Indonesia Beberapa Kali Membeli Senjata dari Israel

A-4 Sky Hawk
A-4 Sky Hawk 

Hingga saat ini Indonesia dan Israel belum memiliki hubungan diplomatik, tapi uniknya Indonesia pernah membeli sejumlah persenjataan dari Israel mulai dari senapan serbu hingga pesawat nir awak (UAV).
Untuk membeli persenjataan Israel yang dilakukan secara rahasia itu, beragam cara pernah ditempuh Indonesia seperti menggelar Operasi Alpha untuk membeli sejumlah jet tempur A-4 Skyhawk bekas pakai AU Israel, melalui perwakilan industri produsen senjata di Singapura, lewat jasa ‘broker’ penjual persenjataan dan lainnya.
Pembelian sebanyak 32 jet tempur A-4 Sky Hawk buatan Mc Donell Dauglas, AS dari Israel merupakan operasi intelijen yang melibatkan Badan Intelijen ABRI (BIA) pada tahun 1978 dengan cara mengapalkan A-4 secara bertahap dari Israel ke Indonesia.
Supaya tidak menarik perhatian semua A-4 yang berada di dalam kapal tarnspor dibungkus kain untuk mengelabui seolah-olah pesawat F-5 Tiger II pesanan Indonesia dari AS, karena kala itu Indonesia juga memesan pesawat tempur dari AS.
Misi pembelian semua A-4 dari Israel itu berlangsung lancar termasuk pengiriman para pilot A-4 dari TNI AU selama beberapa bulan ke Israel.
Agar tidak mengundang tanda tanya, para pilot TNI AU yang berlatih menerbangkan A-4 di Israel itu, oleh negara diberitakan ‘sedang sekolah terbang di AS’.
Usai latihan terbang di Israel, semua pilot A-4 dari Indonesia memang sengaja dikirim ke AS untuk ‘jalan-jalan’ sekaligus membuktikan bahwa mereka memang benar-benar berada di AS.
Sedangkan untuk senjata tempur seperti senapan Galil buatan Israel yang telah digunakan oleh para personel TNI, jumlahnya cukup banyak mulai dari senapan serbu hingga senapan penembak runduk.
Kadang para personil TNI yang sedang menggunakan senapan Galil tidak menyadari jika senapan yang tembakannya dikenal memiliki akurasi tinggi itu adalah buatan Israel.
Untuk sistem persenjataan baru yang dioperasikan oleh TNI AU seperti UAV Aerostar dulu sempat menghebohkan pemerhati Alutsista karena berita yang simpang siur antara identitas negara penjualnya dan produknya dengan membeli lewat negara ke tiga (Filipina) padahal sebagai buatan Israel. Sejumlah UAV Aerostar saat ini bermarkas di Skadron 51 Pangkalan Udara (Lanud) Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.
Indonesia tertarik membeli produk-produk Israel seperti senapan Galil dan UAV Aerostar karena alasan kehandalannya. Seperti kita tahu Israel memang pakarnya dalam pembuatan pesawat tanpa awak (UAV).
Namun dalam perkembangan terkini, Indonesia harus melakukan langkah yang sangat hati-hati jika ingin membeli persenjataan dari Israel.
Pasalnya pembelian senjata Indonesia dari Israel, dipastikan akan mendapat protes dan kecaman hebat dari masyarakat Indonesia karena ulah Zionis Israel yang masih menjajah Wilayah Palestina hingga kini. (Agustinus Winardi)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Radar Acak