Radar Militer: PT Dahana
Tampilkan postingan dengan label PT Dahana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PT Dahana. Tampilkan semua postingan

28 April 2020

Dahana Ekspor 20 Kontainer Bahan Peledak ke Australia

radarmiliter.com - Usai sukses dalam dua kali pengiriman sebelumnya, perusahaan bahan peledak dalam negeri, PT Dahana (Persero) kembali mengirim produk bahan peledak ke perusahaan asal Negeri Kanguru Johnex Explosives Australia pada 23 April 2020.
Sebanyak 215 Ton Megadrive Cartridge Emulsion 32mm x 700mm dalam 20 kontainer diberangkatkan dari Kawasan Energetic Material Center (EMC) Dahana, Subang pada Kamis, 23 April 2020.
Pengiriman menggunakan truck trailer menuju pelabuhan Tanjung Priok Jakarta yang selanjutnya dikirim ke Australia dengan kapal. Setelah tiba di Pelabuhan tujuan, produk Dahana tersebut akan didistribusikan langsung ke gudang-gudang end user Johnex Explosives di Australia.
Dahana Ekspor 20 Kontainer Bahan Peledak ke Australia
Dahana Ekspor 20 Kontainer Bahan Peledak ke Australia 
Direktur Operasi Dahana Bambang Agung menyebutkan, ekspor ini merupakan salah satu upaya perusahaan untuk terus mempertahankan kinerja positif perusahaan di tengah hantaman pandemi Covid-19 secara global.
“Alhamdulillah dalam kondisi pandemi covid-19 ini Dahana masih membuktikan untuk tetap eksis melaksanakan proses ekspor bahan peledak ke salah satu konsumen kita di Australia (Johnex). Ini membuktikan bahwa Dahana mampu menjawab kepercayaan yang diberikan konsumen di luar negeri dengan komitmen dan konsisten,” tutur Bambang Agung dalam keterangan tertulis, Kamis (23/4/2020).
Meski kondisi bisnis sedang lesu akibat pandemi covid-19, keberlanjutan ekspor bahan peledak ke Australia juga membuktikan bahwa industri bahan peledak dalam negeri mampu bersaing di pentas global.
Kualitas dan dan kemampuan Dahana akan semakin teruji untuk melakukan lompatan-lompatan bisnis dan akhirnya dapat diperhitungkan oleh pasar lebih luas, tak terbatas pada pasar Australia.
Cargo ekspor Johnex ini sebelumnya telah melewati prosedur ketat. Hal ini disampaikan oleh Senior Manager Operasi Divisi Tambang Umum 2 PT Dahana (Persero) Dadan Munawar. Menurutnya, beberapa tahapan pengiriman ini meliputi pembuatan bahan peledak di pabrik, pengecekan quality control langsung oleh pihak Johnex Explosives, fumigasi dan Cleaning kontainer kargo, dan memberlakukan Protokol Pencegahan Covid-19 yang diterapkan Dahana kepada seluruh personil pihak angkutan yang akan mengangkut bahan peledak di dalam gudang Dahana, serta pengiriman sesuai standard requirement Australian Inspector.
“Selain itu sebagai salah satu syarat utama dalam pengiriman cargo sesuai standar australia juga, semua kontainer cargo Johnex ini sebelumnya sudah dilakukan proses fumigasi oleh fumigator yang sudah terstandarisasi dan diakui sertifikasinya oleh pihak otoritas di Australia. Sertifikasi fumigasi ini adalah syarat utama saat dilakukan pemeriksaan oleh pihak cargo inspector saat tiba di pelabuhan Australia, seperti diketahui bersama Australia memiliki standard yang tinggi dalam proses pengiriman ekspor-impor,” ujar Dadan Munawar.
Shipment ekspor ketiga ini dipercaya Dadan akan meningkatkan kerjasama dan kepercayaan antara Dahana dan pihak Johnex Australia, baik untuk suplai bahan peledak ke Australia, ataupun kemungkinan kerjasama services di underground blasting ke depannya yang sedang dijajaki oleh Dahana saat ini.
Sebagaimana diketahui, PT Dahana (Persero) merupakan BUMN yang bergerak di bidang bahan peledak untuk sektor pertambangan umum, kuari dan konstruksi, minyak dan gas serta pertahanan.
Produk-produk bahan peledaknya selain digunakan secara domestik juga telah diekspor ke mancanegara. Untuk ekspor bahan peledak ke Australia sendiri telah dimulai sejak Maret 2019 dengan 37,5 ton dalam 3 kontainer.
Ekspor kedua ke Australia dilaksanakan pada September 2019 dengan jumlah 86 Ton dalam 8 kontainer. Dan Ekspor ketiga ke Australia hari ini dengan jumlah 215 Ton dalam 20 kontainer.(Arthur Gideon)

