Radar Militer: PT Lundin Industry Invest
Tampilkan postingan dengan label PT Lundin Industry Invest. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PT Lundin Industry Invest. Tampilkan semua postingan

07 Juni 2020

Misteri KRI Klewang, Kapal Perang Siluman Buatan Indonesia yang Sempat Terbakar

radarmiliter.com - Pada tahun 2012 kita pernah memiliki kapal perang model trimaran dengan disain salah satu paling canggih di dunia, KRI Klewang namanya.
Kapal perang bernomor lambung-625 ini sempat membuat publik militer dunia terkejut, karena ternyata Indonesia mampu memiliki kapal perang dengan kemampuan canggih. Diketahui, baru Angkatan Laut Amerika Serikat yang memiliki kapal sejenis.
KRI Klewang
KRI Klewang 
Lebih membanggakan lagi, ketika diketahui bahwas KRI Klewang adalah kapal buatan dalam negeri. Dibuat di galangan kapal yang berkantor pusat di Banyuwangi, milik PT Lundin Industry Invest. KRI Klewang menjadi salah satu bukti kemampuan putra putri bangsa utamanya di bidang kemaritiman tidaklah bisa dipandang sebelah mata.
Kapal ini dibangun dengan biaya 114 miliar rupiah diharapkan mampu meningkatkan kinerja serta kemampuan TNI AL. Pula diharapkan kemampuan industri kapal perang dalam negeri meningkat dan mendapatkan pengakuan dari dunia Internasional.
Untuk menyegarkan ingatan kita bersama, mari kita bedah apa saja kehebatan dan kelebihan KRI Klewang.
1. Kapal siluman yang tidak mampu terdeteksi radar
KRI Klewang memiliki teknologi stealth atau tidak bisa dilacak oleh radar, karena kapal ini tidak memantulkan gelombang radar. Teknologi stealth ini juga dimiliki pesawat terbang intai F-117 Night Hawk milik Angkatan Udara Amerika Serikat.
2. Kapal Perang Berdesain Trimaran Pertama Indonesia
KRI Kelwang menjadikan Indonesia sebagai negara kedua di dunia yang menggunakan kapal trimaran setelah Amerika Serikat. Trimaran adalah kapal tiga lunas atau berlambung lebih dari satu, yang terdiri dari satu lambung utama dan dua lambung kecil atau cadik yang menempel di sisi sebelah kanan serta kiri lambung utama.
Lambungnya sendiri berdesain khusus, berbentuk lancip di ujung yang membuatnya mampu melaju lebih cepat hingga kecepatan 50 knot dan menambah stabilitas kapal saat menembus ombak setinggi 6 meter.
3. Dilengkapi dengan Persenjataan yang Mematikan
KRI Klewang dilengkapi dengan Rudal C-705 yang merupakan hasil kerja sama Indonesia dengan China. Rudal ini mempunyai daya jelajah hingga 120 km. Kapal perang ini juga dilengkapi rudal anti kapal, RBS-15, Penguin atau Exocet MM-40. Melengkapi persenjataan rudal, KRI Klewang juga dilengkapi dengan senjata canon dengan kaliber 40-57mm dan sistem kendali persenjataan menggunakan CSIS dan CPMIEC.
Namun disayangkan, kapal perang yang di gadang gadang sebagai kapal perang tercanggih milik Indonesia, harus ‘mati secara misterius’ selang 2 minggu sejak diresmikan. Tepatnya pada tanggal 28 September 2012, saat bersandar di Lanal TNI AL Banyuwangi, KRI Klewang secara mengejutkan terbakar habis sampai tenggelam.
Publik terkejut, banyak spekulasi yang beredar penyebab dari terbakarnya KRI klewang. Investigasi dilakukan dan dipimpin langsung Panglima Komando armada timur waktu itu.
Penyebab kebakaran diketahui karena adanya arus pendek listrik yang sekaligus menepis anggapan bahwa kapal tersebut terbakar karena aksi sabotase.
Sangat disayangkan, kita sebagai bangsa belum sempat menyaksikan kehebatan KRI Klewang dalam menjaga kedaulatan NKRI.
Namun kabar baiknya, akan segera menyusul pengganti dari KRI Klewang yang sudah memasuki tahapan produksi, serta akan segera diresmikan pada tahun ini. Untuk sementara adik dari KRI Klewang tersebut diberi nama Klewang 2. (Penulis: Ratri Ni'mah)

28 Maret 2020

Sea Rider Buatan PT Lundin Industry Invest Perkuat Alutsista di Lanal Nunukan

radarmiliter.com - Pangkalan TNI AL Nunukan mendapatkan tambahan Alutsista (Alat Utama Sistem Persenjataan) berupa Sea Rider buatan PT Lundin Industry Invest, dari Banyuwangi, Jawa Timur.
Komadan Lanal Nunukan Letkol Laut (P) Anton Pratomo mengatakan, dua alutsista jenis Sea Rider, telah dilakukan serah terima dari perusahaan PT Lundin Industry Invest kepada Lanal Nunukan, yang diwakili Penjabat Sementara (Pjs) Pasops Lanal Nunukan Lettu Laut (P) Nanang Setyo Budi.
Sea Rider buatan PT Lundin Industry Invest
Sea Rider buatan PT Lundin Industry Invest 
“Hari ini, dilakukan serah terima Sea Rider dari perusahaan PT Lundin Industry Invest ke Lanal Nunukan diwalili Pjs Pasop Lanal,” katanya, Selasa (24/3).
Usai dilakukan serah terima, Sea Rider langsung diujicoba dari pelabuhan Tunon Taka Nunukan, menuju Mako Lanal Nunukan. Sea Rider sendiri dilengkapi dengan 2 mesin gantung merk Yamaha 300 PK.
Alutsista ini memiliki kecepatan maksimal 60 Knot di atas permukaan laut. Sea Rider Lanal juga dilengkapi dengan alat navigasi yang cukup canggih. Seperti radar, AIS (Automatic Identification System), dan Thermal Camera (Kamera Pendeteksi Temperatur).
Dengan adanya Sea Rider, personil patroli Lanal Nunukan setidaknya bisa mendeteksi musuh ataupun hal-hal membahayakan meski, dalam kondisi minim penerangan atau kegelapan, apabila ditunjang dengan kecepatan yang melebihi speedboat biasa, di wilayah perbatasan Nunukan.
“Sea Rider kita mampu mendeteksi musuh walaupun minim penerangan. Soal kecepatan, jangan diragukan lagi,” ungkapnya.
Dikatakan Danlanal, alutsista Sea Rider diharapakan mampu menjaga wilayah kedaulatan teritorial laut Indonesia bagian Utara Kalimantan, sekaligus dapat menjawab segala ancaman di perairan perbatasan Nunukan.
“Gangguan, hambatan dan tantangan di perairan perbatasan semakin kompleks. Kedepannya, Sea Rider juga akan dilengkapi dengan senjata kaliber 7,62 mm di bagian di haluan,” demikian imbuhnya.(Angga Saja-TSM)

13 Maret 2020

Pindad Tandatangani Kontrak Pengembangan Tank Boat

radarmiliter.com - PT Pindad (Persero) menandatangani kontrak proyek pengembangan Tank Boat pada Rabu, 11 Maret 2020 di Kementerian Pertahanan, Jakarta. Kontrak ditandatangani oleh Direktur Jenderal Potensi Pertahanan (Dirjen Pothan) yang diwakili oleh Sekretaris Dirjen Pothan, Brigjen TNI Aribowo Teguh Santoso dan Direktur Utama Pindad, Abraham Mose.
 Tank Boat
 Tank Boat 
PT Pindad (Persero) bertindak sebagai Lead Integrator konsorsium dan penyedia sistem senjata yang bertanggungjawab untuk memastikan spesifikasi dan desain yang sesuai dengan pengguna. Pindad juga bertanggungjawab terhadap program management Tank Boat serta melakukan integrasi sistem senjatanya.
PT Lundin Industry Invest bertanggungjawab untuk Platform Kapal (mesin, sistem, dan elektrikal), PT Len Industri (Persero) bertanggungjawab membuat Alat Komunikasi (Alkom), sementara PT Hariff Daya Tunggal Engineering bertanggungjawab terhadap Battlefield Management System (BMS).
Setelah litbang selesai, tindak lanjut berikutnya adalah agar segera diproduksi dan dipasarkan sehingga dapat segera digunakan untuk memperkuat alutsista TNI dalam menjaga kedaulatan NKRI. Pindad juga sedang mempelajari potensi ekspor ke negara lain.
Harapan dari kerjasama ini kedepan Tank boat dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan TNI dalam melakukan operasi rawa, laut, sungai dan pantai (Ralasuntai) serta tugas penjagaan laut dan pantai (Sea and Coast Guard) sesuai dengan cita-cita pemerintah Indonesia untuk menjaga kedaulatan dan mempertahankan wilayah perairan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Saat ini kegiatan ilegal fishing masih rawan terjadi di beberapa perairan perbatasan seperti Selat Malaka, Laut Sulawesi dan yang sempat ramai beberapa waktu lalau, Laut Natuna.
Tank Boat dapat menampung 5 orang awak kapal dan 60 orang pasukan, memiliki kapasitas tangka BBM 6.000 liter, dapat beroperasi dengan kedalaman air minimal 120 cm dan mampu melaju dengan kecepatan maksimum ±40 knot. Kehadiran Tank Boat yang multifungsi di berbagai perairan dan dilengkapi dengan teknologi terkini serta berbagai persenjataan modern yakni senjata kaliber 12,7 mm dan senjata RCWS Canon kaliber 30 mm akan memperkuat Indonesia secara signifikan.(Abu Hafizh-TSM)

18 Januari 2020

Rusia Pesan Tank Boat Buatan Indonesia


Rusia telah memesan tank boat buatan PT Lundin, yang berbasis di kota Banyuwangi, Jawa Timur. Hal itu disampaikan oleh Duta Besar Indonesia untuk Rusia Wahid Supriyadi.
Ditemui di kantor Kementerian Luar Negeri Indonesia di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (16/1/2020), Wahid mengatakan Moskow memesan satu unit tank boat yang mampu beroperasi perairan dangkal, seperti rawa.
Tank Boat
Tank Boat 
"Itu tank yang bisa di darat dan juga air dangkal, seperti di sungai atau rawa-rawa," terang Wahid.
"Saya waktu melihat disana ada satu unit yang masih dikerjakan. Tapi yang sudah diekspor tiga, itu yang pakai bahan komposit yang kekuatannya empat lai dari baja dan memiliki kecepatan 150 kilometer per jam," sambungnya.
Ini bukan kali pertama PT. Lundin mengekspor produk buatan mereka ke Rusia. Tahun 2018 lalu, mereka juga mengekspor tujuh kapal buatannya ke Rusia, yaitu kapal rib (rigit inflatable boat) jenis carbotech.
Saat itu Direktur PT Lundin, John Lundin mengatakan, kapal itu mempunyai lambung sepanjang 12 meter. Dengan ukuran lambung sepanjang itu, kapal berteknologi tinggi ini diklaim sebagai kapal tercepat di Indonesia bahkan Asia.
Dua model kapal carbotech lainnya produksi PT. Lundin juga telah digunakan untuk operasi militer di Swedia dan Rusia.
“Kami banyak menerima pesanan kapal untuk militer, seperti dari Bangladesh, Hong Kong, Malaysia, Brunei, Singapura,” jelas Lundin kala itu. (Victor Maulana)

21 November 2019

Peninjauan Program Binpottekindhan Tank Boat TA 2019 di PT Lundin Industry Invest Banyuwangi


Dalam rangka membangun kemampuan Industri Pertahanan melalui penguasaan teknologi di bidang Alpalhankam, Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Ditjen Pothan) Kemhan RI melaksanakan Program Pembinaan Potensi Teknologi Industri Pertahanan (Binpottekindhan). Salah satu program Binpottekindhan adalah membangun kemampuan industri pertahanan dalam memproduksi Tank Boat berupa kapal berdesain katamaran.
Binpottekindhan Tank Boat TA 2019
Binpottekindhan Tank Boat TA 2019  
Program Tank Boat merupakan kegiatan tahun jamak pengembangan dari konsorsium Industri Pertahanan yaitu PT. Pindad (Persero), PT. Len Industri (Persero), PT. Lundin Industry Invest, dan PT. Hariff DTE dengan Lead Integrator PT. Pindad. Dimana PT. Lundin Industry Invest dalam konsorsium sebagai pembuat platform kapal.
Dalam rangka memantau kemajuan program Tank Boat, Ditjen Pothan Kemhan melaksanakan kunjungan kerja untuk meninjau pelaksanaan program tersebut di PT. Lundin Industry Invest, Banyuwangi. Peninjauan dipimpin oleh Sesditjen Pothan Kemhan, Brigjen TNI Aribowo Teguh Santoso, S.T., M. Sc, didampingi oleh Dirtekindhan Ditjen Pothan Kemhan beserta staf, kegiatan dilaksanakan pada Jumat (15/11/2019).
Rangkaian kegiatan didahului presentasi progres pembuatan Tank Boat dan dilanjutkan meninjau pembuatan platform Tank Boat di galangan PT. Lundin Industry Invest. Pada kesempatan tersebut, Sesditjen Pothan Kemhan memberikan penekanan bahwa kegiatan Program Tank Boat harus dapat diselesaikan tepat waktu dan tepat mutu, sebagai pencerminan keberhasilan pembinaan Industri Pertahanan.(Kemhan RI)

16 September 2019

Angkatan Laut Bangladesh Terima Kapal Patroli Cepat Buatan PT Lundin Industries


Angkatan Laut Bangladesh (BN) baru-baru ini telah menerima pengiriman penuh enam belas (16) kapal patroli cepat dari galangan pembuat kapal Indonesia North Sea Boats / PT Lundin Industries. Kapal-kapal tersebut diharapkan akan ditugaskan oleh BN pada minggu ketiga September 2019.
Kapal Patroli Cepat Bangladesh
Kapal Patroli Cepat Bangladesh 
Kapal-kapal tersebut dirancang berdasarkan pada desain X-12 dari perusahaan, dengan ukuran panjangnya 11,7 diawaki oleh 3 kru dengan mengangkut 8 personil tentara, Kapal dipersenjatai dengan senapan mesin berat kal 12,7mm,kapal tesb juga diberi senjata tambahan berupa senapan mesin sedang kal 7,62mm, atau peluncur granat 40mm di dek belakang.
Kapal ini juga memiliki sistem navigasi dan komunikasi terintegrasi. didukung oleh dua mesin diesel dan waterjets yang memungkinkan kapal dapat memiliki kecepatan maksimum 37 knot dengan jangkauan maksimum 300 mil laut pada kecepatan jelajah 30 knot.

01 Juni 2019

Menanti Launching X18 Tank Boat Antasena Buatan PT Lundin Industy Invest Banyuwangi


Bila mengikuti jadwal yang telah ditetapkan, seharusnya pada tahun ini PT Lundin Industry Invest (North Sea Boats) akan meluncurkan prototipe tank boat Antasena. Selain diluncurkan, tentu saja Antasena yang lebih kondang dengan label X18 Tank Boat akan melakukan serangkaian uji coba sebagai pra syarat dari Kementerian Pertahanan untuk kelak dilakukan order pemesanan lanjutan.
X18 Tank Boat Antasena
X18 Tank Boat Antasena 
Selama ini model X18 Tank Boat familiar dengan adopsi kubah meriam CT-CV 105HP (high pressure). Ini setidaknya Nampak jelas dari full mockup yang telah diperlihatkan dalam ajang Indo Defence 2016. Nah, mungkin banyak yang belum tahu, bahwa konsorsium yang turut mengembangkan Tank Boat ini ternyata juga merilis varian lain dari basis X18 Tank Boat. Mungkin varian ini sejatinya lebih pas untuk kebutuhan militer Indonesia.
Dikutip dari navalnews.com (28/5), North Sea Boats, John Cockerill (d/h CMI Group), dan PT Pindad mencanangkan desain yang disebut APC-60. Dari namanya sudah bisa ditebak, bahwa APC-60 digadang untuk membawa pasukan layaknya ranpur APC (Armoured Personnel Carrier). Namun dengan fungsinya sebagai pembawa pasukan, bekal senjata yang diusung tentu juga disesuaikan. X18 APC-60 nantinya akan menggunakan kubah CPWS Gen.2 yang menaungi kanon kaliber 25 - 30 mm.
Bagi pembaca yang hadir di Indo Defence 2018, kubah CPWS Gen.2 saat itu ditampilan Cockerill dan PT Pindad sebagai bagian dari senjata yang diusung pada ranpur Komodo 4×4. Dengan pilihan kanon 25 - 30 mm, jarak tembak yang dapat dicapai bisa mencapai 2.000 meter. Dalam kubah dengan lapisan baja di level 4 STANAG 4569, dapat membawa 150 munisi.
Paket pilihan kanon yang dapat dipasang pada kubah CPWS adalah, bila yang dipilih adalah kanon kaliber 25 mm, maka opsi dari CMI adalah ATKM242, Nexter atau Oerlikon KBA. Sementara bila yang digunakan adalah kanon kaliber 30 mm, maka opsinya adalah ATKM230LF. Kubah CPWS juga dilengkapi dengan senapan mesin coaxial kaliber 7,62 mm, dan pelontar granat asap.
Sistem penginderaan pada CPWS terbilang canggih, yakni dengan adopsi dual-mode high-performance stabilised sight system untuk menghasilkan visual panorama 360 derajat. Pola penembakkan juga terhubung langsung dengan komputer balistik. Melekat pada kubah, untuk akurasi tembakan kubah ini juga dibekali laser range finder dan thermal camera. Gerakan kubah pada prinsipnya mengadopsi fast motion electro-mechanical power control system.
Antasena punya rancangan draft (sarat air kapal) 0,8 meter sehingga cocok untuk bermanuver di perairan dangkal. Untuk dapur pacunya X18 menggunakan mesin diesel buatan MAN berdaya 1.200 HP untuk memasok tenaga sepasang waterjet MJP450 dengan kecepatan maksimum 40 knots (74 km per jam).
Dengan empat awak, pada varian meriam 105 mm dapat membawa 20 pasukan bersenjata lengkap. ntuk deployment pasukan amfibi, bagian buritan X18 dilengkapi sebuab RHIB (Rigid Hull Inflataable Boat) yang digunakan untuk penyerangan atau penyusupan pasukan. Melihat dari kebutuhan operasi, sepertinya X18 APC-60 sepertinya memang lebih pas untuk deployment TNI. (Bayu Pamungkas)

30 Juli 2018

Menhan Pesan Tank Boat Antasena dari PT Lundin Banyuwangi

Ilustrasi 

Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu secara khusus melihat progres pembuatan Tank Boat Antasena 214 di PT Lundin Industry Invest, Banyuwangi. Menurutnya, dirinya merasa bangga karena kapal pertama yang dibuat oleh anak negeri sendiri.
"Kita patut berbangga, dan bangsa ini bangga karena sudah mampu membuat kapal ini. Bahkan, dari negeri sendiri sudah banyak dipesan dari negara-negara lain," ungkapnya saat di Banyuwangi, Sabtu (28/7/2018).
Baginya, lanjut Ryamizard, buatan asli anak negeri mampu membuktikan produksinya layak dan setara dengan negara lain. "Banyak di Indoensia industri perkapalan itu ada 30 kayaknya, tapi yang dipakai untuk pertahanan mungkin ada 10 ya. Bayangkan, kalau dalam keadaan darurat dalam 1 hari kita dapat menciptakan 30 kapal perang?," terangnya.
Khusus untuk Antasena, kata Ryamizard, ini akan dipakai di sungai-sungai yang besar. Dan dirinya berpesan, untuk amunisi meriamnya tidak perlu besar, karena kalau besar itu tugasnya Angkatan Laut.
"Saya sudah tahu dari setahun lalu, ini digunakan di sungai-sungai. Seperti Kalimantan, Papua dan daerah lain yang memiliki sungai yang besar,"
"Pertama ini kita pesan satu dulu, dan harus bagus dulu. Coba kalau bagus nanti akan pesan lagi. Dan kalau bagus orang nanti pasti datang dan akan lihat dan pesan juga," terangnya.
Targetnya, tahun depan tank boat pertama di dunia ini akan beroperasi. "Kita pilih di sini karena pas lah. Produknya bagus, tempatnya juga pas. Dekat dengan laut. Kalau mau buat kapal besar langsung aja di sini," pungkasnya. (rin/kun)

31 Mei 2018

Tank Boat Sepanjang Masa, Mulai dari Uni Soviet, AS, hingga Indonesia

Ilustrasi
Ilustrasi 

Berkisah tentang tank boat, Lundin X18 Antasena bukanlah yang pertama. Wahana sejenis telah muncul sejak tahun 1930-an. Adalah Uni Soviet negara pertama yang mencoba bereksperimen dengan mencangkokkan kubah tank T-34 ke atas perahu sungai yang disebut BK atau Bronekater (armoured boat).
Masa itu, setidaknya Angkatan Laut Uni Soviet memiliki tiga tipe kapal BK (Bronokater) yakni kelas 1124 dengan panjang 25 meter dan berawak 13 mengusung dua kubah meriam tank T-34. Lalu kelas 1125 panjang 23 meter dengan sebuah kubah berawak 10, dan S-40 yang memiliki panjang 24 meter juga dengan sebuah kubah yang diawaki 12 orang.
Ketiga riverrine armoured boat tersebut dilibatkan dalam Perang Dunia II. Selama tahun 1943-1945 terlibat dalam perkelahian di Laut Hitam dan Laut Baltik melawan kapal perang Jerman. Tercatat peran Bronekater kurang berhasil meski telah melakukan perlawanan sengit.
Permasalahan utama BK adalah tidak stabilnya tembakan kanonnya apalagi bila beroperasi di perairan berombak serta bobotnya yang berat (ketiganya di atas 30 ton) sehingga manuvernya jelek. Selama PD II, AL Uni Soviet mengoperasikan 99 unit BK 1124, 204 unit BK 1125, dan tujuh S-40. Empat Bronekater-nya hilang dalam perang ini.
Amerika Serikat juga pernah mencoba mengembangkan tank boat untuk digunakan dalam Perang Vietnam. Pabrik helikopter Sikorsky Aircraft berhasil memenangkan kontrak dari Angkatan Laut AS. Pada 1969 AL AS menerima unit pertama tank boat yang disebut sebagai ASPB (Assault Support Patrol Boat).
Kapal sepanjang 15 meter dan lebar 6 meter ini didukung oleh tiga mesin turbin PT-6 buatan Pratt & Whitney yang terhubung ke tiga waterjet. Di atas permukaan air tenang ASPB bisa mencapai kecepatan 43 knot (80 km/jam) dan bisa bermanuver lincah di kedalaman air hanya 1,2 meter saja.
Sikorsky ASPB dilengkapi kubah tank dengan senjata utama kanon 105 mm. Pertimbangannya, howitzer kaliber ini merupakan bagian artileri yang paling sering digunakan militer AS dalam Perang Vietnam dan persediannya yang banyak.
Kanon ini mampu melakukam penembakan langsung pada musuh atau tidak langsung pada sudut tinggi untuk mendukung pasukan darat. Sebagai senjata pendukung tersedia kanon 20 mm untuk pertempuran atau serangan jarak dekat serta digunakan untuk pertahanan diri ASPB sendiri.
Yang unik dari ASPB adalah penerapan sistem perlindungan diri yang disebut “bar armor”, desain serupa yang kini banyak diterapkan pada ranpur yang digunakan dalam operasi militer di Irak dan Afghanistan. Bar armor adalah grill bar baja ringan yang dipasang rapat melingkar sekitar awak berada dan kubah.
Kurungan baja ini dapat menghadang serangan RPG yang akan meledak ketika menghantam “bar” sebelum menyentuh tubuh ASPB. Sayangnya tank boat ini terlambat masuk operasional di Vietnam karena perang keburu berakhir. Namun begitu, ASPB tetap digunakan oleh pasukan khusus AS sebagai wahana latihan perang sungai hingga pensiun pada 1980.
Perahu berkanon meriam terakhir yang muncul datang dari Banyuwangi, Jawa Timur yang digarap oleh PT Lundin (North Sea Boats). Kapal berkode X18 ni mengadopsi desain catamaran (dua lambung) yang mengusung kubah Cockerill XC-8 105HP buatan CMI dilengkapi kanon kaliber 105 mm dan senjata sekunder berupa kubah RCWS dengan senapan mesin kaliber 12,7 mm.
Dalam misinya, X18 didapuk untuk memberikan dukungan tembakan dalam serangan amfibi yang beroperasi di perairan dangkal mulai sekitar muara sungai hingga pesisir pantai dan selat kecil antarpulau.
X18 memiliki dimensi panjang 18 m, lebar 6,6 m yang diawaki empat ABK serta mampu membawa pasukan serbu sebanyak 20 orang. Sebagai penggerak mengandalkan sepasang mesin diesel buatan MAN berdaya 1.200 hp yang mampu melaju dengan kecepatan penuh 40 knot (74 km/jam).
Lundin X18 tampil perdana untuk umum dalam konferensi AVA (Armored Vehicle Asia) yang berlangsung bulan April 2015 di Jakarta. Selanjutnya tank boat ini kembali hadir dalam bentuk model skala di pameran Defence & Security, November 2015, di Bangkok, Thailand.
Sosok X18 baru terlihat utuh saat PT Lundin memboyongnya ke Kemayoran, Jakarta untuk dipertunjukkan dalam pameran pertahanan internasional Indo Defence ke-7 pada November 2016.
Dalam pameran tersebut, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyematkan nama Antasena tokoh pewayangan dalam kisah Mahabharata yang kebal terhadap segala segala rupa senjata dan memiliki kemampuan menembus tanah serta menyelam di air. Tentu dengan harapan X18 akan sehebat putra bungsu Bimasena yang terkenal paling sakti tersebut. (Rangga Baswara)

30 Mei 2018

Menanti Kehadiran Tank Boat X18 Antasena Kerjasama Pindad dan PT Lundin (North Sea Boats)

Ilustrasi
Ilustrasi 

Hampir satu setengah tahun sudah sejak penampilan penuh (mock up) Tank Boat X18 Antasena dalam gelaran Indo Defence ke-7 yang berlangsung pada November 2016, belum tersiar lagi kabar kelanjutannya. Tentu diharapkan bisa berjalan lancar seperti halnya tank medium Kaplan (Harimau) buatan Pindad bersama FNSS Turki yang tengah menjalani uji purwarupanya.
Perahu bermeriam yang konsepnya muncul sejak tahun 2015 ini ditawarkan oleh perusahaan pembuat kapal asal Banyuwang, Jawa Timur, yaitu PT Lundin (North Sea Boats) dengan merangkul PT Pindad sebagai mitra dari BUMN.
Sementara mitra asingnya adalah industri senjata CMI Defence dan OIP (Optique et de Instruments Precision) perusahaan pengembang sistem sensor. Keduanya berasal dari Belgia dan melibatkan juga industri pertahanan Bofors asal Swedia.
Tantangan terberat dalam perancangan perahu kecil bersenjata meriam besar adalah pada masalah recoil akibat tembakan kanonnya serta bobot kapalnya sendiri. Belajar dari pengalaman Sikorsky yang kurang sukses dengan desain monohull tank boat-nya, Lundin menerapkan desain catamaran (lunas ganda) pada X18 agar lebih stabil serta menerapkan gyro-stabilized gun.
Dalam upaya menghemat berat kapal, Lundin mengintegrasikan bahan komposit ringan yang lebih ringan 10 kali dan lebih kuat 10 kali dibanding baja dan juga tahan api. Hal ini berbeda dengan material yang pernah digunakan pada Kapal Cepat Rudal (KCR) Trimaran, KRI Klewang 625. X18 juga memanfaatkan bahan alumunium untuk kubah menaranya.
CMI Defense bertanggung jawab memasok sistem turet Cockerill XC-8 105HP yang sudah memiliki sistem komputer balistik dan stabilisasi untuk memberikan solusi dan koreksi atas sudut penembakan. Sistem kubah ini diawaki dua orang yang telah mengintegrasikan bustle-mounted autoloader.
Mampu menembakkan semua jenis munisi tank kaliber 105 mm standar NATO yang menyediakan komandan dengan berbagai pilihan amunisi sesuai situasi taktis di lapangan. Kanon ini bisa juga melepaskan Falarick 105 Gun-Launched Anti-Tank Guided Missile (GLATGM) yang dapat melumat armor berat pada rentang jarak 5 km.
Senjata utama kanon kaliber 105 mm HP (high pressure) bisa digunakan bertempur melawan kapal yang lebih besar. Sudut dongaknya yang mencapai 42 derajat dapat digunakan untuk memberikan bantuan tembakan tidak langsung sejauh 10 km pada pasukan kawan yang tengah melakukan pendaratan.
Sebagai senjata sekunder, X18 mengusung Lemur RCWS buatan Bofors dengan senapan mesin kaliber 7,62 mm. Untuk perlindungan awak kapal, PT Lundin akan memberikan sistem proteksi tambahan di beberapa titik yang bisa menahan tumbukan peluru hingga kaliber 7,62 mm.
Kapal kecil berlunas ganda ini memiliki rancangan draft (sarat air kapal) 0,8 meter sehingga cocok untuk bermanuver di perairan yang tidak dalam. X18 akan disokong dua mesin diesel buatan MAN berdaya 1.200 hp untuk mengemudikan sepasang waterjet MJP450 dengan kecepatan maksimum mencapai 40 knot (74 km/jam) dengan jangkauan hingga 2.000 mil (3.218 km).
X18 akan diawaki empat orang ABK dan bisa menyeberangkan 20 tentara bersenjata lengkap serta dapat menggendong sebuah RIB untuk digunakan dalam penyerangan atau penyusupan pasukan. Fungsi lain dari X18 adalah sebagai wahana dukungan logistik atau peran medevac.
Konsep ‘tank terapung’ yang ditawarkan PT Lundin sendiri telah mendapat apresiasi positif dari TNI. Karena produk ini baru muncul, sehingga X18 tak ada dalam daftar pengadaan alutsista pada MEF (Minimum Essensial Force) ke-2 tahun 2015-2019. Namun bisa saja akan muncul dalam MEF ke-3 (terakhir) tahun 2020-2024.
Peluang penjualan ke luar negeri juga terbuka lebar. Negara asing yang telah menyatakan minatnya untuk mengakuisisi adalah Uni Emirat Arab dan Mesir dengan harga jual per unit dalam kisaran harga 10-15 juta euro atau setara 160-240 miliar rupiah tergantung kelengkapan.
Akan tetapi, PT Lundin harus bekerja keras untuk mewujudkan konsepnya tersebut, setidaknya menjadi sebuah prototipe yang proof of concept sehingga calon pelanggan bisa menyaksikan dan mecoba produk X18 Antasena tentunya sesuai dengan janji yang ditawarkan. (Rangga Baswara)
SpesifikasiI Tank Boat X18 Antasena :
  • Awak: 4 orang. 
  • Pasukan: 20 personel. 
  • Panjang: 18 meter. 
  • Lebar: 6,6 meter. 
  • Mesin diesel: 2 x MAN 1.200 HP. 
  • Waterjet: 2 x MJP450. 
  • Kecepatan maks: 40 knot. 
  • Jangkauan: 2.000 mil (3.218 km). 
  • Senjata utama: Kanon 105 mm. 
  • Senjata sekunder: RCWS 12.7 mm

16 Maret 2018

Carbotech, RIB Buatan Banyuwangi untuk Militer Rusia

Carbotech
Carbotech 

Lama tak terdengar setelah peluncuran X18 Tank Boat dua tahun silam (5/11/2016) dalam gelaran Indo Defence, pabrik kapal Asal Banyuwangi, Jawa Timur PT. Lundin Industry Invest atau dikenal juga sebagai North Sea Boats (NSB) kembali membuat kejutan. Kali ini mempertunjukkan kreasi terbarunya berupa perahu jenis RIB (Rigid Inflatable Boat) Carbotech hari Senin (12/3/2018) lalu.
Dalam uji laut (sea trial) yang dilaksanakan di pantai Cacalan selat Bali, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas turut naik mencoba kebolehan Carbotech didampingi langsung oleh John Lundin, pendiri pabrik kapal yang berlokasi di Sukowidi, Kecamatan Kalipuro.
Kapal yang diuji tersebut adalah 2 produksi terakhir dari total 7 unit yang dipesan oleh militer Rusia. Kapal ini disokong dua mesin berdaya 800 ps (2 X 400) yang bisa dibesut hingga 85 knot (160 km/jam). Lima kapal sebelumnya yang telah dikirim ke Rusia berdaya lebih rendah dengan kecepatan maksimum 60 knot (110 km/jam). Carbotech diklaim mampu menahan tekanan garivitasi hingga 7G.
Untuk operasi militer, kapal dengan panjang badan 11,58 meter ini bisa menampung 12-18 prajurit termasuk juru mudi. Dapat pula dipersenjatai dengan pilihan berupa senapan mesin kaliber 7,62, SMB 12,7 atau senapan multi laras (gatling) kaliber 7,62 mm yang dipasang di tiang bagian depan kapal.
Selain untuk kebutuhan militer, tersedia pula versi sipil sebagai kapal pesiar. Sebelum dipinang Rusia, Carbotech juga telah diekspor ke Swedia dan dinyatakan perusahaan, kapal sejenis juga diminati sejumlah negara asing lain yakni dari Malaysia, Thailand, Hongkong, UEA, Australia dan Norwegia. (Rangga Baswara)

15 Maret 2018

Rusia Impor Kapal Cepat X2K Buatan PT Lundin Industry Invest Banyuwangi Indonesia untuk Keperluan Operasi Militer

Kapal Cepat X2K Buatan PT Lundin Industry Invest
Kapal Cepat X2K Buatan PT Lundin Industry Invest  

Kapal cepat X2K Carbotech Special Ops dengan kecepatan lebih dari 160 km/jam (85 knots) diluncurkan oleh PT Lundin PT Lundin Industry Invest Banyuwangi, Senin (12/3/2018).
Kapal tersebut diklaim sebagai salah satu kapal tercepat di Indonesia, bahkan Asia, dan saat ini sudah diekspor ke Rusia dan Swedia untuk keperluan operasi militer.
"Rusia sudah memesan tujuh kapal buatan Indonesia ini. Yang telah dikirim lima kapal dan kecepatanya antara 50-60 knot. Tapi untuk kapal yang keenam dan ketujuh semuanya di atas 85 knot," jelas John Ivar Lundin, presiden direktur PT Lundin Industry Invest kepada sejumlah jurnalis di Pantai Cacalan, Banyuwangi, setelah sea trail kapal cepat Carbotech di Selat Bali.
Menurutnya, kapal cepat tersebut juga dirancang untuk menahan kekuatan di atas G7 (gravitasi 7).
Kapal Carbotech ini hadir sebagai kapal operasi militer khusus atau kapal sport pribadi atau juga kapal balap dengan kapasitas mesin 800 - 1.100 horse power (HP) atau tenaga kuda.
Selain Rusia, PT Lundin juga telah menerima pemesanan kapal sejenis dari Malaysia, Dubai, Australia, Thailand, Hongkong, Swedia dan Norwegia.
"Jadi banyak yang memesan kapal yang diproduksi oleh PT Lundin yang ada di Banyuwangi. Selain itu, kami juga melibatkan tenaga ahli yang juga berasal dari Banyuwangi. Ada yang tenaga ahli yang kami sekolahkan selama 10 tahun ketika bergabung untuk menekuni bidang ini," kata John Lundin.
Selain memproduksi kapal cepat X2K Carbotech Special Ops, PT Lundin juga telah memproduksi kapal tank berteknologi tinggi yang diberi nama X18 Tank Boat. Kapal tersebut dilengkapi dengan senjata besar, tetapi berbobot ringan.
Kapal itu memadukan kekuatan dan persenjataan tank dengan kapal cepat di laut. Kendaraan ini didesain menjelajahi perairan rawa, sungai, selat, dan lautan dangkal.
Pembuatan kapal tank itu bekerja sama dengan Cockerill Maintenance Ingenierie (CMI) Defence, perusahaan Belgia yang bergerak di bidang mechancial engineering. Khusus untuk TNI, persenjataan kapal disuplai oleh PT Pindad.

Ad Placement

TNI AD

TNI AL

TNI AU