Radar Militer: TNI AL
Tampilkan postingan dengan label TNI AL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNI AL. Tampilkan semua postingan

18 Maret 2021

Serah Terima Kapal Selam KRI Alugoro-405

radarmiliter.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) telah merampungkan pembangunan Kapal selam pertama buatan industri pertahanan dalam negeri PT PAL Indonesia bekerjasama dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) Korea Selatan.
Kapal Selam yang diberi nama Alugoro-405 kemudian akan diserahterimakan oleh DSME kepada Kemhan, selanjutnya diserahkan kepada Mabes TNI dan berturut turut kepada Mabes TNI AL dan Pangkoarmada II selaku pengguna, Rabu (17/3) di PT PAL Indonesia, Surabaya.
Serah Terima Kapal Selam KRI Alugoro-405
Serah Terima Kapal Selam KRI Alugoro-405
Dalam prosesi penandatanganan Berita Acara Serah Terima Kapal Selam tersebut, Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto dalam sambutanya mengapresiasi hal ini sebagai tonggak historis di mana untuk pertama kalinya galangan kapal milik perusahaan nasional, PT PAL berhasil ikut serta dalam produksi kapal selam.
“Kita sadari bersama betapa pentingnya pertahanan kita. Kita sedang membangun kemampuan pertahanan kita. Bukan karena kita ingin gagah-gagahan. Bukan karena kita ingin mengancam siapapun. Tidak. Berkali-kali, turun termurun dari pendiri bangsa kita, kita tegaskan bahwa bangsa Indonesia cinta damai tapi lebih cinta kemerdekaan,” tegas Menhan Prabowo.
Di hadapan seluruh tamu undangan, Menhan mengatakan bahwa Indonesia harus memilki kekuatan yang cukup untuk menjaga kedaulatan, melindungi segenap tumpah darah, kesatuan dan keutuhan wilayahdari ancaman tentara negara asing. “Hari ini merupakan selangkah ke depan bagi kita semua untuk membangun tentara kita ke arah yang lebih kuat lagi,” tambahnya.
Melalui perencanaan strategis mengenai modernisasi alutsista, Menhan Prabowo sesuai amanah Presiden Jokowi telah memerintahkan bahwa seluruh industri pertahanan dalam negeri wajib diikutsertakan dalam proses peremajaan seluruh alat pertahanan negara.
Menhan Prabowo memaparkan bahwa alat pertahanan banyak yang sudah sangat tua dan sudah saatnya diremajakan. Untuk itu, peran dari industri pertahanan akan sangat menonjol.
“Kita harap peran serta, inisiatif, kerja keras teknolog-teknolog kita, sarjana-sarjana kita, cendekiawan kita, dari ahli-ahli kita. Kita harap semua bersatu untuk kerja keras,” tegasnya.
Pengadaan Kapal Selam Alugoro-405 merupakan salah satu program pembangunan kekuatan pertahanan khususnya Matra Laut. Sebelum Alugoro-405, Kemhan telah serahterimakan kapal selam pertama KRI Nagapasa-403 dan kapal selam kedua KRI Ardadedali -404 yang dibangun di Korea kepada TNI AL. Dengan telah diserahterimakannya Kapal Selam Alugoro-405 ini, Menhan Prabowo yakin bahwa kapal selam ketiga pesanan Kemhan tersebut dapat memperkuat Alutsista TNI khususnya di jajaran TNI AL.
Hal ini juga turut menjadi capaian membanggakan sekaligus meningkatkan deterrent effect bagi pertahanan negara Indonesia yang menjadikan Indonesia sebagai satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang mampu membangun kapal selam. Pembangunan kapal selam ini mengikutsertakan proses Transfer of Technology kepada PT PAL Indonesia (Persero).
Hadir menyaksikan penandatangan Berita Acara Serah Terima Kapal Selam KRI Alugoro-405, Menteri Pertahanan, Minister for the Defense Acquisition Program Administration (DAPA) Korsel Gang Eun-Ho, Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid, Menteri BUMN yang diwakili, Dubes Korsel untuk Indonesia Park Tae-sung, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono, Irjen Kemhan Letjen TNI Ida Bagus Purwalaksana, Kabaranahan Kemhan RI Marsda TNI Yusuf Jauhari serta sejumlah pejabat Kemhan, serta beberapa pejabat perwakilan dari instansi terkait lainnya.

17 Maret 2021

Duta Besar Indonesia untuk Srilanka Lepas KRI Sultan Iskandar Muda-367 ke Lebanon

radarmiliter.com - Duta besar Indonesia untuk Srilanka, I Gusti Ngurah Ardiyasa, melepas keberangkatan KRI Sultan Iskandar Muda (SIM)-367 dari Colombo pada Jumat (12/3) dalam rangka melaksanakan misi perdamaian dunia di Lebanon .
KRI SIM-367 yang dikomandani Letkol Laut (P) Abdul Haris, S.E., M.M.D.S. singgah di Colombo Srilanka selama dua hari pada 11 dan 12 Maret 2021 untuk keperluan bekal ulang logistik dan bahan bakar.
KRI Sultan Iskandar Muda-367
KRI Sultan Iskandar Muda-367
KRI SIM-367 membawa 119 prajurit yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Maritime Task Force (MTF) Konga XXVIII-M/UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) serta satu unit Helikopter AS 565 Mbe Panther untuk melaksanakan tugas mengamankan perairan Lebanon selama 1 tahun ke depan.
Dalam sambutannya, Dubes RI Colombo menyampaikan bahwa sudah menjadi tugas KBRI untuk turut menyukseskan misi perdamaian yang diemban KRI SIM-367 dengan memfasilitasi proses kegiatan bekal ulang selama singgah di Colombo.
Dubes RI juga menyampaikan pesan kepada Satgas untuk tetap mematuhi protokol kesehatan selama melaksanakan misi perdamaian di daerah operasi serta ucapan selamat bertugas kepada Satgas Maritime Task Force (MTF) Konga XXVIII-M/UNIFIL.
Turut hadir dalam pelepasan antara lain, Atase Pertahanan Indonesia di India, Kolonel Laut (E) Asdi Yasin Yanuar Pribadi, Commodore Pujitha Vithana dan Commander J.H.I.T Jayawardhana dari Angkatan Laut Sri Lanka serta Pejabat KBRI Colombo.
KRI SIM-367 telah bertolak dari Colombo pada pukul 17.00 waktu setempat menuju pelabuhan persinggahan selanjutnya di Salalah, Oman. (Victor Maulana)

12 Maret 2021

Indonesia akan Pilih dari Empat Opsi untuk Penerus Fregat SIGMA 10514

radarmiliter.com - Para perencana pertahanan di Kementerian Pertahanan Republik Indonesia telah menentukan empat opsi desain untuk dipilih dalam program pengadaan kapal lanjutan untuk fregat berpeluru kendali kelas Martadinata (SIGMA 10514).
Dokumen dan informasi yang diberikan kepada Janes menunjukkan bahwa empat opsi desain yang terpilih adalah varian peningkatan dari desain SIGMA 10514 dari perusahaan Belanda Damen, kelas 30FFM dari pembuat kapal Jepang Mitsui, kelas Bergamini (FREMM) dari galangan kapal Italia Fincantieri, dan konsep Arrowhead 140 dari konsorsium yang dipimpin oleh Babcock.
Fregat Kelas 30FFM Mitsui Jepang
Fregat Kelas 30FFM Buatan Mitsui Jepang
TNI-AL mengoperasikan armada dua fregat kelas Martadinata rancangan Damen, KRI Raden Eddy Martadinata (331) dan I Gusti Ngurah Rai (332), yang masing-masing resmi ditugaskan pada April 2017 dan Januari 2018.
Beberapa bulan setelah kapal pertama dalam kelas tersebut resmi ditugaskan, Panglima TNI pada waktu itu Jenderal Gatot Nurmantyo mempelopori program Kementerian Pertahanan untuk mengevaluasi kinerja kapal, dengan tujuan untuk mempercepat pengadaan tiga kapal lanjutan. Kelas Martadinata dimaksudkan sebagai pengganti fregat kelas Ahmad Yani (Van Speijk) yang ditransfer ke Indonesia dari Belanda pada 1980-an.
Fregat kelas Martadinata berukuran panjang 105,1 m, lebar 14 m, dan memiliki hull draft 3,7 m. Didukung oleh dua mesin diesel dan dua motor elektrik dalam konfigurasi combined diesel or electric (CODOE), kapal perang tersebut dapat mencapai kecepatan tertinggi 30 kt, dan jangkauan standar 4.000 mil laut pada kecepatan 18 kt. Senjatanya termasuk meriam Leonardo (Oto Melara) Super Rapid 76/62, Rheinmetall Oerlikon 35 mm Millennium Gun, Exocet MM40 Block III dan sistem rudal pertahanan udara VL MICA.
Sumber : janes.com

Kementrian Pertahanan Perkenalkan Peluncur Roket R-HAN 122B

radarmiliter.com - Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kementerian pertahanan ( Kemhan) Republik Indonesia (RI) Marsekal Muda (Marsda) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Julexi Tambayong mengatakan, Indonesia punya potensi untuk memproduksi senjata secara mandiri.
Hal tersebut, kata Marsda Julexi, terbukti lewat sejumlah jalinan kerja sama yang dilakukan antara Balitbang Kemhan dengan badan usaha milik negara (BUMN) dan badan usaha milik swasta (BUMS) terkait pengembangan alat utama sistem senjata TNI ( alutsista).
Tak hanya itu, kerja sama tersebut merupakan bagian dari triple helix yang mewakili pemerintah, akademisi, dan industri pertahanan.
Kendaraan Peluncur Roket R-HAN 122B
Kendaraan Peluncur Roket R-HAN 122B
“Ini merupakan langkah strategis bagi sistem pertahanan Indonesia dalam upaya mewujudkan kemandirian,” ujar Marsda Julexi dalam presentasi mengenai prototipe alutsista TNI terbaru kepada Kompas.com, di kantor Balitbang Kemhan, Jakarta, Senin (1/3/2021).
Adapun langkah ini sebagai komitmen Kemhan dalam meningkatkan dan mengembangkan industri pertahanan dalam negeri dan penguatan modernisasi alutsista.
Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap persenjataan produksi luar negeri.
Pemanfaatan produk dalam negeri untuk pertahanan, tambah Marsdya Julexi, dapat mewujudkan strategic autonomi atau kebebasan mengambil keputusan dan aksi ketika Indonesia harus melindungi kepentingan nasionalnya tanpa tekanan negara lain. Seperti embargo, misalnya.
Kendati demikian, Kabalitbang Kemhan menekankan bahwa masih ada tantangan dalam mengembangkan alpalhan.
“Produk yang dihasilkan kegiatan penelitian dan pengembangan alpalhan tersebut baru sampai pada tahap prototipe. Masih perlu pengembangan dan penyempurnaan sebelum sampai pada tahap first article dan mass product sehingga tidak bisa disamakan dengan produk siap jual” jelasnya.
Adapun salah satu prototipe senjata yang berhasil dikembangkan oleh Balitbang Kemhan adalah kendaraan Peluncur Roket R-HAN 122B.
Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Kapuslitbang) Alat Peralatan Pertahanan (Alpalhan) Balitbang Kemhan Brigjen TNI Rosidin MSi (Han) MSc mengatakan, Roket R-HAN 122B dapat memperkuat satuan marinir dan TNI angkatan laut (AL) yang saat ini menggunakan kendaraan Roket 122 MM, RM70, dan GRAD 40 buatan Cekoslovakia.
Selain itu, alutsista karya anak bangsa tersebut juga dilengkapi tabung launcher bertipe PL R-HAN 122B dengan kaliber 122 milimeter (mm) dan mampu memuat sebanyak 40 laras.
“Untuk pengoperasian, R-HAN 122B memiliki sistem otomatis pada bagian loading, elevasi, azimuth, firing dan kalkulator balistik. R-HAN 122B juga memiliki daya luncur sejauh 30 kilometer (km),” ujar Brigjen Rosidin.
Soal kemandirian persenjataan, Sekretaris Balitbang Kemhan Brigjen TNI Abdullah Sani menyampaikan bahwa 2021 akan menjadi momen bagi Balitbang Kemhan untuk fokus membangun prototipe alutsista.
Dengan begitu, Indonesia diharapkan mampu memproduksi senjata secara mandiri yang berkualitas pada 2024. Bahkan, kualitas senjata bisa setara dengan produk alutsista dari luar negeri.(Erlangga Satya Darmawan)
Sumber : https://www.kompas.com/

08 Maret 2021

Indonesia Pilih Kapal Selam Riachuelo Naval Group Perancis atau Tipe 214 TKMS Jerman?

