Eurosatory 2018: Nexter Perkenalkan “Katana,” Munisi Howitzer 155mm dengan Sistem Pemandu

Katana
Katana 

Bicara tentang Howitzer, maka nama Nexter dari Perancis tak bisa dikesampingkan, maklum manufaktur meriam papan atas ini menjadi pemasok utama sistem Howitzer Tarik (Towed Howitzer) dan Howitzer Swa Gerak (Self Propelled Howitzer) di arsenal Artileri Medan TNI. Terkhusus di kaliber besar (155 mm), produk Nexter yang cukup kondang adalah TRF-1 CAESAR (Camion Equipe’ d’un Syste’me d’ ARtillerie), yang kini jadi andalan Batalyon Artileri Medan (YonArmed) Kostrad.
Dibanding generasi Howitzer Swa Gerak terdahulu, TRF-1 CAESAR jelas unggul dalam beberapa aspek, TRF-1 CAESAR mengusung kaliber 155/52 mm dengan jarak tembak maksimum 42 km dan jarak tembak minimum 4,5 km. Kecepatan tembak meriam ini dapat memuntahkan 6 proyektil untuk setiap menitnya. Hebatnya sistem pemuatan munisi sudah mengaplikasikan jalur otomatis ala revolver, pengisi tinggal menaruk proyektil ke rak, dan pengisi akan memasukkannya langsung ke dalam kamar peluru.
CAESAR juga sudah mengadopsi sistem munisi tanpa selongsong (caseless), alhasil bobot munisi yang dibawa lebih ringan, dan tentu saja ramah lingkungan.
Nah, terkait munisi di kaliber 155 mm, ada kabar terbaru yang dirilis Nexter dalam ajang Eurosatory 2018 yang berlangsung pertengahan Juni 2018 di Paris, Perancis. Dengan mengambil nama “Katana,” Nexter memperkenalkan sosok munisi 155 mm generasi terbaru precision guided munitions (PGM). Katana disebut-sebut berbeda dengan munisi konvensional, pasalnya proyektil Katana dilengkapi dengan sistem pemandu. Saat proyektil dilepaskan dari laras meriam, maka proyektil Katana dapat menerjang sasaran dengan presisi tinggi.
Presisi tinggi Katana didapat berkat adanya hibridisasi antara penerima sinyal GNSS (Global Navigation Satellite System) dan Inertial Measurement Unit (IMU). Meski masih dalam tahap prototipe, proyektil canggih ini telah diuji beberapa kali. Proyektil generasi pertama disebut sebagai Katana Mk1 dan dilengkapi dengan paket pemandu yang terdiri dari INS/GPS yang diharapkan dapat mencapai jangkauan maksimum hingga 60 km dengan circular error probable (CEP) di bawah 10 meter. Katana MK1 masih terus dikembangkan dan diharapkan prototipe-nya dapat tuntas dalam dua tahun mendatang.
Tidak hanya Katana MK1, Nexter juga sekaligus menggarap Katana MK2a, dengan desain serupa MK1, Katana MK2a disokong teknologi IMU dan GNSS. Nexter mencanangkan Katana MK2a dapat diluncurkan 48 bulan setelah Katana MK1 resmi dirilis ke pasar.
Presisi makin tajam dan jangkauan tembak kian jauh, itulah harapan Nexter, tidak sebatas Katana MK1 dan MK2a, Nexter juga menggadang Katana MK2b yang mampu melesat lebih dari 60 km. Khusus Katana MK2b, proyektil dilengkapi dengan pemandu semi active laser (SAL). Katana MK2b dijadwalkan rilis 48 bulan setelah Katana MK2a dirilis resmi.
Setiap seri proyektil Katana dirancang untuk membawa hulu ledak HE (high-explosive) seberat 6 kg, dan dipastikan nantinya Katana dapat dilepaskan dari Howitzer kaliber 155/52 mm yang berada dalam standar Joint Ballistic Memorandum of Understanding (JBMOU). (Haryo Adjie)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Radar Acak