WAH-1 Apache AD Inggris Dilengkapi Emergency Flotation System, Mampu Mengapung di Air

WAH-1 Apache AD Inggris
WAH-1 Apache AD Inggris 

Sebagai helikopter serbu, sedari awal keluarga AH-64 Apache tidak dirancang untuk melaksanakan operasi kombatan di atas permukaan laut. Oleh karena itu, desain AH-64 Apache juga tak disiapkan untuk mengakomodir proses pendaratan darurat di air. Bila terjadi insiden di laut, sosok Apache bisa dipastikan akan langsung cepat tenggelam.
Hal yang berbeda bila dibandingkan dengan helikopter angkut multirole seperti Super Puma, Sea King dan AW-101 AgustaWestland. Dengan rancangan Apache yang ada saat ini, akan sangat sulit bagi kedua awaknya untuk bisa escape.
Namun faktanya, garis penugasan AH-64 Apache tak melulu di daratan saja, persisnya Inggris menjadi pelopor penggunaan helikopter serbu ini dari lautan. Meski dioperasikan oleh angkatan darat (British Army’s Army Air Corps), WAH-1 Apache (AH-64D Apache yang diproduksi AgustaWestland) sejak tahun 2004 telah ditugaskan untuk misi penyerbuan dari kapal induk helikopter. Seperti dalam operasi penyerbuan ke Libya, flight WAH-1 Apache Inggris diterbangkan dari atas geladak HMS Ocean.
Walau dari desain tak ramah untuk operasi maritim, namun WAH-1 Apache bagian ekor utamanya dapat dilipat secara manual, sehingga tak terlalu menyulitkan untuk penempatan di deck hanggar. Namun yang jadi perhatian pihak Kementerian Pertahanan adalah soal keselamatan awaknya. Tak ada cukup waktu untuk keluar dari helikopter jika terjadi emergency landing di air.
Untuk itu, Kementerian Pertahanan Inggris telah menunjuk AgustaWestland untuk melakukan modifikasi untuk instalasi emergency flotation system di helikopter Apache. Wujudnya berupa ‘balon pelampung’ yang akan mengembang saat terjadi pendaratan darurat. Selain untuk mengapungkan helikopter di air, balon ukuran besar yang mengembang juga akan mengurangi efek benturan saat pendaratan.
Floating devices utamanya disematkan pada port dibawah wing. Penempatan floating devices sejatinya ikut mengurangi jatah cantelan persenjataan yang dapat dibawa. Pada prinsipnya emergency flotation system dirancang untuk memberi cukup waktu bagi dua awak untuk keluar dari helikopter dengan aman. Saat ini lebih dari 66 unit Apache AD Inggris telah dipersiapkan dengan floating devices.
Serupa tapi tidak sama, pada tahun 2014, KSAD Jenderal TNI Budiman pernah menyebut bahwa AH-64E Apache Guardian TNI AD nantinya akan ditempatkan di Pulau Natuna. Bila skenario itu dijalankan, maka idealnya penggunaan emergency flotation system pada Apache Puspenerbad menjadi sesuatu yang layak dipikirkan, mengingat bicara tentang Natuna tak bisa dilepaskan dari penerbangan di atas perairan. (Gilang Perdana)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Radar Acak