radarmiliter.com - Kapal selam merupakan salah satu target modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) di era kepemimpinan Menteri Pertahanan Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto.
Merespons hal itu, Prabowo pun melakukan safari ke berbagai negara dalam mewujudkan pengadaan kapal selam. Dalam kurun waktu tiga bulan belakangan, CNBC Indonesia mencatat Indonesia mendapatkan tawaran produk kapal selam dari Prancis dan Jerman.
Berikut adalah penjelasan singkatnya:
Kapal selam Riachuelo buatan Perancis
Per Desember 2020, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dilaporkan berdiskusi dengan konsorsium perusahaan galangan kapal asal Perancis Naval Group. Seperti dilaporkan Janes, Indonesia tengah menjajaki pemesanan kapal selam kelas Riachuelo, yang merupakan modifikasi dari kelas Scorpene.
Scorpene adalah kapal selam konvensional yang dirancang oleh Naval Group (Perancis) untuk pasar ekspor. Naval Group memang memberikan promosi dengan iming-iming transfer teknologi dalam pembelian kapal selamnya.
Kapal Selam Riachuelo Buatan Naval Group
Kapal Selam Riachuelo Buatan Naval Group
Sedikitnya ada 14 kapal selam Scorpene sudah dioperasikan dan dibangun di luar Perancis antara lain Angkatan Laut Chili sebanyak 2 unit, Angkatan Laut Malaysia sudah beroperasi 2 unit, Angkatan Laut India sebanyak 6 unit dan Angkatan Laut Brasil 4 unit.
Desain Scorpene yang dibuat Brasil bersama Perancis sudah mengalami modifikasi sesuai dengan kebutuhan spesifik. Scorpene Brasil atau Riachuelo sedikit lebih panjang untuk membawa awak yang lebih besar, juga hampir dua kali lipat dalam jarak patroli, dan mampu menempuh jarak yang lebih jauh.
Scorpene dirancang multiguna sebagai kapal selam samudra juga cocok untuk operasi perairan dangkal. Sehingga mampu diandalkan untuk berbagai misi seperti perang anti-permukaan dan anti-kapal selam, operasi khusus, dan kegiatan intelijen.
Bisa dibilang kapal selam Riachuelo mengintegrasikan peningkatan dari kapal selam serang cepat Kelas Barracuda Perancis, Scorpene yang punya kemampuan lebih canggih.
Spesifikasi tentang Riachuelo di antaranya beban diatas permukaan 1.600 - 2.000 ton, panjang 72 meter dan kecepatan di dalam air mampu melebihi 20 knot.
Dengan kemampuan menyelam lebih dari 300 meter, kapal selam ini mampu menyelam selama 45 hari dengan kapasitas 35 orang awak. Total muatan senjata Riachuelo 18 unit, tabung senjata 6 laras dan mampu beroperasi di laut lebih dari 240 hari pertahunnya.
Kapal selam tipe 214 Jerman
Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan dan Kementerian BUMN mengadakan pertemuan dengan para perwakilan dari Thyssen-Krupp Marine Systems (TKMS), produsen kapal selam asal Jerman pekan ini. TKMS menawarkan proposal pengadaan kapal selam Diesel-Listrik (SSK) Tipe 214 kepada TNI Angkatan Laut.
Kapal selam Diesel-Listrik (SSK) Tipe 214 merupakan salah satu kapal selam tercanggih buatan TKMS Jerman yang juga bertipe hybrid.
Kapal Selam Tipe 214 Buatan TKMS
Kapal Selam Tipe 214 Buatan TKMS
SSK Tipe 214 merupakan kapal selam dengan kompartemen berlambung tunggal yang menggabungkan prinsip desain dari tipe sebelumnya yakni tipe 209 dan tipe 212A.
Penggabungan prinsip desain tersebut, menjadikan SSK Tipe 214 memberi solusi penghematan biaya operasional yang sangat mumpuni dan menjadi opsi terbaik untuk digunakan bagi Angkatan Laut global.
Dengan panjang 72 meter dan diameter pressure hull 6,3 meter, kapal selam tipe ini dapat menampung sebanyak 27 kru dan memiliki 8 tabung senjata. SSK Tipe 214 juga mampu menyelam di kedalaman laut hingga 400 meter (1.300 kaki) dan bisa menampung makanan, air bersih dan bahan bakar selama 84 hari beroperasi.
Muatan yang besar tersebut memungkinkan cakupan jelajah dari kapal selam tersebut menjadi lebih luas dan fleksibel untuk dioperasikan mulai dari perairan pesisir hingga patroli di laut lepas.
Kapal selam tipe 214 yang dilengkapi teknologi Fuel Cell Air-Independent Propulsion System terbaru ini, juga telah terbukti meningkatkan ketahanan saat berada di kedalaman laut dan mengurangi resiko terdeteksi dengan dukungan upgrade dari kapabilitas sonar.
SSK Tipe 214 juga mampu membawa senjata besar diantaranya torpedo, rudal dan ranjau dengan kemampuan melesat dengan kecepatan maksimal tanpa menimbulkan suara kebisingan dari peralihan transmisi gigi. (Tito Bosnia)

Inilah Kelebihan Kapal Selam Tipe 214 Buatan TKMS Jerman yang Ditawarkan ke Indonesia

radarmiliter.com - Perwakilan dari Thyssen-Krupp Marine Systems (TKMS), produsen kapal selam asal Jerman pekan ini, tiba di Jakarta. Tujuan mereka adalah untuk menawarkan proposal pengadaan kapal selam Diesel-Listrik (SSK) Tipe 214 kepada TNI Angkatan Laut.
Rencana ini dilanjutkan melalui pertemuan para delegasi TKMS dengan Tim Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.
Lantas, seperti apa kecanggihan kapal selam Tipe ini sehingga Indonesia dalam rencana kerja pertahanan-nya melirik kapal selam buatan Jerman tersebut?
Kapal Selam Tipe 214 Buatan TKMS
Kapal Selam Tipe 214 Buatan TKMS
Kapal selam Diesel-Listrik (SSK) Tipe 214 merupakan salah satu kapal selam tercanggih buatan TKMS Jerman yang juga bertipe hybrid.
Menurut laman perusahaan (TKMS) seperti dikutip Minggu (7/3/2021), SSK Tipe 214 merupakan kapal selam dengan kompartemen berlambung tunggal yang menggabungkan prinsip desain dari tipe sebelumnya yakni tipe 209 dan tipe 212A.
Penggabungan prinsip desain tersebut, menjadikan SSK Tipe 214 memberi solusi penghematan biaya operasional yang sangat mumpuni dan menjadi opsi terbaik untuk digunakan bagi Angkatan Laut global.
Dengan panjang 72 meter dan diameter pressure hull 6,3 meter, kapal selam tipe ini dapat menampung sebanyak 27 kru dan memiliki 8 tabung senjata. SSK Tipe 214 juga mampu menyelam di kedalaman laut hingga 400 meter (1.300 kaki) dan bisa menampung makanan, air bersih dan bahan bakar selama 84 hari beroperasi.
Muatan yang besar tersebut memungkinkan cakupan jelajah dari kapal selam tersebut menjadi lebih luas dan fleksibel untuk dioperasikan mulai dari perairan pesisir hingga patroli di laut lepas.
Kapal selam tipe 214 yang dilengkapi teknologi Fuel Cell Air-Independent Propulsion System terbaru ini, juga telah terbukti meningkatkan ketahanan saat berada di kedalaman laut dan mengurangi resiko terdeteksi dengan dukungan upgrade dari kapabilitas sonar.
Terkait pertahanan, SSK Tipe 214 juga mampu membawa senjata besar diantaranya torpedo, rudal dan ranjau dengan kemampuan melesat dengan kecepatan maksimal tanpa menimbulkan suara kebisingan dari peralihan transmisi gigi.
Kecanggihan dari SSK Tipe 214 ini, telah menarik perhatian berbagai negara, mulai dari Korea Selatan yang telah memesan dan mengoperasikan 9 kapal selam tipe ini. Dilanjutkan dengan Turki, Yunani dan Israel. (Tito Bosnia)

