Radar Militer: Eropa
Tampilkan postingan dengan label Eropa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Eropa. Tampilkan semua postingan

27 Maret 2021

Bawa 30 Rafale, Kapal Induk Nuklir Perancis Singgah di Abu Dhabi

radarmiliter.com - Kapal induk bertenaga nuklir milik Perancis; Charles de Gaulle, mampir di Abu Dhabi pada hari Kamis sebagai bagian dari penyebaran untuk menunjukkan kebebasan navigasi di perairan kawasan itu. Kapal ini membawa 30 jet tempur Rafale dan pesawat lainnya.
Kapal utama Angkatan Laut Prancis itu berlabuh di pelabuhan Mina Zayed dengan dikawal tiga kapal perang negara-negara NATO serta kapal selam dan kapal pengisian bahan bakar.
Kapal Induk Nuklir Prancis
Kapal Induk Nuklir Perancis
Kedatangannya di ibu kota Uni Emirat Arab (UEA) merupakan bagian dari penyebaran selama empat bulan melalui Mediterania Timur, Laut Merah, Samudra Hindia, dan Teluk Arab yang disebut "Clemenceau 21", yang mencakup operasi dengan koalisi melawan ISIS.
Tiga kapal perang NATO yang mengawal kapal induk Prancis itu adalah fregat dari Yunani dan Belgia serta kapal perusak Angkatan Laut Amerika Serikat; USS Porter.
"Misi utama penyebaran Clemenceau 21 adalah perang melawan terorisme, melawan Daesh," kata Laksamana Muda Marc Aussedat yang menggunakan akronim Arab untuk nama lain dari ISIS.
"Kami juga ditempatkan di wilayah strategis di mana kepentingan Prancis, kepentingan Eropa, kepentingan sekutu dipertaruhkan dan ini adalah alat untuk menyebarkan stabilitas dan mengingatkan semua orang akan pentingnya kebebasan navigasi, dan kebebasan bertindak dari laut," ujarnya, seperti dikutip Arab News, Jumat (26/3/2021).
Iran dan proksinya telah dituduh melakukan serangkaian serangan terhadap kapal-kapal pengiriman di beberapa rute maritim tersibuk di dunia di sekitar Semenanjung Arab.
Kapal induk Charles de Gaulle, yang membawa 30 jet tempur Rafale Marine dan dua pesawat peringatan dini dan kontrol E-2C Hawkeye, akan tetap berada di Abu Dhabi hingga Rabu depan.
Sejak meninggalkan pangkalannya di Toulon bulan lalu, kapal induk itu telah mengambil bagian dalam sejumlah latihan termasuk latihan bersama dengan AS, Jepang dan Yunani di Laut Arab minggu ini.
Bulan depan, kapal induk itu akan mengambil bagian dalam latihan dengan India dan UEA sebelum kembali ke Mediterania Timur untuk melanjutkan pekerjaannya dengan koalisi anti-ISIS.
Guillaume Pinget, komandan Charles de Gaulle, mengatakan pemberhentian di Abu Dhabi memungkinkan kru untuk beristirahat dan berhubungan kembali dengan keluarga dan teman setelah 40 hari di laut.
"Singgah di Abu Dhabi merupakan kesempatan untuk melakukan operasi logistik dan melakukan pekerjaan perawatan di kapal,"€ ucapnya.(Muhaimin)

26 Maret 2021

Uji Peluncuran Rudal Hipersonik Tsirkon Pada Fregat Admiral Gorshkov

radarmiliter.com - Kapal fregat Proyek 22350 Laksamana Gorshkov yang beroperasi di divisi kapal rudal Armada Utara telah dikerahkan ke Laut Barents untuk uji peluncuran rudal hipersonik Tsirkon, kata badan TASS Rusia dengan mengutip laporan kantor pers Armada Utara Rusia.
"Awak fregat Laksamana Gorshkov telah dikerahkan ke Laut Barents di mana ia akan berlatih beberapa elemen kursus pelatihan tempur dan melakukan penembakan dari rudal dan senjata artileri terhadap target laut," kata kantor pers.
Fregat Admiral Gorshkov Class
Fregat Admiral Gorshkov Class
Setelah latihan tempur di Laut Barents, fregat itu akan kembali ke pangkalan angkatan laut asalnya di Severomorsk, katanya.
Fregat Laksamana Armada Uni Soviet Gorshkov adalah salah satu kapal perang paling canggih di Armada Utara. Itu dibangun di Galangan Kapal Severnaya di St. Petersburg di barat laut Rusia dan dioperasikan di Armada pada Juli 2018.
Pada akhir 2020, fregat Admiral Gorshkov berpartisipasi dalam uji coba rudal jelajah hipersonik Tsirkon. Selama uji coba, kapal perang tersebut berhasil melakukan beberapa tembakan rudal.
Admiral Gorshkov adalah fregat utama Proyek 22350. Kapal perang kelas ini berbobot 4.500 ton dan dapat melaju dengan kecepatan hingga 29 knot. Mereka dipersenjatai dengan peluncur rudal Oniks dan Kalibr dan juga dengan sistem rudal permukaan-ke-udara Poliment-Redut.
Fregat Project 22350 adalah kapal tempur multiguna yang mampu secara efektif melawan kapal permukaan, pesawat, dan kapal selam musuh dan mengirimkan serangan ke darat dan instalasi pesisir ke jarak lebih dari 1.500 km.(Military Circle)

Menhan Prabowo Subianto Kunjungi London Tingkatkan Kerja Sama Pertahanan dengan Menhan Inggris

radarmiliter.com - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke London, Inggris pada 22-24 Maret 2020. Kunjungan dilakukan dalam rangka meningkatkan kerja sama bilateral di bidang pertahanan Indonesia dan Inggris.
Salah satu agenda utama dalam kunjungan Prabowo adalah pertemuan dengan mitranya, Menhan Inggris The Rt Hon Ben Wallace MP di London. Pertemuan kedua Menhan ini membahas upaya-upaya berbagai peluang untuk lebih meningkatkan kerja sama bilateral pertahanan Indonesia-Inggris. Mereka juga membahas peran kedua negara dalam kerja sama di kawasan dan di tingkat global.
Kerja Sama Pertahanan
Kerja Sama Pertahanan
Selama di London, Prabowo Subianto juga bertemu dengan sejumlah mitra di antaranya Utusan Khusus Perdagangan PM Inggris / anggota parlemen, Richard Graham MP.
Hubungan bilateral Indonesia-Inggris, secara umum berjalan sangat baik yang ditandai dengan saling kunjung para pejabat di kedua negara di berbagai tingkatan. Di bidang pertahanan, kedua negara telah memiliki forum Dialog Pertahanan yang setiap tahun dilaksanakan (JDCD - Joint Defence Cooperation Dialogue) sejak 2019.
Kerja sama pertahanan yang menonjol adalah pada bidang pendidikan militer dan pengadaaan serta pemeliharaan alat utama sistem pertahanan.
Duta Besar Indonesia di London, Desra Percaya dan Athan RI di London turut mendampingi selama kunjungan Menhan. Selain itu, Menhan juga didampingi Delegasi RI dari Kemhan RI.
Prabowo pun berkesempatan berkunjung ke Gedung KBRI London dan meninjau sarana dan prasarana, termasuk layanan publik.

25 Maret 2021

Duta Besar Perancis Kunjungi Galangan Kapal PT PAL Indonesia

radarmiliter.com - Duta Besar Perancis untuk Indonesia dan Timor Leste Olivier Chambard melakukan kunjungan kerja ke PT PAL Indonesia (Persero), Rabu (24/3/2021). Olivier diterima secara langsung Senior Executive Vice President PT PAL Indonesia (Persero) Laksda Weko Pamuji M.
Seperti dikutip dari laman Instagram PT PAL Indonesia, kunjungan itu diharapkan dapat mempererat dan meningkatkan kerja sama antara kedua negara.
Duta Besar Perancis Kunjungi PT PAL Indonesia
Duta Besar Perancis Kunjungi PT PAL Indonesia
"French Trade Commission Business dalam kesempatan tersebut memperkenalkan diri sebagai badan dalam organisasi Kedutaan Besar Prancis di Indonesia yang mempunyai misi untuk mendampingi perusahaan-perusahaan berbasis di Prancis," tulis PT PAL Indonesia.
"Selama ini Prancis merupakan salah satu negara pemasok komponen peralatan kapal dan proyek elektrifikasi energi. Kunjungan tersebut juga bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bisnis dan pemahaman lebih lanjut tentang visi PT PAL Indonesia (Persero) di sektor maritim dan pembuatan kapal. Sehingga, PT PAL Indonesia (Persero) dapat menjadi partner bisnis strategis dengan Prancis."
Beberapa waktu lalu, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) di bawah kendali Menteri Pertahanan Letnan Jendral TNI (Purn) Prabowo Subianto dikabarkan melakukan diskusi serius dengan konsorsium perusahaan galangan kapal asal Prancis Naval Group.


Seperti dilaporkan Janes, Desember 2020, Indonesia kini menjajaki pemesanan kapal selam kelas Riachuelo, yang merupakan modifikasi dari kelas Scorpene.
Kapal selam kelas Scorpene memang sudah dimiliki oleh negeri jiran Malaysia sebanyak dua unit. Namun, Naval Group selaku galangan kapal pembuat kapal selam ini, memastikan kapal selam Riachuelo, sudah mengalami berbagai perubahan dari Scorpene yang sudah pernah ada.

 Kapal selam Riachuelo, merupakan kerja sama antara Prancis dengan Brasil dalam proses transfer teknologi, saat Negeri Samba itu memesan 4 kapal selam dari Perancis.
Kapal selam Riachuelo telah memulai uji coba laut pada tahun 2019 untuk pengiriman pada tahun 2020. Pengiriman kapal selam 2, 3 dan 4 akan dilanjutkan setiap 12 hingga 18 bulan setelahnya.
Scorpene adalah kapal selam konvensional yang dirancang oleh Naval Group untuk pasar ekspor. Naval Group memang memberikan promosi dengan iming-iming transfer teknologi dalam pembelian kapal selamnya.
Sedikitnya ada 14 kapal selam Scorpene sudah dioperasikan dan dibangun di luar Prancis antara lain Angkatan Laut Chili sebanyak 2 unit, Angkatan Laut Malaysia sudah beroperasi 2 unit, Angkatan Laut India sebanyak 6 unit dan Angkatan Laut Brasil 4 unit.
Desain Scorpene yang dibuat Brasil bersama Prancis sudah mengalami modifikasi sesuai dengan kebutuhan spesifik. Scorpene Brasil atau Riachuelo sedikit lebih panjang untuk membawa awak yang lebih besar, juga hampir dua kali lipat dalam jarak patroli, dan mampu menempuh jarak yang lebih jauh.

Scorpene dirancang multiguna sebagai kapal selam samudra juga cocok untuk operasi perairan dangkal. Sehingga mampu diandalkan untuk berbagai misi seperti perang anti-permukaan dan anti-kapal selam, operasi khusus, kegiatan intelijen.
Scorpene adalah kapal selam konvensional yang dirancang oleh Naval Group untuk pasar ekspor. Naval Group memang memberikan promosi dengan iming-iming transfer teknologi dalam pembelian kapal selamnya.
Dikutip dari akun Twitter resminya, Chambard mengaku senang bisa berkunjung ke PT PAL Indonesia. Ia bahkan menyebut PT PAL sebagai perusahaan pembuat kapal dan teknologi kelas dunia.
"Kerja sama di masa depan dengan akan menghadirkan solusi dan teknologi kapal hijau," tulis Chambard. (Muhammad Iqbal)

Barak ER, Israel Klaim Sukses Uji Coba Sistem Pencegat Rudal Balistik

radarmiliter.com - Badan Industri Luar Angkasa Israel - Israel Aerospace Industries (IAI) mengklaim berhasil menguji coba Barak ER, sistem pertahanan untuk menangkal serangan rudal balistik jarak jauh, pada Senin (22/3).
IAI mengumumkan langsung proses uji coba itu melalui foto yang diunggah di akun Twitter resmi mereka.
"Sukses menguji coba sistem pertahanan Extended Range Barak (Barak ER) kami," tulis mereka
Barak ER
Barak ER
IAI memaparkan bahwa simulasi langsung rudal anti-balistik Barak ER itu dilakukan dalam beberapa skenario ancaman, termasuk mencegat target rudal yang menyerang.
Times of Israel melaporkan, rudal Barak ER yang dikembangkan oleh IAI ini menggabungkan kemampuan untuk mencegat ancaman di udara hingga jarak 150 kilometer.
Rudal pencegat itu pun bisa mencapai ketinggian 30 kilometer dan dapat bertahan dari ancaman jet tempur, rudal jelajah, pesawat nirawak (drone), helikopter, dan bom.
Jarak jangkauan rudal yang semakin jauh ini berhasil dicapai setelah menyesuaikan mesin pencegat dengan kemampuan radar multi-misi (MMR) IAI.
Rudal yang diluncurkan secara vertikal itu mencakup teknologi booster, mesin roket ganda, dan sistem radar canggih.
IAI sendiri berdiri pada 1953 dan dianggap sebagai pelopor industri pertahanan dunia dalam menciptakan teknologi dan sistem pertahanan darat, udara, laut, luar angkasa, hingga dunia maya.
Selama ini, IAI telah bekerja sama dengan militer India. Pada 2019 lalu, IAI mendapat kontrak senilai US$777 juta untuk memasok alutsista bagi India, termasuk sistem pertahanan rudal Barak-8.

Norwegia Beli Empat Kapal Selam dari Thyssenkrupp Jerman

radarmiliter.com - Menurut informasi yang diterbitkan oleh Reuters pada 23 Maret 2021, Norwegia telah setuju untuk memesan empat kapal selam dari Thyssenkrupp Jerman seharga 45 miliar Krone ($ 5,3 miliar), kata kementerian pertahanan Norwegia.
Sejak Februari 2017, diumumkan bahwa Angkatan Laut Kerajaan Norwegia akan membeli empat kapal selam model Type 212. Rencana awal direncanakan masuk kedinasan antara 2025 dan 2028. Namun, Rencana Pertahanan Norwegia 2020 kemudian merevisi bahwa kapal-kapal selam itu masuk kedinasan "sekitar tahun 2030".
Kapal Selam Type 212
Kapal Selam Type 212
Kapal selam kelas Type 212 Jerman, juga disebut sebagai kelas Todaro di Italia, adalah kapal selam diesel-elektrik yang dikembangkan oleh Howaldtswerke-Deutsche Werft AG (HDW) untuk angkatan laut Jerman dan Italia. Kapal selam ini memiliki fitur penggerak mesin diesel dan sistem air-independent propulsion (AIP) menggunakan sel bahan bakar hidrogen terkompresi proton exchange membrane (PEM) dari Siemens. Kapal selam dapat beroperasi dengan kecepatan tinggi dengan tenaga diesel atau beralih ke sistem AIP untuk jelajah yang lebih lambat namun tanpa suara, dan mampu menyelam hingga tiga minggu. Sistem ini juga dikatakan bebas getaran, sangat sunyi dan hampir tidak dapat dideteksi. (Angga Saja-TSM)

24 Maret 2021

Angkatan Udara Inggris Akan Pensiunkan Armada C-130J

radarmiliter.com - Angkatan Udara Inggris (Royal Air Force) akan mempensiunkan lebih awal dari jadwal semula, seluruh armada pesawat C-130J miliknya pada tahun 2023.
The Defense Command Paper yang dirilis kemqarin (23/03), berjudul 'Defense in a Competitive Age', menyatakan:
"Angkatan Udara Inggris akan mempensiunkan BAe146 seperti yang direncanakan pada tahun 2022 dan mempensiunkan C130 Hercules pada tahun 2023. Armada A400M Atlas akan ditingkatkan kapasitas dan kemampuannya, beroperasi bersama pesawat angkut dan tanker C-17 Globemaster dan Voyager."
C-130J AU Inggris
C-130J AU Inggris
Pesawat angkut C-130J Hercules sering digunakan oleh pasukan khusus Inggris. Varian C-130J pertama kali memasuki kedinasan Royal Air Force pada akhir 1990-an dan beberapa C-130 telah pensiun dalam beberapa tahun terakhir tetapi 14 pesawat yang tersisa pada awalnya dijadwalkan untuk terus terbang hingga pertengahan 2030-an.
Diketahui bahwa, jika memungkinkan, misi C-130J akan diambil alih oleh armada pesawat angkut Atlas A400M yang berukuran lebih besar.
Pengurangan pertahanan ini sebelumnya dijelaskan oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson sebagai review terbesar dari jenisnya sejak Perang Dingin. (Angga Saja-TSM)
Sumber : ukdefencejournal.org.uk

Media Yunani : Perancis Siap Berikan Dua Kapal Perang Kepada Yunani Secara Cuma-cuma

radarmiliter.com - Menurut informasi yang diterbitkan oleh media Yunani Greek City Times pada 23 Maret 2021, Prancis telah menawarkan untuk memberikan dua kapal perang, yaitu fregat pertahanan udara kelas Cassard "Jean Bart" (D615) dan kapal fregat anti-kapal selam kelas Georges Leygues "Latouche-Tréville" (D646), kepada Angkatan Laut Yunani secara cuma-cuma.
Angkatan Laut Prancis akan menyerahkan kedua kapal ini jika Athena memilih Prancis melalui tender untuk membangun fregat baru untuk Angkatan Laut Yunani. Memang, Menteri Pertahanan Yunani Nikos Panagiotopoulos juga memasukkan dalam tendernya persyaratan dua kapal bekas yang “siap pakai” dan “dalam kondisi baik” untuk penggunaan sementara.
Kapal Fregat Perancis
Kapal Fregat Perancis
Ini akan menjadi “solusi sementara” sambil menunggu peresmian fregat baru yang akan memakan waktu tujuh atau delapan tahun untuk pembangunannya.
Pihak Angkatan Laut Yunani yang pergi memeriksa kedua fregat tersebut mendapati kondisi kedua kapal tersebut cukup baik.
Kelas Cassard (Type F70 AA) adalah kelas kapal destroyer pertahanan udara Angkatan Laut Prancis. Perlu diketahui bahwa Angkatan Laut Prancis tidak menggunakan istilah "destroyer" untuk kapalnya. Jadi, beberapa kapal besar, yang disebut sebagai "frégates" dalam bahasa Prancis, sebenarnya diregister sebagai kapal destroyer. Kelas tersebut adalah varian pertahanan udara dari kapal kelas Georges Leygues. Kedua kelas kapal memiliki persenjataan dan sistem propulsi yang berbeda yang dipasang pada hull yang identik. Peran utama kapal kelas Cassard adalah menyediakan perlindungan udara untuk armada, grup penerbangan angkatan laut, konvoi & perlindungan titik pesisir pantai. Peran sekunder mereka adalah untuk mengelola koordinasi aset udara & kontrol pesawat. Kapal juga dapat digunakan untuk misi penelitian, misi identifikasi atau misi kehadiran. Kedua kapal ditugaskan ke Force d'Action Navale.
Kelas Cassard ditenagai oleh empat mesin diesel SEMT Pielstick 18 PA6V 280 BTC yang menghasilkan daya 43.200 hp (32.200 kW) berkelanjutan yang menggerakkan dua shaft. Propulsi ini memberi kapal kecepatan maksimum 29,5 knot (54,6 km/jam) dan jangkauan 8.000 mil laut (15.000 km) pada kecepatan 17 knot (31 km/jam). Mesin diesel SEMT Pielstick mampu melakukan double super-charging. Mesin ditempatkan di atas dudukan fleksibel yang akan mengurangi jejak suara kapal tersebut. Kelas Cassard dipersenjatai dengan 1 peluncur rudal Mk13 dengan 40 rudal Standard SM-1MR, 8 rudal anti kapal MM40 Exocet, dua peluncur torpedo, meriam utama Creusot- Loire Compact 100 mm/55 Mod 68, dua kanon 20 mm F2, 4 senapan mesin 12,7 mm dan dua CIWS Sadral Mistral.
Kapal kelas Georges Leygues ditenagai propulsi dengan konfigurasi CODOG, dengan 2 mesin diesel Pielstick PA 6 V280 STD diesel dan 2 mesin turbin gas Rolls Royce Olympus TM3B, yang mampu membawa kapal hingga kecepatan maksimum 30 knot. Kapal kelas Georges Leygues dipersebjatai dengan satu peluncur rudal Crotale EDIR dengan 8 rudal, 8 rudal anti-kapal MM40 Exocet, dua Simbad Mistral, satu meriam utama CADAM 100 mm, 2 kanon 20 mm, 4 senapan mesin 12,7 mm. dua peluncur torpedo.(Angga Saja-TSM)

18 Maret 2021

Erdogan : Arab Saudi Ingin Beli Drone UCAV Buatan Turki

radarmiliter.com - Arab Saudi disebut sedang berusaha untuk membeli pesawat drone bersenjata Unmanned combat aerial vehicle (UCAV) buatan Turki yang sukses memulai debutnya saat perang Azerbaijan melawan Armenia.
Hal itu diungkapkan oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam konferensi pers, Selasa (16/3/2021).
Bayraktar TB2
Bayraktar TB2
Kendati demikian, Erdogan tidak merinci jenis drone bersenjata yang dilirik oleh Arab Saudi.
Erdogan membuat pernyataan itu setelah menyuarakan ketidaksenangannya atas keputusan Riyadh yang melakukan latihan militer bersama dengan Yunani, saingan lama Turki.
"Arab Saudi sedang melakukan latihan bersama dengan Yunani. Namun pada saat yang sama, Arab Saudi meminta drone bersenjata kepada kita,” kata Erdogan.
“Harapan kami adalah menyelesaikan masalah ini dengan tenang tanpa perlu memanas," sambung Erdogan sebagaimana dilansir Middle East Monitor.
Bulan lalu, Arab Saudi berpartisipasi dalam "Forum Persahabatan" di Athena, yang juga dihadiri oleh Mesir, Perancis, Siprus, Uni Emirat Arab (UEA), dan Bahrain.
Kementerian Luar Negeri Turki lantas mengutuk pertemuan tersebut.
Sementara itu, hubungan Ankara dan Riyadh mencapai titik terendahnya setelah pembunuhan jurnalis cum kolumnis Jamal Khashoggi.
Khashoggi dibunuh dan dimutilasi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2018.
Pembunuhan tersebut diduga disetujui dan diberi restu oleh Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman (MBS).
Hubungan juga tegang tahun sebelumnya, ketika Turki memihak Qatar. Pada 27017 hingga Januari 2021, Doha diboikot oleh sejumlah negara di Teluk Arab yang dipimpin oleh Arab Saudi.
Namun, Arab Saudi dan Turki satu suara dalam menentang kudeta militer pada 2013 terhadap Presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis, mendiang Mohamed Morsi.
Turki sendiri muncul menjadi sebagai salah satu negara pembuat drone bersenjata terkemuka di dunia.
Salah satu drone buatan Turki, Bayraktar TB2, memainkan peran penting dalam perang antara Azerbaijan melawan Armenia di Nagorno-Karabakh.
Drone tersebut juga terlah dikerahkan di Suriah dan Libya dengan efek yang terbukti cukup ampuh.
Arab Saudi sendiri memiliki perjanjian transfer teknologi dengan Perusahaan Vestel milik swasta di Turki yang memungkinkan Riyadh dapat membuat drone militer sendiri.
Namun, ada kekhawatiran bahwa Arab Saudi juga mencari senjata yang dapat melewati embargo senjata Barat yang diberlakukan karena perangnya melawan Yaman. (Danur Lambang Pristiandaru)
Sumber : kompas.com

Turki akan Gunakan Mesin Ukraina Pada Helikopter Serang Barunya

radarmiliter.com - Helikopter serang kelas berat baru Turki, ATAK 2 akan menggunakan mesin yang dibeli dari Ukraina, perusahaan pembuat helikopter tersebut mengumumkan pada Minggu malam (14/03).
Temel Kotil, pimpinan Turkish Aerospace Industries (TAI), yang melakukan proyek helikopter tersebut mengatakan bahwa mereka akan memperoleh mesin untuk menggerakkan helikopter T929, yang juga dinamai ATAK 2, dari Ukraina pada wawancara siaran langsung media Turki HaberTürk.
Helikopter T929 atau ATAK 2 Buatan Turki
Helikopter T929 atau ATAK 2 Buatan Turki
Helikopter yang dimaksud berada di kelas 11 ton dan dapat membawa 1.500 kg amunisi. Helikopter akan dilengkapi dengan mesin 2.500 tenaga kuda dan akan terbang pada 2023, menurut Kotil.
Helikopter ini dikembangkan di bawah kontrak Proyek Helikopter Serang Kelas Berat yang ditandatangani antara Badan Kepresidenan Industri Pertahanan Turki (SSB) dan TAI, dan direncanakan akan memiliki berat lepas landas kira-kira dua kali lipat dari helikopter ATAK saat ini.
Proyek ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Bersenjata Turki akan helikopter serang yang efektif dan memiliki daya tangkal, yang dapat membawa muatan dalam jumlah besar, tahan terhadap faktor lingkungan yang berat, dilengkapi dengan sistem pelacakan dan pencitraan sasaran, sistem peperangan elektronik (EW), sistem navigasi, sistem komunikasi dan sistem senjata berteknologi canggih. Helikopter ini dirancang dan diproduksi sebagai helikopter dengan kemampuan manuver dan kinerja yang tinggi.
Fitur umum dari helikopter T929 termasuk kokpit tandem, kemampuan memuat senjata asimetris, kapasitas membawa amunisi yang tinggi, jejak infra merah (IR) dan jejak akustik yang rendah, desain kokpit digital, ketahanan balistik tingkat tinggi, avionik canggih, kompatibilitas dengan ketinggian dan suhu tinggi, ketahanan terhadap faktor lingkungan, sistem EW dan sistem countermeasure yang canggih.
Helikopter dapat membawa kanon kaliber besar, roket generasi baru, rudal anti-tank jarak jauh dan sistem rudal udara-ke-udara.
Helikopter kelas berat ini dapat digunakan untuk pertempuran udara-ke-darat, pertempuran udara-ke-udara, pengintaian dan pengawasan bersenjata, close air support (CAS), pengawalan bersenjata atau operasi ofensif gabungan.
Helikopter intai dan serang taktis T129 saat ini telah ditingkatkan ke level Phase-2 dan sudah berada dalam inventaris AB Turki, dimana Direktorat Jenderal Keamanan Turki telah menerima pesawat helikopter tersebut baru-baru ini. (Angga Saja-TSM)

17 Maret 2021

Kerjasama AL Filipina dengan AL Prancis untuk Bentuk Satkasel Filipina

radarmiliter.com - Menurut informasi yang diterbitkan oleh Philippine News Agency pada 16 Maret 2021, Angkatan Laut Prancis telah berkomitmen untuk membantu Angkatan Laut Filipina dalam membentuk satuan kapal selam Filipina, kata Panglima Angkatan Laut Filipina Vice Admiral Giovanni Carlo Bacordo pada hari Selasa.
Bacordo mengatakan komitmen ini dibuat selama pertemuan tingkat tinggi bilateral antara perwira AL Filipina dan AL Prancis di Paris pada 12 Maret.
Delegasi AL Filipina Berkunjung ke Naval Group
Delegasi AL Filipina Berkunjung ke Naval Group
Pihak AL Filipina sebelumnya mengatakan bahwa mereka ingin memperoleh dua unit kapal selam diesel-listrik sebagai bagian dari rencana modernisasinya.
Bacordo, yang adalah kepala delegasi AL Filipina di Prancis, bertemu dengan Admiral Pierre Vandier, kepala Staf Angkatan Laut Prancis.
Selain itu, dia mengatakan bahwa kedua angkatan laut menyepakati kelanjutan kunjungan para pemimpin senior dari kedua belah pihak dan pembicaraan rutin untuk membentuk kerja sama dan partisipasi di masa depan dalam latihan angkatan laut bilateral dan multilateral.
Angkatan Laut Filipina sebelumnya menunjukkan minat untuk membeli kapal selam kelas Scorpene dari Prancis.
Kapal selam Scorpène mampu melakukan segala jenis misi, seperti perang kapal anti permukaan, perang anti kapal selam, serang jarak jauh, operasi khusus atau pengumpulan intelijen. Kapal selam ini sangat senyap dan cepat, dan dilengkapi dengan berbagai senjata yang komprehensif (torpedo, misil, ranjau).
Kapal selam kelas Scorpène adalah kelas kapal selam serang diesel-elektrik yang dikembangkan bersama oleh perusahaan Prancis Naval Group (sebelumnya bernama DCNS) dan perusahaan Spanyol Navantia. Kapal selam kelas Scorpène memiliki empat subtipe termasuk versi diesel-elektrik konvensional CM-2000, varian AM-2000 dengan air-independent propulsion (AIP), kapal selam pantai CA-2000 dengan ukuran diperkecil, dan S-BR dengan ukuran diperbesar untuk Angkatan Laut Brasil tanpa AIP. Kapal selam kelas Scorpéne telah dioperasikan oleh Chili, Malaysia, India, dan Brasil. Lebih dari empat belas kapal selam Scorpène dijual oleh Naval Group secara internasional. (Angga Saja-TSM)

Israel Perkenalkan Amunisi Mortir Berpemandu Laser dan GPS Iron Sting

radarmiliter.com - Menurut informasi yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Israel pada 14 Maret 2021, Direktorat Penelitian dan Pengembangan Pertahanan Kementerian Pertahanan Israel, Angkatan Darat Israel dan Elbit Systems memperkenalkan amunisi mortir berpemandu laser dan GPS baru bernama "Iron Sting".
Amunisi mortir 120 mm tersebut baru-baru ini menjalani uji coba terakhir di lokasi pengujian di Israel selatan. Penyelesaian pengujian memungkinkan dimulainya produksi serial sebelum pengiriman sistem itu ke IDF (Israel Defense Forces) dalam bulan-bulan mendatang. Menurut narasumber yang tidak bersedia disebutkan, sistem ini juga akan didemonstrasikan kepada AD Amerika Serikat pada akhir tahun ini.
Ujicoba Amunisi Mortir Iron Sting
Ujicoba Amunisi Mortir Iron Sting
Serangkaian pengujian dilakukan dengan menggunakan dua sistem mortir terhubung jaringan Cardom yang dikembangkan oleh Elbit Systems, yaitu sistem "Cardom", dipasang pada APC M113 dan sistem "Cardom Spear", yang dipasang pada SUV Hummer 4X4. Iron Sting dirancang untuk menyerang sasaran dengan tepat, baik di medan terbuka maupun lingkungan perkotaan, sekaligus mengurangi kemungkinan collateral damage dan mencegah korban pada non-kombatan. Penggunaan operasionalnya akan merevolusi perang darat dan melengkapi batalion dengan senjata organik yang akurat, dan efektif.
CARDOM adalah sistem mortar recoiling 120 mm otonom dan terkomputerisasi yang cocok untuk berbagai kendaraan lapis baja yang beroda rantai dan beroda ban. CARDOM memberikan dukungan tembakan yang akurat, efektif dan segera untuk unit yang dikerahkan dengan cepat dan pasukan khusus, serta unit infanteri dan artileri.
Setelah sepuluh tahun penelitian dan pengembangan, AD Israel akan dilengkapi dengan kemampuan canggih yang dibuat untuk medan perang modern. Amunisi mortir berpemandu laser dan GPS ini memberi pasukan darat kemampuan menembak yang tepat yang sejauh ini hanya diterapkan pada rudal.
Pengenalan amunisi yang dipandu laser dan GPS ini mengubah sistem mortir menjadi sistem penembakan presisi, sehingga memberikan perubahan signifikan dalam kemampuan menembak di tingkat taktis.(Angga Saja-TSM)

Ad Placement

TNI AD

TNI AL

TNI AU