Tank Boat Sepanjang Masa, Mulai dari Uni Soviet, AS, hingga Indonesia

Ilustrasi
Ilustrasi 

Berkisah tentang tank boat, Lundin X18 Antasena bukanlah yang pertama. Wahana sejenis telah muncul sejak tahun 1930-an. Adalah Uni Soviet negara pertama yang mencoba bereksperimen dengan mencangkokkan kubah tank T-34 ke atas perahu sungai yang disebut BK atau Bronekater (armoured boat).
Masa itu, setidaknya Angkatan Laut Uni Soviet memiliki tiga tipe kapal BK (Bronokater) yakni kelas 1124 dengan panjang 25 meter dan berawak 13 mengusung dua kubah meriam tank T-34. Lalu kelas 1125 panjang 23 meter dengan sebuah kubah berawak 10, dan S-40 yang memiliki panjang 24 meter juga dengan sebuah kubah yang diawaki 12 orang.
Ketiga riverrine armoured boat tersebut dilibatkan dalam Perang Dunia II. Selama tahun 1943-1945 terlibat dalam perkelahian di Laut Hitam dan Laut Baltik melawan kapal perang Jerman. Tercatat peran Bronekater kurang berhasil meski telah melakukan perlawanan sengit.
Permasalahan utama BK adalah tidak stabilnya tembakan kanonnya apalagi bila beroperasi di perairan berombak serta bobotnya yang berat (ketiganya di atas 30 ton) sehingga manuvernya jelek. Selama PD II, AL Uni Soviet mengoperasikan 99 unit BK 1124, 204 unit BK 1125, dan tujuh S-40. Empat Bronekater-nya hilang dalam perang ini.
Amerika Serikat juga pernah mencoba mengembangkan tank boat untuk digunakan dalam Perang Vietnam. Pabrik helikopter Sikorsky Aircraft berhasil memenangkan kontrak dari Angkatan Laut AS. Pada 1969 AL AS menerima unit pertama tank boat yang disebut sebagai ASPB (Assault Support Patrol Boat).
Kapal sepanjang 15 meter dan lebar 6 meter ini didukung oleh tiga mesin turbin PT-6 buatan Pratt & Whitney yang terhubung ke tiga waterjet. Di atas permukaan air tenang ASPB bisa mencapai kecepatan 43 knot (80 km/jam) dan bisa bermanuver lincah di kedalaman air hanya 1,2 meter saja.
Sikorsky ASPB dilengkapi kubah tank dengan senjata utama kanon 105 mm. Pertimbangannya, howitzer kaliber ini merupakan bagian artileri yang paling sering digunakan militer AS dalam Perang Vietnam dan persediannya yang banyak.
Kanon ini mampu melakukam penembakan langsung pada musuh atau tidak langsung pada sudut tinggi untuk mendukung pasukan darat. Sebagai senjata pendukung tersedia kanon 20 mm untuk pertempuran atau serangan jarak dekat serta digunakan untuk pertahanan diri ASPB sendiri.
Yang unik dari ASPB adalah penerapan sistem perlindungan diri yang disebut “bar armor”, desain serupa yang kini banyak diterapkan pada ranpur yang digunakan dalam operasi militer di Irak dan Afghanistan. Bar armor adalah grill bar baja ringan yang dipasang rapat melingkar sekitar awak berada dan kubah.
Kurungan baja ini dapat menghadang serangan RPG yang akan meledak ketika menghantam “bar” sebelum menyentuh tubuh ASPB. Sayangnya tank boat ini terlambat masuk operasional di Vietnam karena perang keburu berakhir. Namun begitu, ASPB tetap digunakan oleh pasukan khusus AS sebagai wahana latihan perang sungai hingga pensiun pada 1980.
Perahu berkanon meriam terakhir yang muncul datang dari Banyuwangi, Jawa Timur yang digarap oleh PT Lundin (North Sea Boats). Kapal berkode X18 ni mengadopsi desain catamaran (dua lambung) yang mengusung kubah Cockerill XC-8 105HP buatan CMI dilengkapi kanon kaliber 105 mm dan senjata sekunder berupa kubah RCWS dengan senapan mesin kaliber 12,7 mm.
Dalam misinya, X18 didapuk untuk memberikan dukungan tembakan dalam serangan amfibi yang beroperasi di perairan dangkal mulai sekitar muara sungai hingga pesisir pantai dan selat kecil antarpulau.
X18 memiliki dimensi panjang 18 m, lebar 6,6 m yang diawaki empat ABK serta mampu membawa pasukan serbu sebanyak 20 orang. Sebagai penggerak mengandalkan sepasang mesin diesel buatan MAN berdaya 1.200 hp yang mampu melaju dengan kecepatan penuh 40 knot (74 km/jam).
Lundin X18 tampil perdana untuk umum dalam konferensi AVA (Armored Vehicle Asia) yang berlangsung bulan April 2015 di Jakarta. Selanjutnya tank boat ini kembali hadir dalam bentuk model skala di pameran Defence & Security, November 2015, di Bangkok, Thailand.
Sosok X18 baru terlihat utuh saat PT Lundin memboyongnya ke Kemayoran, Jakarta untuk dipertunjukkan dalam pameran pertahanan internasional Indo Defence ke-7 pada November 2016.
Dalam pameran tersebut, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyematkan nama Antasena tokoh pewayangan dalam kisah Mahabharata yang kebal terhadap segala segala rupa senjata dan memiliki kemampuan menembus tanah serta menyelam di air. Tentu dengan harapan X18 akan sehebat putra bungsu Bimasena yang terkenal paling sakti tersebut. (Rangga Baswara)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Radar Acak