Lockheed Martin Telah Kirimkan 300 Unit F-35 Sejak Tujuh Tahun Penyerahan Pertama

F-35 Lightning II
F-35 Lightning II 

Pabrikan Lockheed Martin dan Joint Program Office (JPO) pada 11 Juni 2018 berhasil mengirimkan unit ke-300 pesawat F-35 Lightning II sejak penyerahan pertama pesawat ini pada Mei 2011. Pesawat yang telah dikirimkan kepada para pemesannya tersebut terdiri dari 197 F-35A (CTOL), 75 F-35B (STOVL), dan 28 F-35C (CV).
Lockheed Martin menerangkan, selain mengirimkan F-35 ke-300 (F-35A) kepada Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) di Hill Air Force Base, Utah pihaknya juga telah berhasil mencetak 620 pilot dan 5.600 teknisi untuk F-35. Catatan lainnya, secara akumulatif F-35 telah membukukan 140.000 jam terbang.
Sembilan negara hingga saat ini telah menerima F-35 berbagai varian. Negara dimaksud adalah Amerika Serikat, Australia, Israel, Italia, Belanda, Norwegia, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris.
Selain diproduksi dan dirakit di Fort Worth, Texas F-35 juga dikirimkan melalui pusat perakitan dan pengecekan akhir pesawat (FACO) di Italia dan Jepang.
Lockheed Martin menargetkan, sebanyak 300 unit F-35 berikutnya dapat dikirimkan kepada para pelanggan hingga akhir 2020. Target produksi F-35 tahun 2018 ditetapkan sebanyak 91 pesawat, meningkat dari 66 pesawat pada 2017. Target ini akan meningkat lagi menjadi 160 pesawat tahun 2023.
Manajer Umum Program F-35 Greg Ulmer menyatakan, saat ini pihaknya memokuskan pada penurunan biaya, peningkatan efisiensi, dan jaminan kualitas terbaik dari produksi F-35 serta kelangsungan operasional jet tempur generasi kelima ini.
F-35 terbang perdana pada 15 Desember 2006. Sebagai negara pembuat, Amerika Serikat berencana membeli 2.663 pesawat untuk USAF, USN (AL AS), dan USMC (Korps Marinir AS). Pengiriman unit terakhir F-35 bagi Militer AS dijadwalkan terlaksana tahun 2037. Jet tempur siluman multiperan ini rencananya akan digunakan AS hingga tahun 2070. (Ron)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Radar Acak