Pesawat Tempur F-16 TS-1603 Akan Diperbaiki TNI AU - Radar Militer

19 Maret 2017

Pesawat Tempur F-16 TS-1603 Akan Diperbaiki TNI AU

Pesawat Tempur F-16 TS-1603
Pesawat Tempur F-16 TS-1603  

Komandan Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Marsekal Pertama Henri Alfiandi memperkirakan biaya perbaikan pesawat tempur F16 A/B Block 15 yang tergelincir di Pekanbaru, Riau, beberapa waktu lalu sebesar Rp.25 miliar.
"Estimasi sekitar 2 juta dolar AS atau Rp.25 miliar," kata Danlanud di Pekanbaru, Jumat.
Ia mengatakan angka itu merupakan hitungan sementara untuk memperbaiki tiga komponen utama yang rusak akibat insiden tergelincirnya pesawat tempur F-16 A/B Block 15 dengan nomor ekor TS1603 dari Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin pada Selasa (14/3) petang.
Ketiga komponen rusak yang diketahui dari hasil penyelidikan sementara itu adalah hidung pesawat, sayap dan ekor atau "Vertical Stabilizer". Untuk hidung pesawat, harga suku cadang yang harus diproduksi dan didatangkan dari Amerika diperkirakan sebesar 200.000 dolar. Selanjutnya sayap sekitar 750.000 dolar dan ekor 500.000 dolar.
"Dua juta dolar itu pergantian spare part. Mudah-mudahan penyelidikan yang masih dilakukan tidak bertambah lagi," ujarnya.
Satu hal yang pasti, jelas Danlanud, komponen utama berupa mesin dan radar pesawat tersebut dalam keadaan bagus dan masih sangat memungkinkan untuk diperbaiki dan diterbangkan kembali.
Henri menjelaskan bahwa angka Rp.25 miliar itu merupakan angka "Beyond Economic Repair". "Atau dalam bahasa sederhananya lebih menguntungkan untuk diperbaiki, karena harga pesawat itu sekitar Rp750 miliar. Hampir satu triliun rupiah," jelasnya.
Perbaikan akan dilakukan di Lanud Iswahyudi, Jawa Timur, atau lokasi awal pesawat tempur canggih itu sebelum bertugas di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru pada 2016.
Pesawat tempur F-16 A/B Block 15 tergelincir saat mendarat di landasan Lanud Roesmin Nurjadin, Selasa sore, sekitar pukul 16.55 WIB. Lanud Roesmin Nurjadin dan Bandara SSK II Pekanbaru selama ini berbagi landasan untuk kepentingan militer dan komersial.
Akibatnya, peristiwa tergelincirnya pesawat tempur tersebut sempat mengganggu jadwal penerbangan komersial Bandara SSK II selama 40 menit.
Kedua pilot, yaitu Mayor Penerbang Andri Setiawan (kepala Seksi Operasi Skuadron Udara 3 TNI AU) dan Letnan Satu Penerbang Marco Anderson (penerbang siswa konversi) selamat.
Panitia Penyidik Kecelakaan Pesawat Udara (PPKPU) Mabes TNI AU sedang melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kecelakaan pesawat tersebut.
Sementara itu, selama penyelidikan berlangsung, Lanud Roesmin Nurjadin mengambil kebijakan untuk menghentikan sementara operasional F16 dari Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin.
Lanud Roesmin Nurjadin merupakan satu-satunya Lanud Tipe A di Sumatera. Terdapat dua Skadron Udara di Pangkalan militer tersebut. Selain Skadron Udara 16 dengan jet tempur F-16 nya, juga terdapat Skadron Udara 12 dengan Hawk 100/200.
Pesawat Akan Dibawa ke Lanud Iswahyudi untuk Diperbaiki
Pesawat tempur F-16 yang tergelincir hingga badannya terbalik di ujung landasan Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau, Selasa lalu (14/3) akan diperbaiki di Pangkalan Udara Iswahyudi, Jawa Timur.
"Pesawat akan dibawa ke Lanud Iswahyudi," kata Komandan Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin Marsekal Pertama Henri Alfiandi menjawab Antara di Pekanbaru, Jumat.
Ia menjelaskan, hasil penyelidikan awal, pesawat tempur F-16 A/B Block 15 dengan nomor ekor TS1603 dari Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin itu hanya mengalami kerusakan minor.
Bagian-bagian yang rusak antara lain pada hidung, ujung sayap, dan ekor atau "Vertical Stabilizer". Penyelidikan yang melibatkan belasan tim ahli dari Komando Pemeliharaan Materiil Angkatan Udara (Korharmatau) dipimpin Kolonel Tek Iwan dan Mayor Tek Subagyo.
"Hasil penyelidikan, pesawat ini laik diterbangkan kembali, tentunya setelah perbaikan," jelas Danlanud.
Lebih jauh, Danlanud mengatakan pesawat F-16 buatan Amerika yang dibeli baru pada 1992 silam tersebut dipastikan akan lebih canggih pasca perbaikan dan peningkatan kemampuan di Lanud Iswahyudi.
Untuk memboyong pesawat nahas yang mulai bertugas di Lanud Roesmin Nurjadin pada 2016 lalu itu, Danlanud mengatakan, badan pesawat nantinya akan dilepas satu persatu. Mulai dari hidung, ekor, sayap dan sejumlah komponen lainnya. Selanjutnya, pesawat akan dimasukkan ke dalam kargo dan diterbangkan ke Iswahyudi menggunakan Hercules.
Informasi yang diperoleh, pesawat itu rencananya akan dibawa ke Iswahyudi setelah pemeriksaan menyeluruh selesai dilakukan dengan perkiraan waktu sekitar satu bulan.
Pesawat tempur F-16 A/B Block 15 tergelincir saat mendarat di landasan Lanud Roesmin Nurjadin Selasa sore (14/3) sekitar pukul 16.55 WIB. Lanud Roesmin Nurjadin dan Bandara SSK II Pekanbaru selama ini berbagi landasan untuk kepentingan militer dan komersial.
Peristiwa tergelincirnya pesawat tempur tersebut sempat mengganggu jadwal penerbangan komersial Bandara SSK II selama 40 menit.
Adapun kedua pilot, yaitu Mayor Penerbang Andri Setiawan (kepala Seksi Operasi Skuadron Udara 3 TNI AU) dan Letnan Satu Penerbang Marco Anderson (penerbang siswa konversi) selamat dari kecelakaan itu.
Panitia Penyidik Kecelakaan Pesawat Udara (PPKPU) Mabes TNI AU sedang melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kecelakaan pesawat tersebut.
Sumber : http://www.antaranews.com/

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb