Malaysia Tanda Tangani Kontrak Pengadaan Kapal Perang Multirole Sup­port Ship (MRSS)? - Radar Militer

21 Juli 2018

Malaysia Tanda Tangani Kontrak Pengadaan Kapal Perang Multirole Sup­port Ship (MRSS)?

Kapal Perang Multirole Sup­port Ship (MRSS)
Kapal Perang Multirole Sup­port Ship (MRSS) 

Direktur Utama PT PAL Indonesia (Per­sero) Budiman Saleh menjelas­kan bahwa Pemerintah Malaysia telah menandatangani kontrak pengadaan 2 unit LPD MRSS. Kapal perang MRSS yang dibutuhkan AL Malaysia (TLDM) memiliki bahan kapal berkualitas dan lebih panjang serta memiliki kemampuan di antaranya pendaratan pasukan dan melakukan pendaratan pa­sukan helikopter serta tank.
Sudah ada kontrak pesanan kapal perang jenis LPD yang dinamakan Multirole Sup­port Ship (MRSS). Kapal MRSS sudah dibuat sejak tahun lalu dengan panjang 163 meter, ungkap Dirut PT PAL Indonesia (Per­sero), Budiman Saleh.
Budiman Saleh menyebutkan bahwa nama besar PT PAL dipertaruhkan dalam produk yang dibuatnya. Untuk itu perusahaan berhati-hati menjaga kualitas produksi. "Dan LPD MRSS ini paling besar di ASEAN, alhamdulillah dalam beberapa putaran ranking 1," katanya.
Budiman berharap proyek kapal terbesar tetap menjadi proyek prioritas pemerintahan Malaysia di bawah Mahathir Mohammad. "Kita berharap pe­merintahan baru, Pak Mahathir masih menganggap project ini project prioritas. Karena ada pergeseran dari Pak Najib ini prioritas dan sekarang ada yang diubah, ada yang dibatalkan. Kita berharap RMSS prioritas nomor 1," harap dia.
PT PAL juga sedang berusaha mendapatkan kontrak kerja pem­buatan kapal perang Pemerintah Thailand dan bersaing dengan negara Singapura. "Thailand butuh 143 meter, saingan kita Singapura. Thailand sedikit ber­beda dari pesanan lain karena dia harus mampu untuk penurunan pasukan, bisa suplai bahan bakar dari air serta kapal selam serta charging baterai dan submarine rescue," ungkapnya.
Sumber : rmol.co

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb