Radar Militer: Afrika
Tampilkan postingan dengan label Afrika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Afrika. Tampilkan semua postingan

19 Maret 2021

Menhan Serahkan Pesawat CN235-220 Buatan PT DI ke AU Senegal

radarmiliter.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menyerahkan pesawat karya anak bangsa CN235-220 MPA ke Angkatan Udara Republik Senegal dari Hanggar Fixed Wing PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PT DI, Bandung, Jawa Barat Kamis (18/3/2021).
Prabowo mengatakan, penyerahan ini patut dibanggakan karena ini merupakan pesawat ketiga yang dibeli Senegal.
"PT DI adalah kebanggaan bagi Indonesia. PT DI adalah harapan bangsa Indonesia, kita sangat membutuhkan teknologi kedirgantaraan, aerospace industry. Ini adalah industri masa depan. Industri yang paling sulit dan yang paling canggih," ujar Prabowo dalam keterangan tertulis, Kamis (18/3/2021).
CN235-220 MPA senegal
CN235-220 MPA senegal
Prabowo mengatakan, PT DI sebenarnya pernah jadi pelopor dalam kebangkitan industri Indonesia pada dekade 90-an. Tetapi, akibat dinamika politik dunia saat itu, arah pengembangan PT DI mengalami rintangan.
Namun demikian, kata Prabowo, kondisi saat ini patut disyukuri karena tantangan selama 20 tahun terakhir ini membuat PT DI berhasil bertahan. Bahkan, PT DI berhasil untuk menjual produk pesawat dan helikopternya.
Karena itu, Kementerian Pertahanan bertekad agar PT DI dapat bangkit kembali ke tempat semula.
"Presiden telah menginstruksikan Kementerian Pertahanan untuk mendorong PT DI dan industri pertahanan lainnya. Untuk bersungguh-sungguh mendukung agar PT DI bisa mengambil tempat sebagai pelopor kembali di Asia Tenggara bahkan Asia," tegas Prabowo.
Sementara itu, Chief of Air Force of Senegal Papa Souleymane SARR mengungkapkan, bahwa Republik Senegal telah menggunakan pesawat produksi PT DI selama 10 tahun.
Menurutnya, CN235-220 MPA salah satu yang spesial karena digunakan sebagai patrol airplane, berbeda dengan dua pesawat sebelumnya.
"Kami berharap mendapatkan kepuasan yang sama dengan yang dua pesawat sebelumnya," kata Souleymane.
Souleymane menambahkan, kerja sama Senegal dan Indonesia selama ini telah terjalin sangat baik karena terdapat kesamaan kultur antara kedua negara.
Untuk itu, Senegal terus berupaya mencari peluang terbaik untuk bertukar pengalaman dan kerja sama di kemudian hari dengan Indonesia.(Achmad Nasrudin Yahya)
Sumber : https://www.kompas.com/

16 Maret 2021

Aljazair Jadi Pelanggan Ekspor Pertama Pesawat Pembom Su-34

radarmiliter.com - Seperti yang telah diperkirakan sebelumnya, dan dikonfirmasi oleh pejabat tinggi dalam kalangan Industri-Militer Rusia melalui pers Rusia dari informasi yang dikutip oleh MENADEFENSE, Angkatan Udara Aljazair akan menerima enam pesawat pembom Sukhoi Su-34 sebelum akhir 2021. Sebelumnya pada Desember 2019 dan Desember 2020, telah muncul kabar tentang kemungkinan akan ada pesanan Su-34 Aljazair.
Pesawat Pembom Su-34
Pesawat Pembom Su-34
Butuh lebih dari delapan tahun negosiasi dengan pasang surut di sisi Rusia dan Aljazair untuk akhirnya mencapai kesepakatan yang dapat diterima sekarang. Sebelumnya Rusia telah menawarkan versi ekspor Su-34 yang sangat terdegradasi. Namun Aljazair tidak menginginkan Su-34 yang terdegradasi dan lebih memilih untuk mengupgrade pesawat Su-24 miliknya yang lebih tua, yang kemudian mengalami modernisasi besar-besaran.
Meski tidak dikonfirmasi, berbagai narasumber telah menyatakan bahwa pada Januari 2021 produksi batch pertama enam Su-34 untuk Aljazair telah dimulai. Batch ini harus siap sebelum akhir 2021 dan akan digunakan untuk pelatihan pilot instruktur dan para personel pemeliharaan AU Aljazair. Pelatihan akan dimulai di Rusia mulai awal 2022. Sisanya, dengan total empat belas unit Su-34 akan dikirim pada 2022 dan 2023.
Minat Aljazair pada Su-34 muncul kembali setelah kampanye perang di Suriah, di mana pesawat Su-34 menunjukkan kemampuan tempurnya dan dievaluasi. Pusat Uji Penerbangan Negara Rusia di Akhtubinsk sebagian besar bertanggung jawab atas kemampuan tempur Su-34 yang diperbarui tersebut.
Varian Aljazair kemungkinan akan disebut sebagai Su-34ME dan diperkirakan terdapat perbedaan utama dengan versi yang digunakan oleh Rusia dan versi "ME" yang diakuisisi oleh Aljazair, seperti perangkat Identification, Friend or Foe (IFF) dan sistem komunikasi lainnya. Sisanya akan sama termasuk berbagai senjata yang juga telah diuji dan dievaluasi di Suriah.(Angga Saja-TSM)

25 Februari 2021

Amerika Serikat Peringatkan Mesir Soal Pembelian Jet Tempur Sukhoi Su-35 Rusia

radarmiliter.comAmerika Serikat (AS) memperingatkan Mesir tentang rencananya membeli jet tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken saat melakukan pembicaraan via telepon dengan Menlu Mesir Sameh Shoukry.

"Menteri (Blinken) menyampaikan keprihatinan atas hak asasi manusia, yang dia tekankan akan menjadi inti dari hubungan bilateral AS-Mesir, dan potensi pengadaan pesawat tempur Su-35 Mesir dari Rusia,” kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price dalam sebuah pernyataan pada Selasa (23/2), dikutip laman Al Arabiya.
Sukhoi Su-35
Sukhoi Su-35
Situasi semacam itu pernah terjadi sebelumnya, yakni ketika Turki hendak membeli sistem rudal S-400 buatan Rusia. Namun, Ankara mengabaikan peringatan Washington dan tetap melanjutkan rencana pembelian S-400.
AS akhirnya menjatuhkan sanksi kepada Turki pada Desember tahun lalu. Sanksi Washington membidik Presidensi Industri Pertahanan Turki (SSB). Wujud dari sanksi antara lain pelarangan semua lisensi ekspor AS dan otorisasi untuk SSB.
AS pun membekukan aset dan menerapkan pembatasan visa terhadap Ismail Demir selaku presiden SSB. Terdapat tiga pejabat SSB lainnya yang turut menjadi target sanksi Washington.
Pekan lalu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan ingin memperkuat hubungan dengan AS di bawah kepemimpinan Presiden Joe Biden. "Meskipun terkadang ada perbedaan pendapat, kemitraan kami sejauh ini telah berhasil mengatasi segala macam kesulitan. Baru-baru ini, persahabatan Turki-Amerika diuji secara serius," kata Erdogan pada Sabtu (20/2).
Kendati terdapat perbedaan, Erdogan menyebut kepentingan bersama Turki-AS lebih besar. "Kami ingin memperkuat kerja sama kami dengan pemerintah AS yang baru dalam jangka panjang dengan basis saling menguntungkan," ujarnya.

10 Agustus 2020

Sistem Hanud S-300/S-400 Rusia di Libia

radarmiliter.com - Foto-foto yang muncul di media sosial menunjukkan penggelaran sistem rudal permukaan-ke-udara (SAM) buatan Rusia - kemungkinan dari keluarga S-300 atau S-400 - yang ditempatkan di dekat Ras Lanuf di pantai Libya. Pelabuhan minyak yang dikendalikan oleh Libyan National Army (LNA) yang dipimpin oleh Field Marshal Khalifa Haftar. Jika keberadaan senjata-senjata ini benar adanya, itu akan menandai eskalasi baru yang signifikan dalam perang saudara Libya dan dalam keterlibatan kekuatan asing yang mendukung kedua pihak dalam konflik tersebut.
Laporan media yang belum dikonfirmasi pada bulan lalu melaporkan bahwa LNA telah mengerahkan S-300 di sepanjang perbatasan timur dengan Mesir. Kebenaran dari laporan ini tidak jelas karena Ras Lanuf tidak berada di dekat perbatasan dengan Mesir.
Sistem Hanud S-300/S-400 Rusia di Libia
Sistem Hanud S-300/S-400 Rusia di Libia 
Namun, kemunculan sistem pertahanan udara di Libya yang dilaporkan terjadi setelah penerbangan oleh pesawat angkut udara strategis An-124 Pasukan Dirgantara Rusia ke Pangkalan Udara Al Khadim Libya pada 3 Agustus. Pesawat angkut tersebut terbang dari Pangkalan Udara Mozdok di wilayah Kaukasus Rusia, merupakan kemunculan pertama pesawat jenis itu di Libya sejak Moskow meningkatkan keterlibatannya dalam perang saudara yang sedang berlangsung untuk mendukung pasukan LNA Haftar. Sebelum singgah di Mozdok, An-124 berangkat dari Vnukovo di Moskow.
An-124 biasanya digunakan untuk mengangkut peralatan besar, yang dapat meliputi sistem S-300 dan S-400 serta elemen pendukungnya. Pesawat angkut Il-76 - dioperasikan baik oleh militer Rusia maupun oleh kontraktor sipil - yang melakukan perjalanan rutin ke Libya tidak cukup besar untuk menangani komponen yang lebih besar dari S-300 atau S-400. Perlu dicatat bahwa ketika Turki menerima S-400, Rusia mengirimkan komponen sistem hanud tersebut menggunakan An-124 dan Il-76.
LNA Haftar - yang berbasis di kota Tobruk di timur - mendapatdukungan antara lain dari Rusia, Uni Emirat Arab, dan Mesir. Pemerintah AS juga menilai bahwa tentara bayaran Rusia dari Grup Wagner beroperasi di Libya atas nama pasukan Haftar. Wagner memiliki koneksi dengan Direktorat Utama badan intelijen militer Rusia, yang juga dikenal dengan singkatan GRU.
Lawan utama LNA adalah Government of National Accord (GNA) yang didukung PBB, yang berbasis di Tripoli, ibu kota negara yang diakui secara internasional. Pendukung internasional utama GNA saat ini adalah Turki.
Foto-foto dari disebut sebagai situs SAM tersebut hanya mengungkapkan sedikit detail, namun diperkirakan foto-foto tersebut menunjukkan target acquisition radar 96L6 atau 96L6E yang dipasang di truk, yang oleh NATO disebut sebagai Cheese Board, bersama dengan transporter-erector-launcher (TEL) yang terkait dengan sistem SAM seri S-300 atau S-400. S-400 tampaknya merupakan perkiraan yang kurang mungkin karena kemungkinan Moskow kurang bersedia menggelar sistem canggih seperti itu ke medan tempur Libya.
Jika peralatan di Ras Lanuf memang benar adanya, hal itu menandai perkembangan yang signifikan dalam konflik ini. Dengan asumsi bahwa situs tersebut memang merupakan baterai S-300 atau S-400, dan jika dipasok oleh Rusia, itu akan menunjukkan upaya Moskow yang semakin besar untuk meningkatkan kekuatan udara dan pertahanan udara LNA, setelah pengerahan pesawat MiG-29 dan Su-24 sebelumnya. Mulai Mei lalu, Rusia memasok Libia dengan setidaknya 14 jet tempur dan kedua pihak dalam konflik tersebut telah memperluas kemampuan tempur udara dan pertahanan udara mereka.
Namun, kemampuan yang tepat atas sistem pertahanan udara yang yang digelar di Libia tersebut sangat bergantung pada sub-varian S-300 atau S-400 mana yang digunakan, dan berbagai subtipe rudal, serta sejauh mana baterai diintegrasikan dalam jaringan pertahanan udara terpadu. Penggunaan operasionalnya juga akan ditentukan oleh tingkat kewaspadaan situasional untuk operator mereka. Sistem pertahanan udara jarak pendek Pantsir-S1 LNA - buatan Rusia, dan dipasok oleh UEA - terbukti sangat rentan terhadap serangan Turki, terutama oleh drone bersenjata Bayraktar TB2, meskipun hal ini masih diperdebatkan.
Sementara S-300 - dan bahkan S-400 yang lebih mumpuni - mungkin tampak berlebihan melawan kemampuan udara terbatas GNA, bahkan untuk melawan Bayraktar TB2, namun mereka berpotensi untuk berfungsi sebagai deteren intervensi Turki yang lebih besar. Taktik serupa dilakukan oleh Rusia di Suriah, di mana pengerahan awal SAM yang dioperasikan Rusia diikuti dengan transfer S-300 ke rezim Assad. Pertahanan tersebut, ditambah pengerahan kekuatan udara Rusia, telah memainkan peran yang cukup penting dalam mempertahankan kekuasaaan Assad, dan pendekatan serupa dapat diterapkan di Libya.
Perlu untuk dicatat bahwa Turki telah mulai menguji dan mengoperasikan sistem rudal pertahanan udara S-400 buatan Rusia. Pengalaman dan pengetahuan Turki dalam pengoperasian sistem hanud S-400 kemungkinan juga dapat dimanfaatkan oleh Turki dalam menghadapi perkembangan baru ini di Libia dalam melakukan operasi udara lebih lanjut untuk mendukung GNA.(Angga Saja-TSM)

23 Juli 2020

Lima Jet Tempur Sukhoi Su-35S Mesir siap di Kirim

radarmiliter.com - Lima jet tempur Su-35S pertama dari 24 pesawat yang dipesan oleh Mesir terlihat di kota Novosibirsk, Rusia. Novosibirsk Aircraft Plant Sukhoi Aircraft Company merupakan produsen pesawat jet Su-35.
Laporan yang belum terkonfirmasi di media sosial mengatakan bahwa pesawat siap untuk dikirim ke Angkatan Udara Mesir dan foto-foto Su-35S tersebut mungkin diambil ketika pesawat-pesawat itu melakukan uji terbang.
Sukhoi Su-35S Mesir
Sukhoi Su-35S Mesir 
Foto-foto di media sosial menunjukkan beberapa pesawat terbang rendah dengan nomor seri masing-masing adalah 9210, 9211, 9212, 9213, 9214 yang disebutkan dalam laporan bahwa pesawat-pesawat dimaksudkan untuk Mesir. Tidak ada terlihat adanya tanda-tanda Angkatan Udara Mesir (bendera, roundel) di badan pesawat atau ekor.
Pesawat juga tampak tidak dipasangi pylon atau perlengkapan lainnya. Pada bagian badan pesawat depan, di bawah kanopi pilot di mana identitas angkatan udara biasanya terlihat, nampak dicat lingkaran putih.
Surat kabar Rusia Kommersant pertama kali melaporkan kontrak Su-35 itu pada Maret 2019; bahwa Kairo telah memesan 24 pesawat jet dengan harga sekitar $ 2 miliar. Menurut jadwal pengiriman yang dikutip dalam laporan itu, pesawat akan mulai tiba di Mesir pada tahun 2020 atau 2021. Tidak ada konfirmasi dari pihak Rusia mengenai harga atau jumlah pesawat.
Jet Su-35S ditenagai oleh dua mesin TRDDF 117S yang dikembangkan oleh NPO Saturn. 117S adalah pengembangan dari mesin AL-31F yang dipasang pada pesawat Su-27 dan berbeda dalam hal peningkatan daya afterburner (dari 12.500 kgf menjadi 14.500 kgf) dan non-afterburner (dari 7700 kgf menjadi 8800 kgf), menurut informasi Perusahaan Sukhoi .
Fitur yang paling canggih adalah sistem kontrol digital terintegrasi, KSU-35, yang mampu mengambil alih kendali otomatis pesawat selama penggunaan tempur, penerbangan jelajah, dan landing approach.
KSU-35 membatasi pesawat melampaui nilai parameter penerbangan yang diizinkan dan juga mengambil alih pesawat jika ada ancaman tabrakan. Jika satu atau lebih kontrol pesawat mengalami kerusakan, KSU-35 secara otomatis mengkompensasi kegagalan tersebut.
Radar udara N135E-nya "Irbis-E", dilengkapi dengan phased antenna array dapat mendeteksi target - hingga 350 km pada sasaran dengan radar cross section 3 m2. Pemindaian elektronik memberikan pelacakan simultan hingga 30 sasaran dan secara bersamaan mampu menembak 8 sasaran udara.
Radar juga memiliki kemampuan untuk mendeteksi sasaran darat, secara bersamaan melacak 4 sasaran dan mampu menembak 2 sasaran diantaranya.(Angga Saja-TSM)

Mesir Setujui Pengerahan Pasukan untuk Melakukan Aksi Militer di Libya

radarmiliter.com - Menurut informasi yang dirilis oleh situs web Aljazeera pada 21 Juli 2020, parlemen Mesir pada hari Senin, 20 Juli 2020, telah menyetujui pengerahan pasukan Mesir untuk melakukan aksi militer di Libya.
Government of National Accord (GNA) Libya, dengan dukungan negara asing, baru-baru ini melancarkan serangan terhadap Libyan National Army (LNA) di Libya barat laut dan bertekad akan terus maju untuk menguasai Sirte dan pangkalan udara Al-Jufra.
 Aksi Militer
 Aksi Militer  
Mesir adalah kekuatan militer terbesar kedua di Timur Tengah setelah Iran, dengan total 439.000 personel militer. Angkatan bersenjata Mesir adalah yang terbesar di kawasan itu dan pada dasarnya berfokus pada integritas wilayah dan keamanan internal, termasuk memerangi kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan ISIS di Sinai utara.
Inventaris angkatan bersenjata Mesir terutama terdiri dari sistem senjata era Soviet yang usang dan peralatan Barat yang lebih baru. Namun, angkatan bersenjata Mesir sedang gencar menjalankan program rekapitalisasi dan modernisasi peralatan militernya.
Mesir menerima pesawat tempur multi-role, helikopter serang, dan sistem rudal permukaan-ke-udara (SAM) dari Rusia. Pesawat tempur juga bersumber dari Perancis dan UAV bersenjata dari Tiongkok. Rekapitalisasi Angkatan Laut Mesir meliputi kapal selam buatan Jerman dan kapal serbu amfibi dan fregat yang dirancang Prancis. Mesir memiliki industri pertahanan domestik yang mapan, memasok peralatan untuk angkatan bersenjata dan pasar ekspor, mulai dari senjata ringan hingga kendaraan lapis baja. Ada sejarah lisensi dan produksi bersama dengan perusahaan asing, termasuk perakitan lokal tank tempur utama M1A1 dari kit yang dipasok AS dan produksi fregat dengan bantuan Prancis.(Angga Saja-TSM)

22 Juli 2020

TNI di Kongo Berhasil Membebaskan WNA Amerika Yang Disandera Oleh Kelompok Kriminal Bersenjata

radarmiliter.com - Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali menorehkan prestasi luar biasa dikancah internasional yakni berhasil membebaskan seorang warga negara Amerika dari penyanderaan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata di Kongo.
Mereka adalah prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas TNI Konga XXXIX-B RDB Monusco.
Dilansir dari akun Instagram @infokomando, saat itu Satgas TNI Konga XXXIX-B mendapat informasi dari Chief dan MSF team kepada Komandan Static Combat Deployment (SCD) Lulimba Mayor Inf. Yoni, jika ada warga negara Amerika bernama Sarah diculik dan disandera oleh kelompok kriminal bersenjata di Ake Village Kongo.
Satgas TNI Konga XXXIX-B RDB Monusco
Satgas TNI Konga XXXIX-B RDB Monusco 
Mendengar hal itu, Satgas TNI Konga kemudian mencari tahu tentang kelompok mana yang telah menculik Sarah.
Mengingat prajurit TNI di Kongo sudah dikenal baik oleh masyarakat, maka tidak sulit untuk mencarinya.
Setelah semua bukti dan keterangan berhasil didapatkan, mereka kemudian melakukan briefing untuk menentukan langkah-langkah yang perlu diambil dilapangan serta menyiapkan segala konsekwensinya jika ada kegagalan dalam bernegosiasi.
Diluar dugaan, kelompok kriminal bersenjata yang sudah menyandera sarah selama 16 hari ini ternyata setuju dan menyerahkan Sarah kepada TNI.
Keberhasilan pembebasan sandera yang dilakukan oleh TNI di Kongo ini akhirnya menambah deretan prestasi TNI dimata internasional.
Kongo sendiri merupakan salah satu negara di Afrika yang sedang dilanda konflik perang suadara. Pasukan PBB dikerahkan di Kongo sebagai penengah antara kelompok yang bertikai.
Salah satu pasukan PBB yang dianggap aktif dalam menyumbang prestasi perdamaian adalah TNI dengan Satgas Konga XXXIX-B RDB Monusca-nya.(Angga Saja-TSM)

30 Juni 2020

Mesir Beli 500 MBT T-90MS Rusia

radarmiliter.com - Kementerian Pertahanan dan Produksi Militer Mesir menyepakati perjanjian dengan perusahaan Rusia Uralvagonzavod (UVZ) dan agen ekspor senjata Rusia Rosoboronexport untuk membuat secara lisensi 500 tank tempur utama T-90MS. Angkatan Darat Mesir bermaksud mengganti semua tank tempur utama T-55/54 dan T-62, serta semua tank yang relatif lama, dan akan menggantinya dengan tank T-90. Perusahaan Uralvagonzavod akan membangun fasilitas untuk merakit tank-tank T-90MS di bawah lisensi di Mesir, menyusul perjanjian yang ditandatangani dengan Moskow. Kemungkinan produksi lokal tank T-90MS di Mesir tidak dilakukan secara penuh, karena sejumlah besar komponen T-90MS akan diimpor dari Rusia.
MBT T-90MS Rusia
MBT T-90MS Rusia 
AD Mesir memiliki banyak tank yang kurang modern. Kairo memiliki 34 tank T-80U dan 1.100 M1A1 Abrams, namun masih memiliki 840 unit tank T-54/55 dan 500 unit T-62, hanya 200 yang beroperasi, sisanya masih dalam penyimpanan. Masih ada 300 tank M60A1 dan 850 M60A3 Amerika yang telah menua. Angkatan Darat Mesir sedang mempersiapkan untuk mengoperasikan hanya dua jenis tank di unit lapis baja masa depannya, yaitu M1A1 Abrams AS dan T-90 Rusia. AD Mesir akan melengkapi divisi lapis baja dengan tank T-90, sementara model M1 Abrams akan berada di divisi mekanis Angkatan Darat Mesir.
T-90MS adalah versi ekspor terbaru dari tank tempur utama T-90. Tank ini dilengkapi dengan mesin 1.130 hp, perangkat penglihatan penembak PNM Sosna-U, RWS UDP T05BV-1 dengan senapan mesin 7,62 mm, GLONASS, sistem navigasi inersial, explosive reactive armour (ERA) Relikt yang melindungi lebih banyak bagian tank, dan steering wheel baru. Turret bustle yang removable juga dipasang, yang menyediakan penyimpanan untuk delapan amunisi tambahan. 4 kamera video memberikan lingkup penglihatan 360° sekitar tank. T-90MS memiliki thermal imager yang ditingkatkan yang dapat mendeteksi tank pada jarak lebih dari 3300 meter.(Angga Saja-TSM)

27 Juni 2020

Maroko Akuisisi 24 Helikopter Apache AH-64E

radarmiliter.com - Maroko menjadi negara ke-17 yang mengakuisisi helikopter serang Boeing AH-64 Apache melalui kontrak pembelian untuk 24 helikopter yang baru saja ditandatangani.
Pengiriman ke Maroko direncanakanakan dimulai pada tahun 2024.
Helikopter Apache AH-64E
Helikopter Apache AH-64E 
"Ini adalah langkah maju dalam kemitraan panjang kami dengan Kerajaan Maroko," kata Jeff Shockey, vice president, Global Sales and Marketing, Boeing Defense, Space & Security and Government Services. "Permintaan akan helikopter Apache di seluruh dunia semakin meningkat dan kami bangga memberikan kemampuan terbaik di kelas-nya ke Maroko."
AH-64E adalah konfigurasi terbaru dari helikopter serang Apache. Helikopter ini dirancang dan dilengkapi dengan arsitektur sistem terbuka termasuk komunikasi, navigasi, sensor dan sistem senjata terbaru. Helikopter memiliki Modernized Target Acquisition Designation System yang ditingkatkan yang menyediakan informasi sasara di siang, malam dan dalam semua cuaca, serta kemampuan navigasi penglihatan malam. Selain mengklasifikasikan sasaran darat dan udara, Fire Control Radar telah diperbarui untuk beroperasi di lingkungan maritim.
Boeing akan membangun dan mengirimkan Apache Maroko baru di bawah kontrak dengan Angkatan Darat Amerika Serikat melalui proses Foreign Military Sales pemerintah AS.
Kemitraan Boeing dengan Maroko telah berlangsung selama beberapa dekade. Perusahaan Boeing berkomitmen untuk mengembangkan rantai pasokan di Maroko dan tenaga kerja masa depan. Boeing adalah mitra dari perusahaan patungan Boeing dan Safran MATIS Aerospace di Maroko, yang memproduksi wire bundle and harness pesawat. Pada tahun 2016, perusahaan menandatangani Nota Kesepahaman dengan Kerajaan Maroko untuk menciptakan ekosistem pemasok peralatan pesawat. Boeing juga mendukung tenaga kerja masa depan negara Maroko melalui kemitraan dengan Education for Employment (EFE) Maroko dan asosiasi INJAZ Al-Maghrib.(Angga Saja-TSM)

25 Juni 2020

Menlu Retno: Penghargaan Tertinggi untuk Pasukan PBB RI yang Gugur di Kongo

radarmiliter.com - Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga dan kerabat Serma Rama Wahyudi. Rama adalah misi perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo (MONUSCO) yang tewas dalam serangan milisi di negara itu.
Pejabat komunikasi pasukan penjaga perdamaian PBB, MONUSCO, Sy Koumbo melaporkan patroli pasukan itu diserang sekitar 20 km dari kota Beni di Provinsi Kivu Utara.
Serma Rama Wahyudi
Serma Rama Wahyudi 
"Penghargaan setinggi-tingginya kepada almarhum Serma Rama Wahyudi atas pengabdiannya dalam menjaga perdamaian dunia. Semoga keluarga yang ditinggalkan selalu diberikan ketabahan," ucap Retno pada Rabu (24/6/2020).
Retno menuturkan, berdasarkan laporan yang diterima dari MONUSCO, selain Rama, seorang personel asal Indonesia lainnya, yakni Prt M Syafii Makbul juga turut menjadi korban dalam serangan. Syafii mengalami luka-luka dan saat ini masih dalam perawatan intensif.
"DK PBB telah mengutuk keras serangan kepada MONUSCO dan meminta otoritas Kongo untuk melakukan investigasi dan membawa pelakunya ke meja pengadilan," ujar Retno.
Sebelumnya diwartakan, Komandan MONUSCO Leila Zerrougui mengecam serangan itu. Menurut dia, serangan dilancarkan oleh anggota Pasukan Aliansi Demokratis (ADF), kelompok bersenjata yang kerap melakukan kekerasan di wilayah timur Kongo.
ADF merupakan gerakan yang berasal dari Uganda pada 1990-an, yang menentang pemerintahan Presiden Uganda Yoweri Museveni. Pada 1995, ADF pindah ke Kongo yang kemudian menjadi basis operasionalnya meski tidak melancarkan serangan di dalam wilayah Uganda selama beberapa tahun.(Victor Maulana)

24 Juni 2020

Anggota Pasukan Penjaga Perdamaian Asal Indonesia Gugur di Kongo

radarmiliter.com - Seorang tentara Indonesia yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Republik Demokratik Kongo gugur dan seorang lagi terluka, dalam serangan milisi pada Senin malam (22/06) di sebelah timur negara yang tengah bermasalah itu, kata pihak PBB.
Patroli mereka diserang sekitar 20 kilometer dari kota Beni di provinsi Kivu Utara, Sy Koumbo, seorang petugas komunikasi dalam pasukan penjaga perdamaian MONUSCO, mengatakan kepada AFP, Selasa (23/06).
Pasukan Penjaga Perdamaian Asal Indonesia
Pasukan Penjaga Perdamaian Asal Indonesia  
"[Seorang anggota] Helm Biru meninggal dan yang lain terluka tetapi tidak serius. Dia dalam kondisi stabil," katanya.
Dalam sebuah pernyataan, komandan MONUSCO Leila Zerrougui mengutuk serangan itu, yang katanya dilakukan oleh "tersangka anggota ADF" - Allied Democratic Forces, sebuah kelompok bersenjata yang sangat dikenal di Republik Demokratik Kongo timur.
Tentara itu tengah mengambil bagian dalam proyek untuk membangun jembatan di daerah Hululu, katanya.
ADF adalah gerakan yang terutama yang berasal dari negara tetangga Uganda pada 1990-an, menentang pemerintahan Presiden Uganda Yoweri Museveni.
Pada tahun 1995, mereka pindah ke Kongo, yang kemudian menjadi basis operasinya, meskipun mereka kemudian tidak melakukan serangan di Uganda selama bertahun-tahun.
Menurut catatan PBB, ADF telah menewaskan lebih dari 500 orang sejak akhir Oktober, ketika tentara Kongo melancarkan ofensif terhadap mereka.
Sebelumnya ADF menewaskan 15 tentara PBB di pangkalan mereka di dekat perbatasan Uganda pada Desember 2017, dan tujuh tentara dalam serangan pada Desember 2018.(Angga Saja-TSM)

23 Juni 2020

Mesir akan Beli Sistem Rudal Pantai Bastion-P Rusia

radarmiliter.com - Menurut sumber-sumber lokal di Mesir, Angkatan Laut Mesir berencana untuk memperoleh sistem pertahanan pantai buatan Rusia "Bastion" untuk mengamankan pantai dan ladang gasnya di Mediterania.
Narasumber mencatat bahwa pembelian Mesir atas sistem ini adalah masalah logis yang cocok dengan kerangka rencana pengembangan komprehensif untuk Angkatan Laut Mesir yang akan mencakup akses ke sistem pertahanan modern di sepanjang pantai negara itu.
Sistem Rudal Pantai Bastion-P Rusia
Sistem Rudal Pantai Bastion-P Rusia 
K-300P Bastion-P adalah sistem rudal pertahanan pantai mobile Rusia. Peran utama Bastion-P adalah untuk menghancurkan kapal permukaan termasuk carrier battle group, konvoi, dan kapal pendarat.
Rudal yang digunakan oleh Bastion-P adalah P-800 Oniks (Yakhont), rudal anti-kapal supersonik dengan hulu ledak seberat 200–250 kg (440-550 lb). Rudal ditembakkan secara vertikal dari peluncur menggunakan booster roket berbahan bakar padat untuk akselerasi awal, kemudian menggunakan mesin ramjet berbahan bakar cair untuk terbang jelajah berkelanjutan pada kecepatan Mach 2.5. Jangkauan maksimum Oniks/Yakhont bervariasi pada 120–300 km (75–186 mi; 65–162 nm) tergantung penggunaan lintasan penerbangan low-low atau hi-low.
Menggunakan navigasi GLONASS pada tahap penerbangan awal dan pemandu radar aktif saat mendekati sasaran rudal dapat terbang ke ketinggian 14.000 m (46.000 kaki) sebelum turun ke ketinggian 5 meter diatas laut pada tahap akhir penerbangannya.(Angga Saja-TSM)

Ad Placement

TNI AD

TNI AL

TNI AU