16 Februari 2020

Project Rudal Nasional Buatan Konsorsium Industri Pertahanan Resmi Dimulai

Dalam rangka meningkatkan kemampuan pertahanan negara, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertahanan melaksanakan pengembangan Industri dan teknologi pertahanan guna mendorong dan memajukan pertumbuhan Industri Pertahanan. Kementerian Pertahanan melalui Ditjen Pothan Kemhan melaksanakan Program Pembinaan Potensi Teknologi Industri Pertahanan (Binpottekindhan). 
Reverse Engineering System Rudal Program Binpottekindhan TA-2020
Program Binpottekindhan TA-2020 
Program System Rudal TA. 2020 merupakan Program Binpottekindhan yang diinisiasi oleh konsorsium Industri Pertahanan yaitu PT. Dirgantara Indonesia (Persero), PT. Pindad (Persero), PT. Dahana (Persero), PT. Len Industri (Persero), dan PT. TRESS.
Pada hari Kamis 13 Februari 2020, Ditjen Pothan Kemhan yang diwakili oleh Brigjen TNi Aribowo Teguh Santoso, S.T., M.Sc., Sesditjen Pothan Kemhan dan PT. Dirgantara Indonesia (Persero) yang diwakili oleh Dr. Gita Amperiawan, Dirtekbang PT. Dirgantara Indonesia (Persero) menandatangani Kontrak  System Rudal TA. 2020.
Sesditjen Pothan Kemhan menyampaikan kepada PT. Dirgantara Indonesia (Persero) selaku Lead Integrator dari Konsorsium Rudal bahwa melalui program Binpotekindhan TA. 2020 ini agar melaksanakan Kontrak tersebut sesuai rencana melalui pentahapan yang benar serta mendokumentasikan sesuai ketentuan. 
Diharapkan dengan penguasaan teknologi Rudal tersebut dapat mewujudkan kemandirian Industri Pertahanan dalam memproduksi Rudal Nasional guna mengisi kebutuhan TNI dalam menjaga kedaulatan NKRI.
Kegiatan penandatanganan kontrak Program Binpottekindhan TA. 2020 berjalan lancar. (Red Bag Datin/Dittekindhan)

28 November 2019

Prototype Kendaraan Peluncur Roket R-HAN 122B - Multiple Rocket Launcher System


Tampilan Prototype Kendaraan Peluncur Roket R-HAN 122B - MLRS (Multiple Rocket Launcher System) Kendaraan ini telah melaksanakan uji dinamis Peluncur Roket R-Han 122B Tahap II-II, TA. 2019 Pada Kamis (14/11/2019) Lalu
Prototype Kendaraan Peluncur Roket R-HAN 122B
Prototype Kendaraan Peluncur Roket R-HAN 122B 
Prototipe Kendaraan Peluncur Roket R-Han 122 B Tahap II-I TA. 2019 merupakan program litbang yang bekerjasama dengan LAPAN, PT. Dahana (Persero) dan PT. Pindad.
Pengembangan Kendaraan Peluncur Roket R-Han 122B ini adalah untuk menghasilkan kendaraan peluncur yang dapat berfungsi dengan baik dan stabil sesuai spesifikasi yang diharapkan tanpa adanya kesalahan dan kerusakan baik saat endurance maupun penembakan.
Disamping itu diharapkan sistem otomatisasi dan manual dapat dioperasikan oleh operator sesuai prosedur dan operasi penembakan yang dikehendaki. Prototipe peluncur roket ini dibuat dalam rangka memenuhi kebutuhan akan kendaraan peluncur roket R-Han 122B sebagai dukungan dalam program pengembangan Roket Nasional.
Sumber : Kemhan RI

17 November 2019

Uji Dinamis Prototipe Kendaraan Peluncur Roket R-HAN 122B Tahap II-II


Puslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan melaksanakan uji dinamis Prototipe Kendaraan Peluncur Roket R-Han 122B Tahap II-II, TA. 2019 Uji dinamis Kendaraan Peluncur Roket R-Han 122B tahap II-II disaksikan oleh Staf Ahli bidang Politik Kemhan Laksda TNI Ir. A. Budiharja Raden, Ses Balitbang Kemhan Brigjen TNI Abdullah Sani, Kapuslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan Brigjen TNI Rosidin, M.Si (Han), M.Sc., Kapuslitbang Iptekhan Balitbang Kemhan Marsma TNI Bambang Wijanarko, S.E.,S.T.,M.Si.(Han), Kabag Datin Set Balitbang Kemhan Kolonel Inf Fatih El Amin, S.IP., M.Si., Kabid Matra Darat Puslitbang Alpalhan Balitbang Kemhan Kolonel Kolonel Kav R. Herdianto Nuringtyas, S.Sos., para pejabat di lingkungan Kemhan, PT. Dahana (Persero), PT. Pindad, LAPAN , PT.DI serta tim uji dinamis Prototipe Kendaraan Peluncur Roket R-Han 122B Tahap II-II.
Prototipe Kendaraan Peluncur Roket R-HAN 122B Tahap II-II
Prototipe Kendaraan Peluncur Roket R-HAN 122B Tahap II-II 
Uji coba diawali sambutan dari Kepala Energetic Material Center PT. Dahana (Persero) Bapak Ir. Benny Gunawan, sambutan kedua oleh Kabalitbang Kemhan yang diwakili oleh Ses Balitbang Kemhan Brigjen TNI Abdullah Sani, selanjutnya sambutan oleh Staf ahli bidang politik Kemhan Laksda TNI Ir. A. Budiharja Raden, kemudian dilanjutkan pembacaan doa dan pelaksanaan uji coba. Litbang Prototipe Kendaraan Peluncur Roket R-Han 122 B Tahap II-I TA. 2019 merupakan program litbang yang bekerjasama dengan LAPAN, PT. Dahana (Persero) dan PT. Pindad.
Kendaraan Peluncur Roket R-Han 122B adalah Kendaraan peluncur roket laras banyak (multiple rocket launcher system – MRLS) buatan dalam negeri karya anak bangsa. Diharapkan proses peluncuran roket secara otomatis mampu dieksekusi lebih cepat. Mekanisme pengisian roket ke peluncur didesain sedemikian rupa supaya dicapai waktu operasi yang lebih singkat.
Sistem peluncur menggunakan Programmable Logic Controller (PLC) WAGO 750-8206/040-000 XTR sebagai pengontrol utama yang dapat diprogram untuk menyimpan rangkaian instruksi yang menjalankan fungsi-fungsi spesifik seperti: logika, sekuen, timing, counting, dan aritmatika.
Pengembangan Kendaraan Peluncur Roket R-Han 122B ini adalah untuk menghasilkan kendaraan peluncur yang dapat berfungsi dengan baik dan stabil sesuai spesifikasi yang diharapkan tanpa adanya kesalahan dan kerusakan baik saat endurance maupun penembakan.
Disamping itu diharapkan sistem otomatisasi dan manual dapat dioperasikan oleh operator sesuai prosedur dan operasi penembakan yang dikehendaki. Prototipe peluncur roket ini dibuat dalam rangka memenuhi kebutuhan akan kendaraan peluncur roket R-Han 122B sebagai dukungan dalam program pengembangan Roket Nasional.

13 November 2019

Persaingan Ketat, Laba BUMN Bahan Peledak Diprediksi Turun


Perusahaan bahan peledak milik negara PT Dahana memproyeksikan penurunan drastis laba tahun ini. Laba diperkirakan hanya mencapai Rp 100 miliar, turun 25,8% dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 134,8 miliar. Laba anjlok seiring penurunan pendapatan. Pendapatan diprediksi sebesar Rp 1,8 triliun tahun ini, turun 5,5% dari tahun lalu yang sebesar Rp 1,9 triliun.
Salah Satu Produk Peledak PT Dahana Persero
Salah Satu Produk Peledak PT Dahana Persero (Catatan : Ini Bukan Sosis Lho)
Direktur Utama Dahana Budi Antono, penurunan kinerja usaha perusahaan disebabkan meningkatkan persaingan ketata dalam industri bahan peledak. "Makanya kami kalau ada pameran luar negeri ikut," kata dia di Gedung Kementerin BUMN, Selasa (12/11).
Sejauh ini, sebanyak 13% bahan peledak yang diproduksi perusahaan dipasok ke militer dalam negeri, sedangkan sisanya dijual untuk keperluan pertambangan dan infrastruktur baik di dalam maupun luar negeri. Perusahaan menargetkan ekspor membesar tahun depan. Pada tahun ini, perusahaan mengekspor bahan peledak ke Australia sebesar Rp 7,025 miliar, sedangkan Timor Leste Rp 2,57 miliar.
Sedangkan tahun depan, perusahaan akan mengekspor bahan peledak ke Australia, Timor Leste dan Jepang dengan total nilai Rp 29,64 miliar. Untuk pasar dalam negeri, selain untuk militer, Dahana tercatat memasok bahan peledak di antaranya ke PT Kasongan Bumi Kenacana (tambang emas di Kalimantan Tengah). Lalu, PT Adaro Indonesia (tambang batu bara di Kalimantan Selatan), dan PT J Reources Asia Pasific (tambang emas di Kalimantan Utara).
Kemudian, untuk proyek infrastruktur seperti Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Pembangkit Listrik Tenag Uap Pacitan, Bendungan Jatigede, dan Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi. Adapun pasokan untuk militer diharapkan membesar ke depan. "Sebetulnya kami punya KKIP (Komite Kebijakan Industri Pertahanan), bahan peledak yang sudah terserifikat itu boleh dijual ke TNI dan industri lokal. Kami ingin bisa pasok ke TNI 30%," ujarnya.(Fariha Sulmaihati)

Dahana Bakal Ekpor Bahan Peledak ke 3 Negara Senilai Rp 29 Miliar

PT Dahana (Persero) akan melakukan ekspor bahan peledak ketiga negara tujuan yakni Timor Leste, Jepang dan Australia pada 2020 mendatang. Adapun ekspor yang dilakukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini akan jauh lebih besar dibanding tahun ini.
Direktur Utama PT Dahana, Budi Antono, mengatakan untuk ekpor bahan peledak ketiga negara tujuan tersebut ditaksir nilainya mencapai Rp 29,64 miliar. Ada pun jenis bahan peledak yang diekspor berupa ammonium nitrat 435.000 kilogram (kg) dan dayagel extra 509.500 kg.
DayaDet - Produk Peledak Dahana
DayaDet - Produk Peledak Dahana 
"Ini rencana ekspor, kita sudah tahu karena mereka kontrak dengan Dahana. Tahun 2020 kita mau ekspor ke Timor Leste, Australia dan Jepang," kata Budi di Kementerian BUMN Jakarta, Selasa (12/11).
Budi mengatakan, pada tahun ini, pihaknya hanya mengekspor bahan peledak ke Australia dan Timor Leste saja. Dengan nilai masing-masing mencapai Rp7,02 miliar dan Rp 2,57 miliar.
Di mana, ekspor dilakukan ke Timor Leste untuk kebutuhan bahan peledak pembangunan Pelabuhan Internasional Tibar. Tahun depan, Dahana juga akan membangun pabrik bahan peledak di wilayah tersebut.
"Jadi ekspor itu memang ada MoU dan kalau Timor Leste untuk Tibar Port pelabuhan internasional," imbuhnya.
Sementara, keberhasilannya menembus pasar negara kangguru tersebut lantaran harga bahan peledak di sana relatif lebih mahal. "Kita tahu di Australia harga bahan peledak mahal-mahal kita telah kolaborasi pengusaha Australia dia tertarik. Dia (Australia) tertarik macam-macam pertama kali impor dari Dahana," ungkap Budi.(Dwi Aditya Putra)

Perkuat Militer, Pemerintah Investasi Bangun Pabrik Propelan


Presiden sudah setuju bangun pabrik propelan - Untuk memperkuat ketangguhan militer nasional dalam menjaga pertahanan, Pemerintah Indonesia berinvestasi dengan membangun pabrik propelan.
PT Dahana (Persero)
PT Dahana (Persero) 
"Pembiayaan dalam negeri nanti konsep finansialnya, sekitar Rp2 triliun lebih. Presiden sudah setuju bangun pabrik propelan," kata Direktur Utama PT Dahana (Persero) Budi Antono di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa.
Keinginan membangun pabrik propelan tersebut, lanjut dia, sudah melalui pembicaraan dengan Kementerian Pertahanan. Apalagi, kata dia, produksi peluru untuk tentara nasional dibutuhkan propelan sebagai bahan baku utama.
Budi menjelaskan saat ini Indonesia hanya mampu memproduksi sekitar 14 butir peluru untuk seorang prajurit per tahun. Jika memiliki pabrik propelan, kata dia, maka produksi peluru bisa meningkat beberapa kali lipat.
Setiap tahun pabrik tersebut, kata Budi,  akan memproduksi 600 ton yang akan akan diserap PT Pindad. Jika tidak terserap, maka akan dilepas ke pasar ekspor.
Selain itu, PT Dahana (Persero) juga akan membangun pabrik penghasil bahan peledak di Timor Leste pada tahun 2020. Budi mengatakan pembangunan pabrik bahan peledak di Timor Leste tersebut merupakan langkah ekspansi bisnis, termasuk ke negara-negara ASEAN.
"Itu Timor Leste yang menawarkan kepada kami. Kalau kami tidak ambil maka Selandia Baru dan Australia yang akan masuk ke Timor Leste dan itu peluang bagus untuk Dahana," kata Budi.
Lebih lanjut Budi menjelaskan nilai investasi yang dibutuhkan untuk membangun pabrik tersebut terbilang kecil yaitu sekitar Rp 15 miliar, karena hanya pabrik kecil yang akan dibangun.(Afut Syafril Nursyirwan)

05 Agustus 2019

Raih Certiticate PUSLAIK, Ini Keunggulan Bom P-100L dan P-250L Produksi Dahana


Setelah sekian lama berusaha, akhirnya Bom P-100L dan Bom P-250L mendapatkan Type Certificate dari Pusat Kelaikan (PUSLAIK) Kementerian Pertahanan RI. Penyerahan Type Certificate dilaksanakan di PUSLAIK Baranahan Kemhan.
P-250L Produksi Dahana
P-250L Produksi Dahana 
"Dengan adanya sertifikat PUSLAIK diharapkan user atau calon pembeli akan lebih percaya pada produk Dahana, terutama bom P-100L dan P-250L. Dokumen ini dapat juuga sebagai dokumen penjamin untuk berjualan di luar negeri," ujar Yusep Nugraha R, GM Divisi Minyak & Gas PT DAHANA (Persero) dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (31/7).
Menurutnya, proses yang dilalui oleh DAHANA begitu panjang dan kompleks hingga diterbitkannya Type Certificate. Proses dimulai sejak membuat desain bersama PT Sari Bahari dan Dislitbang AU, uji statis, uji dinamis, kemudian penerbitan sertifikat kelaikan oleh Dislitbang AU. Proses kemudian berlanjut dengan pengecekan casing, proses produksi, dokumen dan lainnya oleh PUSLAIK KEMHAN.
Bom pengembangan dari tipe P-100L ini diperuntukkan bagi pesawat tempur Sukhoi yang dimiliki oleh TNI AU. Bom ini menjadi pilihan karena spesifikasinya yang telah memenuhi standar pesawat NATO dan Rusia. Selain itu, Bom P-100L dan Bom P-250L termasuk dalam jenis bom High Drags General Purpose (HDGP) yang memiliki kemampuan untuk meledak dan efek pecahannya dapat digunakan untuk menghancurkan bangunan dan fondasi bunker, juga dapat menghancurkan benda hidup di area yang luas.
"Kelebihan lainnya, bom ini mudah dalam perawatan dan penyimpanan di gudang. Penggunaan jenis bom ini terbilang efisien karena tidak menggunakan bahan peledak untuk melepaskan bom dari bomb rack (impulse cartridge). Dengan terbitnya Type Certificate, DAHANA diharapkan menjadi lebih mudah dalam pemasarannya karena mendapat kepercayaan dari konsumen," jelasnya.
Selain itu, rasa syukur turut disampaikan oleh perwakilan PT Sari Bahari yang mencetak casing dari kedua bom tersebut dan ikut terlibat pada setiap proses pengujian.
"Akhirnya, setelah proses sekian lama, kita mendapatkan Type Certificate ini," ungkap Putra Egam, General Manager PT Sari Bahari.
Turut hadir dalam penyerahan Type Certificate Bom P-100L dan Bomb P-250L, Kepala PUSLAIK Baranahan Kemhan Laksamana Pertama (TNI) Teguh Sugiono, SE, MM., General Manager Divisi Migas PT DAHANA (Persero) Yusep Nugraha, dan Putra Egam General Manager PT Sari Bahari. (Ismed Eka)
Sumber : bumntrack.com -  Herru Sustiana-TSM

25 Juli 2019

PT. Pindad Kantongi Sertifikat Tipe Senjata Udara Militer RHan-122B


Setelah melewati serangkaian proses sertifikasi, PT Pindad (Persero) akhirnya telah berhasil mengantongi seritifikat tipe senjata udara militer Roket RHan-122B Kategori Senjata Udara Artillery Ground to Ground Rocket dengan nomor: IMMA TC AW/ROKET 001-2019.
Sertifikasi RHan-122B
Sertifikasi RHan-122B 
Sertifikat tipe diberikan oleh Kapuslaik Laksma TNI Teguh Sugiono dan diterima secara langsung oleh Direktur Teknik dan Pengembangan Ade Bagdja di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Selasa (24/7/2019).
Kapuslaik TNI Teguh Sugiono dalam sambutannya mengatakan semoga proses sertifikasi yang telah dikerjakan dapat sesuai harapan dan dapat menjadi acuan dalam pengembangannya jika ada.
"Harapannya untuk apa yang sudah dikerjakan dapat sesuai harapan dari konsorsium yang ada," ujarnya.
Teguh mengharapkan program RHan-122 B ini harus terus berkembang. Sementara itu, dikatakan Ade Bagdja program ini harus dan akan tetap berkembang. "Pindad berkomitmen program ini masih perlu kami kembangkan, kita akan upayakan." Ujarnya. Menurut Ade Bagdja, adapun beberapa yang belum sempurna akan dilakukan peningkatan produk konsorsium.
RHan-122B ini merupakan salahsatu program yang berhasil diselesaikan PT Pindad bersama anggota konsorsium lainnya yaitu PT Dirgantara Indonesia, PT Dahana dan Lapan. Program yang telah dimulai sejak 2005 ini adalah wujud dari komitmen PT Pindad untuk melakukan penguasaan teknologi dan pengembangan industri pertahanan nasional.(Herru Sustiana-TSM)
Spesifikasi RHan-122B;
  • Rocket Type: Ballistic, Ground to Ground 
  • Launcher Type: Compatible with GRAD 122mm, 
  • Launching from MLRS RM-70 GRAD
  • Fin Type: Wrapped Around Folded Aerial Fin
  • Proppelant type: Composite Propellant
  • Caliber: 122mm
  • Propellant length: 2000mm
  • Propellant Star: 400mm
  • Propellant Hollow : 1,600 mm
  • Motor Tube Length: 2,903 mm
  • Rocket length: 2,810 mm
  • Propellant Weight: 24,6 kg
  • Motor Rocket Weight: 45.8 ± 0.20 kg
  • Rocket Weight: 60.8 ± 0.20 kg
  • Average Thrust: 1,437 kg
  • Burning Time: 3.3 sec
  • Total Impulse: 4,809 kgf.sec
  • Warhead: 15kg
  • Range: 30.5 km
  • Nozzle Type: Single

Sumber :  pindad.com

18 Juni 2019

Danmenart 2 Marinir Kunjungi Uji Fungsi Roket R-HAN 122 B di Lumajang


Komandan Resimen Artileri 2 Marinir Kolonel Marinir Encep Wahyu Gumelar, S.E., M.M., mengunjungi prajuritnya yang sedang melaksanakan uji dinamik penembakan Munisi Roket R-Han 122B di pantai Dampar Lumajang, Jawa Timur. Kamis (13/06/2019).
Uji Fungsi Roket R-HAN 122 B
Uji Fungsi Roket R-HAN 122 B  
Dalam melaksanakan kunjungan tersebut Danmenart 2 Marinir didampingi Pasops Menart 1 Mar Letkol Mar Dian Suryansyah, S.E.,M.M., Pasops Menart 2 Mar Letkol Mar Marhabang, S.H.,M.M., Paslog Menart 1 Mar Letkol Mar Wahyudi, S.E.,M.M., Komandan Batalyon Roket 2 Marinir Letkol Marinir Anthonius Temmy Irawan selaku pimpinan penembakan serta tim penguji dari Kementrian Pertahanan dan PT.Pindad.
Penembakan yang menggunakan dua pucuk Roket MLRS Vampire Grad dibawah komando Danyon Roket 2 Marinir Letkol Marinir Anthonius Temmy Irawan dari tempat stelling yang berada di pantai Dampar Lumajang menuju sasaran yang ditentukan oleh tim penguji.
Usai meninjau penembakan, Danmenart 2 Marinir beserta rombongan melakukan pemeriksaan material Roket Korps Marinir dan memberikan motivasi kepada prajuritnya yang melaksanakan latihan agar tetap mendekatkan diri kepada Allah SWT, melaksanakan latihan sesuai prosedur, mengutamakan faktor keselamatan agar latihan benar-benar zerro accident.
Di akhir kunjungannya, orang nomor satu di jajaran Menart 2 Mar tersebut melaksanakan pengecekan amunisi R-HAN 122B yang akan ditembakkan oleh tim penguji.

14 Juni 2019

Batalyon Roket 2 Marinir Dukung Kegiatan Uji Dinamik Munisi Kemhan R-Han 122B


Batalyon Roket 2 Marinir mendukung kegiatan penembakan uji dinamik Roket R-Han 122B di pantai Dampar Lumajang, Jawa Timur. Selasa (12/06/2019).
Kegiatan yang dipimpin oleh Dirtekindhan Ditjen Pothan Kemhan RI dan dihadiri oleh pejabat di antaranya Irada Itjen Kemhan, Kadislitbangal, Kadislaikmatal dan Danyonroket-2 Letkol Marinir Anthonius Temmy Irawan.
Batalyon Roket 2 Marinir
Batalyon Roket 2 Marinir  
Setelah lulus Uji fungsi terbang yang dilakukan pada bulan Maret lalu dan berjalan sukses. Roket R-Han 122B kembali diuji di Pantai Tempursari Lumajang, Jawa Timur.
Uji dinamis yang dilakukan kali ini untuk menguji kemampuan daya muat dengan berbagai jenis muatan yang dibawa roket, serta uji konsistensi performa roket dengan beban.
Dalam pengujian kali ini juga dilakukan pencatatan jarak capai dan kehandalan spesifikasi desain. Dengan menggunakan Multi Launcher Rocket System (MLRS) Vampire milik Korps Marinir, 45 unit R-Han 122B berhasil diluncurkan dan membelah langit Pesisir Pantai Lumajang.
Hadir dalam kegiatan tersebut Dewan Konsorsium Roket Nasional yang terdiri dari LAPAN, PT Pindad (Persero), PT Dahana (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero), dan perwakilan dari Universitas Gajah Mada (UGM).

14 April 2019

Kemhan Teken Kontrak Pengadaan Bom P-250L Produksi PT Dahana untuk Sukhoi Su-27/30 TNI AU


Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI pada 12 April 2019 melakukan penandatanganan kontrak pengadaan bom buatan PT Dahana untuk kebutuhan TNI AU, khususnya pada jet tempur Sukhoi Su-27/Su-30MK2 Skadron Udara 11. Sebelumnya TNI AU telah menggunakan bom serupa, yaitu jenis dumb bomb P-100L untuk jenis pesawat tempur yang sama.
Bom P-250L Produksi PT Dahana
Bom P-250L Produksi PT Dahana  
Dilansir dari beberapa media, meski tak dirinci berapa unit yang dibuat, nilai kontrak untuk pengadaan bom ‘tajam’ P-250L mencapai Rp.104.727.968.160. Dalam produksi bom ini PT Dahana selaku BUMN Strategis menggandeng mitra PT Sari Bahari, PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia dan Dislitbang Angkatan Udara.
Sebelum mendapatkan kontrak pengadaan, bom P-250L diketahui telah melalui serangkaian uji coba, termasuk uji coba pelepasan bom langsung dari Sukhoi Su-30MK2. Seperti pada 15 Desember 2017, Su-30MK2 berhasil menguji coba bom P-250L di Air Shooting Range (ASR) Pandanwangi, Lumajang, Jawa Timur.
Meski bukan bom pintar, P-250L sudah terintegrasi dengan sistim komputer pesawat tempur Sukhoi Su-27/30 TNI AU sehingga saat dijatuhkan dari ketinggian sekitar 2.000 meter, mencapai sasaran sangat akurat. Dalam uji coba pada 15 Desember 2017, bom dapat meluncur pada trayektori dengan akurasi yang baik, dimana dari empat bom yang dibawa kesemuanya dapat meledak di dalam batas lingkaran (CEP - circular error probable).
Bom ini termasuk dalam jenis High Drags General Purposes (HDGP) yang memiliki kemampuan untuk meledak dan efek pecahannya dapat digunakan untuk menghancurkan bangunan dan fondasi bunker, juga dapat menghancurkan benda hidup di area yang luas.
Bom P-250L punya bobot 250 kg, hulu ledak bom ini menggunakan high explosice serta dipicu dengan detonator berpola fragmentasi. P-250 dibuat dalam dua varian, yakni P-250L (live) dan P-250 (practise) dengan cat warna biru. Dalam satu bulan, kapasitas produksi untuk bom ini mencapai 250 - 300 bom.
Untuk urusan bom, Sukhoi Su-30MKM dari AU Malaysia sudah selangkah lebih maju, dimana telah sukses melakukan uji coba peluncuran bom pintar (smart bomb), GBU-12 LGBs yang merupakan bom pintar seberat 227 kg dengan standar NATO. (Bayu Pamungkas)

15 Februari 2019

Uji Dinamis Bom P-500 L Buatan Litbangau di Pesawat Sukhoi Su-30 MK2 TNI AU

Bom P-500 L
Bom P-500 L 
Upaya kemandirian alutsista khususnya persenjataan produksi dalam negeri akan segera terwujud, terbukti bom P-500 L produksi Dislitbangau pada Selasa siang (12/2) diuji coba di pesawat Sukhoi dari Skadron Udara 11, sedangkan rocket pod 7 tabung kaliber 70 mm, diuji coba di pesawat T-50i Golden Eagle.
Dislitbangau selaku produsen pembuat bom yang bekerjasama dengan PT. Dahana dan PT. Sari Bahari, tidak hanya memproduksi bom P-500 L, namun juga memproduksi Smoke WH RX caliber 80 mm dan Rocketpod 7 tabung kaliber 70 mm. Sedangkan pelaksanaan ujicoba akan menggunakan Air Weapon Range (AWR) Pandang Wangi Lumajang, Jawa Timur.
Pelaksanaan uji dinamis yang akan berlangsung tanggal 12 Pebruari hingga tanggal 15 Pebruari 2019, diawali dengan sosialisasi antara pembuat bom dan pengguna dalam hal ini para penerbang dari Skadron Udara 11 dan Skadron Udara 15, untuk menyamakan persepsi. Tim Litbangau yang di dipimpin Kadislitbangau Marsekal Pertama TNI Rochmadi Saputra, tiba di Lanud Iswahjudi disambut Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Widyargo Ikoputra, S.E.,M.M., di ruang rapat Markas Lanud Iswahjudi.
Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Widyargo Ikoputra, S.E.,M.M., dalam sambutannya mengaku senang dan bangga karena Dislitbangau telah berhasil memproduksi bom P-500 L, yang akan diuji dinamis dipesawat Sukhoi. “Hal tersebut perlu kita apresiasi karena merupakan salah satu upaya kita untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk-produk buatan luar negeri dan sebagai wujud kemandirian industri pertahanan di tanah air”, papar Danlanud Iswahjudi.
Sementara Kadislitbangau Marsekal Pertama TNI Rochmadi Saputra, dalam paparannya mengatakan tujuan sosialisasi ini untuk menyamakan persepsi agar tidak terjadi kerancuan dan keraguan dan apa yang harus dilaksanakan saat uji dinamis. “Termasuk tim penilai apa yang harus dinilai dan bagaimana menilainya terutama dan paling utama adalah untuk memberikan pemahaman yang sama khususnya para pelaku yang akan terbang, supaya tidak terjadi mis/kesalahan sehingga tidak mendapat data sesuai yang diharapkan.
Sedangkan mekanisme pengujian menurut Mayor Tek Adi Teguh Dwi Setiawan dari Dislitbangau akan dilakukan uji loading/unloading bom P-500 L, Smoke WH RX 80 mm di pesawat Sukhoi dan Rocketpod 7 tabung kaliber 70 mm di pesawat T-50i. Sementara uji kestabilan terbang membawa bom P-500 L Dummy dan Rocketpod 7 kal. 70 mm. Selanjutnya uji dinamis bom P-500 L, Smoke WH RX 80 mm, Rocketpod 7 kal. 70 mm. Rocked FFAR dan Rocket RD-702.

