Radar Militer: Balitbang
Tampilkan postingan dengan label Balitbang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Balitbang. Tampilkan semua postingan

25 Maret 2021

Radar Pasif Pengawal Wilayah Udara Nusantara

radarmiliter.com - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertahanan Kementerian Pertahanan berhasil mengembangkan prototipe radar pasif untuk memperkuat keamanan wilayah udara NKRI. Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Alat Peralatan Pertahanan (Kapuslitbang Alpalhan) Balitbang Kemhan, Brigadir Jenderal TNI Rosidin mengungkapkan, peralatan pertahanan elektronik yang disebut Radar Pasif ini mampu menangkap segala pergerakan objek dan target musuh di udara dengan tanpa terdeteksi keberadaannya oleh pihak musuh.
Sebabnya, radar pasif ini tidak memancarkan gelombang elektromagnetik, sebaliknya memiliki kemampuan menangkap sinyal-sinyal echo dari gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh objek-objek di sekitarnya. “Radar ini sumber pengukurannya berasal dari target itu sendiri. Dia memanfaatkan sumber sinyal, seperti televisi, radio, dan pesawat untuk menentukan lokasi target. Metode ini dinamakan passive location,” katanya di Jakarta, Senin, 1 Maret 2021.
Radar Pasif Balitbang
Radar Pasif Balitbang
Menurut ia, pengembangan alutsista tersebut merupakan bagian dari program pengadaan radar nasional khususnya radar pasif untuk memperkuat Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas). Selain dapat mendeteksi sasaran, Brigjen TNI Rosidin menambahkan, kelebihan radar pasif adalah mampu menangkap keberadaan pesawat siluman. Seperti diketahui, pesawat siluman dirancang untuk mengacaukan atau mengalihkan diri dari pantauan radar.
Terkait dengan pesawat siluman, radar pasif memiliki kelebihan lain lantaran beroperasi pada spektrum frekuensi yang lebih rendah, yakni spektrum VHF/UHF, yang jarang terdapat pada radar aktif. Dengan alasan tersebut, radar pasif ini tidak bisa dideteksi oleh musuh, termasuk pesawat siluman.
“Teknologi pesawat siluman itu tentunya dibuat untuk tidak dapat dideteksi oleh radar lawan, Radar aktif umumnya tidak bisa mendeteksi keberadaannya. Kalaupun radarnya bisa mendeteksi, (radar aktif) malah radar aktif tersebut akan jadi sasaran. Radar pasif kita ini dibuat untuk mengisi celah yang tidak terjangkau oleh radar aktif kita, rencananya ditempatkan di area perbatasan,” tambahnya.
Sekretaris Balitbang Kemhan Brigjen TNI Abdullah Sani menambahkan, radar pasif ini memiliki ukuran lebih kecil dari radar aktif konvensional. Bentuknya yang lebih ringkas sehingga mudah di tempatkan ke segala medan sesuai kebutuhan. Radar tersebut pun dapat dioperasikan dari jarak jauh (remote) ataupun secara langsung (stand alone). “Nanti akan kami buat dalam bentuk mobile (perangkat bergerak) untuk disebar ke seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.
Kabid matra udara Puslitbang Alpalhan Kolonel TNI Bambang Edi menambahkan, struktur radar pasif ini terdiri dari empat unit yang terintegrasi, yakni satu unit master station dan tiga unit remote station. Unit master station digunakan sebagai pusat kendali. Sementara unit remote station merupakan perangkat pendeteksi sinyal yang dilengkapi dengan antena, tower mast, data link, dan receiving signal processing. Adapun jangkauan deteksi radar pasif mencapai 70 kilometer.
Supaya dapat berfungsi maksimal, keempat perangkat tersebut harus disebar dengan jarak masing-masing minimal 15 kilometer. Pengaturan jarak tersebut berfungsi meningkatkan akurasi target dalam bentuk tiga dimensi. “Itu jangkauan yang sudah kami uji. Pada kenyataannya, kami juga bisa menangkap keberadaan pesawat yang lebih jauh,” tuturnya.
Kepala Balitbang Kemhan, Marsekal Muda TNI Julexi Tambayong mengatakan, penggunaan peralatan buatan dalam negeri menjadi kebanggaan anak bangsa. Dia menambahkan keberpihakan pemerintah sangat dibutuhkan dalam penelitian, pengembangan dan regulasi industri pertahanan. Oleh karenanya, keberpihakan terhadap produksi anak bangsa akan memberikan dampak positif dalam persaingan internasional. “Pengembangan yang kami lakukan bagian dari triple helix yang terdiri dari pemerintah, akademisi dan industri pertahanan,” ujar mantan Atase Pertahanan RI di Singapura ini.
Sumber : tempo.co

12 Maret 2021

Balitbang Kembangkan Radar Pasif Untuk Bantu Tingkatkan Keamanan Nasional

radarmiliter.com - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertahanan (Balitbang) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia berhasil mengembangkan prototipe radar pasif untuk memperkuat keamanan udara dan maritim Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Perangkat elektronik buatan Indonesia tersebut berfungsi untuk mendeteksi target dengan memanfaatkan gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh target itu sendiri.
Adapun pengembangan alat utama sistem senjata (alutsista) ini merupakan bagian dari kebutuhan radar nasional khususnya kebutuhan radar pasif untuk Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas).
Radar Pasif Balitbang
Radar Pasif Balitbang
Kepala pusat penelitian dan pengembangan (Kapuslitbang) alat peralatan pertahanan (Alpalhan) Balitbang Kemhan Brigjen TNI Rosidin mengatakan, radar pasif yang Balitbang kembangkan ini mampu menangkap semua pergerakan target di udara tanpa terdeteksi oleh pihak lawan.
“Radar pasif ini sistem pendeteksinya menggunakan gelombang elektromagnetik yang dipancarkan dari target itu sendiri,” ujarnya dalam wawancara dengan Kompas.com, di Kantor Balitbang Kemhan, Jakarta, Senin (1/3/2021).
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Matra Udara Puslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan Kolonel Tek Bambang Edy menambahkan, radar pasif dapat menentukan lokasi target dengan memanfaatkan sumber sinyal, dari frekuensi televisi, radio, dan pesawat. Metode tersebut dinamakan dengan passive location.
Dalam kesempatan yang sama, Kabalitbang Kemhan Marsekal Madya (Marsda) TNI Julexi Tambayong mengatakan, salah satu kelebihan dari radar pasif ini mampu mendeteksi keberadaan “pesawat siluman” (stealth).
Seperti diketahui, pesawat siluman dirancang untuk mengalihkan pantauan radar dengan menggunakan teknologi siluman sehingga sulit untuk dideteksi.
Dengan teknologi tersebut, pesawat siluman dapat dengan mudah menyusup ke wilayah suatu negara untuk dapat melakukan kegiatan spionase maupun serangan tiba-tiba (stealth attack).
“Pesawat siluman ini dengan teknologinya tidak bisa terdeteksi keberadaannya oleh radar aktif biasa. Kalaupun bisa dideteksi, malah radar (radar aktif) tersebut menjadi sasarannya. Keberadaan radar pasif ini dapat mengisi celah yang tidak terjangkau oleh radar aktif di area perbatasan. Maka dari itu, nanti akan kami buat mobile untuk disebar ke (seluruh) NKRI,” ujarnya.
Ia menyebutkan, radar pasif memiliki keunggulan yang tidak dimiliki radar aktif, yakni ukurannya yang kecil sehingga mudah dikerahkan, tahan terhadap deteksi electronic support measure (ESM), dan sulit dilumpuhkan.
Alat ini juga dapat dioperasikan dengan remote dan stand alone. Secara susunan, radar pasif terdiri dari empat unit perangkat, yakni satu master station dan tiga remote station.
Adapun master station adalah pusat kendali dari radar pasif yang berada di dalam truk. Sementara itu, remote station merupakan perangkat pendeteksi sinyal yang dilengkapi dengan antena, tower mast, data link, dan receiving signal processing.
Agar berfungsi maksimal, keempat perangkat tersebut harus diletakkan dengan jarak masing-masing minimal 15 kilometer (km) antartitik.
Tujuannya untuk meningkatkan akurasi dalam menentukan target dalam bentuk tiga dimensi (3D). Berdasarkan uji coba di lapangan, radar pasif memiliki jangkauan sejauh 70 kilometer (km).
Sekretaris Balitbang Kemhan Brigjen TNI Abdullah Sani menyebutkan, pengembangan yang dilakukan oleh pihaknya bukan tanpa halangan.
Menurutnya, komponen yang tidak dijual di dalam negeri menjadi masalah utama Balitbang dalam mengembangkan alutsista.
Oleh karena itu, Kemhan membuka peluang kerja sama dengan pelaku industri pertahanan baik itu dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) untuk membantu meningkatkan pengembangan radar pasif yang saat ini masih berupa prototipe menuju first article (FA).
Diharapkan dengan kerja sama tersebut, mampu membuat kualitas radar pasif setara dengan produsen luar dan memiliki kemampuan sesuai kebutuhan user.
Sebagai informasi, radar pasif merupakan salah satu dari tiga alutsista telah dibuat Kemhan untuk memaksimalkan sistem pertahanan nasional. Dua alutsista lainnya adalah Kendaraan Peluncur Roket R-HAN 122B dan Mobile Command Control Vehicle (MCCV).
Sumber : kompas.com

Kementrian Pertahanan Perkenalkan Peluncur Roket R-HAN 122B

radarmiliter.com - Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kementerian pertahanan ( Kemhan) Republik Indonesia (RI) Marsekal Muda (Marsda) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Julexi Tambayong mengatakan, Indonesia punya potensi untuk memproduksi senjata secara mandiri.
Hal tersebut, kata Marsda Julexi, terbukti lewat sejumlah jalinan kerja sama yang dilakukan antara Balitbang Kemhan dengan badan usaha milik negara (BUMN) dan badan usaha milik swasta (BUMS) terkait pengembangan alat utama sistem senjata TNI ( alutsista).
Tak hanya itu, kerja sama tersebut merupakan bagian dari triple helix yang mewakili pemerintah, akademisi, dan industri pertahanan.
Kendaraan Peluncur Roket R-HAN 122B
Kendaraan Peluncur Roket R-HAN 122B
“Ini merupakan langkah strategis bagi sistem pertahanan Indonesia dalam upaya mewujudkan kemandirian,” ujar Marsda Julexi dalam presentasi mengenai prototipe alutsista TNI terbaru kepada Kompas.com, di kantor Balitbang Kemhan, Jakarta, Senin (1/3/2021).
Adapun langkah ini sebagai komitmen Kemhan dalam meningkatkan dan mengembangkan industri pertahanan dalam negeri dan penguatan modernisasi alutsista.
Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap persenjataan produksi luar negeri.
Pemanfaatan produk dalam negeri untuk pertahanan, tambah Marsdya Julexi, dapat mewujudkan strategic autonomi atau kebebasan mengambil keputusan dan aksi ketika Indonesia harus melindungi kepentingan nasionalnya tanpa tekanan negara lain. Seperti embargo, misalnya.
Kendati demikian, Kabalitbang Kemhan menekankan bahwa masih ada tantangan dalam mengembangkan alpalhan.
“Produk yang dihasilkan kegiatan penelitian dan pengembangan alpalhan tersebut baru sampai pada tahap prototipe. Masih perlu pengembangan dan penyempurnaan sebelum sampai pada tahap first article dan mass product sehingga tidak bisa disamakan dengan produk siap jual” jelasnya.
Adapun salah satu prototipe senjata yang berhasil dikembangkan oleh Balitbang Kemhan adalah kendaraan Peluncur Roket R-HAN 122B.
Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Kapuslitbang) Alat Peralatan Pertahanan (Alpalhan) Balitbang Kemhan Brigjen TNI Rosidin MSi (Han) MSc mengatakan, Roket R-HAN 122B dapat memperkuat satuan marinir dan TNI angkatan laut (AL) yang saat ini menggunakan kendaraan Roket 122 MM, RM70, dan GRAD 40 buatan Cekoslovakia.
Selain itu, alutsista karya anak bangsa tersebut juga dilengkapi tabung launcher bertipe PL R-HAN 122B dengan kaliber 122 milimeter (mm) dan mampu memuat sebanyak 40 laras.
“Untuk pengoperasian, R-HAN 122B memiliki sistem otomatis pada bagian loading, elevasi, azimuth, firing dan kalkulator balistik. R-HAN 122B juga memiliki daya luncur sejauh 30 kilometer (km),” ujar Brigjen Rosidin.
Soal kemandirian persenjataan, Sekretaris Balitbang Kemhan Brigjen TNI Abdullah Sani menyampaikan bahwa 2021 akan menjadi momen bagi Balitbang Kemhan untuk fokus membangun prototipe alutsista.
Dengan begitu, Indonesia diharapkan mampu memproduksi senjata secara mandiri yang berkualitas pada 2024. Bahkan, kualitas senjata bisa setara dengan produk alutsista dari luar negeri.(Erlangga Satya Darmawan)
Sumber : https://www.kompas.com/

13 Desember 2019

Transfer of Technology Pembangunan dan Pemeliharaan Kapal Selam Class 209


Balitbang Kemhan dan PT. PAL menyelenggarakan paparan Transfer of Technology Pembangunan dan Pemeliharaan Kapal Selam Class 209, yang dilaksanakan di Rupatama Lantai V Gedung Ir. H. Djuanda Balitbang Kemhan, Jl. Jati No.1 Pondok Labu, Jakarta Selatan. 
Overhaul KRI Cakra-401 di PT PAL
Overhaul KRI Cakra-401 di PT PAL 
Paparan dihadiri oleh Kapuslitbang Strahan Balitbang Kemhan Laksma TNI Arif Harnanto, S.T., M.Eng., sekaligus membuka kegiatan tersebut, serta para pejabat di lingkungan Balitbang Kemhan. Sebagai narasumber dari PT. PAL adalah Bpk. Laksda Purn. Mulyadi, Kolonel Laut (T) Wiranto, dan Chabibi Nur T. serta moderator Kabid Matra Laut Kolonel Laut (E) Aab Abdul Wahab, S.T., M.T.
Kapuslitbang Strahan Balitbang Kemhan dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Transfer of Technology Pembangunan dan Pemeliharaan Kapal Selam Class 209 ini, dibuat dalam rangka mendukung program nasional. 
Pada tahun 2019 ini yang dikembangkan baru sebatas joint production and MRO dengan Korea Selatan. Mekanisme Transfer of Technology Kapal Selam sangat komplek, memakan waktu yang cukup lama. Lebih lanjut Kapuslitbang Strahan Balitbang Kemhan menambahkan, untuk ke depan perlu adanya kerjasama Balitbang Kemhan dengan PT. PAL untuk pengembangan desain Kapal Selam.
Mengakhiri sambutannya, Kapuslitbang Strahan mengucapkan terima kasih dan penghargaan sedalam-dalamnya kepada narasumber, moderator dan undangan yang telah meluangkan waktunya. Beliau berharap dalam pelaksanaan paparan ini dapat memberi masukan dan saran untuk meningkatkan penguasaan teknologi yang nantinya dapat berfungsi sebagai alutsista TNI yang handal serta dalam rangka ikut mengurangi ketergantungan import produk alutsista dari luar negeri.(Herru Sustiana)

28 November 2019

Prototype Kendaraan Peluncur Roket R-HAN 122B - Multiple Rocket Launcher System


Tampilan Prototype Kendaraan Peluncur Roket R-HAN 122B - MLRS (Multiple Rocket Launcher System) Kendaraan ini telah melaksanakan uji dinamis Peluncur Roket R-Han 122B Tahap II-II, TA. 2019 Pada Kamis (14/11/2019) Lalu
Prototype Kendaraan Peluncur Roket R-HAN 122B
Prototype Kendaraan Peluncur Roket R-HAN 122B 
Prototipe Kendaraan Peluncur Roket R-Han 122 B Tahap II-I TA. 2019 merupakan program litbang yang bekerjasama dengan LAPAN, PT. Dahana (Persero) dan PT. Pindad.
Pengembangan Kendaraan Peluncur Roket R-Han 122B ini adalah untuk menghasilkan kendaraan peluncur yang dapat berfungsi dengan baik dan stabil sesuai spesifikasi yang diharapkan tanpa adanya kesalahan dan kerusakan baik saat endurance maupun penembakan.
Disamping itu diharapkan sistem otomatisasi dan manual dapat dioperasikan oleh operator sesuai prosedur dan operasi penembakan yang dikehendaki. Prototipe peluncur roket ini dibuat dalam rangka memenuhi kebutuhan akan kendaraan peluncur roket R-Han 122B sebagai dukungan dalam program pengembangan Roket Nasional.
Sumber : Kemhan RI

26 November 2019

UGM Buat Baterai Nuklir Sumber Energi Listrik Tahan 40 Tahun


Tim peneliti Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengembangkan prototipe baterai nuklir sebagai sumber energi listrik yang diperkirakan memiliki daya tahan hingga 40 tahun.
Ilustrasi
Ilustrasi 
Ketua Tim peneliti Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika UGM Yudi Utomo Imardjoko mengatakan pengembangan prototipe baterai nuklir awalnya dibiayai oleh mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan.
"Dahlan Iskan ingin agar dari teknologi nuklir Indonesia ada sesuatu yang bisa di-create (diwujudkan), tidak hanya teoritis. Ini salah satu bukti bahwa kami sudah melakukan sesuatu yang sifatnya ada hasilnya, walaupun masih kecil itu tinggal scale-up (ditingkatkan) saja," kata Yudi seperti dilaporkan Antara, Jumat (22/11).
Pendanaan pengembangan baterai itu kemudian dilanjutkan oleh Balitbang Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Setelah dua tahun dikembangkan sejak 2017, proyek penelitian itu telah memunculkan hasil meski belum memuaskan.
"Ini kan masih kecil, efisiensinya masih rendah walaupun cukup tinggi kalau dibandingkan dengan di tempat lain," kata Yudi.
Pengembangan baterai itu, menurut dia, terkendala ketersediaan plutonium 238 sebagai bahan baku utama. Limbah radioaktif itu memiliki harga cukup mahal karena harus mendatangkan dari Rusia.
"Harga per keping hanya 12 dolar, tapi begitu sampai sini harganya itu 8.600 dolar per keping," kata dia.
Dahlan Iskan yang hadir meninjau pengembangan baterai itu mengatakan bahwa kendala untuk mendapatkan plutonium 238 bisa teratasi apabila Indonesia memiliki reaktor torium sendiri sebab plutonium merupakan limbah dari torium.
"Kita bisa tidak impor lagi kalau kita sudah punya reaktor torium. Reaktor torium itu desainnya sudah jadi, dibuat oleh bapak-bapak ahli nuklir ini, kebetulan itu saya yang mendanai. Desainnya sudah jadi, tinggal bagaimana cara mewujudkannya," kata dia.
Asisten peneliti  Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika UGM Elly Ismail mengatakan ide pengembangan baterai nuklir berawal dari upaya mencari sumber tenaga yang kecil namun tahan lama.
Setelah mempelajari berbagai jurnal, nuklir menjadi pilihan karena dengan daya yang dimiliki baterai bisa bertahan hingga 40 tahun.
"Kalau baterai lithium itu setahun dua tahun sudah habis. Sedangkan baterai nuklir bisa sampai 40 tahun," kata dia.
Baterai nuklir itu dikemas dalam bentuk tabung. Daya listrik yang dihasilkan dari baterai itu, jelas dia, berasal dari pancaran radiasi plutonium 238 yang dikonversi menjadi cahaya tampak. Kemudian, cahaya tampak ditangkap dengan foto voltaik atau sel surya menjadi energi listrik.
Menurut Elly, baterai itu memungkinkan digunakan di daerah terpencil sebagai sumber energi alat sensor yang mampu mendeteksi siapa saja yang melalui wilayah perbatasan Indonesia.
Ke depan baterai itu memungkinkan digunakan sebagai sumber energi berbagai peralatan elektronik di Indonesia. "Asalkan teknologi kita sudah ukurannya mikro," demikian Elly.(antara/DAL)

23 November 2019

Balitbang Kemhan Melaksanakan Uji Dinamis Radar Pasif Serta Guidance System Seeker


Puslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan melaksanakan uji dinamis Radar Pasif serta Guidance system dan seeker di Satuan Radar 211 Tanjung Kait Kosekhanudnas I, Banten. 
 Uji Dinamis Radar Pasif Serta Guidance System Seeker
 Uji Dinamis Radar Pasif Serta Guidance System Seeker 
Kegiatan diawali paparan oleh Kabid Matra Udara Puslitbang Alpalhan selanjutnya sambutan oleh Kabalitbang Kemhan Dr. Anne Kusmayati, pembacaan doa, dilanjutkan uji dinamis Radar Pasif serta Guidance system dan seeker dari tim PT. LAPI ITB Bandung, terakhir evaluasi hasil pelaksanaan uji dinamis Radar Pasif serta Guidance system dan seeker. 
Pelaksanaan uji dinamis Radar Pasif tahap III - III ini adalah hasil kerjasama antara Balitbang Kemhan dengan PT. LAPI ITB Bandung yang telah melaksanakan uji dinamis yang ke-3. Dalam pelaksanaannya, pada uji dinamis tahap III ini sudah menghasilkan satu sistem Radar Pasif dengan menitikberatkan pada pembuatan 2 remote station dengan semua kelengkapannya, seperti mobil pengangkut double cabin, serta peningkatan sensitivitas antena, LNA, peningkatan kemampuan DSP, RPU serta display. 
Dan juga pengembangan tower mask untuk antena remote station. Pengintegrasian data untuk satu sistem radar pasif dilakukan dengan pengiriman data dari 3 remote sistem ke master station, sehingga data dapat ditampilkan di display master station.
Sedangkan pelaksanaan uji dinamis Guidance System dan Seeker untuk Missile tahap I - III ini adalah hasil kerjasama antara Balitbang Kemhan dengan PT. LAPI ITB Bandung yang melaksanakan uji dinamis yang ke-1. 
Dalam pelaksanaannya, litbang Guidance System dan Seeker untuk Missile merupakan tindak lanjut akan kebutuhan sistem Guidance dan Seeker Manpads, juga upaya dalam meningkatkan kekuatan dan kemampuan pertahanan negara secara mandiri yang semakin meningkat baik kebutuhan maupun penggunaannya. 
Selain itu litbang Guidance System dan Seeker untuk Missile dapat mendukung litbang lainnya seperti litbang Rudal/Missile yang merupakan salah satu program dalam PRN (Prioritas Riset Nasional).

17 November 2019

Uji Dinamis Prototipe Kendaraan Peluncur Roket R-HAN 122B Tahap II-II


Puslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan melaksanakan uji dinamis Prototipe Kendaraan Peluncur Roket R-Han 122B Tahap II-II, TA. 2019 Uji dinamis Kendaraan Peluncur Roket R-Han 122B tahap II-II disaksikan oleh Staf Ahli bidang Politik Kemhan Laksda TNI Ir. A. Budiharja Raden, Ses Balitbang Kemhan Brigjen TNI Abdullah Sani, Kapuslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan Brigjen TNI Rosidin, M.Si (Han), M.Sc., Kapuslitbang Iptekhan Balitbang Kemhan Marsma TNI Bambang Wijanarko, S.E.,S.T.,M.Si.(Han), Kabag Datin Set Balitbang Kemhan Kolonel Inf Fatih El Amin, S.IP., M.Si., Kabid Matra Darat Puslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan Kolonel Kolonel Kav R. Herdianto Nuringtyas, S.Sos., para pejabat di lingkungan Kemhan, PT. Dahana (Persero), PT. Pindad, LAPAN , PT.DI serta tim uji dinamis Prototipe Kendaraan Peluncur Roket R-Han 122B Tahap II-II.
Prototipe Kendaraan Peluncur Roket R-HAN 122B Tahap II-II
Prototipe Kendaraan Peluncur Roket R-HAN 122B Tahap II-II 
Uji coba diawali sambutan dari Kepala Energetic Material Center PT. Dahana (Persero) Bapak Ir. Benny Gunawan, sambutan kedua oleh Kabalitbang Kemhan yang diwakili oleh Ses Balitbang Kemhan Brigjen TNI Abdullah Sani, selanjutnya sambutan oleh Staf ahli bidang politik Kemhan Laksda TNI Ir. A. Budiharja Raden, kemudian dilanjutkan pembacaan doa dan pelaksanaan uji coba. Litbang Prototipe Kendaraan Peluncur Roket R-Han 122 B Tahap II-I TA. 2019 merupakan program litbang yang bekerjasama dengan LAPAN, PT. Dahana (Persero) dan PT. Pindad.
Kendaraan Peluncur Roket R-Han 122B adalah Kendaraan peluncur roket laras banyak (multiple rocket launcher system – MRLS) buatan dalam negeri karya anak bangsa. Diharapkan proses peluncuran roket secara otomatis mampu dieksekusi lebih cepat. Mekanisme pengisian roket ke peluncur didesain sedemikian rupa supaya dicapai waktu operasi yang lebih singkat.
Sistem peluncur menggunakan Programmable Logic Controller (PLC) WAGO 750-8206/040-000 XTR sebagai pengontrol utama yang dapat diprogram untuk menyimpan rangkaian instruksi yang menjalankan fungsi-fungsi spesifik seperti: logika, sekuen, timing, counting, dan aritmatika.
Pengembangan Kendaraan Peluncur Roket R-Han 122B ini adalah untuk menghasilkan kendaraan peluncur yang dapat berfungsi dengan baik dan stabil sesuai spesifikasi yang diharapkan tanpa adanya kesalahan dan kerusakan baik saat endurance maupun penembakan.
Disamping itu diharapkan sistem otomatisasi dan manual dapat dioperasikan oleh operator sesuai prosedur dan operasi penembakan yang dikehendaki. Prototipe peluncur roket ini dibuat dalam rangka memenuhi kebutuhan akan kendaraan peluncur roket R-Han 122B sebagai dukungan dalam program pengembangan Roket Nasional.

19 Oktober 2019

Seminar Litbang Sistem Persenjataan Sentry Gun Pada Ranpur Robotik (Unmanned Ground Combat Vechicle)


Puslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan menyelenggarakan seminar Sistem Persenjataan Sentry Gun Pada Ranpur (Unmaned Ground Combat Vehicle) Tahap I-III TA. 2019 yang dilaksanakan di Rupatama Lantai V Gedung Ir. H. Djuanda Balitbang Kemhan, Jl. Jati No.1 Pondok Labu, Jakarta Selatan,.
Unmanned Ground Combat Vechicle
Unmanned Ground Combat Vechicle 
Acara dibuka oleh Kabalitbang Kemhan yang diwakili oleh Sesbalitbang Kemhan Brigjen TNI Abdulah Sani, dan dihadiri para pejabat di lingkungan Kemhan dan TNI, Kapuslitbang Sumdahan Balitbang Kemhan Brigjen TNI Martono, Kapuslitbang Apalhan Balitbang Kemhan Brigjen TNI Rosidin, M.Si. (Han), M.Sc., Kapuslitbang Iptekhan Balitbang Kemhan Bambang Wijanarko, S.E., S.T., M.Si. (Han), Para Pamen Sops Kasad, Srena Kasad, Dislitbangad, Dislitbangal, Sops Kostrad, Sops Marinir, Sops Kopassus, Sops Paskhas, Ditpalad, Pussenkav Kodiklatad, Pussenif Kodiklatad, serta dari Industri Pertahanan dan Akademisi PT. Ansa Solusitama Indonesia, Universitas UPN “Veteran” Jakarta, dan Universitas Pertahanan.
Sebagai narasumber adalah Kabid Matra Darat Puslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan Kolonel Kav R. Herdianto Nuringtyas, S.Sos., Bapak Aji Wijanarko, S.T., dari PT. Ansa Solusitama Indonesia, Bapak Indrazno Siradjudin, S.T., M.T., PhD. dari Politeknik Negeri Malang, penanggap Kasubdis Iptek Dislitbangad Kolonel Inf Iskandar dan Kaprodi Teknik Elektronika Ibu Novy Hapsari serta moderator Peneliti Madya Puslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan Kolonel Arm Harun M. Nasution, S.H., M.H.
Unmanned Ground Combat Vehicle (UGCV) adalah kendaraan darat tanpa awak dengan sistem robotik yang dirancang secara khusus untuk misi pengintaian, pengawasan dan akuisisi target guna meningkatkan keamanan personel. UGCV adalah terobosan teknologi sistem robotik yang berada di garis depan untuk menjaga prajurit pada jarak yang aman dari tembakan musuh secara efektif. Disamping itu juga UGCV ini dapat dilengkapi dengan sistem senjata sesuai kebutuhan. Berdasarkan kebutuhan tersebut Puslitbang Alpalhan melaksanakan penelitian tentang sistem persenjataan sentry gun pada ranpur robotik.
Kabalitbang Kemhan menegaskan bahwa kegiatan litbang 2019 ini adalah wadah dalam menstimulasi penguasaan core teknologi pada sistem persenjataan sentry gun dan teknologi ranpur robotik, sedangkan dari segi SDM dan fasilias sekaligus untuk mengukur kemampuan industri pertahanan nasional dalam menyelaraskan kemampuan teknologi persenjataan yang berkembang di dunia saat ini. Dalam mengawali kegiatan Litbang sentry gun pada ranpur robotik kali ini Balitbang Kemhan berkerjasama dengan PT. Ansa Solusitama Indonesia untuk turut membangun platfrom yang kita ingikan bersama dalam memenuhi kebutuhan sistem persenjataan sentry gun pada ranpur robotik nasional untuk menjaga wilayah NKRI yang cukup luas
Di akhir sambutannya, beliau mengucapkan terima kasih kepada pembicara, penanggap dan undangan yang telah meluangkan waktunya demi kepentingan bangsa dan negara. Diharapkan Unmanned Ground Combat Vehicle (UGCV) ini pada masa mendatang dapat menjadi bagian solusi untuk pelengkap pertahanan matra darat.