07 Maret 2021

Perwakilan TKMS Jerman Tiba di Jakarta untuk Diskusikan Kapal Selam Type 214

radarmiliter.com - Delegasi perwakilan dari pembuat kapal Jerman Thyssen-Krupp Marine Systems (TKMS) telah tiba di Jakarta untuk membahas potensi akuisisi kapal selam diesel-elektrik (SSK) Type 214 untuk TNI-AL.
Delegasi yang diketuai oleh Senior Vice President TKMS yang bertanggung jawab untuk wilayah timur ini menyelesaikan prosedur karantina hari terakhir pada 2 Maret, dan memulai diskusi dengan perwakilan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara dan Kementerian Pertahanan RI sehari kemudian, menurut narasumber yang dekat dengan diskusi yang sedang berlangsung tersebut.
Kapal Selam Type 214 TKMS
Kapal Selam Type 214 TKMS
Di antara hal-hal yang dibahas antara lain persyaratan operasional TNI-AL, pengaturan pembagian kerja yang dapat ditawarkan oleh TKMS kepada industri galangan kapal dalam negeri Indonesia, dukungan infrastruktur, dan persyaratan pembiayaan jika program pengadaan kapal tersebut terwujud.
Selain Jakarta, rombongan TKMS juga akan mengunjungi fasilitas produksi kapal selam PT PAL di Surabaya.
Kapal selam diesel-elektrik Type 214 dari TKMS adalah salah satu dari beberapa program yang baru-baru ini dimasukkan dalam 'Buku Biru' Kementerian Pertahanan, yang berisi daftar usulan pengadaan yang telah, atau sedang diteruskan ke Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) untuk persetujuan pendanaan.
Penerusan usulan yang menguraikan kebutuhan hingga empat kapal selam Type 214 tersebut, diungkapkan dalam publikasi tahunan edisi 2021 untuk Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kementerian Pertahanan RI.(Angga Saja-TSM)
Sumber : janes.com

18 Agustus 2020

KRI Pulau Rupat 712 Gelar Pengoperasian Wahana PAP-104 MK-IV

radarmiliter.com - Guna meningkatakan profesionalisme prajurit dalam mengawaki Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista), Komandan Satuan Kapal Ranjau Kolonel Laut (P) Cecep Hidayat memerintahkan prajurit KRI Pulau Rupat-712 untuk menggelar latihan serta pemanasan wahana PAP 104 MK IV kepala Kamera buatan ECA Group Prancis yang dilaksanakan di kolam basin Koarmada II, Selasa (11/8).
Wahana PAP-104 MK-IV
Wahana PAP-104 MK-IV 
PAP 104 MK IV merupakan kendaraan bawah air yang dimiliki KRI PRP-712, berfungsi untuk mengidentifikasi target atau ranjau yang terdeteksi oleh Sonar TSM 2022. Dalam tahap identifikasi, wahana ini dilengkapi dengan kamera bawah air.
Selain berfungsi untuk identifikasi, PAP 104 MK IV juga berfungsi sebagai kendaraan untuk kepentingan netralisasi (Mine Disposal Vehicle). Untuk kepentingan netralisasi, kendaraan ini mampu membawa BOM PAP seberat 126.5 Kg yang selanjutnya akan di release dan didekatkan dengan target sampai dengan kedalaman 300 m.
Pengoperasian PAP 104 MK IV dapat dikontrol dari kapal melalui LCC (Local Control Console) di buritan maupun MCC (Main Control Console) di CIC. Pengendalian dari jarak jauh dengan menggunakan kabel Coaxial sepanjang maksimal 1000 m.
Dansatran menyampaikan “Pelatihan yang dilaksanakan ini sebagai tindak lanjut dari himbauan Pangkoarmada II Laksda TNI Heru Kusmanto dalam upaya mempertahankan kondisi teknis wahana, juga untuk meningkatkan profesionalisme prajurit KRI PRP-712 sehingga mampu menjawab semua
tuntutan tugas yang diberikan kedepan, khususnya dalam operasi peperangan ranjau”, pungkas Cecep – sapaan akrab Dansatran Koarmada II.(Sgt/Pen2)

12 Agustus 2020

Koarmada III Uji Ketangguhan Pertahanan Pangkalan

radarmiliter.com - Suasana kawasan Mako Komando Armada (Koarmada) III yang berlokasi di Jl. Bubara No. 1 Kel. Klaligi, Distrik Sorong Manoi Kota Sorong, Papua Barat, Kamis pagi (6/8/2020) lebih ramai dari biasanya. Kendaraan bermotor Polisi Militer, Ambulance, dan PMK Lantamal XIV Sorong meraung-raung sebagai sinyalemen adanya bahaya serangan darat dan udara. Artileri pertahanan udara melaksanakan steling dan pasukan pengendali huru hara disiagakan.
Koarmada III
Koarmada III 
Berbagai bentuk serangan tersebut merupakan uji ketangguhan pertahanan pangkalan Koarmada III dalam menghadapi serangan musuh. Kegiatan tersebut merupakan serial simulasi pertahanan pangkalan Gladi Tugas Tempur Tingkat III “L-3 Terpadu” Koarmada III. Simulasi dipimpin Komandan Satuan Kapal Eskorta Koarmada III Kolonel Laut (P) Dados Raino sebagai Perwira Penyelanggara Latihan dan Komandan Satuan Kapal Cepat Koarmada III Kolonel Laut (P) Wisnu Kusardianto, S.E., M.,H., sebagai Perwira Pelaksana Latihan.
Serial latihan sebelumnya, Dinas Penyelamatan Bawah Air Koarmada III telah melaksanakan recovery kobocoran kapal. Yang tidak kalah menariknya adalah serial latihan “Sabotase Bawah Air” yang dilaksanakan anggota Komando Pasukan Katak Koarmada III dan “Lawan Sabotase Bawah Air” yang dilaksanakan unsur-unsur peserta latihan tersebut selama 24 jam.
Glagaspur Tingkat III “L-3 Terpadu” yang dibuka Panglima Koarmada III Laksda TNI Dadi Hartanto, M.Tr. (Han), kemarin (5/8/2020) ini, akan berlangsung selama enam hari di beberapa tempat dan wilayah, masing-masing Mako Koarmada III Sorong - perairan Sorong - Selat Sagewin - Laut Seram - Perairan Arar - Selat Sele - Mako Koarmada III Sorong.
Latihan tersebut melibatkan kurang lebih 700 prajurit dan sejumlah alutsista, antara lain lima KRI (Kapal Perang RI) yakni KRI Teluk Lada-521, KRI Sura-802, KRI Tatihu-853, KRI Layaran-854, KRI Albakora-867, KAL Wayag dan dua Sea Rider, dua pesawat udara (helikopter dan pesawat CN-235), Pasukan Marinir, Satuan Komando Pasukan Katak, Dinas Penyelamatan Bawah Air, dan Pangkalan Utama TNI AL (Lantanal XIV) Sorong.
Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) III, Laksamana Muda TNI Dadi Hartanto, M.Tr. (Han)., dalam sambutannya mengatakan latihan “L-3 Terpadu” yang diselenggarakan kali ini merupakan implementasi dari kebijakan pembinaan kemampuan tempur TNI AL bagi personel, unsur-unsur KRI, pesawat udara, kendaraan tempur dan unsur kesenjataan Marinir sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan prajurit pengawak SSAT (Sistem Senjata Armada Terpadu). (Kadispen Koarmada III Kolonel Laut Drs. Abdul Kadir, M.A.P.)(Sustiana Herru-TSM)

11 Agustus 2020

Koarmada III Asah Kemampuan Pertempuran Modern

radarmiliter.com - Komando Armada (Koarmada) III mengasah kemampuan pertempuran modern di laut dengan melaksanakan Gladi Tugas Tempur Tingkat III “L-3 Terpadu”. Latihan ini memasuki tahap manuvra lapangan di perairan Sorong - Selat Sagewin - Laut Seram - Perairan Arar - Selat Sele, selama tiga hari.
Manuvra lapangan latihan berbasis komunikasi terintigrasi ini disaksikan Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) III, Laksamana Muda TNI Dadi Hartanto, M.Tr. (Han)., on board di KRI Teluk Lada-521.
Koarmada III Asah Kemampuan Pertempuran Modern
Koarmada III Asah Kemampuan Pertempuran Modern 
Latihan tersebut melibatkan kurang lebih 700 prajurit dan sejumlah alutsista, antara lain lima KRI (Kapal Perang RI) yakni KRI Teluk Lada-521, KRI Sura-802, KRI Tatihu-853, KRI Layaran-854, KRI Albakora-867, KAL Wayag dan dua Sea Rider, dua pesawat udara (helly dan CN 235), Pasukan Marinir dan tank amfibi, Satuan Komando Pasukan Katak, Dinas Penyelamatan Bawah Air, dan Lantanal XIV Sorong.
Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) III, Laksamana Muda TNI Dadi Hartanto, M.Tr. (Han)., mengatakan latihan “L-3 Terpadu” yang diselenggarakan kali ini merupakan implementasi dari kebijakan pembinaan kemampuan tempur TNI AL bagi personel, unsur-unsur KRI, pesawat udara, kendaraan tempur dan unsur kesenjataan Marinir sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan prajurit pengawak SSAT (Sistem Senjata Armada Terpadu).
Latihan tersebut bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan keterampilan prajurit, baik perorangan maupun kelompok dalam mengawaki pos-pos tempurnya, meningkatkan kemantapan komando dan pengendalian operasi serta meningkatkan kemampuan dan kehandalan kapal, pesud, ranpur dan material Marinir.
Sasaran latihan ini yakni tercapainya kesiapan tempur unsur-unsur Koarmada III dan Pasmar 3, meningkatkan keterampilan dan kemampuan prajurit di bidang peperangan anti kapal permukaan, peperangan anti udara, manuvra taktis, LSBA (Lawan Sabotase Bawah Air) dan SBA (Sabotase Bawah Air), pertahanan pangkalan, salvage bawah air, pendaratan khusus dan operasi pendaratan amfibi, serta terwujudnya kerja sama taktis dalam satu operasi terpadu antar unsur-unsur Koarmada II dan Pasmar 3.
Sebelum manuvra lapangan, telah dilaksanakan uji ketangguhan pertahanan pangkalan Koarmada III dalam menghadapi serangan musuh, serial recovery kobocoran kapal, dan serial “Sabotase Bawah Air” dan “Lawan Sabotase Bawah Air”. Puncaknya manuver lapangan. Selama manuver lapangan, berbagai materi peperangan dilaksanakan, antara lain manuver taktis, peperangan ranjau, peperangan anti-permukaan, anti-kapal selam, pertahanan udara, pemeriksaan di laut, evakuasi medis udara, pendaratan khusus, dan pendaratan Pasukan Marinir. (Dispen Koarmada III)

07 Agustus 2020

Prajurit Yontaifib 2 Marinir Laksanakan Latihan Terjun Free Fall

radarmiliter.com - Dalam rangka Latihan Operasi Dukungan Pasukan Khusus (Latopsdukpassus) TA.2020, prajurit Batalyon Intai Amfibi 2 Marinir mengikuti latihan terjun free fall yang diselenggarakan Kolatmar di Lanudal Juanda, Sidoarjo. Senin (03/08).
Kegiatan yang diikuti 60 prajurit yang dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon Intai Amfibi 2 Marinir Letkol Marinir Sri Utomo, M.Si (Han), M.Tr. Opsla tersebut dengan menggunakan pesawat Cassa U-6216 Skuadron 600 Wing Udara Puspenerbal Surabaya dengan Dropping Zone (DZ) berada ujung hanggar Ron 400 Sidoarjo.
Latihan Terjun Free Fall
Latihan Terjun Free Fall 
Komandan Batalyon Intai Amfibi 2 Marinir Letkol Marinir Sri Utomo, M.Si (Han), M.Tr. Opsla menyampaikan bahwa latihan tersebut bertujuan untuk memelihara, meningkatkan kemampuan dan keterampilan terjun payung (Free Fall) Satuan tingkat perorangan / tim guna menunjang perencanaan dan pelaksanaan latihan operasi dukungan pasukan khusus (latopsdukpassus) yang akan dilaksanakan dengan penerjunan malam hari (terjun tempur) di daerah latihan Madura.
Disampaikan juga, sebelum melaksanakan penerjunan, selalu diawali dengan pemeriksaan kesehatan, ground training dan briefing kepada seluruh peterjun serta evaluasi kegiatan untuk melihat hasil dari latihan yang telah dilaksanakan dengan harapan agar kemampuan prajurit Taifib selalu terjaga dan meningkat.
Dalam kesempatan tersebut Letkol Marinir Sri Utomo, M.Si (Han), M.Tr. Opsla mengharapkan kepada seluruh peterjun agar selalu siap serta serius dalam melaksanakan setiap kegiatan penerjunan dengan tetap memperhatikan prosedur keamanan, baik personel maupun material sehingga latihan benar-benar zero accident.(Dispen Kormar)

03 Agustus 2020

Indonesia Incar Kapal Perang Jerman untuk Kebutuhan Frigat Sementara

radarmiliter.com - Kementerian Pertahanan Republik Indonesia telah mengindikasikan minat untuk pengadaan kapal perang kelas Bremen (Type 122) Jerman untuk kebutuhan Interim Readiness Frigate (IRF) TNI-AL yang baru saja disusun.
Dokumen-dokumen yang diberikan kepada Janes pada 30 Juli menunjukkan bahwa IRF, dan rekomendasi untuk membeli satu-satunya kapal frigat kelas Bremen yang tersisa di Jerman, Lübeck (F214), disusun berdasarkan surat pedoman dari Kementerian Pertahanan Indonesia.
Fregat Jerman Lübeck (F214)
Fregat Jerman Lübeck (F214) 
Surat tersebut menetapkan pengadaan yang harus diprioritaskan antara tahun 2020 dan 2024, sehingga TNI-AL akan memenuhi persyaratan keamanan nasional yang diuraikan dalam fase ketiga cetak biru moderasi militer Minimum Essential Force (MEF).
Di antara prioritasnya adalah IRF, sebagai upaya mengisi kekosongan operasional di masa depan dalam armada kombatan permukaan TNI-AL. TNI-AL memiliki kebutuhan yang luar biasa untuk setidaknya dua frigat kapal baru, dan telah menunjukkan pilihannya pada varian kelas Iver Huitfeldt Denmark. Namun, belum jelas kapan proses pengadaan untuk kapal perang Denmark tersebut akan terjadi.
Kelas Bremen adalah kelas delapan kapal frigat yang berdinas pada Angkatan Laut Jerman antara 1982 dan 1990. Frigat sepanjang 130 m dapat menampung awak 219 orang, dan dapat mengakomodasi hingga dua helikopter.
Dalam hal senjata, kelas Bremen dilengkapi dengan peluncur untuk delapan rudal anti-kapal RGM-84D Harpoon, rudal pertahanan udara Raytheon Sea Sparrow, dua CIWS RIM-116 RAM dan empat tabung torpedo 324 mm. Kapal juga dilengkapi dengan meriam Oto Melara 76 mm/62 di posisi utama dan dua kanon 27 mm dari Mauser.(Angga Saja-TSM)

30 Juli 2020

Peluncuran KRI Posepa-870 dan KRI Escolar-871 untuk Perkuat TNI-AL

radarmiliter.com - TNI Angkatan Laut meluncurkan dua kapal perang baru jenis Patroli Cepat (PC-40 M) yakni KRI Posepa-870 dan KRI Escolar-871 yang diresmikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., didampingi Ketua Umum Jalasenastri Ny. Vero Yudo Margono, bertempat di Halte Slipway PT Caputra Mitra Sejati, Banten, Senin (27/7/2020).
Kapal PC 40 M ini, memiliki spesifikasi panjang 45,5 meter, lebar 7,9 meter dan bobot 220 ton. Kapal tersebut mampu melaju dengan kecepatan maksimal 24 knot, kecepatan jelajah 17 knot dan kecepatan ekonomis 15 knot, serta memiliki ketahanan (endurance) dalam berlayar selama enam hari. Kapal perang ini juga dilengkapi dengan dua unit radar dan senjata meriam 30 mm serta diawaki 35 Anak Buah Kapal (ABK).
KRI Posepa-870 dan KRI Escolar-871
KRI Posepa-870 dan KRI Escolar-871 
Dalam acara shipnaming dan launching tersebut, Kasal mengatakan bahwa sebagai negara maritim yang memiliki konstelasi perairan yang cukup luas, TNI AL bertanggung jawab terhadap kedaulatan dan stabilitas keamanan maritim di seluruh wilayah yurisdiksi Indonesia. Sebagai konsekuensinya kebutuhan kapal patroli merupakan suatu keharusan bagi negara kepulauan.
“Pembangunan kapal patroli 40 M ini, merupakan bagian integral dari pembanguan kekuatan TNI AL dan wujud dari kemandirian industri pertahanan. Pemenuhan kebutuhan alutsista TNI AL juga turut memberikan kontribusi bagi peningkatan perekonomian bangsa dan kesejahteraan rakyat Indonesia”, ujar Kasal.
Tidak hanya itu, Kasal juga menambahkan bahwa peluncuran KRI Posepa-870 dan KRI Escolar-871 ini, akan memasuki tahap pengabdiannya sebagai bagian dari unsur patroli di bawah Kotama Operasi karena kedua unsur ini memiliki performa yang jauh lebih baik. “Saya berharap seluruh pihak mampu menciptakan inovasi baru dan kita tunjukkan bahwa kita dapat mengejar ketertinggalan yang sudah terjadi selama ini. Bangsa Indonesia harus menjadi bangsa yang kompetitif dan mampu bersaing di tataran Internasional termasuk dalam industri perkapalan”, tambahnya.
Alutsista TNI Angkatan Laut ini, merupakan kapal perang karya anak bangsa yang diproduksi PT Caputra Mitra Sejati Banten. KRI Posepa-870 rencananya akan memperkuat Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) V Surabaya, sedangkan KRI Escolar-871 akan memperkuat Lantamal VII Kupang. Peluncuran Kapal perang tersebut ditandai dengan pemotongan tali dan prosesi pemecahan kendi oleh Ny. Vero Yudo Margono sebagai “Ibu Kandung Kapal” dan dilanjutkan dengan pemberian cinderamata berupa miniatur kapal PC 40 M.
Turut mendampingi Kasal pada kesempatan tersebut para Pejabat Tinggi TNI AL diantaranya, Irjenal, Asops Kasal, Aslog Kasal, Pangkoarmada I, Pangkolinlamil, Kadismatal, Kadislaikmatal, Kadisadal, Kadislitbangal, Danlantamal III Jakarta, Dirut PT CMS Kris Pramono dan jajaran Direksi PT CMS Banten serta Satuan Tugas Yekda Dalam Negeri (Satgas Yekda DN) PC 40 M.(Angga Saja-TSM)
Sumber : tnial.mil.id

Detasemen Satkopaska Koarmada II Laksanakan Latihan Renang kompas Atas Air Dan Bawah Air

radarmiliter.com - Detasemen Satkopaska Koarmada II yang di komandani oleh Kolonel Laut (T) Ariyadi melaksanakan Renang kompas atas air dan renang Kompas Bawah air ( RKAA /RKBA) bertempat di Kombasin Dermaga Sea Raider Koarmada II pada Senin (27/07/20200.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka K 2 Combat Swimmer Satkopaska Koarmada II. Combat Swimmer merupakan teknik yang dimiliki oleh Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut pada saat akan melaksanakan infiltrasi pasukan khusus mendekati sasaran tanpa di ketahui musuh.
Detasemen Satkopaska Koarmada II
Detasemen Satkopaska Koarmada II 
Menurut Ariyadi-sapaan karib Dansatkopaska Koarmada II, "Latihan ini dalam rangka meningkatkan kemampuan Kopaska dalam melakukan inflitrasi dan surveillance ke daerah teritorial musuh untuk mengamankan pantai pendarat dalam operasi amphibi. Dengan kemampuan membawa logistik terbatas dengan jangkauan jelajah perenang hingga 3 – 5 km, " ujarnya.
"Kegiatan latihan yang diikuti oleh Perwira dan anggota Detasemen, Denlat Satkopaska, Kesehatan dan pam Kopaska serta Kolat Koarmada II ini rutin dilaksanakan sesuai dengan perintah Pangkoarmada II Laksda TNI Heru Kusmanto untuk mewujudkan Satkopaska Koarmada II yang handal, profesional dan militan sesuai moto "Tan Hana Wighna Tan Sirna" (Tidak ada rintangan yang tak dapat diatasi), " pungkas Ariyadi.(Dispen Koarmada II)

28 Juli 2020

Prajurit KRI Diponegoro-365 Gelar Latihan Peran Tempur dan Peran Penyelamatan Kapal

radarmiliter.com - Guna meningkatkan profesionalisme dan meningkatkan naluri tempur, Prajurit KRI Diponegoro-365 yang di Komandani Letkol Laut (P) Lewis Nainggolan mengelar latihan peran tempur dan peran penyelamatan kapal di Selat Makasar, Minggu, (26/07).
Dalam pelaksanaan latihan tersebut Danguspurla Koarmada II Laksma TNI Rahmat Eko Rahardjo yang on board di KRI DPN-365 menyaksikan secara langsung bagaimana aksi kecepatan dan kesigapan Prajurit saat mendengar sirene dari anjungan.
Prajurit KRI Diponegoro-365 Gelar Latihan Peran Tempur dan Peran Penyelamatan Kapal
Prajurit KRI Diponegoro-365 Gelar Latihan Peran Tempur dan Peran Penyelamatan Kapal  
Adapun latihan yang di laksanakan prajurit KRI DPN-365 antara lain Peran tempur bahaya umum, peran tempur bahaya permukaan, peran kebocoran dan peran kebakaran.
"Latihan ini bertujuan untuk mempertahankan naluri tempur dan melatih kemampuan prajurit KRI Diponegoro-365 dalam melaksanakan tugas Operasi di Perbatasan RI-Malaysia. Serta menguji kemampuan teknis dari segala instrument (Sewaco) yang digunakan saat latihan peran dilaksanakan, " ujar Lewis.
"Latihan ini dilaksanakan sesuai perintah Pangkoarmada II Laksda TNI Heru Kusmanto, agar profesionalisme prajurit terus ditingkatkan sesuai dengan bidang tugas masing-masing demi mewujudkan Koarmada II sebagai Center Of Gravity TNI AL. Artinya Koarmada II menjadi tolak ukur kekuatan, postur dan performa TNI Angkatan Laut, " pungkasnya.(Dispen Koarmada II)

24 Juli 2020

Latihan Pendaratan Helikopter dan Penyerangan Pesawat di KRI Semarang

radarmiliter.com - Prajurit TNI Angkatan Laut melakukan latihan pendaratan helikopter AS565 MBe Panther dan penyerangan melalui pesawat Bonanza G-36 di KRI Semarang, Perairan Teluk Jakarta, Selasa (21/7/2020).
Prajurit TNI AL juga terlihat sigap dengan peralatan tempur berupa meriam yang siap menghadang gempuran dari pesawat Bonanza.
Latihan Pendaratan Helikopter dan Penyerangan Pesawat di KRI Semarang
 Latihan Pendaratan Helikopter dan Penyerangan Pesawat di KRI Semarang
Komando dan strategi penyerangan berpusat di anjungan, beberapa prajurit terlihat meneropong kedatangan pesawat tempur tersebut.
Latihan tersebut merupakan persiapan kegiatan manuver lapangan (Manlap) Geladi Tugas Tempur Tingkat III (L-3) Koarmada I, Latihan Pendaratan Amfibi, dan Pengangkatan Kasal Sebagai Warga Kehormatan Korps Marinir di Pantai Todak Dabo Singkep, Kepulauan Riau pada 22 - 28 Juli 2020.(Angga Saja-TSM)

17 Juli 2020

Koarmada III Diperkuat Helikopter Bell 412

radarmiliter.com - Kekuatan Komando Armada (Koarmada) III baik di laut, udara dan darat semakin andal. Dalam rangka meningkatkan kemampuan menegakkan kedaulatan dan hukum di laut serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Koarmada III telah diperkuat Helikopter Bell-412 HU-4207. Helikopter serba guna dengan Pilot Kapten Laut (P) Alfred E. Manuhuru, Co-Pilot Lettu Laut (P) Habibie Achmad R dan crew tiga orang tiba di Sorong, Senin (14/7/2020) setelah on board KRI Teluk Bintuni-520 dari Surabaya.
 Helikopter Bell 412
 Helikopter Bell 412 
Helikopter Bell-412 HU-4207 Koarmada III langsung melaksanakan latihan, take off dari geladak heli KRI Teluk Bintuni-520 yang sandar di dermaga umum, Kota Sorong, Selasa (14/7) dan mendarat di Kesatrian Pasukan Marinir (Pasmar) 3 KM 16, Kota Sorong, kemudian take off lagi menuju Mako Koarmada III di Katapop, Salawati, kab. Sorong. Latihan take off dan lending tersebut dilaksanakan beberapa kali dari geladak kapal dan helipad Pasmar 3 dan helipad Mako Koarmada III berjalan dengan baik dan lancar.
Menurut Komandan Satuan Udara Koarmada III Kolonel Laut (P) Maarif, S.H., bahwa penerbangan dari KRI Teluk Bintuni-520 yang sandar di pelabuhan Sorong ke Pasmar 3 hanya ditempuh tiga menit. Kemudian dari Pasmar 3 ke Mako Koarmada III Katapop hanya ditempuh delapan menit. Seluruh rangkain kegiatan penerbangan tersebut berjalan dengan baik.
Helikopter tersebut akan mendukung tugas-tugas Koarmada III baik operasi, latihan, dan bantuan kemanusiaan. Dalam kegiatan operasi penegakan kedaulatan dan hukum di laut wilayah kerja Koarmada III, helikopter on board KRI (Kapal Perang RI) sebagai salah satu kepanjangan mata dan telinga KRI.
Selain itu, helikopter juga mendukung latihan Satuan Komando Pasukan Katak dan Pasukan Marinir antara lain fast rope, stabo, heli water jump, free fall, GKK Lintas Heli atau mobil udara, rappelling, dan evakuasi medis udara, dan sejumlah materi latihan lainnya. Selain itu juga dapat dikerahkan untuk melaksanakan bantuan kemanusiaan dan SAR (Search and Resque). Dengan demikian peranan helikopter yang merupakan salah satu komponen Sistem Senjata Armada Terpadu, memiliki tugas pokok sangat penting dalam mendukung keberhasilan tugas Koarmada III.
Helikopter buatan PT. Dirgantara Indonesia dibawah lisence Bell Textron Inc Canada telah memperkuat Satuan Udara Koarmada III yang dapat melesat sejauh 687 km selama empat jam, dengan asumsi kecepatan jelajah hingga 120 knots, endurance dengan tanki cadangan 3,5 jam dengan jarak tempuh hingga kurang lebih 420 NM. Helikopter andalan Koarmada III ini mampu mengangkut 15 orang pasukan dengan rincian, 2 pilot dan co-pilot serta 13 penumpang.(Angga Saja-TSM)
Sumber : tnial.mil.id

15 Juli 2020

Alami Kebocoran, KRI Teluk Jakarta-541 Karam di Perairan Pulau Kangean

radarmiliter.com - KRI Teluk Jakarta-541 karam di perairan arah timur laut Pulau Kangean. KRI karam karena mengalami kebocoran.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Mohamad Zaenal menyebut peristiwa ini terjadi pada hari ini sekitar pukul 09.00 WIB. Zaenal mengatakan saat itu tinggi gelombang laut di lokasi mencapai 2,5 hingga 4 meter.
KRI Teluk Jakarta-541
KRI Teluk Jakarta-541 
KRI tersebut tengah melakukan operasi dukungan laut pergeseran logistik ke wilayah timur.
"KRI Teluk Jakarta-541 yang sedang melaksanakan operasi dukungan laut pergeseran logistik ke wilayah timur, mengalami kebocoran yang mengakibatkan tenggelam pada kedalaman sekitar 90 meter di perairan timur laut Pulau Kangean," kata Zaenal dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/7/2020).
Zaenal mengatakan seluruh ABK yang berjumlah 55 orang dinyatakan selamat. Seluruh ABK itu rencananya akan dievakuasi ke Surabaya.
"Seluruh ABK sejumlah 55 orang dalam keadaan selamat. 54 ABK diselamatkan oleh KM Tanto Sejahtera yang sedang berlayar di posisi 5 NM dari lokasi kejadian, 1 ABK ditolong oleh KM Dobonsolo," ucap Zaenal.
"Saat ini KRI RE Martadinata sedang berada di posisi KM Tanto Sejahtera, menunggu cuaca baik melaksanakan transfer ABK, untuk selanjutnya akan dibawa ke Surabaya," tambahnya.(Angga Saja-TSM)

12 Juli 2020

KRI Hasanudin-366 Latihan bersama Kapal Perang Brazil BRS Independencia F-44

radarmiliter.com - KRI Sultan Hasanuddin (SHN-366) dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmanda II yang tergabung dalam Satgas MTF TNI Konga XXVIII-L/UNIFIL Tahun 2019 melaksanakan latihan bersama Miscex 806 RAS (_Replanishment at Sea_) Approach dengan unsur MTF lain dari kapal perang Brazil BRS Independencia F 44 di zona I center south AMO, laut Mediterania, pada Rabu (08/07) waktu setempat.
BRS Independencia F-44
BRS Independencia F-44 
Kapal Brazil BRS Independencia F 44 ini adalah kapal perang jenis Frigate, Niteroi class yang dibangun di Arsenal de Marinha, Rio de Janeiro, Brazil.
“Latihan Ini merupakan latihan bersama kedua kalinya yang dilaksanakan oleh KRI Sultan Hasanuddin-366 dengan kapal perang Brazil, dimana sebelumnya latihan ini juga pernah dilaksanakan oleh KRI Sultan Hasanuddin-366 dengan kapal perang Brazil BRS Barosso V-34, ” Ujar Letkol Laut (P) Ludfy selaku Dansatgas.
“Kegiatan latihan bersama ini diawali dari KRI Sultan Hasanuddin-366 berperan sebagai kapal penerima dengan melaksanakan approach ke kapal perang Brazil BRS Independencia F-44, dilanjutkan dengan pengiriman tali jarak dan tali utama, dilanjutkan dengan Mailbag Transfer,” terang Ludfy.
Selanjutnya kapal perang BRS Independencia F-44 berganti peran menjadi kapal penerima dan melaksanakan approach kepada kapal pemberi yaitu KRI Sultan Hasanuddin-366.
Pada akhir latihan, kapal perang Brazil BRS Independencia F-44 dan KRI Sultan Hasanuddin-366 bermanuver keluar formasi dengan kecepatan tinggi untuk selanjutnya kembali menuju sektor operasinya masing-masing.
Ludfy juga menambahkan bahwa kegiatan latihan RAS seperti ini sangat diperlukan dalam satu satuan tugas seperti MTF Unifil, guna memperpanjang kehadiran unsur di laut. Dalam rangka melaksanakan misi Unifil Maritime Interdiction Operation.(Dispen Koarmada II )

TNI AL akan Latihan Tempur di Laut Jawa hingga Natuna

radarmiliter.com - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) akan melakukan latihan tempur di Laut Jawa hingga Laut Natuna dan dan wilayah Dabo Singkep, Kepulauan Riau pada 18 Juli 2020.
Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I) TNI Angkatan Laut Laksda TNI Ahmadi Heri mengatakan, latihan yang melibatkan beberapa unsur tersebut akan memberikan gambaran mengenai pengembangan taktik, teknik, dan prosedur berbagai kemampuan tempur.
TNI AL akan Latihan Tempur di Laut Jawa hingga Natuna
TNI AL akan Latihan Tempur di Laut Jawa hingga Natuna 
“Kegiatan Geladi Tugas Tempur diselenggarakan untuk mewujudkan, mempertahankan dan meningkatkan keterampilan perorangan maupun kelompok, yang pada gilirannya akan meningkatkan kemantapan komando dan pengendalian operasi, dukungan operasi dan pemantapan penguasaan doktrin, taktik, teknis dan prosedur secara tepat,” kata Ahmadi Heri, Selasa (7/7/2020).
Latihan ini kata dia akan melibatkan sekitar 2 ribu personel TNI AL dengan mengerahkan 24 KRI, 10 pesawat udara dan 18 kendaraan tempur lengkap dengan persenjataan artileri.
“Adapun latihan yang akan dilaksanakan yaitu pertempuran laut dengan beberapa doktrin peperangan seperti peperangan anti udara, peperangan anti kapal selam, peperangan kapal permukaan, operasi pasukan khusus dan pendaratan amfibi di Daerah Latihan TNI AL di Pantai Todak Dabo Singkep Kepri,” tegas dia.
Meski di tengah pandemi Covid-19, Pangkoarmada I kata dia seluruh peserta diwajibkan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai protokol.(Angga Saja-TSM)
Sumber : katakini.com

Ad Placement

TNI AD

TNI AL

TNI AU