Jerman Tandatangani Kontrak Sewa UAV Heron TP

Heron TP
Heron TP 

Jerman telah menandatangani perjanjian sewa untuk wahana udara tak berawak (UAV) medium-altitude long-endurance (MALE) Heron TP dari Israel Aerospace Industries (IAI) yang telah tertunda karena protes dari kalangan industri.
Perjanjian tersebut diumumkan pada 14 Juni setelah persetujuan parlemen untuk kesepakatan tersebut sehari sebelumnya. Kantor Federal Peralatan, Teknologi Informasi, dan Dukungan Angkatan Bersenjata Jerman (Bundesamt für Ausrüstung, Informationstechnik und Nutzung der Bundeswehr - BAAINBw) dan kontraktor utama Airbus Defense and Space (DS) menyetujui ketentuan yang akan mencakup penyediaan lima UAV Heron TP, serta semua layanan yang diperlukan untuk operasi mereka .
Menurut ketentuan kontrak dasar, Bundeswehr akan menerima lima pesawat yang dilengkapi untuk misi pengintaian serta mampu membawa senjata, empat set segmen darat, pelatihan, dan semua layanan operasional sistem. Kontrak dasar juga termasuk menyiapkan pesawat tanpa awak tersebut untuk digunakan di negara-negara lain wilayah operasinya di masa depan.
Bundeswehr memilih Heron TP untuk memenuhi kebutuhan interim UAV MALE pada tahun 2015, tetapi keputusan itu ditentang oleh General Atomics Aeronautical Systems Inc (GA-ASI), yang telah menawarkan MQ-9 Reaper sebagai gantinya. Alasan di balik protes GA-ASI tidak terungkap, selain itu diikuti pengaduan sebelumnya terhadap perjanjian sewa yang diajukan ke kantor kartel Jerman pada Juni 2016, yang ditolak pada 17 Agustus tahun itu.
Dengan ditolaknya protes GA-ASI dan persetujuan untuk Heron TP diberikan, sewa menyewa tersebut akan mulai berjalan dua tahun ke depan. Platform ini akan diterbangkan oleh IAI di bawah manajemen Airbus DS hingga sekitar tahun 2027, dimana pada saat itu MALE Remotely Piloted Aircraft System (RPAS) Eropa diproyeksikan akan masuk kedinasan. (Angga Saja - TSM)
Sumber janes.com

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Radar Acak