara Angkatan Udara China Shen Jinke memuji penggelaran perdana, di mana Y-20 melakukan latihan gabungan dengan pasukan penerjun payung Angkatan Darat China. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan sebuah lompatan dalam penggelaran strategis militer jarak jauh China.
“Angkatan udara adalah satuan strategis dan kemampuan strategisnya harus sejalan dengan kepentingan nasional yang terus meluas sehingga dapat melaksanakan berbagai misi militer, khususnya dalam hal logistik, pengiriman pasukan dan jaminan keamanan udara,” kata Shen dalam konferensi pers.
Pesawat kargo seberat 200 ton akan ditransfer ke beberapa pangkalan di dataran tinggi China barat untuk melaksanakan latihan lainnya, termasuk pengiriman jarak jauh dan lintas udara.
Y-20 dikabarkan mampu membawa sekitar 66 ton kargo berkat bodinya yang bongsor. Ia hanya membutuhkan 600 hingga 700 meter untuk lepas landas dengan menggunakan empat mesin buatan Soviet era Soloviev D-30KP-2 mesin.
Dengan muatan penuh, Y-20 mampu melaju hingga 4.500 kilometer di dengan kecepatan 0,75 kali kecepatan suara.
Rencananya, AU China akan menggunakan mesin buatan dalam negeri yang bernama WS-20. Mesin berkekuatan dorong 14 ton ini sedang dikembangkan dan kelak akan menggantikan mesin turbofan buatan Rusia.
Pada tanggal 6 Juli 2016, Y-20 yang pertama diserahkan oleh pabrikan China ke PLAAF dalam sebuah upacara. Pesawat kedua diserahkan tak lama setelahnya dan ditugaskan ke Resimen ke-12 dari Divisi Transportasi ke-4 di Qionglai, Chengdu, di provinsi Sichuan China barat daya.
Kantor berita Jane's melaporkan bahwa militer China telah memesan hingga 1.000 unit Y-20. (Ian)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Radar Acak