India Beli Rudal Israel, Meski AS Tawarkan Transfer Teknologi - Radar Militer

27 Oktober 2014

India Beli Rudal Israel, Meski AS Tawarkan Transfer Teknologi

anti-tank guided missile
anti-tank guided missile
India pada 25 Oktober memutuskan untuk membeli rudal anti-tank Israel, 'Spike' senilai INR 3200 crore (kurang lebih US$ 520 juta) dan menolak tawaran rudal 'Javelin' buatan Raytheon-Lockheed Martin.

Dewan Akuisisi Pertahanan (Defence Acquisition Council - DAC) Kementerian pertahanan India menyetujui pembelian rudal Israel buatan Rafael yang juga telah menawarkan untuk bersama-sama memproduksi rudal tersebut di India dengan transfer teknologi.

Hanya beberapa minggu sebelum keputusan DAC itu, AS telah menawarkan untuk membahas transfer teknologi dan produksi bersama. Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel datang ke New Delhi dalam upaya terakhir untuk mendorong penjualan rudal Javelin dengan memanfaatkan meningkatnya hubungan India-AS setelah kunjungan PM India Modi ke Washington.

Sebelumnya AS telah berusaha agar India menandatangani perjanjian tertentu yang mengontrol penggunaan akhir dari rudal tersebut yang ditolak oleh India. Kemudian AS menawarkan untuk melonggarkan beberapa peraturan tertentu foreign military sales untuk membuat kesepakatannya menjadi menarik.

Kesepakatan dengan Rafael meliputi 8.356 rudal anti tank (anti-tank guided missile) Spike dan 321 peluncur. Rudal tersebut pada awalnya akan dibawa ke India dalam kondisi terurai dan dirakit di India. Selanjutnya akan dibuat di India dengan transfer teknologi (ToT) dengan Bharat Dynamics Limited, sebuah perusahaan milik pemerintah India.

AD India membutuhkan sekitar 40.000 rudal untuk melengkapi seluruh 382 batalyon infanteri dan 44 unit infanteri mekanis Angkatan Darat.

Spike adalah rudal anti tank man-portable 'fire and forget' yang mampu lock-on ke sasaran. Rudal ini dapat digunakan melawan tank dan pengangkut personel lapis baja. Pesaingnya, Javelin adalah salah satu rudal portabel paling sukses di pasar internasional yang telah dijual ke beberapa sekutu AS.


Sumber : defenseworld.net

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda