TNI AL Pengguna Setia Rudal Anti-Permukaan Exocet Buatan MBDA Prancis

TNI AL Pengguna Setia Rudal Anti-Permukaan Exocet
TNI AL Pengguna Setia Rudal Anti-Permukaan Exocet 

Indonesia telah memiliki rudal anti-permukaan Exocet MM40 Block III, rudal penghancur kapal perang buatan MBDA Prancis yang dimiliki TNI AL telah terpasang pada kapal perang PKR10514 Martadinata Class. Ini merupakan rudal Exocet generasi mutakhir yang bisa menghantam sasaran sampai pada jarak 180 km.
Kapal perang yang disasar bisa dibuat rusak parah atau tenggelam bila terkena oleh sebuah rudal Exocet MM40 Block III.
Jika sejumlah Exocet MM40 Block III yang berpemandu GPS itu ditembakkan sekaligus ke kapal induk, besar kemungkinan kapal induk tersebut juga akan tenggelam.
Indonesia memang sudah sejak lama (1980-an) menjadi pemakai rudal Exocet mulai dari rudal Exocet MM 38 yang terpasang pada beberapa kapal perang jenis korvet seperti Fatahillah Class, FPB-57 Class, Mandau Class, dan KRI Ki Hajar Dewantara-364. Untuk rudal Exocet MM40 Block II terpasang pada KRI Diponegoro Class dan KRI Bung Tomo Class.
TNI AL pernah menguji coba (eksperimen) memasang rudal Exocet MM 39 varian udara ke permukaan pada helikopter Super Puma miliknya yang kemudian tidak dilanjutkan. Rudal Exocet AM 39 pernah juga digunakan oleh militer Argentina dalam Perang Malvinas (Falkland) melawan Inggris (1982) dan akibatnya sungguh luar biasa.
Beberapa kapal perang Inggris berhasil ditenggelamkan oleh rudal Exocet dan satu kapal induk, yakni HMS Invincible, dibuat rusak hanya oleh satu tembakan rudal Exocet AM 39 yang ditembakan dari pesawat tempur Super Etendart AL Argentina.
Pada 2015 lalu, KRI Bung Tomo-357 pernah melakukan uji coba penembakan rudal Exocet MM40 Block Ii di Laut Jawa dengan sasaran eks KRI Kupang-582 dan berhasil dengan sangat baik walau sempat meleset sebelumnya.
Selain memiliki rudal Exocet MM40 Block III, TNI AL dulu pernah menguji coba rudal anti-permukaan jarak jauh yang bisa menghantam sasaran pada jarak 120-300 km, yakni rudal P-800 Onyx/Yakhont (NATO : SS-N-26 "Strobile") buatan Rusia.
Rudal berkecepatan supersonik itu sukses diuji coba pada tahun 2011 yang ditembakan dari frigat KRI Oswald Siahaan-354. (Agustinus Winardi)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Radar Acak