Su-25 Rusia Ditembak Jatuh di Suriah, Pilot Dieksekusi - Radar Militer

05 Februari 2018

Su-25 Rusia Ditembak Jatuh di Suriah, Pilot Dieksekusi

Su-25 Rusia Ditembak Jatuh
Su-25 Rusia Ditembak Jatuh 

Untuk pertama kalinya dalam dua tahun, Angkatan Udara Rusia menderita kekalahan di udara. Satu jet tempur serang darat Su-25 Frogfoot seperti diberitakan Express dan CNN (4/2) tertembak jatuh di Propinsi Idlib saat mendukung operasi darat pasukan Suriah di bawah Pemerintah Bashar Assad untuk mengalahkan kelompok teroris Jabhat al Nusra yang terafiliasi ke Al Qaeda.
Su-25 tersebut tertembak oleh apa yang kelihatannya seperti rudal anti pesawat panggul (MANPADS) dan terekam dalam video. Kementerian Pertahanan Rusia sudah mengakui kalau satu pesawatnya memang tertembak jatuh di Idlib. Pilot jet serang darat itu berhasil selamat setelah melontarkan diri menggunakan kursi pelontar dan turun di tengah-tengah wilayah yang masih dikuasai oleh milisi.
Sang pilot yang tidak diketahui namanya itu menolak untuk menyerah karena tahu seperti apa nasib yang menantinya dan memutuskan untuk melawan dengan gagah berani dengan mencabut pistol dan mulai menembak, sebelum akhirnya dihabisi oleh para teroris yang mengepungnya. Pasukan Rusia segera mengirimkan pasukan komando untuk mengevakuasi jasad pilotnya tersebut.
Sejumlah video yang beredar menunjukkan bahwa jet tempur nahas itu jatuh di dekat kota Saraqeb yang masih dikuasai oleh teroris dan pemberontak, dan potongan-potongan sayap, reruntukan yang terbakar, dan mesin Su-25 yang hancur berserakan di tanah. Su-25 Grach sendiri merupakan jet serang darat yang sudah jadi andalan AU Rusia di Suriah untuk menghancurkan dan menyerang sasaran darat dengan bom dan roket.
Kepemilikan rudal panggul atau MANPADS merupakan hal yang cukup umum di Rusia setelah milisi dan pemberontak merebut stok gudang senjata pemerintah Suriah sejak tahun 2011. Penggunaan pertama sistem ini dimulai pada 2012 oleh pemberontak.
Murka Jet Tempurnya Ditembak Jatuh, Rusia Kirim Rudal Jelajah Pembalasan
Su-25 Frogfoot AU Rusia memang telah tertembak jatuh di area Saraqeb propinsi Idlib, dan militan Jabhat al Nusra telah mengaku bertanggungjawab menembak pesawat itu jatuh dengan rudal anti pesawat panggul. Yang membuat Rusia semakin murka adalah fakta bagaimana pilotnya dikeroyok beramai-ramai sehingga akhirnya tertembak dan gugur.
Rusia segera menyiapkan serangan pembalasan berupa peluncuran sejumlah rudal jelajah dari kapal-kapal perangnya di Mediterania yang dikirimkan ke area di sekitar Saraqeb. Sejumlah rudal Kalibr yang sudah teruji dalam Perang Suriah kembali ditembakkan dari kapal fregat dan kapal selam yang tergabung dalam gugus tugas AL Rusia, sesuai laporan dari Interfax (4/2).
Cepatnya jeda waktu antara Su-25 tertembak jatuh dan peluncuran rudal jelajah menunjukkan betapa murkanya Rusia. Menurut Departemen Pertahanan Rusia, hasil sadapan radio menunjukkan bahwa kurang lebih ada 30 teroris yang tewas akibat serangan balasan hujan rudal tersebut.
Pasukan Rusia yang ditugaskan sebagai pasukan monitoring perdamaian saat ini sedang berupaya memasuki wilayah Saraqeb dengan dibantu pasukan Turki untuk mencoba mengevakuasi jasad sang pilot yang gugur tersebut kembali ke pangkalan udara Rusia di Khmeimim untuk dapat diperlakukan dengan layak dan dimakamkan.
Propinsi Idlib sendiri merupakan satu dari sedikit pusat pertahanan yang masih dikuasai oleh milisi Jabhat al Nusra dan kelompok lain yang terafiliasi Al Qaeda di Suriah. Jet-jet tempur Rusia selama 24 jam terakhir menjalankan puluhan sorti serangan darat ke berbagai wilayah di Idlib dalam rangka mendukung gerak maju pasukan pemerintah Suriah dari sisi Selatan dan Timur yang mencoba merebut kembali wilayah tersebut. (Aryo Nugroho)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb