Pesawat Nirawak Caihong 5 Buatan China Siap Tempur - Radar Militer

18 Desember 2016

Pesawat Nirawak Caihong 5 Buatan China Siap Tempur

 Caihong 5 Buatan China
 Caihong 5 Buatan China 

Setelah sekitar satu tahun memproduksi pesawat nirawak bersenjata dan sudah melalui berbagai tahap uji coba, industri militer China, China Aerospace Sience and Technology Corporation (CASC) menyatakan, pesawat nirawak Caihong 5 (CH-5) dalam kondisi siap tempur.
Penampilan drone yang secara fisik mirip dengan pesawat nirawak MQ-9 Reaper itu untuk pertama kalinya ditampilkan ke publik pada acara 11th China International Aviation & Aerospace Exhibition di kota Zhuhai bulan November lalu. Drone CH-5 ditampilkan dalam kondisi dilengkapi semua persenjataan dan siap dikirim ke medan tempur.
Menurut tim CASC, CH-5 yang merupakan pesawat nirawak jenis Medium-Attitude Long Endurance (MALE) itu memiliki bentang sayap sepanjang 21 m dan bisa membawa muatan hingga 1.200 kg. Dengan kemampuan angkut seberat itu CH-5 bisa membawa 16 rudal udara ke darat, termasuk rudal udara ke darat berpemandu laser Lan Jian 7 (Blue Arrow 7), bom berpemandu laser TG 100 laser/INS/GPS, dan rudal antitank AR-1/HJ-10. Sedangkan untuk maximum take off weight CH-5 bisa lebih dari tiga ton.
Sebagai UAV bersenjata yang diprogram untuk menghantam target jarak jauh, jelajah terbang CH-5 yang dipandu oleh sistem komunikasi melalui satelit bisa mencapai 10.000 km. Kemampuan jelajah terbang dengan menggunakan bahan bakar Heavy Fuel Engine (HFE) bisa selama 120 jam dan kecepatan terbang maksimalnya adalah 300km/jam pada ketinggian 30.000 kaki nonstop.
Dalam misi tempur pesawat nirawak CH-5 juga bisa dioperasikan secara mandiri atau terintegrasi dengan pesawat nirawak lainnya yang telah diproduksi oleh CASC, seperti CH-3 dan CH-4 karena memiliki data link dan sistem kontrol yang sama.
Mulai tahun depan CH-5 akan dipasarkan keluar China. CASC sendiri tak segan untuk memberikan lisensi produksi bagi negara-negara yang menginginkan pesawat nirawak ini.
Mesir dan Iran termasuk yang tertarik untuk membeli UAV CH-5 sekaligus untuk memproduksi CH-5 di negaranya. Pesawat nirawak yang diklaim CASC lebih mumpuni dibangkinkan MQ-9 Reaper itu menurut militer China sangat cocok untuk memburu teroris karena dilengkapi radar pencari sasaran yang mampu menembus dinding. Sehingga target yang bersembunyi di dalam bangunan bisa diidentifikasi dan selanjutnya dihancurkan menggunakan rudal. (A. Winardi)
Sumber : http://angkasa.co.id/

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb