Senjata KCR-60M Batch Terbaru TNI AL Menggunakan Kanon A-220M 57mm Rusia - Radar Militer

04 Februari 2018

Senjata KCR-60M Batch Terbaru TNI AL Menggunakan Kanon A-220M 57mm Rusia

 Kanon A-220M 57mm
 Kanon A-220M 57mm  

Harus diakui, untuk segi desain dan sistem elektronik dan optronik, senjata buatan Barat adalah numero uno. Negara lain masih sulit mengejar dan menyaingi. Namun ada barang ya jelas ada harga, tidak mungkin barang bagus dijual murah.
TNI AL pun menghadapi realita itu, mengingat anggaran pertahanan yang sudah disiapkan Presiden Joko Widodo tidaklah mencukupi untuk membeli seluruh kebutuhan TNI. Walaupun idaman utama adalah kanon Bofors 57mm/L70 SAK Mk3, namun apa daya harganya terlalu mahal, seperti kata Jane’s (1/2).
Maka mengikuti logika, TNI AL akan memilih opsi terbaik berikutnya. Apa? Ya jelas senjata Rusia. Yang dilirik untuk kelas KCR-60M adalah sistem kanon 57mm A-220M buatan Buresvetnik JSC, Rusia. Sama-sama menyandang kanon 57mm, A-220M itu bisa dipasang pada kapal dengan tonase 250 ton ke atas, sementara Bofors 57mm pada kapal dengan tonase 150 ton saja. Kelihatan kan keunggulan desainnya?
Di Rusia, A-220M jadi pilihan utama untuk kapal patroli dari kelas Project 22460E, Project 12418, Project 22500, dan Project SRK-2100. Kanon 57mm yang digunakan dinaungi oleh kubah berbahan alumunium dan sudah memiliki sistem kendali penembakan terintegrasi. Kapasitas magasen untuk kanon ini sebanyak 400 butir peluru siap tembak, lebih tinggi dari Bofors 57mm memang. Sistem operasinya sendiri menggunakan mekanisme tolak balik.
Untuk jarak tembak, A-220M dikatakan mampu menghantam sasaran sejauh 12 kilometer untuk sasaran permukaan atau 8 kilometer slant atau tegak untuk sasaran yang terbang. Peluru utama yang melengkapi A-220M adalah tipe 53-UOR-281U berjenis High Explosive dan kecepatan tembak optimal untuk kanon ini adalah 120 sampai dengan 140 butir peluru per menit.
Masih menurut Jane’s, besar kemungkinan bahwa untuk kedepannya, KCR-60M akan dilengkapi dengan A-220M, termasuk untuk kapal yang masih dalam proses pembangunan di galangan PT. PAL. Sejauh ini memang pengerjaan batch kedua untuk tiga unit KCR-60M masih berlangsung, sesuai dengan jadwal. (Aryo Nugroho)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb