Para Petani Berhamburan Begitu Bom Militer Jatuh di Ladang - Radar Militer

17 September 2017

Para Petani Berhamburan Begitu Bom Militer Jatuh di Ladang

 Bom Militer Jatuh di Ladang
 Bom Militer Jatuh di Ladang 

Warga Desa Kaibon Petangkuran, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, dibuat geger oleh jatuhnya bom militer yang jatuh di ladang warga.

Penggarap lahan, Seniman mengatakan, bom itu jatuh pada Kamis, 14 September 2017, sekira pukul 10.00 WIB, di tanah desa yang terletak di Blok Ngalur, Dukuh Karangjiad. Tanah desa itu merupakan tanah bengkok istrinya yang perangkat desa di Kaibon Petangkuran.
Menurutnya, bom itu tiba-tiba terjatuh dari langit dan berputar-putar di ladang jagung yang baru bemurur 7 hari. Untung saja, bom itu tak meledak. Jika meledak, entah nasib apa yang menimpa petani yang tengah bekerja di sekitar lokasi.
Saat itu, kata Seniman, ada delapan petani yang tengah bekerja di ladangnya. Saat ditemukan, bom itu tanpa hulu ledak dan kincir belakang.
"Saya mendapat laporan dari Pak RT Paimun. Ada roket bom jatuh di ladang yang saya garap. Saya kemudian ke sana," kata Seniman, saat dihubungi Liputan6.com, Jumat, 15 September 2017.
Seniman menduga, bom itu berasal dari tembakan artileri latihan militer yang melenceng jauh dari sasaran. Sebab, jarak antara pagar batas tanah pelatihan militer (zona aman) dengan lokasi jatuhnya bom berkisar 800 meter.
Menurutnya, bom itu melampaui tiga zona, yaitu batas bagar, ladang, dan Trans Jalan Lintas Selatan-Selatan (JLSS). Bahkan, dari perkampungan warga, lokasi jatuhnya bom itu hanya berjarak 120 meter.
“Cuma yang jatuh di lahanku itu kan tidak meledak. Ladangku itu kan jauh mas. Bicara soal zona aman, itu jauh ke utara, sekitar 800 meter. Kalau dari perkampungan itu jaraknya tinggal 120 meter. Di utara mega proyek proyek JLSS, sekitar 200 meter kalau dari JLSS,” ujarnya.
Pekerja yang saat itu berada di lokasi lantas melaporkan ke Ketua RT dan Bayan (Kepala Dusun) setempat. Laporan itu, kemudian, diteruskan ke pihak Koramil yang kemudian mengamankan sekitar lokasi.
"Jadi pelurunya itu langsung, begitu kita ke sana, tentara mengambil pelurunya," dia menjelaskan.
Soal kerusakan tanaman yang dialaminya, Seniman hanya mengatakan bahwa bom itu hanya merusak sedikit tanaman jagung berumur tujuh hari. Namun, dia pun khawatir jika bom itu berhulu ledak akan mencelakai warga sekitar lokasi latihan militer.
"Ya kan tidak meledak. Kalau meledak berbahaya. Kalau kemarin-kemarin itu, ada suara ledakan bom di tempat latihan militer," ucap Seniman.
Sumber : http://regional.liputan6.com

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda

- Berkomentarlah yang sopan dan bijak sesuai isi artikel/ berita;
- Dilarang berkomentar SPAM, SARA, Politik, Provokasi dsb