Rabdan 8x8, Kuda Pacu Berjubah Baja untuk Angkatan Bersenjata UEA

Rabdan 8x8
Rabdan 8x8 

Diharapkan dalam waktu dekat Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab (UEA) akan menerima batch pertama panser 8×8 yang dinamai Rabdan (kuda pacu Arabia). Kendaraan ini dibeli dari pabrik Al Jasoor Heavy Vehicles Industries, sebuah usaha patungan yang dibentuk oleh Tawazun Holdings dari UEA bersama Otokar Land Systems dari Turki.
Rabdan dikembangkan berdasar panser Otokar Arma 8×8 yang berhasil menyisihkan pesaingnya yakni FNSS Pars 8×8 dari Turki , Patria AMV 8×8 dari Finlandia, dan EDT Enigma 8×8 dari UEA. Pengumuman pemenangnya disiarkan saat pameran pertahanan IDEX 2017 di Abu Dhabi, UEA. Di waktu dan tempat yang sama untuk kali pertama purwarupa Rabdan diperlihatkan kepada publik.
Pengadaan 700 unit panser 8×8 yang bernilai 661 juta dolar AS ini adalah untuk menggantikan sekira 650 unit ranpur roda rantai BMP-3 milik Angkatan Bersenjata UEA yang didatangkan dari Rusia mulai tahun 1992.
Sesuai kontrak, sebanyak 100 unit pertama Rabdan akan diproduksi di pabrik Otokar, Turki. Sedangkan sisanya akan di buat di Tawazun Industrial Park yang terletak di antara kota Abu Dhabi dan Dubai.
Dalam pengembangan Rabdan varian ranpur infanteri (Infantry Fighting Vehicle/IFV), Angkatan Bersenjata UEA mensyaratan penggunaan sistem kubah senjata (turet) yang sama dengan BMP-3 yang akan ditanamkan pada tubuh panser Arma 8×8. Namun, tak dijelaskan apakah sistem kubah tersebut mencomot dari BMP-3 yang lama atau membeli yang baru.
Kubah senjata Rabdan diawaki dua personel, yakni komandan dan operator senjata. Alat penggebuk utama berupa kanon semi-otomatis 2A70 kaliber 100 mm. Kanon ini digunakan untuk menembakkan proyektil standar 3UOF HE-FRAG dan bisa juga dipakai untuk meluncurkan rudal antitank 3UBK10.
Untuk senjata sekunder Rabdan dilengkapi kanon koaksial 2A72 kaliber 30 mm. Senjata ini digunakan untuk membabat sasaran darat sejauh 2 km atau menjatuhkan drone dan helikopter lawan pada ketinggian maksimum 4 km. Tersedia juga senapan mesin koaksial PKT kaliber 7,62 mm untuk menyikat sasaran lunak.
Dimensi dan tampilan Rabdan berubah dibanding Arma. Badannya sedikit lebih lebar yakni 55 cm dan bertambah panjang 15 cm untuk menyesuaikan dengan sistem kubah senjata milik BMP-3. Bobot kendraan juga meningkat dari 24 ton pada Arma menjadi 28-30 ton untuk Rabdan. Selain itu, karakter raut wajah Rabdan juga berbeda dengan tampilan asli Arma.
Berdasar spesifikasi yang dilansir saat pameran, Rabdan memiliki dimensi panjang 8 m, lebar 3,25 m dan tinggi 2,5 m. Panser ini bisa mengangkut 12 personel militer termasuk pengemudi, komandan, dan operator senjata. Tersedia pintu rampa besar di buritan untuk akses keluar masuk para awak dengan mudah dan cepat.
Rabdan ditenagai mesin diesel Caterpillar 12.500 cc berdaya 600 hp yang digabungkan ke transmisi otomatis Allison 4500 dengan 6 gigi maju dan 1 gigi mundur. Panser ini dapat berlari kencang pada kecepatan maksimum 105 km/jam dengan jarak jelajah maksimum sejauh 700 km. Rabdan juga dilengkapi sepasang water jet untuk berenang di atas air dengan kecepatan maksimum 10 km/jam.
Dalam operasinya, dipermukaan jalan rata dan keras Rabdan menggunakan konfiguarsi 8×4 dan dapat beralih ke konfigurasi 8×8 untuk medan off-road. Kedua as roda depan panser ini bisa dikemudikan. Rabdan menerapkan sistem inflasi ban sentral untuk menambah/mengurangi tekanan angin dari kabin dan menggunakan run flat tyres yang masih bisa dipakai berjalan walau tertembus peluru.
Tingkat perlindungan balistik Rabdan yakni STANAG Level 4 yang kebal terhadap peluru kaliber 7,62 mm. Selain itu ada kit proteksi tambahan yang bisa bertahan dari tumbukan peluru kaliber 14,5 mm.
Rabdan juga diberi tingkat perlindungan dari ranjau dan peralatan peledak improvisasi (IED) pada STANAG Level 4a/b atau setara ledakan 10 kg TNT. Panser ini juga sanggup bertahan dari serpihan peluru artileri 155 mm yang meledak sejauh 30 m. (Rangga Baswara)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Radar Acak