14 Maret 2018

Menhan Resmikan Fasilitas Sarana dan Prototipe Nitrogliserin di Subang

Fasilitas Sarana dan Prototipe Nitrogliserin
Fasilitas Sarana dan Prototipe Nitrogliserin  

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meresmikan Fasilitas Sarana & Prototipe Nitrogliserin yang dibangun di Kawasan Energetic Material Center (EMC) PT DAHANA (Persero) Kabupaten Subang, Rabu, 7 Maret 2018. Fasilitas seluas 2,1 hektare ini memiliki kapasitas 200 MT/tahun atau sekitar 1 ton/hari. Nitrogliserin (NG) merupakan larutan yang mudah meledak berfungsi sebagai bahan baku propelan.
Peresmian ini dihadiri para pejabat dan pemangku kebijakan terkait, seperti Kementerian BUMN, Kementerian Perindustrian, Bappenas, dan Kemenristekdikti. Hadir pula anggota Kluster NDHI serta unsur Muspida Kabupaten Subang.
"Ini wujud program pertahanan nasional. Sebab NG ini bahan baku propelan. Sedangkan propelan merupakan salah satu bahan yang mempunyai nilai strategis bagi kedaulatan suatu negara. Kebutuhan propelan dalam negeri sampai saat ini masih impor, sehingga sangat rawan terhadap embargo dari negara lain," ujar Menhan.
Dikatakannya, selesainya pembangunan sarana & prototipe NG diharapkan bisa membuka peluang bagi negara untuk terus melanjutkan pengembangan industri propelan dalam negeri. Utamanya tahap pertama yaitu pabrik spherical powder/ball powder sebagai isian dari munisi kaliber kecil. "Indonesia itu bangsa pejuang yang memiliki kreativitas. Saya yakin, langkah awal ini akan sangat berarti untuk hasil akhirnya kemandirian industri pertahanan. Salah satu indikator bangsa yang maju itu ditandai dengan kekuatan pertahanannya,” katanya.
Dijelaskannya, fasilitas sarana & prototipe Nitrogliserin ini cikal bakal penghasil bahan baku propelan. Pembangunan fasilitas ini menjadi tahapan yang mendukung terwujudnya satu dari tujuh program pertahanan nasional yakni pengembangan industri propelan. Propelan produksi DAHANA nantinya akan menjadi komponen utama Munisi Kaliber Besar (MKB) dan Munisi Kaliber Kecil (MKK). Peruntukannya bagi produksi munisi ringan, meriam, peluru kendali balistik, kanon, roket antariksa, dan industri sipil dan militer lainnya.
"Teknologi yang digunakan milik Rheinmetal Denel Munition (RDM), fasilitas Sarana & Prototipe Nitrogliserin di dahana ini memiliki kapasitas 200 MT per tahun, atau mampu mengasilkan NG sekitar 1 ton per hari, tepatnya 150 kilogram per jam," ujarnya.
Direktur Utama PT DAHANA (Persero) Budi Antono mengatakan Dahana masih memiliki dua pekerjaan rumah besar, yaitu mewujudkan industri propelan dan pabrik amonium nitrat. “Dalam acara ini juga ditandatangani addendum HoA propelan dan offtake produk amonium nitrate dengan PT Pindad yang juga anggota kluster NDHI,” katanya. (Angga Saja - TSM)

11 Januari 2018

PT. Dahana Sambut Delegasi Bisnis dari Qatar

Produk PT. Dahana
Produk PT. Dahana 

BUMN Industri Strategis dari Kluster National Defence & Hightech Industries (NDHI) sedang merambah pasar internasional. Setelah menyatakan ketertarikannya untuk bekerjasama dengan industri pertahanan Indonesia Januari lalu, Delegasi dari Qatar melakukan kunjungan melihat beberapa BUMN dari NDHI di kantor PT Dirgantara Indonesia Bandung, Kamis, 28 Desember 2017.
Terdapat tiga BUMN dari kluster NDHI yang menerima delegasi Qatar, PT Dirgantara Indonesia sebagai tuan rumah, PT DAHANA (Persero), dan PT PAL Indonesia (Persero). BUMN Industri Strategis ini kemudian mempresentasikan produk-produk komersilnya kepada delegasi Qatar.
Dalam kunjungannya, delegasi dari Qatar disambut oleh DAHANA yang diwakili oleh Direktur Operasi Bambang Agung yang turut menjelaskan produk-produk pertahanan DAHANA.
DAHANA sebagai perusahaan plat merah yang memproduksi bahan peledak, selain memenuhi kebutuhan industri tambang, pengeboran, dan kebutuhan peledakan sipil lainnya. DAHANA juga turut mengembangkan produk-produk militer seperti Roket RHAN, Bomb P100-Live, dan bahan peledak komersial lainnya.
Dalam sambutannya kepada delegasi Qatar, Bambang Agung pun turut menjelaskan produk-produk militer DAHANA tersebut, sekaligus memberi cinderamata khas DAHANA kepada delegasi Qatar.
Selain Bambang Agung, PT DAHANA (Persero) juga mengirim General Manager Divisi Migas, Deputi Direktur Perencanaan Perusahaan, dan Tim Humas DAHANA untuk turut serta menyambut kedatangan delegasi Qatar.
Tak lama setelah mendapatkan penjelasan dari ketiga BUMN Industri Pertahanan dan menerima cinderamata, delegasi Qatar kembali ke negaranya.

01 Mei 2017

Enam BUMN Strategis Gelar Penjualan Bersama

Panser ANOA Buatan PT PINDAD
Panser ANOA Buatan PT PINDAD 

Sebanyak enam BUMN Industri Strategis (BUMNIS) yang tergabung dalam "cluster" "National Defence and Hightech Industry" (NDHI) sepakat melakukan penjualan bersama produk melalui pameran yang digelar di Indonesia maupun di luar negeri.
Siaran pers BUMNIS yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu menyebutkan keenam BUMN tersebut adalah PT Dahana (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero), PT Industri Nuklir Indonesia (Persero), PT Len Industri (Persero), serta PT Pindad (Persero).
Ketua Konsolidasi BUMNIS yang juga Sekretaris Perusahaan PT Dahana (Persero) Mamat Ruhimat mengatakan sinergi BUMNIS itu bagian dari peta jalan (roadmap) BUMN 2015-2019.
Dijadwalkan, cluster NDHI yang dibentuk pada 22 November 2015 ini akan berpartisipasi pada ajang "Indonesia and Business Development Expo" (IBD) dan "RiTech Expo 2017" pada Agustus dan September 2017.
Sebelumnya pada Juni 2017 di Tokyo, tiga BUMN NDHI, yaitu PT Dirgantara Indonesia (Persero) dan PT Pindad (Persero) serta PT PAL Indonesia dari cluster "National Shipbuilding and Heavy Industry" (NSHI) juga mengikuti pameran pada MAST Asia 2017.
"Konsolidasi ini tidak hanya menjadi ajang mengejar target penjualan, tapi juga untuk menggodok sejumlah kesepakatan untuk bersinergi dalam melakukan publikasi bersama," ujarnya.
Publikasi bersama juga telah dilakukan antara lain di media sosial Twitter, Facebook, Youtube, dan Instagram yang membawa bendera NDHI BUMN, dilanjutkan dengan launching website dan E-Bulletin NDHI pada IBD Expo.
Menurut Mamat, konsep publikasi ini sebagai jalan memperkokoh agenda sinergi BUMN, sekaligus menggali kompetensi masing-masing perusahaan.
"Target publikasi bersama ini memberikan peluang kolaborasi antar-BUMNIS atau partner BUMNIS lainnya. Apabila masyarakat ingin lebih tahu tentang NDHI kami persilahkan untuk dapat mengikuti atau follow media sosial NDHI," ujarnya.

04 April 2017

Pabrik Nitrogliserin di Subang Segera Diuji Coba

Energetic Material Center (EMC) milik PT DAHANA (Persero)
Energetic Material Center (EMC) milik PT DAHANA (Persero) 

Pembangunan pabrik Nitrogliserin (NG) yang menjadi fondasi awal mewujudkan kemandirian bahan peledak dalam negeri sudah hampir rampung, tinggal tahap finishing. Malahan sesuai rencana di bulan April 2017 ini, pabrik yang lokasinya berada di kawasan Energetic Material Center (EMC) milik PT DAHANA (Persero) di Kabupaten Subang ini akan segera memasuki tahap commissioning/ pengujian pabrik sebelum beroperasi (running test).
Hal itu dikatakan Direktur Utama PT Dahana (Persero) Budi Antono, didampingi humas PT Dahana, Juli Jajuli, Senin, 3 April 2017. Dikatakannya, Nitrogliserin (NG) ini bahan baku bagi pembuatan propelan. Nantinya propelan produksi DAHANA akan menjadi komponen utama dalam produksi munisi kaliber kecil (MKK), dan munisi kaliber besar (MKB) diperuntukkan bagi peluru kendali balistik, roket, dan industri sipil. “Kebutuhan propelan dalam negeri sampai saat ini masih impor, sehingga sangat rawan terhadap embargo dan kemandirian kemampuan pertahanan NKRI. Jadi bila pabrik NG sudah berproduksi, harapan kedepannya bisa mewujudkan cita-cita membangun industri propelan,” ujarnya.
Dijelaskannya, guna memastikan kesiapan pabrik NG tersebut, Sekretaris Jenderal Kemenhan, Widodo, beserta rombongan sudah meninjau langsung perkembangan akhir pembangunan pabrik NG disini, Senin, 27 Maret 2017 lalu. Balitbang Kemenhan sebagai pemilik proyek membangun pabrik NG di lahan Energetic Material Center (EMC) PT Dahana. Pembangunan industri propelan merupakan bagian dari tujuh program prioritas kemandirian dalam alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang digagas pemerintah pusat.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemhan, Ane Kusmayati mengungkapkan pembangunanPabrik NG di Dahana menjadi bagian dari pembangunan industri propelan bagi munisi kaliber kecil (MKK). Kehadirannya penting guna memenuhi kebutuhan bahan peledak militer, khususnya pengisian peluru.
“Selama ini industri senjata, khususnya isian peluru masih didatangkan dari luar negeri, padahal mewujudkan kemandirian dalam negeri, perlu industri yang mampu menyediakan bahan tersebut,” terangnya.
Dikatakannya, pembangunan industri propelan dilakukan bertahap, dan Kemenhan telah merancang program tersebut. Propelan merupakan komponen utama munisi bagi kebutuhan persenjataan ringan, alutsista seperti meriam, kanon dan roket maupun untuk kepentingan sipil dan industri. “Propelan mempunyai manfaat strategis antara lain, Kemandirian ketahanan dan pertahanan nasional dan penegakan kedaulatan negara. Terdukungnya kebutuhan operasi baik kuantitas maupun kualitas, salah satu sumber daya pengembangan alutsista,” katanya.
Dijelaskannya, ada beberapa jenis propelan, yaitu munisi kaliber kecil (MKK), munisi kaliber besar (MKB), dan roket. Roadmapnya sudah ada, terdiri dari tahap satu dan dua. Pada tahap awal disepakati membangun industri propelan MKK.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kemenhan Widodo beserta rombongan meninjau perkembangan akhir pembangunan pabrik NG saat kunjungan kerja ke PT DAHANA (Persero) Senin, 27 Maret 2017 lalu. Saat itu, Widodo mengatakan kehadirannya memantau perkembangan akhir Pabrik NG. Sebab Pabrik NG merupakan fondasi awal membangun kemandirian bahan peledak dalam negeri, sehingga kedepan diharapkan bisa mewujudkan cita-cita membangun industri propelan. “Pembangunan pabrik propelan harus bergerak maju dan harus terwujud. Pabrik Nitrogliserin ini adalah fondasinya,” katanya.
Sumber : http://pikiran-rakyat.com/

Ad Placement

TNI AD

TNI AL

TNI AU