02 Oktober 2019

Uji Fungsi Rancang Bangun Combat Swimmer Vehicle (CSV)


Balitbang kemhan dalam hal ini Puslitbang Iptekhan melaksanakan uji fungsi Rancang Bangun Combat Swimmer Vehicle (CSV) di Danau Venue Ski Air Cipeundeuy Padalarang Bandung, Jawa Barat. Uji fungsi Rancang Bangun Combat Swimmer Vehicle disaksikan oleh Kabalitbang Kemhan Dr. Anne Kusmayati, Ses Balitbang Kemhan Brigjen TNI Abdullah Sani, Kapuslitbang Iptekhan Balitbang Kemhan Marsma TNI Bambang Wijanarko, S.E., S.T., M.Si. (Han), Kabid Dager Puslitbang Iptekhan Balitbang Kemhan Kolonel Inf Yan Namora, para pejabat Kemhan dan tim uji fungsi dari PT. Robo Marine serta personel yang terkait.
Combat Swimmer Vehicle (CSV)
Combat Swimmer Vehicle (CSV) 
Kegiatan diawali sambutan dari Dirut PT. Robo Marine Bapak Nico Prayogo, S.T., M.T., dilanjutkan paparan oleh Ibu Zainul Walidatish S, S.T., sebagai Project Manager PT. Robo Marine dan selanjutnya sambutan oleh Kabalitbang Kemhan Dr. Anne Kusmayati, pembacaan doa, dilanjutkan uji fungsi Rancang Bangun Combat Swimmer Vehicle (CSV) dari tim PT. Robo Marine dan terakhir evaluasi hasil pelaksanaan uji fungsi tersebut. Pelaksanaan uji fungsi Rancang Bangun Combat Swimmer Vehicle (CSV) ini adalah hasil kerjasama antara Balitbang Kemhan dengan PT. Robo Marine Indonesia.
Uji fungsi ini dilaksanakan untuk mengetahui karakteristik sistem control dan manuver wahana Combat Swimmer Vehicle (CSV), merupakan tahap I dari rencana III tahap pelaksanaan dari tahun 2019 hingga 2021. Combat Swimmer Vehicle (CSV) adalah kendaraan taktis yang berfungsi sebagai kendaraan bantu penyelam pasukan katak TNI AL dalam melakukan infiltrasi ke dalam daerah musuh dan dapat juga digunakan sebagai surveilance. Kendaraan ini dapat digunakan di atas permukaan air, setelah menyelam dan ke dalam air.(Herru Sustiana)

08 Juli 2019

Litbang Unmanned Surface Vehicle (USV) Sebagai Pengembangan Teknologi Dalam Mendukung Operasi Maritim


Puslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan menyelenggarakan seminar Unmanned Surface Vehicle (USV) sebagai pengembangan teknologi dalam mendukung operasi maritim yang dilaksanakan di Rupatama Lantai V Gedung Ir. H. Djuanda Balitbang Kemhan, Jl. Jati No.1 Pondok Labu, Jakarta Selatan, Kamis (04/07/2019). Acara dibuka oleh Kabalitbang Kemhan yang diwakili oleh Kabid Matra Laut Puslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan Kolonel Laut (KH) Ir. Indra Usmansyah, M.M., dan dihadiri para pejabat di lingkungan Kemhan dan TNI, staf Asops Kasal, staf Kadislitbangad, staf Kadislitbangal, staf Kadissenlekal, PT. Infoglobal Teknologi Semesta, Universitas UPN “Veteran” Jakarta, dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. 
Litbang Unmanned Surface Vehicle (USV)
Litbang Unmanned Surface Vehicle (USV)  
Sebagai narasumber adalah kasubbid Alpalut Puslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan Letkol Laut (KH) Dr. Nazarudin, S.Si., M.Si., Imam Prasojo, S.Kom dari PT. Infoglobal Teknologi Semesta, Aries Sulisetyono, S.T., MASc, P.hD dan Ir. Rusdhianto, AK, M.T dari ITS Surabaya serta moderator Peneliti Madya Puslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan Letkol Laut (KH) Ir. Mochamad Faisol L., M.Eng.
“Litbang Unmanned Surface Vehicle tahap I-II TA. 2019 merupakan program kelanjutan sebelumnya yang dimulai pada tahun 2017 yang dilaksanakan oleh Puslitbang Iptekhan Balitbang Kemhan hingga tahun 2018. Pada 2017 telah dimulai kajian Unmanned Surface Vehicle untuk mendapatkan rancang bangun kemampuan dasar berupa bentuk wahana, monitoring situasi, pengendalian gerak dan data link. Kemudian pada 2018, output litbang berupa realisasi penyempurnaan rancang bangun dan modelling mencakup kemampuan dasar untuk kebutuhan pengawasan atas permukaan air”, ucap Kabalitbang Kemhan dalam sambutannya.
Kabalitbang Kemhan menegaskan bahwa kegiatan litbang 2019 ini adalah untuk mewujudkan prototipe usv pada mission system, control station (kendali), dan communication system. Pada tahap kedua ini direncanakan akan terwujud prototipe USV berupa platform sesuai desain yang terintegrasi dengan mission system, control station dan communication system. Adapun spesifikasi USV yang direncanakan adalah panjang 11,5 M, lebar 4,40 M, berat maksimal 6.500 Kg, speed max 20 knots, payload 1000 Kg, dan radius komunikasi minimum 15 Km disertai kemampuan obstacle.
Di akhir sambutannya, beliau mengucapkan terima kasih kepada pembicara, penanggap dan undangan yang telah meluangkan waktunya demi kepentingan bangsa dan negara. Diharapkan Unmanned Surface Vehicle(USV) ini pada masa mendatang dapat menjadi bagian solusi untuk pelengkap pertahanan matra laut.(Herroe Soestiana-TSM)

31 Maret 2019

Kemhan Uji Dinamik IV R-HAN122B Tahap II


Program Roket R-Han 122B merupakan salah satu dari 7 (tujuh) program prioritas Nasional yang dikembangkan untuk mendukung kemandirian dalam perancangan dan pembuatan peralatan utama sistem persenjataan dalam negeri, kegiatan ini merupakan program lanjutan dari pengembangan roket yang sudah pernah dilakukan oleh industri pertahanan dalam negeri. 
Uji Dinamik IV R-HAN122B
Uji Dinamik IV R-HAN122B  
Pelaksanaan uji Dinamik IV Roket R-Han 122B merupakan rangkaian tahapan kelanjutan uji sebelumnya yaitu : Hydrostatic test, Static test, Drop test, Igniter Random Rantest dan Dynamic test 1 -3, pada pelaksanaan uji saat ini difokuskan untuk konsistensi terbang, memastikan titik jatuhan roket dengan melakukan pengamatan trayektory secara visual pada saat roket diluncurkan dengan beberapa sudut elevasi dan melakukan pemantauan dititik jatuhan untuk pembuatan tabel tembak dan sertifikasi.
Pelaksanaan uji Dinamik IV Roket R-Han 122B dilaksanakan selama 4 hari dimulai dari Hari Senin s.d Kamis yaitu pada tanggal 25 s.d 28 Maret 2019 bertempat di Kab. Lumajang Prov. Jawa Timur dengan posisi kedudukan Launcher berada di Pantai Rowo Pandan Kec. Tempur Sari dan sasaran di daerah latihan lapangan tembak AWR milik TNI AU Pandanwangi.
Rangkaian Kegiatan dimulai dengan sambutan Dari Dirjen Pothan Kemhan yang dibacakan oleh Laksma TNI Edy Sulistyadi, S.T Dirtekindhan Ditjen Pothan Kemhan yang menyampaikan bahwa program ini sebagai salah satu program prioritas nasional dan sebagai forum pembelajaran dalam mengejar teknologi peroketan nasional serta tersusunnya tabel tembak yang tersertifikasi sehingga dapat memenuhi kebutuhan Tri Matra TNI. 
Kemudian dilanjutkan penyampaian dari Dirtekbang PT. Pindad yaitu Bapak Dr, Ade Bagdja mewakili Tim Konsorsium Roket R-Han 122B yang menyampaikan bahwa Program ini terlaksana atas kerja sama Tim Konsorsium Roket R-Han 122B dan dukungan dari pihak-pihak terkait, selanjutnya dilakukan tahapan pelaksanaan uji Dinamik IV Roket R-Han 122B yang telah direncanakan.
Adapun undangan yang hadir dalam uji Dinamik IV adalah : Sesbalitbang Kemhan, Kapus Litbang Balitbang Kemhan, Kapus Roket Lapan, Kadislitbangal TNI AL, Perwakilan Itjen Kemhan, Perwakilan Puslaik Baranahan Kemhan, Dirbindik Pussenart TNI AD, Perwakilan Dislitbangad TNI AD, Tim Konsorsiun Roket R-Han 122B, Tim Ahli, Tim Waspro dan Tim PPHP.
Pelaksanaan kegiatan uji Dinamik IV Roket R-Han 122B didukung personel dan perlengkapan dari Korps Marinir TNI AL yaitu satuan Batalyon Roket-2 dari jajaran Resimen Armed-2 Pasmar-2 Korps Marinir dengan menggunakan Launcher MLRS “VAMPIRE” GRAD.
Sumber : kemhan.go.id

15 Februari 2019

Uji Dinamis Bom P-500 L Buatan Litbangau di Pesawat Sukhoi Su-30 MK2 TNI AU

Bom P-500 L
Bom P-500 L 
Upaya kemandirian alutsista khususnya persenjataan produksi dalam negeri akan segera terwujud, terbukti bom P-500 L produksi Dislitbangau pada Selasa siang (12/2) diuji coba di pesawat Sukhoi dari Skadron Udara 11, sedangkan rocket pod 7 tabung kaliber 70 mm, diuji coba di pesawat T-50i Golden Eagle.
Dislitbangau selaku produsen pembuat bom yang bekerjasama dengan PT. Dahana dan PT. Sari Bahari, tidak hanya memproduksi bom P-500 L, namun juga memproduksi Smoke WH RX caliber 80 mm dan Rocketpod 7 tabung kaliber 70 mm. Sedangkan pelaksanaan ujicoba akan menggunakan Air Weapon Range (AWR) Pandang Wangi Lumajang, Jawa Timur.
Pelaksanaan uji dinamis yang akan berlangsung tanggal 12 Pebruari hingga tanggal 15 Pebruari 2019, diawali dengan sosialisasi antara pembuat bom dan pengguna dalam hal ini para penerbang dari Skadron Udara 11 dan Skadron Udara 15, untuk menyamakan persepsi. Tim Litbangau yang di dipimpin Kadislitbangau Marsekal Pertama TNI Rochmadi Saputra, tiba di Lanud Iswahjudi disambut Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Widyargo Ikoputra, S.E.,M.M., di ruang rapat Markas Lanud Iswahjudi.
Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Widyargo Ikoputra, S.E.,M.M., dalam sambutannya mengaku senang dan bangga karena Dislitbangau telah berhasil memproduksi bom P-500 L, yang akan diuji dinamis dipesawat Sukhoi. “Hal tersebut perlu kita apresiasi karena merupakan salah satu upaya kita untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk-produk buatan luar negeri dan sebagai wujud kemandirian industri pertahanan di tanah air”, papar Danlanud Iswahjudi.
Sementara Kadislitbangau Marsekal Pertama TNI Rochmadi Saputra, dalam paparannya mengatakan tujuan sosialisasi ini untuk menyamakan persepsi agar tidak terjadi kerancuan dan keraguan dan apa yang harus dilaksanakan saat uji dinamis. “Termasuk tim penilai apa yang harus dinilai dan bagaimana menilainya terutama dan paling utama adalah untuk memberikan pemahaman yang sama khususnya para pelaku yang akan terbang, supaya tidak terjadi mis/kesalahan sehingga tidak mendapat data sesuai yang diharapkan.
Sedangkan mekanisme pengujian menurut Mayor Tek Adi Teguh Dwi Setiawan dari Dislitbangau akan dilakukan uji loading/unloading bom P-500 L, Smoke WH RX 80 mm di pesawat Sukhoi dan Rocketpod 7 tabung kaliber 70 mm di pesawat T-50i. Sementara uji kestabilan terbang membawa bom P-500 L Dummy dan Rocketpod 7 kal. 70 mm. Selanjutnya uji dinamis bom P-500 L, Smoke WH RX 80 mm, Rocketpod 7 kal. 70 mm. Rocked FFAR dan Rocket RD-702.

06 September 2018

Balitbang Kementerian Pertahanan dan PT Ansa Solusitama Indonesia Rilis Peluncur Roket 70mm dengan Sistem Mekatronik

Peluncur Roket 70mm dengan Sistem Mekatronik
Peluncur Roket 70mm dengan Sistem Mekatronik 

Teknologi peluncur roket, khususnya pada segmen MLRS (Multiple Launcher Rocket System) pelan-pelan telah dikuasasi, meski masih dalam koridor prototipe, peluncur roket FFAR (Folding Fin Aerial Rocket ) 2,75 Inchi kaliber 7 0mm towed (tarik) dan peluncur roket balistik R-Han 122B versi self propelled dengan platform truk telah dirilis ke hadapan publik. Namun, peluncur roket dengan teknologi mekanika elektronik (mekatronik) terbilang masih langka dalam penelitian litbang pertahanan.
Berangkat dari kebutuhan inovasi dan pengembangan alutsista di dalam negeri, Balitbang Kementerian Pertahanan dan PT Ansa Solusitama Indonesia merilis prototipe apa yang disebut sebagai Mekatronik Peluncur Roket Kaliber 70 mm. Dibanding sistem peluncur konvensional, peluncur mekatronik memungkinkan kendali penembakan dilakukan dengan manual mode dan automatic mode. Dalam deployment-nya, peluncur roket ini dapat digerakan arah larasnya secara otomatis berdasarkan azimut dan elevasi.
Seperti diperlihatkan dalam Bursa Litbang Pertahanan di Gedung Balitbang Kementerian Pertahanan, Pondok Labu, Jakarta Selatan (28-29 Agustus 2018), peluncur roket ini ditampilkan dalam konsol yang terdiri dari empat laras.
Dari spesifikasi, bobot kosong peluncur ini mencapai 250 kg dan bobot penuhnya 286 kg. Seperti halnya peluncur roket pada umumnya, moda penembakan dapat dlakukan secara tunggal dan ripple. Untuk proses penggerakan arah laras, baik eleveasi dan azimut sistem dapat mengadopsi manual mode dan automatic mode. Elevasi laras mulai sudut 0 sampai 85 derajat. Sedangkan azimut mendukung perputaran arah 360 derajat.
Untuk pilihan jenis roketnya sengaja dipilih FFAR kaliber 70 mm yang telah mampu diproduksi PT Dirgantara Indonesia. Ada tga pilihan roket kaliber 70 mm, yakni MK40 (panjang 1000,85 mm dan berat 5 kg) dan MK66 (panjang 1060 mm dan berat 6,2 kg). Jarak luncur roket ini minimal mencapai 7 km, dan maksimal jangkauan 10,4 km.
Sistem firing conntrol mengandalkan wiring (kabel), WiFi system, manual mode dan automatic mode. Dengan dimensi 80 x 70 x 150 cm, serta desain yang relatif kompak, sekiranya konsol peluncur ini dapat dipasangkan pada mounting yang ada di berbagai jenis ranpur dan rantis. (Gilang Perdana)

05 September 2018

Pengembangan Prototipe Rudal Petir PT Sari Bahari Masuk Babak Akhir

Prototipe Rudal Petir PT Sari Bahari
Prototipe Rudal Petir PT Sari Bahari 

Bila tiada aral melintang, pada tahun 2020 pengembangan prototipe rudal jelajah Petir yang digarap PT Sari Bahari dan Balitbang Kementerian Pertahanan akan memasuki babak akhir. Hal tersebut ditandai dengan rencana desain dan pengembangan prototipe rudal Petir generasi keempat. Dibandingkan prototipe Petir generasi ketiga yang tengah diuji coba, maka Petir generasi keempat akan dibuat dengan beragam penyempurnaan yang signifikan.
Seperti pada Bursa Litbang Pertahanan di Gedung Balitbang Kementerian Pertahanan, Pondok Labu, Jakarta Selata (28-29 Agustus 2018), sosok prototipe rudal Petir dan target drone Jalak ditampilkan dihadapan publik, dan harus diakui dari desainnya yang atraktif, kedua wahana ini mampu menyedot perhatian pengunjung.
Harnanto dari Litbang PT Sari Bahari menyebutkan bahwa nantinya akan dilakukan serangkaian penyempurnaan pada prototipe Petir generasi keempat. “Pada prototipe generasi keempat nantinya akan dapat diketahui persis arah platform yang akan diintegrasikan pada Petir,” ujar Harnanto kepada penulis.
Meski desain Petir generasi keempat masih confidential, namun ada beberapa poin yang dapat dicatat sebagai dasar pengembangan. Yakni kecepatan rudal Petir akan didongkrak, bila di prototipe generasi ketiga, Petir dapat melesat hingga 350 km per jam, maka ada pada Petir generasi keempat ada keinginan untuk melesatkan Petir sampai level high subsonic (800 - 900 km per jam), bahkan tak menutup kemungkinan hingga level supersonic (di atas Mach 1).
Guna mencapai level kecepatan advanced tersebut, Harnanto menyebut desain Petir akan disesuaikan, yang paling mudah ditebak, bentang sayap akan diperpendek guna mengurangi drag pada rudal berkecepatan tinggi, opsinya dengan penerapan model sayap lipat (folded wing). “Saat ini desain bentang sayap lebar (1.550 mm) dikarenakan kecepatan rudal yang masih rendah, jadi memerlukan sayap yang relatif lebar,” ungkap Harnanto.
Dari segi dapur pacu, masih dipercayakan pada turbine engine thrust, tapi akan ada peningkatan drastis dari prototipe generasi ketiga yang punya thrust 22 kgf (kilogram force), maka Petir generasi keempat dicanangkan minimal punya thrust 40 kgf. Sementara kecepatan awal saat peluncuran, diharapkan minimal 105 km per jam. Untuk tujuan tersebut, maka Petir next generation nantinya akan dilengkapi booster.
Tentang mekanisme peluncuran, ada rencana nantinya Petir dapat diluncurkan dari platform kapal perang permukaan. Bila kelak Petir menjadi rudal yang diluncurkan dari atas kapal perang, maka idealnya perlu dipikirkan desain container peluncur, maklum dengan kondisi cuaca dan efek kadar garam di lautan besar kemungkinan dapat mempengaruhi performa rudal bila tak dikemas secara khusus.
Selain sayap yang diperpendek ukurannya, desain fuselage juga akan mengalami perubahan, dengan sedikit lebih panjang. Guna meminimalisir drag force, bagian moncong rudal akan dibuat lebih slim, dan panel aktuator akan dirancang lagi agar pas untuk digunakan pada wahana berkecepatan tinggi. Digadang kelak sebagai rudal permukaan ke permukaan, pada ujung hidung rudal ini dipastikan nantinya akan terpasang guidance. (Haryo Adjie)

Ad Placement

TNI AD

TNI AL

TNI AU